My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Berkelahi


__ADS_3

Johan dan Melinda dipecat dengan tidak hormat dan dalam waktu dua hari semua aset milik mereka yang dibeli dengan uang hasil korupsi disita oleh Kaia. Kepala HRD pun mendapatkan hukuman jabatan karena memasukkan Melinda yang notabene adalah saudaranya tanpa memberikan data yang benar.


Hasil penyelidikan independen tim Bara, diketahui bahwa Melinda adalah wanita panggilan yang ingin mendapatkan kemapanan finansial dengan merayu Johan. Selain Johan, Melinda juga merayu beberapa klien Giandra Otomotif Co.


Untuk soal itu Kaia dan Levi tidak urusan karena dilakukan diluar perusahaan meskipun merayunya masih di jam kantor.


"Namanya pria kalau tahan iman imun Imron, pasti tidak akan kemakan rayuan perempuan macam itu!" ucap Levi di ruang kerja Johan yang sudah diganti semua furniture nya karena Kaia yakin mereka pasti 'main' di ruangan ini dan membuat ibu dua anak itu jijik.


Seminggu sudah Kaia dan Levi bersama dengan Pandu bekerja untuk membereskan semua kekacauan. Para pegawai yang mbalelo dikeluarkan dari perusahaan karena yang korupsi tidak hanya Johan tapi juga beberapa diantaranya.


"Jadi kamu selama ini tahan iman imun dan Imron Vi" kekeh Kaia sambil memeriksa semua pembukuan.


"Alhamdulillah Kai. Yanti itu nggak habis-habis" gelak Levi. "Lagian Kai, prinsip keluarga kita adalah jika sudah memilih pasangan kita, harus kita jaga dan sayangi. Siapa sih yang mengikuti kita dari awal ijab qobul? Pasangan kita lah yang tahu bagaimana jatuh bangun, sedih dan bahagianya kita. Lalu kalau sudah, kita berpaling? Kualat Kai! Aku pria, mengambil anak orang seenaknya terus kita bikin anak orang itu nangis karena kita jahatin dia? Gak punya otak!"


"Rhett juga bilang gitu. Aku memilih hidup bersama Rhett dan Rhett memilih hidup bersamaku. Kata Rhett, dia akan mendapatkan karma yang berat jika berani kurang ajar denganku, yang rela bersamanya, mengandung dan melahirkan anak-anak. Dosa besar sama aku, kata dia."


"Beruntung keluarga kita mendapatkan pasangan yang kesetiaannya tidak perlu diragukan" ucap Levi.


"Karena jika mereka macam-macam, siap-siap saja akan didepak dari keluarga besar" kekeh Kaia.


Pandu hanya diam saja mendengarkan percakapan kedua bossnya.


"Ndu, ingat-ingat ya. Jangan sekali-kali kamu mendekati yang namanya zinah, selingkuh, korupsi, ngedrug dan judi. Banyak mudaratnya!" pesan Levi.


"Baik pak Levi."


Kantor Giandra Surabaya tidak ikut kantor Jakarta yang dipimpin Bara karena sebelum Johan menjadi manager executive disana, pemimpin sebelumnya bekerja dengan baik jadi tidak ada masalah.


Masalah mulai muncul setelah Johan diangkat menjadi manager executive dan Kaia pun harus menunggu hampir setahun untuk bisa mendapatkan banyak bukti. Melihat bossnya korupsi membuat beberapa anak buahnya pun melakukan hal yang sama meskipun yang masih lurus melaporkan ke kantor pusat di New York.


Dan kini Kaia sudah mendapatkan pengganti Johan yang diharapkan bisa tetap lurus bekerjanya.


"Pandu" panggil Kaia.


"Ya Bu Kaia" jawab Pandu yang masih memeriksa berkas


"Besok Senin kamu saya angkat menjadi manager executive Giandra Otomotif Co Surabaya menggantikan Johan."


Pandu melongo. "Bu Kaia, bukannya saya hanya menjadi marketing executive disini? Seperti saat saya di Jakarta?"

__ADS_1


"No Pandu. Saya ingin melihat bagaimana kamu bisa membereskan semua kekacauan disini. Sanggup kamu?" Mata biru Kaia menatap tajam Pandu.


"Insyaallah saya sanggup, Bu" jawab Pandu mantap meskipun dalam hatinya tidak terlalu yakin.


Ya Allah Princess, mamamu benar-benar ngegojlog aku.


***


Rajendra bersiap-siap untuk pulang setelah semua pekerjaannya selesai. Remaja berusia 17 tahun itu tidak bisa melihat meja dapur kotor apalagi pos nya jadi dia membersihkan dengan sungguh-sungguh.


Ian dan Amir sudah datang menjemputnya seperti biasa karena Rhett tidak mengijinkan keponakannya menyetir sendiri pulang pergi ke restoran.


"Kamu itu sudah padat tugasnya. Kalau pulang kondisi letih, bisa tidak konsentrasi menyetirnya" ucap Rhett saat itu.


Dan Rajendra mengakui ucapan Oomnya yang berdarah Irlandia itu yang memang magang di restauran bintang Michelin lebih melelahkan karena semuanya haruslah perfect.


Rajendra mengambil tas selempang Under Armour yang tersimpan di loker sedangkan di restauran itu sendiri hanya tinggal dirinya dan seorang penjaga malam.



Setelahnya, Rajendra membawa tasnya dan keluar dari pintu belakang dan melihat Dupree, sang penjaga malam yang berkulit hitam dan berbadan besar sedang memeriksa semua jendela dan pintu.


"Goodnight Rajendra. Eh, dude besok Sabtu kita jadi nonton New York Knicks?" ucap Dupree. Rajendra dan Dupree menjadi teman baik setelah sering pulang malam.


"Jadilah! Aku dan kamu kan pas libur juga!"


"Thanks bro sudah membelikan tiket Knicks Man."


"No problemo! Aku pulang dulu D!"


"Be careful, Rajendra."


"I will."


Rajendra membuka pintu belakang dan tampak Range Rover milik Rhett disana dan saat hendak berjalan menuju mobilnya, seseorang memanggilnya.


"McCloud!"


Rajendra berbalik dan melihat seorang pria berdiri di belakangnya dengan jarak sekitar 50 meter. Ian hendak turun dari mobil namun dicegah Amir karena ingin tahu apa yang diinginkan orang itu.

__ADS_1


"Apa?" tanya Rajendra yang berdiri tegap.


"Kamu benar-benar sudah mempermalukan aku!" ucap pria itu.


"Soal apa? Soal udang? Soal cake? Soal grill?" balas Rajendra. "Itu semua ulah kamu sendiri!"


"Kamu membuat nilai aku jeblok! Dasar snitch ( pengadu )!"


"Look man! I'm not a snitch! Buka mata kamu! Banyak CCTV di restauran dan chef Giancarlo bisa melihat dan menilainya sendiri jadi apa yang kamu perbuat itu yang kamu dapatkan!" Rajendra pun berbalik meninggalkan pria itu yang tanpa diduga mengeluarkan pisau dan menyerang Rajendra.


Rajendra sendiri bukannya tidak siap karena saat berbalik, dia mengambil tongkat baton yang tersimpan di dalam tasnya.


Rajendra berbalik dan menahan tangan pria yang menghunus pisau itu dan mendorongnya. Ian dan Amir pun segera keluar dari mobil melihat bossnya diserang.


Namun Rajendra memberikan kode untuk tidak bermain keroyok. Pria itu pun menyerang Rajendra lagi yang kini jauh lebih siap dan hanya sekali pukul dengan baton nya, pria itu menjatuhkan pisaunya lalu Rajendra mencengkeram bajunya dan memberikan tinju dengan lutut nya di perut pria itu dan terakhir dia memukul tengkuk pria itu hingga pingsan.


"Rajendra! Are you okay?" tanya Ian berlari menghampiri remaja itu sedangkan Amir menelpon 911 yang merupakan nomor kepolisian.


"I'm fine. He's not" cengir Rajendra.


"Tenang saja, kamu nggak bakalan dipenjara karena CCTV banyak disini termasuk car camera yang memang terpasang di mobil" ucap Ian.


"Bukan masalah itu bro" ucap Rajendra.


"Lalu apa?" tanya Ian sedangkan suara sirine polisi mulai terdengar.


"Mama pasti jewer kuping aku karena aku berantem." Rajendra pun manyun.


"Tenang saja, pasti Tuan Ruiz akan membantu kamu, Jendra" kekeh Ian.


"Aaaahhh aku lupa Opa Raymond!"


***


Yuuuhhuuu up pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2