My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Apartemen Pandu


__ADS_3

Apartment Pandu


Reana memindai apartemen yang baru dibeli oleh Pandu untuk mereka tinggali berdua dan dirinya sangat suka dengan tata letak yang dibuat oleh Pandu.


Semua serba putih dan semua sesuai dengan seleranya. Apartemen mewah itu berada hanya beda beberapa blok dari penthouse milik Rhett dan Kaia O'Grady.



"Suka?" tanya Pandu.


"Suka banget!" senyum Reana.


"Kamu lapar?" tanya Pandu lagi.


"Nggak. Aku ingin mandi... Dimana kamarnya?" Reana celingukan.


"Sini aku antar" Pandu lalu menggandeng tangan Reana dan wanita itu terkejut dengan interior kamar utama mereka.



"Warnanya aku suka..." bisik Reana.


"Aku tahu kamu suka warna ini" bisik Pandu sambil memeluk Reana dari belakang.


"A...aku mandi dulu mas. Gerah..." Reana berusaha melepaskan diri dari Pandu.


"Aku... mau buatkan hot choco buat kamu" bisik Pandu.


***


Pandu menghela nafas panjang berulangkali... Dirinya merasa gugup karena sekarang dia dan Reana sudah halal, tanpa harus takut nanti digrebek Rhett atau Shailendra tapi kenapa aku jadi blingsatan begini?


Duh Pandu... Pandu. Just like at Surabaya. Ayo, yang sudah kamu tahan-tahan sekian lama. Pandu mengembuskan nafas panjang... Semangat Pandu!


"Sayang? Princess? Kamu lagi nga..." suara Pandu menghilang ketika melihat Reana sedang mengoles lotion di kaki jenjangnya dan hanya mengenakan bathrobe pendek bewarna hitam.

__ADS_1


"Apa mas?" tanya Reana bingung.


"Kamu... ngapain?" tanya Pandu dengan suara serak.


"Kegiatan rutin tiap malam. Mas Pandu mandi dulu deh, sudah aku siapkan piyamanya" senyum Reana. "Kita kembaran piyamanya... Sama-sama satin hitam."


Pandu menyambar piyama dan handuk yang sudah disiapkan Reana dan bergegas menuju kamar mandi.


Rasanya ini adalah mandi tercepat yang pernah Pandu lakukan. Buru-buru dia langsung memakai piyama yang disiapkan Reana dan tanpa mengeringkan rambutnya, Pandu langsung keluar dan duduk di kursi dekat meja rias milik Reana yang sekarang sudah penuh dengan banyak peralatan kecantikannya.




"Mas Pandu, rambutnya nggak dikeringkan? Nanti masuk angin lho" ucap Reana sembari berjalan menuju Pandu membawa beberapa lotionnya.


"Nggak, Sayang. Nggak papa" ucap Pandu pelan.


"Aku keringkan ya?" Reana mengambil hair dryer dan menyalakannya. Dengan lembut, Reana mengeringkan rambut suaminya.


Pandu tampak salah tingkah karena wajahnya tepat di depan dada istrinya dan yang dia tahu... lingerie hitam di balik bathrobe dan tanpa mengenakan apa-apa.


"Princess..."


"Ya?"


"Matikan hairdryer nya" pinta Pandu dengan nada serak.


Reana pun mematikan hairdryer dan meletakkan diatas meja rias.


Melihat istrinya sudah meletakkan alat itu, Pandu langsung menarik Reana dan mendudukkannya di atas tubuhnya. Dengan penuh nafsu Pandu Melu*mat bibir istrinya dan mulai membuka bathrobe nya. Tampaklah pemandangan yang selalu membuatnya tidak bisa tidur beberapa malam setelah kejadian di kamar hotel.


Reana pun mulai membuka piyama Pandu dan ketika sudah terbuka, jari-jari lentiknya meraba dada dan perut kotak-kotak suaminya yang membuat nafas Pandu semakin memburu.


Pandu sendiri tidak tahan mendapatkan sentuhan yang sangat in*Tim itu lalu meletakkan wajahnya diantar dua aset milik Reana yang membuat gadis itu mendesis dan mendongak merasakan sensasi yang baru dia rasakan.

__ADS_1


"Damn it, princess. Aku tidak tahan!" geramnya dan Pandu langsung mencari bibir Reana dan Melu*matnya dengan rakus. Pria itu menggendong tubuh istrinya lalu membawanya ke tempat tidur.


Pandu pun melepaskan semua pakaian yang mereka kenakan dan semua fantasi, bayangan, dan apa mereka nyaris lakukan dua tahun lalu di Surabaya, akhirnya mereka lakukan tanpa ada rasa bersalah atau berdosa, karena kini mereka sudah halal baik secara hukum ataupun agama.


***


Pandu terbangun lebih dahulu dan wajahnya tersenyum melihat wajah cantik yang tampak lelah tapi puas masih terlelap. Semalam mereka berdua benar-benar seperti membalas dendam dengan apa yang mereka rasakan di Surabaya.


Tak urung Reana yang memimpin permainan cinta mereka yang membuat Pandu pun melayang. Entah berapa kali mereka berbuat karena Pandu baru ngeh ketika melihat jam menunjukkan pukul tiga pagi.


Sekarang wajah cantik yang sudah memberikan hartanya kepada suaminya semalam tampak menggemaskan dan membuat Pandu ingin menerkamnya kembali tapi dia masih sadar diri karena yakin Reana akan kesulitan berjalan nanti.


Perlahan Pandu melepaskan pelukannya lalu menyelimuti tubuh polos istrinya. Pria itu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan tak lama dia keluar menuju walk in closet. Dirinya mengambil sepasang piyama berwarna biru. Setelah memakainya asal, Pandu pun keluar kamar meninggalkan Reana yang masih terlelap. Rencananya, dirinya akan membuat sarapan apa adanya.


Sarapan? Brunch kaleee! Pandu tersenyum kecut melihat jam dindingnya yang menunjukkan pukul setengah sebelas.



Pandu menyiapkan brunch berupa salad, youghut, sandwich dan juice jeruk. Setelah siap, dirinya menuju kamarnya.


Apartemen yang dipilih Pandu memang hanya ada dua kamar dan satu lantai, berbeda dengan penthouse milik keluarga O'Grady.


Perlahan pria itu naik ke tempat tidur dan membangunkan istrinya dengan cara memeluknya sambil membisikkan kata-kata cinta. Akhirnya setelah sekian lama, long distance relationship, hampir kebablasan dan kena hukuman dari Kaia, Pandu berhasil meminang wanita pujaannya.


"Princess... ayo makan dulu. Nanti habis makan, kita tidur lagi nggak papa" bisik Pandu lembut.


Reana hanya tersenyum tanpa membuka matanya. "Ngantuk..."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut besok soalnya baru sampai Semarang... lumayan teler aku.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2