My Cold Chef

My Cold Chef
Sabine, Karl dan Alex


__ADS_3

Karl melihat gadis cantik yang tangguh itu membawa tas panjang hitam di bahunya dengan jalan santai. Rambut hitamnya yang dibiarkan tergerai menambah kecantikan Sabine Desiree Al Jordan, cucu Akira Al Jordan, putri Senna Al Jordan dan Fatimah Muhammad.



Sabine Desiree Al Jordan


"Hai! Sudah hancur berapa Vi?" tanya Sabine kepada Levi sepupunya.


"Hai cewek jagoan neon tukang sniper! Baru sebagian kecil yang hancur sesuai permintaan Abah Hasyim" sapa Levi sambil memeluk sepupunya.


Arya yang juga baru datang sambil membawa tas yang sama dengan Sabine, hanya bisa melihat hasil karya Levi Reeves. "Ya amplop Toyiiibbb! Kalau mau ngerusak itu terstruktur gitu kenapa?"


"Mana ada merusak itu terstruktur? Hancurin mah hancurin saja!" cengir Levi sembari menyimpan granade launcher nya.


Arya hanya menggelengkan kepalanya. "Jadi mana saja yang kamu hancurkan?"


"Kamar Thara, Hamid, si bajigur sama Bossnya Iago." Levi menunjukkan di tabnya.


"Vi, dronenya sudah maping semuanya yang kamu hancurkan" ucap Marco sambil memeriksa hasil kamera drone yang dioperasikan oleh Mario.


"Oh, ini Keia marah-marah nggak diijinkan ikut sama Oom Mamoru ikut" ucap Sabine sambil membaca pesan di ponselnya.


"Lha si Kris dah ikut, masa Keia ikutan juga? Yang urus PRC group siapa? Mana si Ezra kan juga sudah ikutan" ucap Levi. Ezra Hamilton adalah tunangan Keia.


"Katanya dia kangen nyetir buldozer" kekeh Sabine.


"Buldozer?" tanya Karl bingung.



Karl Schumacher


"Buldozer versi Keia itu adalah tank, Karl" cengir Arya.


"Astagaaaaa! Kalian itu benar-benar bar-bar!" komentar Karl lalu menatap Sabine yang masih memeriksa hasil drone yang ditangkap di iPad Mario.


Keia Al Jordan, gadis cantik seperti model itu diam-diam jago menyetir tank dan tanpa sepengetahuan sang ayah, dia sempat ikut acara military namun sayangnya gagal di fase terakhir.


"Kamu baru tahu sedikit" seringai Marco.


Karl hanya bisa memegang pelipisnya.


"Generasi kami lebih parah dari generasi orang tua kami" cengir Levi. "Meskipun masih kalah dengan Oma Yuna."


"Memang Oma Yuna kenapa?" tanya Karl.


"Semua klan mafia segan sama dia sampai-sampai dijuluki singa betina Pratomo." Levi terbahak.

__ADS_1


Mengerikan.


"Nona Al Jordan" panggil seseorang membuat semua orang menoleh. Tampak seorang pria berdarah Arab datang bersama dengan beberapa orang di belakangnya mengenakan sorban.


"Mr Alex Ghaidan" senyum Sabine yang membuat Karl cemberut.



Alex Ghaidan


Nggak usah kasih senyum manis kenapa sih Bine?


"Tuan Al Jordan sudah memberikan denah kasar untuk membangun istana Al Azzam. Bisa kita mulai sekarang?" tanya pria bernama Alex Ghaidan.


"Maaf agak berantakan akibat hasil karya sepupu saya, Levi Reeves yang gagal menjadi artis sculpture" sindir Sabine ke sepupu tampannya.


"Levi Reeves? Ya ampun, nona Al Jordan, dia kan jenius di bidang fisika dan salah satu CEO Giandra Otomotif Co" bisik Alex ke Sabine.


"Memang!" Sabine menatap ke semua sepupu prianya. "Boys, perkenalkan ini Alex Ghaidan, salah satu arsitek terbaik milik PRC group dan AJ Corp area Dubai. Dialah kepala proyek pembangunan kembali istana Al Azzam."


Semua orang saling memperkenalkan diri namun Karl langsung judes melihat bagaimana tangan Alex memeluk pinggang Sabine dari belakang.


Itu tangan ngapain peluk pinggang Bine?


***


"Thara...? Ini Umi sayang" ucap Aisyah.


"Umi...?" Thara menatap Kaia. "Maksudnya...gimana?"


"Thara... ibu ini bernama Aisyah Indrawan Al Azzam, adik Santhy Indrawan. Dia adalah ibu kandung kamu" ucap Kaia pelan.


"Bagaimana...?" Thara memang melihat ada kemiripan antara ibu Aisyah dan mama Santhy namun entah kenapa dengan ibu Aisyah ada perasaan hangat dan...aman serta nyaman tidak seperti dengan mama Santhy Indrawan. Apakah benar beliau ibu kandungku?


Aisyah dan Kaia bergantian menceritakan apa yang terjadi kepada Thara yang masih tidak percaya bahwa dirinya benar-benar princess Al Azzam. Tanpa sadar Thara melirik ke arah Aidan yang masih memandang ketiga wanita di hadapannya dengan wajah datar.


"Jadi... aku adalah pewaris sah?" bisik Thara.


"Iya sayang. Abahmu adalah anak kandung Hussain Al Azzam sedangkan selama ini Hamid Ali Ikhram hanyalah anak angkat namun kakekmu memberikan nama 'Al Azzam' sebagai nama belakang karena dia diadopsi resmi" papar Aisyah.


"Tapi bajigur itu memang tidak tahu diri!" desis Aidan yang masih kesal belum bisa memangkas bird pria itu sampai ke akar-akarnya.


Thara menoleh ke arah Aidan yang masih memasang wajah jutek dan dinginnya. "Mr Blair, terima kasih sudah menembak Bhizad."


"De nada. Tapi rasanya masih kurang mantap" gumam Aidan.


"Rajendra bagaimana?" Thara kemudian teringat bocah tampan itu yang sekuat tenaga mencoba mencegah Bhizad berbuat asusila padanya hingga Bhizad dengan teganya memukul putra Arjuna hingga terjengkang.

__ADS_1


"Rajendra baik-baik saja, dia anak yang kuat. Baginya yang penting kamu selamat dan semua orang yang membunuh Johnny dan pengawal lainnya sudah dikirim ke neraka." Mata biru Aidan bersirobok dengan netra hijau Thara.


"Alhamdulillah..."


"Iya Alhamdulillah" ucap semuanya.


***


Keesokan harinya Neil Blair datang dari London ke Dubai untuk mendampingi Hasyim Al Azzam mengambil alih semua aset dan kekayaan miliknya yang direbut oleh kakak angkatnya.


"Aku akan bekerja sama dengan semua bank, pemegang saham dan para pengikutnya Al Azzam termasuk para pengacara Hamid bukan Al Azzam" ucap Neil Blair.


"Nama aslinya Hamid Ali Ikhram, Neil" ucap Joshua. "Bukan Hamid bukan Al Azzam."


"Ooohhh. Memang gue pikirin. So, Joshua. Apakah kamu sudah mendapatkan semuanya?" tanya Neil.


"Hasil pengumpulan data, berkas dan semua surat penting dari anak buahmu disini dan hasil hacking aku serta Abian, ada semua disini." Joshua menyerahkan satu bendel berkas kepada Neil.


Neil menerimanya dan mulai membaca berkas itu dan menyeringai. "I love my family meskipun bar-bar."


***


Berita tentang penyerangan yang dilakukan oleh keluarga Al Jordan dan keluarga Pratomo menjadi trending topik apalagi setelah banyak saksi yang memberikan pernyataan tentang apa yang terjadi di balik istana Al Azzam selama ini.


Ditambah dengan terkuaknya siapa sebenarnya penguasa Al Azzam seharusnya dan bagaimana bejatnya kelakuan Hamid dan kedua anaknya yang sudah tewas di tangan pengusaha terkenal Arjuna McCloud dan chef profesional Aidan Blair.


Nama kedua keluarga itu pun menjadi buah bibir di semua kalangan pengusaha dunia. Don't messed up with that family, nyawa taruhannya.


***


Hasyim Al Azzam beserta Neil dan Duncan Blair mendatangi kantor polisi pusat Dubai dan menemui kapten Ahmed yang membawa ketiga orang itu ke ruang interogasi.


Marco, Mario dan Nathan menunggu di ruang tunggu kantor polisi itu sembari mengawal ketiga orang yang masuk meskipun mereka tahu, Duncan dan Neil mampu membela diri.


Kapten Ahmed pun membawa masuk Hamid Ali Ikhram ke dalam ruang interogasi itu dan Hamid terkejut melihat Hasyim datang tidak sendiri. Mata tuanya mengenali pria berkacamata dengan wajah dingin itu.


Neil Blair.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Don't forget to like vote n gift


Thank you for reading and support author


Happy holidays, be safe mudiknya

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2