
Abi dan Reana memutuskan untuk makan siang dengan pesan online. Siang ini mereka memilih bento dan sushi yang praktis dan tidak perlu mangkok meskipun Abi ingin rawon.
"Rawonnya nanti saja kalau mas Pandu datang. Kita coba rawon paling enak di Surabaya" ucap Reana.
"Ke Surabaya kalau belum cobain rawon, nggak seru" ucap Abi memasukkan sushinya.
"Bukannya mama suka bikin rawon ya?" gumam Reana.
"Beda kalau di tempat asalnya" balas Abi.
"Iya deh!"
Abi dan Reana makan siang sambil mengobrol tentang perkuliahan dan keributan yanb terjadi saat dirinya hampir dijebak pesta minuman keras. Reana bercerita tentang Rajendra yang hampir ditusuk oleh teman kuliahnya karena iri dengan bakatnya.
"Jendra kan punya bakat alami menjadi chef. Kan dia benar-benar cicitnya Opa Ryu."
"Orang kan tidak melihat itu Bi. Yang jelas mereka sebal saja melihat Jendra sudah naik pangkat jadi demi chef" ucap Reana.
"Hoshi gimana? Masih durjana dia?" tanya Abi.
"Opa Eiji dan Hoshi nggak pernah akur. Kan kamu tahu sendiri acara sungkeman lebaran kayak apa. Sungkeman sih sungkeman, lima menit kemudian berantem lagi."
Abi terbahak. "Parah tuh bocah! Bingung aku dulu Oom Levi batin siapa atau Tante Yanti ngidam apa malah keluar si mulut cabe."
"Rajendra sama Hoshi juga nggak bisa akur" kekeh Reana. "Hoshi cuma bisa akur dengan aku atau mas Luca. Sama mas Joey juga nggak bisa."
"Parah, parah anak itu. Kayaknya yang jadi istrinya harus orang yang tahan banting dan iman."
"Agak sulit calon nya si mulut cabe" kekeh Reana.
***
RR's Meal London, Inggris
Rajendra benar-benar kesal dengan Oom Ai nya yang membuatnya pontang panting membuat masakan bagi para tamu RR's Meal. George dan Sissy Majors pun tampak hadir dan antusias melihat hasil masakan Rajendra membuat remaja itu semakin kelabakan.
"Ih Tante Sissy pakai acara datang lagi! Kan aku jadi under pressure" gerutu Rajendra.
"Dih, baru segitu saja sudah ngomel! Gimana kamu bisa memegang semua cabang RR's Meal kalau kamunya bisanya ngedumel" tegur Aidan.
Rajendra terkejut mendengar Oom Aidannya berdiri di belakangnya.
"Eh Oom Ai" cengirnya.
"Ayo semangat!" Aidan menepuk bahu keponakannya.
"Iya Oom."
__ADS_1
***
"Jadi Rajendra sekarang di New York?" tanya Sissy Majors ke Thara Al Azzam Blair.
"Iya Sissy, dia kuliah di tempat Aidan dan Opa buyutnya dulu kuliah dan sekarang sedang liburan semester di London, malah digembleng sama Ai" senyum Thara. Sissy Majors tidak mau dipanggil dengan embel-embel 'Mrs Majors' atau apapun karena ingin tetap awet muda.
Semenjak suaminya George Majors sudah tidak menjabat sebagai perdana menteri Inggris, keduanya lebih suka melakukan acara amal. Thara adalah salah satu pendukung kegiatan amal itu.
"Aku salut sama anak itu. Mentalnya kuat" ucap Sissy.
"Iya lho Sissy. Aku salut dia juga loyal dan setia dengan Aruna."
"Gadis cantik berhijab itu? Masih berpacaran sampai sekarang?" Sissy tampak surprise.
"Masih Sissy. Rajendra itu mirip dengan opanya, Jeremy. Jika sudah jatuh cinta maka dia akan serius dan aku kagum akan mereka berdua."
"Jarang lho di jaman sekarang ada anak umur 17 tahun sudah bersikap dewasa seperti itu."
Thara menatap Rajendra dan Aidan yang sibuk di dapur. "Keluarga kami memang awesome."
***
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Abi, Reana dan Pandu kini berada di sebuah rumah makan sederhana yang menjual rawon paling enak di Surabaya. Meskipun hanya rumah makan kecil rumahan namun Abi dan Reana tidak ada rasa sungkan atau risih karena bagi mereka yang penting bersih dan enak.
"Kamu tuh ! Mama dengar, habis kau! Oma dengar, kena jewer kau!" gelak Reana karena tahu kedua wanita yang disayanginya itu termasuk jago masak.
"Eh tapi beneran, Re. Ini enak!" Abi tetap memakan rawonnya.
Pandu tersenyum melihat interaksi kedua saudara kembar itu.
"Mas bule" panggil si ibu pemilik warung. "Kok fasih bahasa Indonesia sih?"
"Hah? Oh, Opa dan Oma buyut saya orang Indonesia, wong Solo. Tapi Oma saya menikah dengan orang bule Inggris terus mama saya kedapatan bulenya eh nikah sama papa saya yang bule Irlandia. Jadilah saya dan adik saya ini." Abi nyengir. "Jadi meskipun kita bule, wajib bisa bahasa Indonesia."
"Wah, mbulet e rek" kekeh ibu pemilik warung.
"Lha iyo Bu. Wis ga usah dipikirin, malah mbulet dhewe tho ( sudah nggak usah dipikirkan, malah rumit sendiri kan )?" senyum Abi.
Ibu pemilik warung tertawa geli dengan gaya Abi yang jenaka.
Pandu menatap Reana dalam dan dia pun memegang tangan gadisnya. "Aku nanti ingin berbicara denganmu berdua."
Reana menatap Pandu dengan perasaan bingung. Ada apa? Kenapa wajah mas Pandu menjadi serius begini?
__ADS_1
Abi melirik ke arah keduanya dan dia merasa Pandu yang ingin dibicarakan serius. Apa yang ada di pikiran Pandu?
***
Reana dan Pandu kini berada di longue hotel sedangkan Abi memilih berada di meja yang tidak jauh dari keduanya sembari msmbuat MacBook nya. Saudara kembar Reana itu tetap mengawasi adiknya menjaga jika Pandu salah ucap membuat gadis itu kaget.
"Mas Pandu mau bicara apa?" tanya Reana sambil menatap Pandu tenang.
"Princess, kamu tahu kan aku sangat mencintaimu?"
Reana mengangguk. "Lalu?"
"Aku senang kamu ke Surabaya, senang sekali. Benar-benar mood booster aku. Kamu dekat denganku itu sangat membuatku bahagia..."
"Tapi?"
Pandu menatap sendu ke arah Reana. "Tapi kamu membuat konsentrasi aku buyar. Aku hampir khilaf saat berduaan dengan mu dan aku tidak mau terjadi hal yang akan kita sesali nantinya."
"Maksud mas Pandu?" Hati Reana agak mencelos mendengar ucapan Pandu.
"Ada baiknya kamu mempercepat liburanmu di Surabaya karena tidak baik di jantung dan otak aku..." Pandu memegang tangan Reana. "Aku tidak yakin pada diriku sendiri untuk bisa menahannya Re jika berdua denganmu. Paham ya princess? Demi kebaikan kita berdua, demi kamu karena aku ingin menjagamu hingga halal nanti."
Bibir Reana menganga tidak percaya mendengar ucapan Pandu dan terharu dengan bagaimana Pandu menjaganya sedemikian rupa agar mereka berdua aman dan selamat.
"Mas..." panggil Reana pelan.
"Apa sayang?"
"Aku...aku merasa tersanjung kamu sedemikian rupa menjaga aku..." Mata biru Reana tampak mengembun karena dirinya bersyukur tidak salah menetapkan pilihan.
"Kamu adalah wanita yang sudah aku mantapkan hatiku menjadi pendamping ku kelak. Untuk itu aku menjagamu, bukan karena kedua orang tua mu, tapi karena aku ingin kita berdua halal dulu dan aku akan menunggu sampai kamu selesai kuliah untuk meminang mu ke Tuan Rhett dan Bu Kaia." Pandu mengelus pipi Reana.
Reana mengerjapkan mata birunya. Pria ini! Benar-benar langka dan aku beruntung bersamanya.
"Aku sekali lagi sangat tersanjung, mas."
"Because you're my precious jadi aku harus menjagamu."
Reana mengerenyitkan dahinya. "My precious? Kok aku jadi terbayang smeagoll nya The Lords of the ring?"
Pandu hanya melongo mendengar ucapan gadisnya.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️