My Cold Chef

My Cold Chef
Terkuping v Menguping


__ADS_3

Levi, Marco, Mario, Kris dan Alex Ghaidan tampak memeriksa kerusakan yang dilakukan oleh putra Eiji Reeves itu. Pelaku kerusakan tampak bangga dengan hasil karyanya dan hal itu membuat kesal di ketiga sepupunya.


"Gak usah sombing terus kenapa sih Vi?" omel Marco sambil melihat puing-puing bekas kamar Thara yang sekarang luluh lantak dan sedang dibersihkan dengan escavator.


Ketiga sepupunya merasa engap ketika Levi selalu membanggakan hasil tembakan rocket launcher yang dipinjamkan oleh Senna Al Jordan. Entah dari mana kepala suku Al Jordan itu memperolehnya. Seharusnya kepala suku Al Jordan adalah Mamoru tapi pria itu melepaskan jabatan itu, begitu juga dengan Masayuki yang akhirnya dipegang oleh Senna.


Alasan simpel Mamoru adalah dia seorang dokter yang berpindah-pindah dan Masayuki lebih nyaman tinggal di New York atau Tokyo sedangkan Senna dan Kai tinggal di Dubai.


"Mr Reeves, menurut Mr Al Azzam, bangunan bekas kamar princess Thara akan dibuat menjadi ruang perpustakaan


"Turuti saja kemauan Abah, toh ini kan istananya." Levi menatap blueprint yang sudah dibuat oleh Alex.


"So, Alex, apa hubungan mu dengan sepupu kami Sabine?" tanya Mario tanpa basa basi. Pria tampan khas Italia itu sangat kepo karena kemarin dia melihat bagaimana Alex dengan berani memeluk pinggang Sabine sedangkan Karl Schumacher tampak ingin menguliti pria berdarah Arab itu.


"Ms Al Jordan? Nona Sabine? Bagaimana ya. Kami memang dekat" ucap Alex kalem.


Levi berpandangan dengan Marco. "Rebutan Sabine kah?" bisik Levi.


"Hu um."


"Biarkan Sabine memilih sendiri" sahut Kris Ruiz cuek.


***


Seorang pria tampan berdarah campuran Arab dan Asia tampak menghampiri para keluarga besar yang sedang berkumpul di ruang tengah mansion Al Jordan usai acara makan malam.


"Assalamualaikum semuanya" sapa pria itu.


"Wa'alaikum salam" balas semuanya.


"Wuuiihhhh pulang juga lu cumiiii !" seru Nathan yang lalu menghampiri pria itu.


"Eh anak Lanang pulang" sahut Tamara menyambut putranya.


"Lho Reyhan?" seru Joshua melihat keponakannya itu.



Introducing Reyhan Al Jordan.


"Iya Oom Joshua" cengir Reyhan Al Jordan.


"Udah puas lu main di kilang?" ledek Levi.


"Udah makanya gue balik Vi" kekeh Reyhan. Putra satu-satunya Kai Al Jordan itu adalah sarjana geologi yang bekerja di Royal Dutch Shell.


"Perasaan bisnis Al Jordan juga gila-gilaan termasuk terjun ke dunia perminyakan, elu malah minggat ke Shell" ledek Fuji.

__ADS_1


"Gue nyolong ilmu disana jadi suatu saat gue ambil alih AJ Corp bidang perminyakan, sudah tahu seluk beluknya" ucap Reyhan.


"Lho anak ganteng" sapa Kaia sambil menghampiri sepupunya.


"Eh anak cewek bar-bar" ledek Reyhan sambil memelukku ibu dua anak itu. "Halo Rhett."


"Reyhan" balas Rhett O'Grady sambil tersenyum.


Semuanya lalu mengobrol banyak hal apalagi Reyhan tidak bisa pulang seenaknya karena pekerjaannya yang membutuhkan full time di bagian Upstream Internasional yang harus mencari titik hulu minyak mentah baru.


"Jadi Aidan, Arjuna dan Tante Fatimah sekarang di rumah sakit?" tanya Reyhan.


"Iya Rey, kasihan Rajendra dan Thara" jawab Kris. "Meskipun aku tidak yakin Jendra trauma."


"Lho kenapa?"


"Bocah itu memiliki darah mafia yang lebih kental dari Junjun. Masa dia lebih heboh melihat Barret M82 milik Sabine daripada mengerjakan tugas mewarnai?" cebik Arya.


"Kan kamu juga yang bikin perkara Ya. Sapa suruh kasih lihat si Barret. Langsung auto kepo dong bocah tampan itu" sahut Sabine yang duduk diantara Reyhan dan Karl Schumacher.


Kini para generasi keempat klan Pratomo lebih memilih berkumpul sendiri, sedangkan para orang tua mereka sedang berunding tentang istana Al Azzam.


"Eh Bine, kamu pacaran sama Alex Ghaidan?" tanya Marco Bianchi tiba-tiba.


Sabine yang hendak memakan kurma hanya melongo. "Siapa yang pacaran?"


Karl Schumacher langsung auto kepo dan memasang telinganya lebar-lebar.


"Terkuping?" Arya mendelik. "Bahasa apa itu terkuping."


"Maksudnya nanti juga kedengaran tapi bukan menguping. Kalau menguping kan sengaja, kalau terkuping itu nggak sengaja" papar Levi yang membuat semua sepupunya memutar matanya dengan malas. "Bener nggak?"


"Karepmu Vi!" umpat Arya.


"Jadi? Apa kalian berdua pacaran?" tanya Mario Bianchi.


Sabine menggelengkan kepalanya. "Belum kepikiran cari pasangan aku. Siapa juga mau cewek hobinya menembak dan kegiatan militer lainnya tapi bukan tentara."


"Tapi kemarin Alex meluk pinggangmu lho Bine" ucap Marco.


"Eh? Iya kah? Gak tahu aku" jawab Sabine dengan wajah polos.


"Astagaaaaa Sabine! Masa nggak kerasa sih?" Levi mengusap wajahnya kasar.


"Beneran Vi. Gak kerasa aku" ucap Sabine serius.


"Ya jelas nggak kerasa, kan pinggang Sabine ada sabuk tebal buat dia taruh senjata dan magazine" sahut Karl cuek.

__ADS_1


Semua orang langsung menoleh ke arah pria berdarah Jerman itu.


"Elu naksir Sabine ya Karl?" seru Levi tanpa filter. "Mualaf dulu bro!"


Karl yang langsung ditembak seperti itu oleh Levi hanya bisa memerah wajahnya.


Sabine lalu mendekatkan wajahnya ke pria tampan itu.


"Yakin kamu naksir aku? Serius?" Bibir Sabine semakin mendekati bibir Karl Schumacher. Jangan ditanya bagaimana wajah Karl berubah menjadi pucat melihat keberanian gadis tangguh itu.


Ya ampun Sabine! Kamu nggak inget apa kita dimana? Semua saudara sepupumu disini !


Mata hijau Karl semakin melebar ketika bibir seksih itu hanya tinggal beberapa milimeter jaraknya.


"Kayaknya dia kandidat yang boleh juga" ucap Sabine sambil menarik wajahnya dari wajah Karl yang melongo melihat perubahan sikap gadis itu.


Beberapa sepupu Sabine cekikikan melihat ulah gadis itu yang membuat tubuh Karl membeku.


"Alasannya?" tanya Reyhan.


"Setidaknya dia tidak pingsan. Belum" seringai Sabine. Para pria dan wanita paripurna disana pun terbahak karena mereka sudah hapal dengan keisengan Sabine.


Karl hanya bisa tersenyum smirk melihat kenakalan Sabine yang mengejutkan. Tanpa memikirkan dirinya bakalan dihajar semua orang disana, Karl kemudian menarik Sabine, membuat gadis itu mendekat dengannya. Tangan lebar Karl lalu memegang wajah Sabine dan tanpa aba-aba, bibirnya langsung Melu*mat bibir gadis itu.


"Astaghfirullah! KARL!" seru semua orang disana.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


***


Ohya, support novelku yang menceritakan David Hakim Satrio, kekasih Anandhita Putri Ramadhan, anaknya Arya Ramadhan sepupu Bara dan Danisha Giandra.



My Boyfriend is Not A Trans*gender


Sinopsis seorang letnan polisi harus menyelidiki kasus pembunuhan berantai di kalangan waria dan transgender yang membuatnya harus terjun menyamar menjadi seperti mereka karena licinnya si pembunuh berantai itu.


Celakanya, keluarga kekasih letnan polisi itu tahunya dirinya menjadi transgender tanpa mengetahui alasannya kenapa. Hingga nyawanya dan nyawa kekasihnya pun terancam oleh si pembunuh berantai itu.

__ADS_1


Regards


Hana Reeves


__ADS_2