
Thara terbangun dalam pelukan Aidan yang semalam membuatnya melayang. Awalnya Thara merasakan akan mengalami ketakutan saat hendak berhubungan dengan suaminya akibat kejadian yang dulu tapi entah mengapa ketika bibir Aidan menyentuh bibirnya, semua ketakutan itu hilang dan dia bisa menikmati hubungannya dengan suaminya bahkan beberapakali lengu*Han kepuasan lolos dari bibirnya.
Setelah acara opening di sore hari, Thara dan Aidan pun memilih untuk membersihkan diri dan menikmati acara makan malam yang sudah disiapkan pelayan. Setelah acara makan malam, keduanya pun bergumul kembali menikmati acara pengantin baru hingga hampir semalaman.
Pagi ini, tubuh Thara pun terasa remuk redam dan dirinya tidak yakin bisa berjalan dengan benar akibat Aidan dan dirinya sama-sama saling bersemangat satu sama lain.
"Ai..." panggil Thara. Dirinya tidak bisa bergerak karena pelukan erat Aidan dan sekarang dia harus ke kamar mandi untuk pipis.
"Hhmmm" gumam Aidan yang sedang merasa nyaman dengan posisi seperti ini.
"Aku... mau pipis" bisik Thara.
Aidan membuka mata birunya. "Morning" sapanya sensual.
"Morning. Please? Aku benar-benar kebelet pipis ini" Thara meminta suaminya untuk melepaskan pelukannya.
Aidan pun melepaskan pelukannya melihat istrinya benar-benar menahan sesuatu yang hendak keluar. Setelah melepaskan pelukannya, Thara langsung berlari menuju kamar mandi melupakan tubuhnya yang masih polos.
Aidan tersenyum melihat tingkah istrinya. Istrinya. Wanita yang dipaksa menikah dengannya gara-gara seorang Cupid berujud anak kecil tampan. Aidan mengambil ponselnya dan menyalakannya. Terdapat notifikasi baru dari akun Instagram Arjuna.
Semua keluarga klan Pratomo memiliki akun Instagram tapi tidak semuanya di open ke publik. Akun milik Aidan termasuk yang open ke publik tapi lebih berisikan foto-foto menu makanan dan promo RR's Meal. Pria itu jarang memamerkan kehidupan pribadinya hingga dijuluki Cold Chef.
Kini Aidan melihat foto yang dipamerkan Arjuna bersama dengan Sekar, Rajendra dan Rama. Melihat kebersamaan keempatnya membuat Aidan iri dengan kebahagiaan sepupu gesreknya.
"Lihat apa Ai?" tanya Thara yang sudah mandi namun masih memakai bathrobe.
"Ini lihat Junjun pamer foto" Aidan memamerkan foto keluarga McCloud.
the McCloud family
"Ya ampun. Serunya" puji Thara yang kini duduk di tempat tidur.
Aidan mendongak menatap istrinya. "Apa ... kamu ingin punya anak?"
Thara menatap suaminya. "Aku sih tergantung kamu Ai. Kalau kamu tidak ingin punya anak... aku tidak apa-apa."
Aidan beringsut dan mendekati istrinya yang harum mawar. "Siapa bilang aku tidak mau punya anak?"
Thara menatap Aidan. "Kamu...ingin punya anak?"
"Aku malah mengira kamu yang trauma akibat kehilangan yang dulu" mata Aidan menatap mata hijau Thara.
"Aku memang trauma saat kejadian itu tapi aku tidak trauma untuk hamil lagi."
__ADS_1
"Kalau begitu, kita ke dokter saja sambil memeriksa kondisi kita. Kan ada baiknya mengetahui lebih dulu daripada kita ribut nanti."
"Kamu yakin kita akan memeriksakan kondisi kita?" Thara menatap tidak percaya. Aidan yang selama ini menolak dirinya, entah kesambit apa bisa berubah menjadi suami idaman. "Apa yang membuat kamu berubah seperti ini, Ai?"
"Duo Cumi Durjana itu!" cebik Aidan sambil berdiri tanpa malu berjalan dengan kondisi polos menuju kamar mandi.
"Hah? Maksudnya siapa?"
"Levi dan Arjuna! Brengsek mereka! Bilang aku bukan laki karena tidak mau denganmu!" ucap Aidan sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Thara melongo namun setelahnya tertawa mendengar gerutuan Aidan. Suara notifikasi dari akun pesan Aidan muncul di ponselnya dan Thara tanpa sengaja membacanya karena ponsel Aidan berada di tempat tidur.
📩 Junjun :Gimana Ai? Sudah jadi laki lu? Sampai elu kagak bisa sama Thara, sunat dua kali lu!
Thara terkesiap membaca pesan itu. Jadi kemarin karena dikompori oleh saudara-saudaranya? Bukan karena...
Suara pintu kamar mandi terbuka dan tampak Aidan keluar dengan handuk melilit di pinggangnya. Wajah pria itu yang semula tersenyum menjadi terkejut melihat wajah Thara yang menatapnya judes.
"Thara, ada apa?"
"Kamu bercin*ta denganku karena dikompori saudara-saudaramu?"
"Hah?" Aidan melongo. Damn it! Aku keceplosan tadi.
"Ini baca!" Thara menunjukkan ponsel Aidan yang masih terdapat pesan Arjuna di layar.
"Sayang..." Tubuh Thara merinding karena ini kali pertama Aidan memanggilnya dengan sebutan itu. "Bukankah kita sudah sepakat untuk membuat pernikahan ini bertahan?"
Thara mengangguk.
"Salah satu caranya agar kita saling terikat secara emosional ya seperti semalam. Mungkin aku bukan tipe romantis yang sembarangan menyatakan cinta tapi apa kamu tidak merasakan semalam bagaimana aku memperlakukan dirimu?"
Wajah Thara memerah hingga ke lehernya, terbayang apa yang sudah mereka lakukan semalam dan dirinya merasakan bagaimana Aidan memperlakukan dirinya sedemikian rupa seolah dirinya sangat berharga.
"Kita mungkin belum bisa saling menyatakan perasaan masing-masing di bibir tapi apa yang semalam terjadi, kita saling merasakan bukan?" Aidan mendekati wajah Thara yang memerah. "Terima kasih."
"Hah? Terimakasih untuk apa?" tanya Thara bingung.
"Karena kamu membuka lembaran baru untuk hatiku" Aidan mencium bibir Thara lembut.
***
Aidan dan Thara kini berada di rumah sakit bersalin Portland untuk memeriksakan semuanya. Setelah seharian melakukan test, pada keesokan harinya keduanya datang untuk menemui dokter obgyn.
Sepanjang jalan menuju masuk ruang periksa dokter, Aidan menggandeng tangan Thara. Gosip pun bermunculan saat paparazi melihat Aidan keluar dari Portland Hospital dengan Thara yang membuat ramai berita kalau Thara sedang hamil dengan chef paling dingin di London.
__ADS_1
Pihak juru bicara keluarga Blair memberikan klarifikasi bahwa mereka sudah menikah jadi wajar jika mereka memeriksakan diri mereka ke rumah sakit.
Aidan tidak perduli dengan gosip dan semuanya karena berita itu pasti akan di take down oleh Abian dan Bryan Smith.
Rhea yang membaca berita awal tentang kepergoknya Aidan dan Thara ke Portland, merasa bersyukur karena putra bontotnya sudah bisa berpikir secara logis dan berharap pernikahan mereka berjalan langgeng.
Keduanya pun sudah berada di ruang dokter dan menunggu pembacaan hasil pemeriksaan.
"Mr Blair, sebelumnya saya mengucapkan selamat atas pernikahan anda dengan princess Thara" ucap dokter obgyn itu yang merupakan salah satu pelanggan di RR's Meal.
"Terima kasih. Bagaimana kondisi kami, dok?" tanya Aidan sambil tetap menggenggam tangan Thara.
Dokter itu membuka amplop yang masih bersegel lalu membacanya.
"Hasil pemeriksaan sel telur dan sper*ma bagus semua, tidak ada masalah. Bahkan saya. bisa langsung membuatkan program hamil buat Mrs Blair tapi..." Wajah dokter itu langsung meredup.
"Tapi apa dok?" tanya Thara cemas.
"Ada kista di ovarium anda, Mrs Blair. Apa selama ini anda tidak merasa gejala aneh-aneh?"
Thara menggenggam erat tangan Aidan. Rasanya dunianya menjadi gelap.
"Tapi apa tidak bisa dioperasi dok?" tanya Aidan yang tahu istrinya tampak shock.
"Ukurannya kecil Mr Blair, bisa kita sembuhkan dengan obat, terapi panas, merubah pola makan dan olahraga. Jangan stress berlebihan, dan selalu positif menghadapi semuanya."
"Jadi kita coba dengan obat-obatan dulu?"
"Betul Mr Blair, karena diameternya sangat kecil hanya 2milimeter. Saya yakin bisa hilang tanpa harus operasi tapi jika Mrs Blair merasa tidak nyaman nanti, kita adakan pemeriksaan lebih lanjut."
"Thara masih bisa hamil kan dok?" Aidan menatap istrinya yang masih membisu.
"Bisa. Mr Blair apalagi anda berdua dikarunai sel telur dan sper*ma yang bagus."
"Thara, dengar. Bisa sembuh kok." Aidan memeluk istrinya.
Thara tidak berkata apa-apa, hanya membalas pelukan Aidan.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️