My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Masih Alot


__ADS_3

Surabaya, Jawa Timur Indonesia


Pandu menatap pemandangan kota Surabaya dari jendela apartemennya. Sekali lagi dia bertengkar dengan ayahnya Shailendra. Sepulang dari gym, tadi memang Pandu mendatangi hotel tempat ayahnya menginap.


Dan sekali lagi Shailendra menolak menemani dirinya untuk melamar Reana. Entah kenapa tapi alasan keluarga Reana akan memperlakukan dirinya tidak baik terkesan tidak masuk akal. Hingga akhirnya Pandu mengultimatum bahwa dirinya tanpa restu Shailendra tetap akan datang ke rumah keluarga O'Grady untuk melamar Reana.


Pandu melihat foto dirinya bersama Reana. Reana, princessnya.


Lagu Xia Junsu sengaja diputar oleh Pandu untuk mengingat saat dirinya bermain piano di hadapan Reana yang terkejut dirinya mengetahui lagu favorit Ogan buyut nya. Lagu cinta yang selalu diputar oleh Abi untuk Dara di setiap anniversary.


Pandu tidak sengaja menemukan folder video di komputer milik Bara ketika dirinya disuruh mengkopi berkas disaat pria itu sedang sibuk. Membaca folder 'Ogan dan Necan' membuat Pandu penasaran.


Sebenarnya tidak berhak dia membuka tapi rasa penasaran membuatnya nekad. Dan setelah dibuka, Pandu melihat seorang pria berumur yang masih tampan mengajak berdansa seorang wanita cantik yang tampak anggun. Disana Pandu mengenali kalau itu adalah Abimanyu Giandra dan Adara Utari, kedua orangtuanya Ghani Giandra dan Rhea Giandra Blair.


Pandu melihat Ghani dan Rhea masih muda tampak menggoda kedua orangtuanya. Terdapat juga Duncan Blair dan Kaia bayi dalam gendongannya. Pandu juga melihat Edward dan Yuna Blair disana dan beberapa anggota keluarga Pratomo lainnya.


Ya Ampun, mereka berdua tampak mesra meskipun sudah berumur. Pandu terkesima melihat bagaimana Abi menatap Dara penuh cinta dan tidak malu-malu menunjukkan perasaannya. Tidak heran jika menurun ke keluarganya.


Diam-diam Pandu mencari tahu lagu yang diputar saat mereka berdua berdansa dan akhirnya pria tahu lagu milik siapa. Diam-diam Pandu mempelajari musiknya dengan piano di rumahnya dan bertekad untuk menyanyikannya di depan Reana.


Dan keinginannya pun terwujud, bahkan di depan Abiyasa, saudara kembar Reana, Pandu menyanyikan lagu kebangsaan Abimanyu dan Adara.


Pandu tidak bisa melupakan bagaimana wajah berseri-seri dan penuh cinta Reana kepadanya. Dan sejak detik itu pula, Pandu sudah bertekad bahwa dirinya hanya untuk Reana.


Tunggu aku princess. Aku akan datang ke orang tuamu.


***


New York, USA


"Chinchilla? Chinchilla? Binatang lucu berbulu seperti bola?" teriak Rajendra ketika Aidan dan Karl selesai bertemu dengan Giancarlo Bouloud untuk mengabari agar berhati-hati dengan beberapa pemasok daging.


Mereka bertiga kini berada di RR's Meal Hell's Kitchen di ruangan milik Larry Mitchell namun si pemilik ruangan sedang berada di kantor FDA untuk berdiskusi agar bisa menangkap para pemasok jahat.

__ADS_1


"Oom, kalau kelinci, kangguru, bebek, buaya, aku masih oke lah! Lha ini chinchilla? Tega banget sih!" omel Rajendra kesal.


"Makanya Oom kemari kasih tahu Giancarlo sebelum berita itu menyebar karena Larry hampir kecolongan." Aidan menatap keponakannya yang seperti setrikaan mondar mandir, ciri khasnya jika jengkel.


"Siapa sih yang berani membuat acara seperti itu? Kampret benar!"


"Itu yang sedang diselidiki oleh FDA ( Food and Drug Administration ). Sudah, kamu jangan bolak balik macam setrikaan! Oom pusing lihatnya!" tegur Aidan.


"Keterlaluan! Aku sendiri sudah marah ada yang makan daging anjing, daging kucing... eh sekarang chinchilla lagi!" Rajendra akhirnya meletakkan pantatnya sambil bersedekap.


"Anggap saja ini latihan kamu sebelum terjun di dunia kuliner langsung. Akan banyak bahan makanan yang aneh-aneh dan kamu harus selalu waspada sebab jika ada review dan kritikan, maka nama restauran langsung jatuh! Oom tidak perduli soal Michelin atau apapun. Yang kita harus pedulikan adalah kwalitas, mutu dan nama besar RR's Meal. Oom Aidan dan para chef yang tergabung bekerja keras untuk tetap menjaga nama restauran kita agar baik."


"Kamu harus belajar banyak dari Giancarlo Bouloud. Memang dia spesialis seafood tapi bukan berarti kamu tidak waspada. Pemasok curang macam orang-orang itu sama dengan penyelundup." Karl menimpali.


Rajendra mengangguk.


***


Reana sedang bersiap-siap untuk tidur ketika ponselnya berbunyi dan dilihatnya nama 'Mas Pandu' disana. Sambil tersenyum, Reana menggeser tombol hijau.


"Assalamualaikum mas" sapanya lembut.


"Wa'alaikum salam. Kok tumben belum bobok?" tanya Pandu. "Maaf aku agak larut menelpon kamu. Sudah jam sebelas malam ya disana?"


"Iya jam sebelas malam disini. Mas dimana?"


"Barusan mengantar bapak pulang ke New York. Ini ke Jakarta dulu periksa rumah, baru besoknya kembali ke hutan beton."


Reana tertawa. New York memang dikenal hutan beton atau concrete jungle.


"Bagaimana bapak, mas?" tanya Reana.


"Masih tidak memberikan restu. Entah kenapa bapak takut sekali jika menikah dengan mu maka akan ada kemungkinan jika aku - amit-amit - melakukan kesalahan, kamu dan aku akan dipaksa berpisah lalu aku akan didepak jadi menantu."

__ADS_1


Reana melongo. "Keluarga aku tidak seperti itu mas!"


"Itu yang aku bilang juga cuma bapak seperti parno" ucap Pandu.


"Aku akan menemui bapakmu!" Reana menatap Pandu dengan wajah serius.


"Oh astaga, princess! Jangan seperti itu!"


"Aku akan buktikan bahwa keluarga kami tidak sepicik itu! Kami memang bar-bar tapi bukan berarti tidak beradab !"


"Princess, dengarkan mas. Kamu anak perempuan dan tidak patut kamu mendatangi bapak aku. Sudah, kamu yang sabar ya. Jaga emosi kamu." Pandu tersenyum manis.


Reana memandang Pandu judes. "Rasanya ingin aku teriak di depan bapakmu kalau kami tidak seperti yang dibayangkan!"


Pandu tertawa. "Sabar ya princess. Sekarang bobok ya. Kita doakan agar bapakku berubah pikiran."


"Iya mas. Aku tidur dulu." Reana tersenyum dan memberikan kiss bye. "Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam."


***




Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2