My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Menjelang Sidang


__ADS_3

New York


Abi dan Gandari sudah kembali ke hutan beton di New York dan menjalani aktivitasnya seperti biasa bahkan seminggu di kota itu mereka malah jarang bertemu apalagi Abi langsung diberikan pekerjaan seabrek oleh sang mami.


"Kamu cuti kelamaan jadi mami hukum kamu!" ucap Kaia cuek.


"Ih mami nggak tahu saja kalau calon menantu mami itu sama bar-barnya sama mami!" sungut Abi sambil menatap lemas ke berkas penelitian dirinya dan Levi yang terbengkalai.


"Iya tapi nggak ada kan yang ngalahin mami" kekeh Kaia.


"Mami mah brutal! Heran deh! Oma Rhea alusnya minta ampun kok keluar mami ya?" gumam Abi sambi memegang dagunya.


PLAK!


"Addduuuhhh!" Abi mengusap bahunya yang dipukul Kaia.


"Ajarannya Oma Yuna tahu! Eh jangan salah, Necan Dara juga bar-bar jadi kalau mami begini yaaaa wong bibitnya sudah ada" gelak Kaia.


"Tapi Gandari tuh benar-benar sesuai dengan namanya deh! Dia kan cewek punya prinsip kalau di Mahabarata biarpun iri nggak jadi istrinya Pandu."


Kaia mendelik. "Kalau Reana dengar kamu bicara begitu, bisa dihajar kamu!"


"Iiissshhh kan aku bilang di Mahabarata bukan dunia nyata mamiii!" cebik Abi.


"Terus sekarang kasusnya sampai mana?"


"Kata Travis sih sudah masuk pra peradilan. Dan dua Minggu lagi sidang pertama."


"Anak - anaknya si coco*meo?" tanya Kaia cuek.


"Ya Allah mami, dapat istilah dari mana lagi itu? Anyway, tiga anaknya itu pergi dari Semarang seminggu kemudian membawa satu mobil Lexus nya. Kabarnya sih ke Purworejo."


"Purworejo bukannya kota kecil ya?" gumam Kaia.


"Yang penting nggak di Semarang mami. Nama Lukman, Anggita, Joko, Jerome dan Iin kan sudah tercoreng."


"Lalu rumah Kawi mau diapain sama Gandari?"


"Kata Ndari sih mau dikontrakkan saja daripada nggak ada yang pakai. Dan sudah ada penawaran dari seorang pengusaha restauran yang mau pakai untuk restauran high end. Kalau sidang perdana mulai Ndari mau ke Semarang dan sekalian bertemu dengan pegusaha itu."

__ADS_1


"Ya sudah, yang penting rumahnya itu menghasilkan uang jadi nggak mangkrak gitu juga."


"Lagipula mami, biarpun mereka Brengsek tapi rumah itu memang terawat" ucap Abi.


***


Travis memberitahukan kepada Abi dan Gandari kalau dua Minggu lagi adalah waktu sidang perdana kasus pembunuhan berencana, penipuan asuransi dan pemalsuan dokumen. Memang berbeda antara pembunuhan penipuan yang masuk pidana dan pemalsuan dokumen yang masuk perdata. Jadi akan diadakan dua kali sidang dalam dua hari berturut-turut.


Gandari sendiri ingin datang tapi dia harus mengambil cuti lagi. Tapi pemilik galeri yang paham kasus Gandari memang berat, memberikan ijin kepada gadis itu jika harus datang menjadi saksi apalagi gadis itu sejak bekerja di galeri nya belum pernah mengajukan cuti. Lebaran saja dia hanya ambil dua hari libur bahkan natalan dia hanya pulang dari tanggal 24 hingga 1 Januari sesuai dengan libur yang diberikan galeri.


Mendengar Gandari mendapatkan cuti spesial dari bossnya, Abi pun memutuskan untuk mempersiapkan keberangkatan ke Semarang. Kali ini mereka langsung dari New York ke kota lumpia karena Travis sudah di Semarang lebih dulu.


***


Mansion Blair Staten Island, menjelang sidang di Semarang


Malam ini Abi mengajak Gandari untuk makan malam sambil nembung ke Opanya guna meminjam pesawat pribadi milik Duncan. Pesawat milik Rhett akan dipakai Kaia dan Levi ke Tokyo untuk pertemuan para ilmuwan disana.


Gandari pada awalnya agak keberatan untuk menemui Duncan dan Rhea tapi Abi mampu membujuk nya. Dan kini mereka sudah berada di ruang tengah mansion keluarga Blair.


"Jadi ini yang namanya Gandari yang protes ke manajer hotel Gumaya agar bisa dapat refund?" kekeh Rhea yang membuat Gandari memerah wajahnya.


"Iya Oma. Bikin aku pening soalnya aku nggak masalah kehilangan duit segitu..."


Duncan terbahak mendengar alasan Gandari yang masuk akal. "Kamu tuh mirip sama Necan Dara waktu Rey liburan ke London. Ingat nggak Rey, Daddy main cancel hotel dan menyuruh kita di mansion Blair London. Lalu mama Dara langsung minta refund?"


"Iya dan papa Edward bilang ke Daddy Abi 'Jangan jadi orang susah deh Bi' tapi mommy Dara langsung protes" kekeh Rhea.


"Jangan salah Ndari, Oma juga sama kok" kerling Abi ke Omanya.


"Itu sudah khas emak-emak. Meskipun suami kita kaya tujuh turunan nggak habis-habis bukan berarti tidak perhitungan. Oma juga suka barang berbranded tapi harus dipikirkan juga, kamu beli buat apa dulu? Penting nggak? Dipakai nggak? Apalagi sudah usia segini, Oma lebih suka di rumah bersama Opa, masak dan menikmati hari bersama pasangan yang tersayang. Sudah nggak model dulu yang masih menemani Opa bertemu dengan banyak relasi bisnis." Rhea menatap lembut ke calon cucu menantunya.


"Nah setuju Oma. Malahan saya melihat banyak orang-orang yang sudah kaya dari lahir lebih suka hidup sederhana dan santai daripada orang kaya baru. Seperti gagap branded.." Gandari menatap Abi serius.


"Ya Alhamdulillah semua menantu perempuan dan laki-laki keluarga Pratomo itu bukan tipe orang yang silau harta. Karena harta itu tidak bakalan dibawa mati" ucap Duncan.


"Opa. Maksud Abi datang kemari, Abi mau pinjam pesawat milik Opa buat ke Semarang. Pareng mboten Opa?" tanya Abi yang membuat Gandari melongo.


"Bisa kromo Inggil kamu mas?" goda Gandari.

__ADS_1


"Casing boleh bule Ndari tapi darah Jawa tetap adalah" kekeh Abi.


"Kalian ke Semarang dalam rangka?" Duncan bertanya pada Abi dan Gandari.


"Sidang pertama kasus pembunuhan berencana orang tua Ndari sama kasus penipuan asuransi dan pemalsuan dokumen."


Duncan dan Rhea hanya bisa menghela nafas panjang. "Opa tidak habis pikir, tega ya melakukan hal itu. Apalagi anak angkat."


"Eh bang, Bang Gozali juga anak angkat tapi nggak seperti itu! Bahkan bang Gozali baik banget!" celetuk Rhea.


"Rey, Gozali kan didikannya dari orang tua kandungnya bagus jadi dasar sudah baik bibitnya ditambah didikan papa Abi dan mama Dara. Jangan kamu samakan" senyum Duncan.


"Eh iya ya bang" kekeh Rhea.


"Bi, pakai saja pesawat Opa karena jarang dipakai juga kan? Gandari, yakin sudah mantap sama Abi? Bocahnya panasan lho!" Duncan menatap Gandari sambil tertawa.


"Iya kah Opa?" tanya Gandari.


"Kemarin saja habis ngehajar sepupunya yang gelut" gelak Duncan. ( Baca Bara dan Arum chapter Bonchap Bima v Hoshi ... Again ).


"Sayang aku tidak lihat" cengir Gandari yang kena pelototan Abi.


***


Bandara Ahmad Yani Semarang


Pak Rahman sudah siap di bandara untuk menjemput Abi dan Gandari yang datang dari New York dengan pesawat pribadi milik Duncan Blair. Opanya Abi itu sangat mendukung cucunya mendampingi Gandari karena tahu gadis itu butuh dukungan dari Abi.


Dan kini mereka langsung menuju gedung pengadilan negeri Semarang karena sidang akan dimulai jam sembilan pagi sedangkan keduanya tiba di Semarang pukul tujuh pagi.


"Sarapan dulu pak Rahman sebelum ke gedung pengadilan. Nanti habis sidang baru ke hotel" pinta Abi.


"Baik pak Abi."


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2