My Cold Chef

My Cold Chef
Memantapkan Membalas Dendam


__ADS_3

Abian menanggapi santai ke para penguntitnya begitu juga dengan Rahma yang seolah sudah biasa menghadapi kelakuan mereka semua.


"Rahma..." panggil Abian yang masih menyetir mobilnya dengan santai dan hendak menuju KFC Drive thru supaya mereka bisa makan siang.


"Iya tuan Abian?"


"Apa kamu tidak merasa takut?"


Rahma melirik ke arah spion dan hanya tersenyum tipis melihat mobil di belakangnya masih saja mengikuti. "Sudah biasa kalau saya. Karena hanya segini saja tidak ada apa-apanya dibandingkan di Dubai."


"Apa kamu tidak ingin mengoperasi wajahmu? Agar parut disana menghilang?" tanya Abian sebelum memesan ayam KFC.


Rahma menunggu Abian menyelesaikan pesanannya baru menjawabnya. "Saya sudah terbiasa dengan wajah seperti ini tuan Abian. Lagipula saya juga tidak ada keinginan menikah. Siapa yang mau istri yang sudah tidak suci lagi?"


Abian tersenyum. "Rahma, disini London, bukan Dubai bukan juga Indonesia yang prianya mengagungkan sebuah selaput yang harus dijebol. Belum tentu pria itu juga suci! Pasti dia sudah celup ke wanita lain dan yang sayangnya, tidak bisa dilihat buktinya kalau masih perjaka. Aku bukan pria munafik sebab saat dulu sebelum bertemu dengan Titania, almarhum istriku, aku sudah pernah melakukannya jaman kuliah."


Rahma masih diam mendengarkan. "Bedanya aku dengan keluarga besar Aidan, mereka semua memang menjujung tinggi soal kehormatan. Bukan tanpa alasan, tapi lebih memilih menghindari skandal yang bisa membuat ramai. Coba bayangkan jika salah seorang dituduh menghamili seorang wanita atau hamil di luar nikah, bisa habis mereka" jawab Abian.


"Apakah mereka semua benar-benar lurus hidupnya?" tanya Rahma.


"Tidak ada orang yang sempurna, Rahma. Kakak Aidan pernah membunuh orang dengan cara meledakkan mobilnya dengan tembakannya. Bukan tanpa alasan Kaia melakukan itu tapi karena orang itu membunuh kedua opa dan Oma Aidan dengan cara keji. Dan Kaia membalasnya sejuta kali lipat."


Rahma melongo. "Apakah kalian semua keturunan orang yang kejam?"


"Seseorang bisa melakukan sesuatu yang kejam karena suatu hal yang membentuk mereka seperti itu. Keluarga kami kejam hanya sebatas menghajar dan memecat orang-orang yang menjadi pengkhianat tapi dengan orang-orang yang loyal, mereka adalah keluarga terdekat kami." Abian memberikan kotak berisikan paket ayam goreng, kentang dan coke.


"Kamu bisa bertanya pada Johnny atau Michael atau semua pengawal disana. Tidak ada yang tidak bersyukur menjadi bagian keluarga besar PRC group, AJ Corp, MB Enterprise ataupun Giandra Otomotif Co. Rata-rata orang-orang yang masuk adalah orang-orang berdedikasi tinggi." Abian menggigit ayamnya.


Mobil Range Rover itu terparkir di sebuah taman dan Abian serta Rahma menikmati makan siang disana.


"Dan keluarga besar kami selalu menscreening semua orang yang berhubungan dengan kami. Jika ada yang mengalami musibah di kalangan pegawai, mereka pun tidak segan membantu. Apalagi kasus kalian yang membuat kami tidak habis pikir dengan pria-pria baji*Ngan disana karena semua pria-pria keturunan Pratomo adalah pria yang sangat memuliakan wanita" ucap Abian. "Sahabatku, Duncan Blair, ayah Aidan selalu bilang bahwa almarhum ayah mertuanya selalu berpesan. 'Kamu boleh berdebat dengan papa dan Daddy tapi jangan sekali-kali kamu melawan mama dan mommy karena merekalah yang melahirkan kamu dengan berjuang mempertaruhkan nyawa'. Dan memang, Duncan dulu lebih sering ribut dengan Oom Edward dan Oom Ghani tapi tidak berani melawan Tante Yuna dan Tante Dara."

__ADS_1


"Kalian keluarga besar yang mengagumkan, tuan Abian" ucap Rahma. "Saya sampai mencari tahu bahkan saya baru tahu kalau nona Sabine adalah sepupu tuan Aidan meskipun jaraknya jauh."


"Iya sebenarnya Sabine dan Aidan sepupu jauh dan yang dekat dengan Sabine itu Josephine, Marissa, Fuji dan Keia" ucap Abian.


Rahma sudah mempelajari keluarga besar mereka dan Fuji Al Jordan adalah dokter jantung, Keia Al Jordan CEO AJ Corp New York, Josephine CEO AJ Corp Tokyo dan Marissa pemegang RR's Meal di Tokyo.


"Tuan Abian..."


"Ya Rahma?"


"Apakah setelah menyelesaikan dendam, akan lebih lega?"


"Setidaknya yang membuatmu sakit selama ini sudah terobati meskipun dengan cara yang menyakitkan. Dendam itu apa sih? Suatu keinginan keras untuk membalas kejahatan. Dan sekarang siapa yang sudah menjahati kamu? Bukankah kamu merasa sakit hati, marah dan murka? Pasti ada keinginan untuk membalas semuanya. Apakah hasilnya akan menjadi lega di dirimu atau tidak, hanya kamu dan waktu yang bisa menjawabnya."


Rahma mengangguk. "Bagaimana dengan nona Kaia setelah membalas dendamnya?"


Abian terbahak yang membuat Rahma bingung. "Kaia? Dia bilang setelah melakukan pembalasan dendamnya, perasaan lega dan plong pun muncul. Selama ini Kaia selalu merasa kematian opa dan omanya tidak wajar dan itu membebani pikirannya. Setelah sumbernya dia habisi, perasaan lega luar biasa muncul di dirinya. Bahkan katanya sejak saat itu dia selalu tidur nyenyak."


"Berarti dengan memusnahkan sumber masalahnya, akan mengobati luka batin yang menganga. Betul?" Rahma menatap pria berkacamata itu.


"Ajarkan saya bela diri dan menembak. Saya ingin pada saat pembalasan itu tiba, saya sudah siap." Wajah Rahma tampak tegas dan penuh tekad.


"Bagus! Saya suka jika kaum wanita itu kuat! Pesanku, setelah dendammu terbayar, cukup sampai disitu. Berjalanlah tegak dan mulailah lembaran baru."


Rahma mengangguk tegas.


***


Rajendra membolos dari Dojo dan memilih menuju RR's Meal meskipun harus berdebat dengan sopir dan pengawalnya. Sang mama akan mulai masuk masa-masa hendak melahirkan beberapa Minggu ini dan tidak bisa mengantar jemput dirinya jadi Jendra bersama dengan dua pengawalnya.


Akhirnya tuan muda yang semakin mirip dengan sang papa itu pun menang debat dan kini bocah tampan itu sudah berada di dapur pastry bersama dengan Thara dan Stacy.

__ADS_1


Rajendra terpekik senang melihat apa yang akan dibuat untuk acara minum teh di restauran Oomnya. Bocah itu memang cerdas dan langsung cepat meresap ajaran Thara dan Stacy.


Tidak memakan waktu lama, Rajendra berhasil membuat dua wagashinya.



"Tante lihat! Neko ( kucing ) dan Usagi ( kelinci )" serunya.


"Waaaahhh! Rajendra hebat!" puji Stacy.


"Temanya apa Tan? Kawaii binatang? Oke! Jendra buat yang lain ya" ucap Jendra.


Rajendra mulai mengambil adonan dan membuatnya dengan serius. Thara dan Stacy memperhatikan sembari tetap membuat miliknya.


"Taaddaaaa! Rilakkuma!" serunya bahagia bisa membuat tokoh beruang dari Sanrio itu.



Thara dan Stacy melongo. Another genius chef dari keluarga Pratomo.


"Padahal baru diajari belum ada sejam lho" gumam Stacy kagum. "Tidak perlu diragukan menjadi keponakan Aidan Blair."


Thara mengangguk setuju. Keluarga yang mengerikan geniusnya.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Selamat tarawih


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2