
Aidan dan Arjuna beserta Abian dan Bryan benar-benar menunggu Ja'far bergerak karena mereka tidak mungkin maju jika tidak ada aksi dari musuh Aladdin itu.
Thara sendiri tetap bekerja sebagai chef pastry dengan pengawalan ketat dari Johnny dan tiga pengawal lainnya bahkan Stacy pun seperti Velcro menempel Thara kemana dia pergi termasuk ke kamar mandi.
Selama sebulan mereka menunggu pergerakan Ja'far namun pria itu bagaikan hilang dari London hingga Bryan mengetahui jika pria berdarah timur tengah itu sekarang berada di Dubai untuk mengikuti acara istana.
Levi Reeves sedang berada di London untuk mengurus rapat pemegang saham MB Enterprise bersama dengan Karl Schumacher dan mengatakan akan menyusul ke apartemen untuk bertemu dengan Aidan, Arjuna dan Bryan. Abian sendiri sudah terbang ke Tokyo untuk menemani Rahma operasi plastik sejak dua Minggu lalu setelah dia mengetahui ada acara pameran kuda di Dubai selama dua minggu.
"Ada pameran kuda disana dan si majikan Iago itu adalah penggemar kuda kwalitas terbaik dan tinggi" ucap Bryan menyampaikan laporannya. "Mana mungkin dia melewatkan acara itu?"
"Pantas adem ayem" gumam Aidan "tapi kita tidak boleh lengah tetap waspada. Iya kan Jun?" Aidan menoleh ke arah Arjuna. "Junjun?"
Arjuna tidak mendengarkan ucapan Aidan dan hanya menatap ponselnya. "Ai..."
"Ya?"
"Buka ponselmu."
Aidan mengambil ponselnya dan membuka layarnya. "Bara masih hidup?" Aidan menatap Arjuna tidak percaya.
"Alhamdulillah..." ucap Bryan dan Arjuna bersamaan.
"Ini beneran Jun?"
"Ai, ini Arya yang bilang dan Oom Sofyan juga sudah bilang bahwa itu dikonfirmasi oleh pak Ricky sahabat Oom Sofyan mantan pengawal Opa Yudhi, ayah kandung Oom Joshua Akandra." Arjuna membaca pesan dari Arya Ramadhan.
Suara langkah berlari terdengar dari luar pintu apartemen. Tak lama pintu apartemen terbuka dan tampak Levi ngos-ngosan.
"Apakah itu benar? Bara masih hidup? Our Bara?" serunya dengan wajah panik tapi semangat.
"Menurut Arya begitu. Ini semua pada pergi ke Solo sebelum ke Pacitan."
Aidan menatap Arjuna. "Kita ke Solo malam ini!"
"Bagaimana dengan Thara?" tanya Arjuna.
"Dia kuminta tidur di rumahmu Jun. Setidaknya aman disana selama kita ke Indonesia."
"Sekar senang ada temannya" senyum Arjuna.
***
Dusun Sendang Kulon, Pacitan
Suara getar ponsel Arya tidak berhenti berbunyi sebab malam ini dia baru mendapatkan sinyal. Arya pun terbangun dan berjalan ke halaman belakang. Dirinya melihat Ghani dan Bara masih asyik berbincang lalu memilih agak menjauh dari mereka berdua.
Arya melihat grup para sepupu pria ramai dengan pertanyaan seputar Bara.
📩 Junjun : Beneran Bara diganti nama Bambang?
📩 Aidan : Gue bikin bubur merah sama putih kalau begitu.
📩 Fuji : Gue pulang ke Solo. Bancakan kok nggak datang.
📩 Rhett : Serius namanya jadi Bambang? Z ngakak lho pas aku bilang
__ADS_1
📩 Levi : Ai, kamu pulang deh! Nanti aku sediakan aqiqah kambing!
📩 Bryan : Akak-akak sekalian, ikuuuuttt !
📩 Levi : Bocil di rumah! Ini urusan orang dewasa!
📩 Bryan : Bocil dari Monas? Aku sudah 20 tahun kak Levi ku yang nyebeliiiinnn
📩 Levi : Sana bilang sama Rhett. Eh aku serius soal aqiqah ya! Kalau perlu tengklengnya Bu Edi kita pesan!
📩 Arya : Itu kan maunya kamu Vi
📩 Aidan : Kambing guling aja! Tar aku masakin. Fuji, pinjem rumah mu lagi ya
📩 Fuji : Yoi, pokoknya aku pulang!
📩 Nathan : Tidur cumiiii ! Berisik tang tung tang tung!
📩 Levi : Silent, Bambaaaaannggg! Eh itu namanya Bara Ding 🤣🤣🤣
📩 Aidan : Kampret lu Vi 🤣🤣🤣
📩 Arya : Kualat lu pada ma orang yang bangkit dari kubur... 👻👻👻
📩 Junjun : Bangkeeee lu Ya ! 🤣🤣🤣
Arya cekikikan membaca pesan sepupu durjananya.
📩 Mario : Bara jadi pulang besok?
📩 Junjun : Tosh bang Marco! Satu server kita!
📩 Arya : Bara besok jadi pulang kok bang Mario.
📩 Nathan : Udah ah, gue mo molor. Goodnight semua para Durjana... 😴😴😴
📩 Aidan : Kok Iwan ga ikut nimbrung?
📩 Arya : Iwan mah alim. Dia tidak mau ikutan Durjana kayak kita.
📩 Fuji : Pelanggaran! Besok kita training dia!
Arya terbahak.
📩 Arya : Udah ya. Sampai ketemu di Solo semua.
📩 Rhett : Salam buat semua disana.
Arya mematikan ponselnya, berbalik untuk masuk ke dalam rumah dan betapa terkejutnya ketika Ghani dan Bara sudah di belakangnya.
"Kamu kirim apa ke grup sepupu Ya?" tanya Ghani.
Arya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Cuma kirim kalau Bara pulang besok ke Solo terus pada mau kumpul disana."
"Awas kalau kamu kirim macam-macam!" ancam Bara.
__ADS_1
"Nggak Ra. Sumpeh!" jawab Arya sambil memberikan tangannya tanda V.
"Yuk masuk, tidur. Besok perjalanan masih jauh" ajak Ghani yang masuk ke dalam rumah.
Arya hanya tersenyum kecut. Besok kalau bener ada aqiqah, apa aku nggak digantung di pohon cabe?
***
Thara sekali lagi tinggal bersama Sekar, Rajendra dan Rama selama Aidan, Arjuna, Levi, Elang dan Bryan terbang ke Solo.
Rajendra sendiri senang Tante Tharanya menginap di rumahnya karena bisa mengajari banyak membuat camilan aneh-aneh dan berbeda dari yang Oma Rain dan mamanya buat.
"Tante, apa Tante nggak papa tinggal disini saban papa atau Oom Ai pergi?" tanya Jendra sambil menguleni adonan donat.
"Mau gimana Jendra, kata papamu dan Oom Aidan, Tante lebih aman disini." Thara mempersiapkan tiga piring berisikan gula halus, sprinkle dan coklat cair untuk toping donat.
"Aku yang senang soalnya bisa bikin macam-macam sama Tante. Sejak mama punya dik Rama, Jendra harus mandiri soalnya tidak mau merepotkan mama termasuk belajar masak sendiri." Bocah tampan itu tampak semangat menunggu adonan donatnya mengembang setelah dia tutup dengan kain.
"Tante juga senang bisa masak bareng dengan Jendra. Kalau Tante punya anak nanti, pengen mirip kamu deh" kekeh Thara sambil menowel ujung hidung Rajendra yang mancung.
"Jangan Tante!" sergah Rajendra.
"Kenapa?"
"Karena aku the one and only plus limited edition tidak ada kloning atau cetakan lain" jawab Rajendra dengan gaya songong yang membuat Thara tertawa.
"Alamat kamu bakalan jadi incaran cewek-cewek nanti besarnya" kekeh Thara.
"Biarin saja incar aku tapi aku punya kriteria sendiri" ucap Rajendra yakin.
"Whoah Jendra! Seperti apa sih kriteria kamu?" Thara benar-benar ingin tahu.
"Aku suka cewek kuat, bar-bar dan berani. Tidak harus bisa bela diri tapi punya prinsip dan tegas!"
Thara melongo. "Memang siapa jadi panutan kamu, Jendra?"
"Tante Kaia" cengir bocah tampan itu.
"Kok bukan mama atau Oma Rain?" tanya Thara bingung.
"Mama kurang bar-bar sedangkan Oma Rain lembut banget. Aku suka cewek savage."
Thara melongo. Astagaaaaa, Rajendra!
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Oh novel ku the four Weather Girls, aku end kan sementara karena aku mengalami blocking parah. Kalau udah dapat hilal dan wangsit, aku lanjutkan lagi. Sorry...
Ini masih flashback Bara ketemu ya.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️