My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Ke Kastil McCloud


__ADS_3

Arjuna yang sedang mengobrol dengan asistennya melalui panggilan telepon hanya bisa tersenyum mendengar keributan istrinya dan putra mereka.


"Klien yang ini meminta nuansa hitam kulit jadi jangan sampai salah. Ingat, dia masih keponakannya raja Inggris" perintah Arjuna ke asistennya.


"Baik tuan McCloud."


Arjuna mematikan panggilannya dan keluar dari ruang kerjanya. Mata coklatnya melihat huru hara antara Sekar dan Rama sedangkan Rajendra hanya tertawa dari tadi.


"Ada apa ini?" tanya Arjuna yang memang selama seminggu Rajendra di rumah, dia ke kantor suka-suka jamnya.


"Mas, kamu kasih tahu anak kamu ini! Liburan bukan berarti malas mandi!" omel Sekar.


Arjuna menatap putra bungsunya yang hanya memasang wajah polos dengan gemas.


"Kamu tuh! Senengannya bikin mamamu emosi! Mandi sana! Kamu kan bukan anak lima tahun lagi Ramaaaaa." Arjuna mengacak-acak rambut coklat tua putranya yang semakin hari semakin mirip daddynya, Elang.


"Pa, mandi itu kalau liburan lebih baik sehari sekali. Pertama, irit air. Kedua, aku kan mengikuti pesan Greenpeace supaya tidak boros air. Ketiga, anak ganteng begini, nggak mandi nggak ketahuan."


"Iya, tapi begitu kamu lewat, kecium bau asem keringat" sahut Rajendra. "Kamu sama trio Tintin, Haddock dan Thor saja masih enak baunya mereka."


Rama menatap horor ke kakaknya. "Ya Allah mas, masa aku disamain sama German Shepherd Dan Belgian Malinois?"


"Makanya kalau kamu nggak mau disamain sama anjingnya Oma, mandi sana! Habis ini kita ke Opa dan Oma." Arjuna mendorong tubuh Rama menuju kamarnya.


"Ngapain ke Opa dan Oma?" tanya Rama sebelum menutup pintu kamarnya.


"Masmu kan mau pulang ke New York lusa, jadi kita semua mau nginap di kastil" jawab Sekar.


"Yes! Nginep kastil!" Rama pun bergegas menutup pintu kamarnya.


Sekar menatap ke suaminya. "Kamu ngidam apa atau mbatin apa waktu aku hamil Rama?" tanyanya judes.


"Aku nggak mbatin siapa-siapa, sayang. Kamu kali yang mbatin jadi bikin Rama malas mandi. Secara kan dia ngendon di perut kamu?" balas Arjuna cuek.


"Oh Astaga, papaaa" gelak Rajendra mendengar percakapan kedua orangtuanya yang semakin nggak jelas.


"Pokoknya salah mas Juna bikin Rama kayak girtu!" Sekar pun menuju lantai dua untuk membereskan baju yang hendak dibawa ke kastil McCloud meninggalkan Arjuna dan Rajendra di ruang tengah.


"Jendra, kalau wanita sudah bilang dengan kata 'Pokoknya' jangan kamu lawan karena kamu tidak akan bisa membantah semua argumennya" ucap Arjuna sambil menatap serius ke Rajendra.


"Tenang pa, aku juga mengalaminya dengan Aruna" cengir Rajendra.


"Kayaknya kiblat kamu mengikuti jejak papa mencari calon istri judes, galak dan bar-bar itu jadi bumerang buat kamu."


Rajendra tertawa melihat wajah papanya.



Mas Juna yang tidak pernah menang sama neng Sekar.

__ADS_1


***


Keluarga McCloud tiba di kastil milik Elang dan Rain yang membuat Oma cantik itu surprise melihat anak, menantu dan dua cucunya datang lengkap.


"Wah, pada mau nginap?" tanya Rain yang masih cantik di usianya sudah menginjak 60an.


"Kan Jendra lusa pulang ke New York jadi nginap sini lah biar bisa menikmati hari bersama opa dan Oma" ucap Rajendra sambil memeluk oma cantiknya.


"Daddy kemana Mom?" tanya Arjuna yang celingukan mencari ayahnya.


"Biasa, naik moge."


Arjuna mendelik. "Astaghfirullah! Pak tua satu itu!"


"Arjuna! Tidak boleh ngatai ayahmu seperti itu!" tegur Rain kesal. Gara-gara sering kumpul dengan Levi dan Fuji jadi seenaknya manggil ayahnya.


"Tar encok kumat, ribut lagi!" sungut Arjuna gemas. Meskipun Elang hampir 70tahun usianya, pria itu masih menikmati hidup dengan naik moge kesayangannya.


Suara motor gede pun terdengar dan Arjuna keluar menyambut ayahnya yang masih saja dandy dandanannya.



Bayangin aja Elang dah ubanan.


"Hai boy. Sudah lama?" tanya Elang sambil turun dari mogenya.


"Hei, encok kumat kan tinggal digosok oleh mommymu. Pasti langsung sembuh. Apa kamu tahu tangan mommymu itu ada antibiotik nya?" cengir Elang.


"Dasar bucin!"


"Kayak kamu nggak juga sama Sekar?" kekeh Elang sambil merangkul Arjuna yang lebih tinggi darinya.


"Iyain ajah lah biar cepat."


Elang terbahak. Wajahnya menjadi bahagia melihat dua cucu tampannya langsung menyambutnya dan mencium tangan opanya dengan takzim.


"Kalian menginap kan?" tanya Elang.


"Menginap lah Opa" ucap Rajendra dan Rama bersamaan.


"Tapi kalau disini kamu jangan malas mandi ya Rama" goda Elang ke cucunya yang wajahnya semakin mirip dengannya saat kecil.


"Hah? Opa pun sama?" gerutu Rama sebal.


"Lang, aku lihat Rama kok wajahnya mirip kamu saat kecil ya?" celetuk Rain.


"Iya lho, wajahnya sama dengan wajahku waktu menemani kamu menunggu jemputan mama Giselle" senyum Elang sambil memeluk Rain dan mencium pelipisnya.


"Oh God! Kalian itu udah opa Omaaaa" protes Arjuna yang malu melihat kemesraan kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Lho justru karena begini pernikahan Daddy dan mommy mu awet. Kamu kalau sama Sekar kan sama saja tho?" kekeh Elang.


"Sama saja Opa!" seru Rajendra dan Rama bersamaan.


"Malah nggak lihat tempat juga" timpal Rama. "Jadi aku dari kecil sudah ternoda dengan adegan 21+ dari orangtuaku sendiri. Betapa aku dewasa sebelum waktunya."


"Oh astaga Rama" gelak Rain mendengar ucapan kacau cucunya.


***


Pandu meminta ijin kepada Abi untuk mengajak Reana menonton bioskop yang tentu saja diijinkan Abi dengan syarat mereka nonton bertiga. Pandu sendiri tidak masalah karena lusa kedua saudara kembar itu akan bertolak ke Solo dengan menggunakan kereta api.


"Memangnya mau nonton apa sih?" tanya Reana yang berjalan sambil digandeng Pandu.


"Mau horor atau action?" tawar Pandu.


"Jangan horor ! Modusnya kamu saja Ndu!" potong Abi judes yang membuat Reana melotot.


"Apaan sih Bi?" cebik Reana.


"Adikku sayang, apa kamu tidak tahu modus kaum pria kalau nonton bioskop? Apalagi kalau filmnya horor." Abi menatap judes ke Pandu yang hanya tersenyum simpul.


"Peace Bi" kekeh Pandu.



"Peace, peace ... Modus lu!" sungut Abi. "Dah kita nonton action saja!"


***


Namun harapan Abi menonton film action harus sirna karena tiketnya sudah habis dan tinggal film horor saja. Mau tidak mau, ketiganya pun memilih nonton film remake horor lama, IT karya Stephen King yang sudah diremake ketiga kalinya.


Abi pun semakin manyun ketika Reana duduk di tengah-tengah antara dirinya dan Pandu tapi lebih menempel ke arah kekasihnya.


"Duh nonton si Pennywise sendirian pula. Obat nyamuk beneran deh gue!" gerutu Abi kesal.


Abi semakin kesal melihat adiknya berpelukkan dengan Pandu saat si setan badut Pennywise nongol di dalam saluran air.


Lama-lama gue bakalan cabut dari bioskop gara-gara sebal lihat mereka berdua. Nasib jomblo itu memang menyebalkan!


***


Yuhuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2