My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Berikan Kepada Yang Membutuhkan


__ADS_3

"Aruna? Beneran ini kamu?" seru Rajendra menatap tidak percaya ke gadis berhijab hitam dengan dandanan stylish itu.


Aruna langsung menepuk jidat Rajendra. "Aduh! Bar-barnya!" ucap remaja pria itu sambil mengusap jidatnya.


"Lagian ini aku kok masih sok ga percaya sih!" omel gadis cantik itu.


"Kapan datang? Kok nggak bilang?" Wajah Rajendra langsung sumringah melihat kekasihnya datang.


"Tadi pagi dijemput Tante Kaia. Terus Oom Ian dan Oom Amir mau jemput kamu, aku ikutlah!"


Rajendra langsung memeluk gadisnya. Tidak perduli mereka belum muhrim yang penting Arunanya datang dan itu mood booster buatnya.


"Aku suka kamu datang" ucapnya lembut lalu mengurai pelukannya. "Yuk pulang." Rajendra lalu membuka pintu mobil dan meminta Aruna naik terlebih dahulu baru dia menyusul. Tak lama mobil mewah itu pun pergi meninggalkan halaman kampus.


Anna Rudd melihat semua kejadian di seberang kampusnya hanya tersenyum smirk. Seleramu cuma cewek kuno seperti itu? Pakai hijab? Tidak ada menariknya sama sekali. Anna pun menuju mobilnya. Lihat saja, kamu akan bertekuk lutut padaku, Jendra.


***


Rajendra tampak bahagia melihat gadisnya yang sangat dirindukan datang ke New York. Aruna benar-benar membuktikan ucapannya bahwa dia yang akan menemuinya saat liburan semester.


"Bagaimana hasil ujian semester kamu?" tanya Rajendra.


"Perfect" senyum Aruna tanpa bermaksud menyombongkan diri.


"Alhamdulillah. That's my girl. Oom Aksara dan Tante Ghania gimana? Kok bisa kasih ijin kamu ke New York?"


"Bisalah! Kan mommy dan Daddy juga ada di New York, ada acara pertemuan pengusaha agrobisnis US dan Eropa."


"Lho kamu dijemput sama Tante Kaia dimana?"


"Di hotel. Mommy menghubungi Tante Kaia meminta tolong jemput aku. Tadinya aku pikir Oom Ian atau Oom Amir, eh ternyata Tante Kaia sendiri yang menjemput. Lalu aku dibawa ke kantor Giandra dan bertemu sama Oom Levi. Pas jam jemput kamu pulang, Tante minta aku ikut lah."


Rajendra mengangguk. "Jadi nanti malam kamu kembali ke hotel dong."


"Iyalah. Kan aku nggak mungkin nginap di penthouse Tante Kaia. Kamarnya nggak ada" senyum Aruna.


"Besok aku libur. Gimana kalau kita ke mansion Opa Duncan dan Oma Rhea. Pasti mereka senang kita kesana, mungkin Reana bisa ikut sekalian."


"Aku ijin sama mommy dan Daddy dulu."


"Kamu nginap dimana?" tanya Rajendra.


"The Plaza."


"Dekat lah sama penthouse Tante Kaia" ucap Rajendra.


"Memang. Makanya Tante Kaia tadi bilang jemput aku itu sama saja sambil glundung" gelak Aruna.

__ADS_1


Ian dan Amir hanya tersenyum mendengar percakapan kedua sejoli di belakang.


Pantas tuan Rajendra tidak tertarik dengan cewek-cewek di kampusnya, soalnya nona Aruna cantik sekali. - batin Ian.


Baru kali ini aku melihat keluarga besar memiliki pasangan berhijab setelah nyonya Ingrid Al Jordan, nyonya Fatimah Al Jordan dan nyonya Tamara Al Jordan. - batin Amir.


***


"Akhirnya Mrs Potato Head datang juga" goda Reana ke Aruna datang bersama dengan Rajendra sambil bergandengan tangan.


"Mrs Potato Head?" tanya Aruna bingung.


"Jendra awal kuliah kan harus mengupas kentang lima kilo dan pulang-pulang wajahnya mirip Mr Potato Head yang di toy story" kekeh Reana.


"Aaawww, tinggal pakai kumis mirip sih" timpal Aruna sambil tertawa yang membuat Rajendra cemberut.


"Apa kabar Aruna" sapa Rhett O'Grady sambil mengatupkan kedua tangannya di dadanya.


"Alhamdulillah baik Oom Rhett" jawab Aruna manis.


"Sayang Abi nggak disini. Bisa tambah durjana godain kamu, Jendra" kekeh Rhett.


"Dih, Oom Rhett mah gitu" sungut Rajendra.


"Dah, mandi dulu sana Jendra. Habis itu kita sholat Maghrib berjamaah" ucap Kaia.


***


Keramaian di meja makan membuat Rajendra merasa rindu rumah dimana dia biasa cerita dan berdebat dengan Arjuna dan Sekar ditambah celetukan Rama. Meskipun Rajendra nyaman bersama keluarga O'Grady tapi tetap saja kumpul bersama keluarga sendiri jauh lebih menghangatkan hati.


"Jadi kamu juga memasok ke RR's Meal seluruh Inggris?" tanya Rhett saat mendengar cerita Aksara.


"RR's Meal memang pelanggan lama kami, Rhett dan so far aku dengan Aidan sangat profesional soal bisnis."


"Ai memang seperti itu. Hal yang sama juga dia lakukan saat aku mengambil alih pabrik whiskey dan bir keluarga O'Grady. Ai memberikan waktu enam bulan untuk meningkatkan kwalitas minuman kami karena dia mau yang terbaik masuk ke restauran dan bar nya."


"Aidan memang seperti itu" kekeh Aksara.


***


Reana, Rajendra dan Aruna sekarang berada di balkon penthouse menikmati pemandangan kota New York di malam hari.



"So, apa kamu sudah menghajar si Weasley?" tanya Reana.


"Sudahlah" jawab Rajendra sambil menyesap teh wasgitel yang sudah menjadi minuman rutin turun menurun di keluarga Pratomo.

__ADS_1


"Lalu si uget-uget?" selidik Aruna.


"Uget-uget?" Reana menatap ke Aruna. "Apalagi itu?"


Rajendra menceritakan soal Anna Rudd bahkan remaja itu masuk ke kamarnya dan mengambil hadiah ulang tahun yang diberikan gadis itu.



"Ini pisau xinzuo yang diberikan si uget-uget dan sampai detik ini aku tidak pernah memakainya karena aku lebih memakai pisau Musashi pemberianmu" ucap Rajendra sambil menatap mesra ke Aruna.


"Oh astaga! Betapa uwunya kalian ini" kekeh Reana.


"Kamu pun akan merasakannya Re kalau menemukan pria yang tepat" senyum Rajendra.


"Aamiin. Oh bagaiamana kalau besok kita ke mansion Opa? Aku sudah tiga Minggu tidak kesana sejak ujian semester." Reana menatap Aruna. "Kamu ikut sekalian saja, Runa. Oma Rhea pasti senang bertemu denganmu."


"Aku minta ijin mommy dan Daddy dulu, Re, soalnya Jendra juga sudah mengajakku tadi."


"Nanti aku minta ijin sama Oom Aksara dan Tante Ghania kalau boleh membawa kamu ke mansion Blair" ucap Reana.


Aruna mengangguk lalu matanya menatap pisau satu set yang dia tahu harganya lumayan.


"Mau kamu apakan pisau ini?" tanya Aruna ke Rajendra. "Dibuang sayang lho, kan pisau bagus."


"Yakin kamu aku pakai nih pisau?" Rajendra menatap horor ke Aruna.


"Mending kamu kasihkan saja ke siapa yang membutuhkan pisau ini. Apa kamu ada kenalan mahasiswa yang kurang mampu di kampusmu?"


Reana menatap Aruna kagum. "Kamu benar Runa. Mendingan diberikan kepada yang lebih membutuhkan."


"Ada sih teman kuliahku yang masuk melalui jalur beasiswa" gumam Rajendra.


"Lagipula, itu kan sudah diberikan padamu jadi suka-suka kamu dong mau diapain." Aruna menatap tajam ke Rajendra. "Kalau dia masih tidak terima, hadapi aku karena aku yang meminta kamu memberikan pisau itu."


"Oh astaga, Runa. Kenapa kamu jadi bar-bar?" gelak Reana.


"Itulah kenapa aku milih Aruna tuh karena ini!" cengir Rajendra.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut Besok


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2