My Cold Chef

My Cold Chef
Kedatangan


__ADS_3

Aidan menatap tidak percaya saat keponakannya yang dikenal tengil itu bisa membuat wagashi hanya dengan belajar otodidak dengan kurang dari satu jam setelah diajari oleh Thara dan Stacy.


Bocah satu itu memang benar-benar keturunan Ryu Reeves!


Aidan masih melihat layar monitor CCTV area pastry sembari menunggu Rajendra hendak membuat apalagi. Dan sejam kemudian, dirinya benar-benar terkejut dengan kreativitas keponakan tampannya.


Suara ponsel membuat Aidan mengambil dan menggeser tombol hijau tanpa melihatnya.


"Halo?"


"Aidan! Anakku disana kah?" tanya Arjuna tanpa salam. Dirinya sempat panik ketika Sekar mengatakan putranya tidak ke Dojo dan belum sampai rumah.


"Ya, Jendra disini sedang membuat wagashi" jawab Aidan tanpa mengalihkan pandangannya.


"Buat apa? Wasabi? Memang nggak bisa beli ya?" sungut Arjuna.


"Wagashi, Junjun! Wagashi! Bukan wasabi!" semprot Aidan gemas.


"Itu makanan?"


"Bukan! Hiasan doang! Ya makanan cumiiii ! Memang anakmu pengen jadi apa, Junjuuunn!" ucap Aidan gemas dan sarkasme.


"Ooohhh. Aku kan tahunya wasabi" gelak Arjuna tanpa salah.


Aidan hanya bisa manyun.


"Ya sudah, aku langsung kesana jemput Jendra. Assalamualaikum."


"Wa'alaikum..." Aidan melongo. "Dimatiin? Duasar cumiiii !"


***


Aidan turun menuju ruang pastry dan melihat keponakannya heboh membuat Kirby. Suaranya yang khas anak-anak, terdengar ramai dan senang dirinya bisa membuat wagashi dengan bentuk lucu-lucu.


"Oom Ai, coba lihat!" serunya ketika Aidan sampai di dapur pastry.

__ADS_1


Aidan mengangguk sambil mengusap kepala Rajendra dan menatap kagum dengan kemampua keponakannya.



"Bagus ini Jendra" puji Aidan. Walaupun tahu keponakannya cerdas dan ingin menjadi chef, Aidan tidak menyangka bocah itu sepintar ini.


"Thanks chef" jawab Rajendra.


"Tapi besok lagi jangan membolos ke Dojo. Apa kamu tahu kalau papa dan mamamu cemas kamu tidak ada disana?" Aidan memandang keponakannya dengan nada menegur.


Rajendra pun nyengir. "Habis lebih seru disini daripada di Dojo."


"Oom tahu kamu lebih suka disini tapi kamu wajib ke Dojo. Kan sebentar lagi Jendra akan menjadi kakak jadi kamu nanti harus bisa melindungi adik dan mama kalau papa tidak di rumah."


Rajendra mengangguk. Dia tahu bahwa harus bisa beladiri karena Abi, Reana, Joey dan Luca pun melakukan hal yang sama. Para sepupunya itu sudah masuk Dojo sejak enam bulan lalu. Abi mengambil pencak silat, Reana Aikido, Joey memilih taekwondo dan Luca memilih judo.


"Iya Oom. Apalagi kata mama, adik sebentar lagi akan keluar dan aku akan jadi 'abang'" ucap Rajendra.


"Lho Jendra dipanggil 'abang' nanti sama adik? Nggak mas atau kakak?" senyum Aidan.


Aidan terbahak sedangkan Thara dan Stacy hanya tersenyum mendengar ucapan bocah tampan itu.


"Papamu memang bucin sama mamamu" kekeh Aidan yang tidak heran kalau Arjuna begitu tergila-gila dengan Sekar yang cantik seperti itu.


"Aidan" panggil Xander.


"Gimana?"


"Para tamu menanyakan wagashinya" ucap Sous Chef itu.


Aidan melihat beberapa tray yang berisikan wagashi berbagai desain sudah siap termasuk buatan keponakannya.


"Ini sudah siap?" tanya Aidan ke Thara dan Stacy.


"Sudah chef" jawab keduanya.

__ADS_1


"Bawa ke depan semuanya." Aidan memberikan kode kepada pelayan yang sudah siap dan membawa semua wagashi ke area depan.


Suara riuh para tamu restauran yang menyukai berbagai kreasi Thara dan Stacy membuat kedua gadis itu tersenyum senang.


"Ai, mereka pada minta bertemu dengan chef yang membuat pastry ini" ucap Xander setelah menemui para tamu.


Aidan menoleh ke arah Thara dan Stacy. "Apa kalian bersedia keluar menyapa para tamu pengunjung?"


"Siap chef!" ucap Stacy semangat sedangkan Thara hanya diam dengan raut wajah ragu dan sorot matanya tampak panik.


Rajendra yang melihat Thara seperti itu, memegang tangan gadis yang tampak gugup luar biasa. "Tante bisa mengintip dulu dari pintu. Kalau Tante tidak nyaman, jangan dipaksa" ucap Rajendra penuh perhatian yang membuat Thara terperangah.


"Kamu... seperti bukan anak umur lima tahun deh" senyum Thara sedikit kaget.


"Nona Thara lihat dulu saja. Saya tidak apa maju ke depan sendirian" ucap Stacy yang tahu Thara tidak nyaman di banyak orang yang asing.


Thara pun mengintip dari jendela bulat yang ada di pintu penghubung dapur dan ruang makan. Netra hijaunya memindai orang-orang disana yang awalnya tidak apa sampai dia melihat sosok yang membuatnya marah. Tanpa dia sadari, tangannya mencengkram jas milik Aidan yang berdiri di sebelahnya.


Aidan merasakan jasnya dicengkeram sedemikian rupa oleh Thara, ikut melihat ke arah pandangan gadis itu. Pria bermata biru itu terkesiap ketika melihat dua orang wanita khas timur tengah bersama dengan seorang pria khas Sheikh duduk disana.


"Thara..." bisik Aidan.


"Itu...itu Ja'far..." bisik Thara dengan gemetar.


Aidan menatap lagi ke arah orang yang membuat Thara ketakutan. Berani dia masuk ke wilayah ku!


***


Yuhuuu Up Subuh Yaaaa


Lanjut nanti


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2