
New York USA
Benji mengulang rekaman CCTV itu berulang kali dan mengelus dadanya untuk menetralisir degupnya.
"Mas Abi! Bang Travis!" Sedikit panik, remaja tampan itu langsung melakukan panggilan telepon meskipun tahu di Jakarta baru jam lima subuh.
"Apa...Ben?" jawab Abi dengan suara serak khas bangun tidur.
"Mas, bisa ke ruang kerja bang Travis? Sekalian seret bang Travis!" suara Benji terdengar mendesak.
"Mas Abi bangunin Travis dulu. Nanti aku telpon."
Sepuluh menit kemudian, dua sepupu itu sudah menampakkan diri di layar iMac Benji dengan wajah bantal semua.
"Kamu tuh nggak tidur? Hoooaaahhmmm..." tanya Travis sambil menguap.
"Sini tuh baru sore bang. Emang Jakarta yang sudah subuh. Anyway, aku sudah mengirimkan hasil hack Jasa Marga Semarang. Untung firewall nya receh jadi aku bisa dapat apa yang aku cari. Buka aja file nya via email bang" ucap Benji. "Mobil yang dipakai mbak Gandari itu Innova Venturer warna putih plat H 1234 GD. Coba dilihat begitu keluar dari rest area 429A, mobil itu berjalan agak melambat."
Abi dan Travis melihat mobil Innova itu berjalan sedikit kencang hingga masuk ke tol kilometer 432, mobil itu oleng hingga selip dan menabrak pembatas jalan hingga terguling. Sebuah mobil Toyota Fortuner berhenti di belakangnya dan pengemudinya bergegas menuju mobil Innova itu. Mereka berdua mengenali bahwa orang yang turun adalah suami istri Frank yang berusaha mengeluarkan Gandari dan kedua orangtuanya.
Mereka melihat Jennifer membopong Gandari keluar sedangkan Jason berusaha membuka pintu penumpang dibantu dengan banyak orang yang berhenti dan petugas jasa marga pun datang.
"Beruntung mobilnya tidak meledak, Bi" ucap Travis. Abi hanya bisa beristighfar melihat bagaimana kecelakaan itu terjadi. Untung Gandari selamat..
"Ben, apa ada video saat mereka masuk rest area 429?" tanya Abi.
"Ada mas." Benji pun memperlihatkan saat mobil Innova itu masuk melalui tol Krapyak membuat Abi dan Travis menontonnya dengan serius. Tidak ada yang aneh pada mobil itu sampai masuk ke rest area 429A.
"Ben, coba kamu hack semua CCTV yang ada di rest area. Aku curiga kok mobil itu diutak-atik saat parkir disana." Travis menatap adik bontotnya.
"Sudah dong! Ini Benji dapat dari hasil hack kamera di Starbucks, area pujasera, Alfamart dan kopi kenangan."
Kedua kakaknya melihat mobil itu parkir di depan deretan pujasera dan tampak mereka makan di restoran Padang Sederhana yang posisinya sedikit menyerong dari tempat mereka parkir.
Keduanya terbelalak melihat ada dua orang yang mendekati mobil Innova itu dan mengutak-atik bagian depan mobil itu. Dan setelahnya, keduanya pun pergi dan sayangnya kedua orang itu memakai masker yang membuat Abi dan Travis tidak bisa mengenali wajahnya. Ditambah dengan kwalitas CCTV yang tidak terlalu bagus.
"Dari situ tho mobilnya berjalan agak aneh" ucap Benji.
"Berarti benar itu kecelakaan yang disengaja, Bi" cetus Travis.
"Benar dugaanku, bro. Kurang ajar!" umpat Abi geram. "Ben, tetap tidak bisa tahu siapa ya?"
__ADS_1
"Kasih Benji waktu ya mas. Biar Benji utak-atik semua CCTV yang ada. Nanti Benji kabari."
"Good job Ben, nanti voucher belanja Prada aku kirim" ucap Abi.
"Yes! Thanks mas" senyum Benji bahagia. Si bontot itu sebenarnya tidak masalah membantu kakak-kakaknya tanpa pamrih tapi mereka selalu tahu memberikan imbalan ke dirinya meskipun hal - hal yang sederhana tapi barang yang diberikan bukan barang murah.
***
Mansion Blair Jakarta
Travis memberikan hasil rekaman CCTV 12 tahun lalu hasil hacking Benji. Jason dan Jennifer Frank bersama dengan Gandari tampak terkejut melihat rekaman itu.
"Kamu itu mau kemana Ndari?" tanya Abi saat mereka usai sarapan.
"Kami mau ke Solo karena papa ingin kulineran disana tapi kami sebelumnya pergi ke area BSB untuk bertemu klien papa disana setelahnya dari tol Krapyak kita langsung ke solo" ucap Gandari.
"Siapa yang melakukan ini Abi?" tanya Jason Frank yang wajahnya tampak geram melihat kecelakaan itu tampak disengaja.
"Pelakunya masih diselidiki oleh Benji, adik kami yang juga seorang hacker. Mungkin pada saat kejadian itu, polisi berasumsi mobil Gavin Pramudana memang terjadi malfungsi yang tidak disengaja. Dan aku yakin, pasti polisi tidak menyelidiki lebih lanjut kan?" Abi menatap ke ketiga orang disana.
"Sayang bukan Oom Thomas dan Kapten Kosasih yang di Semarang ya. Bisa diomeli Daddy kalau kerja ga becus" kekeh Travis.
"Jadi ini kita sampai Semarang, apa yang pertama akan kita lakukan?" tanya Gandari.
***
Semarang Jawa Tengah
Abi langsung jutek saat turun dari pesawat mendapatkan cuaca terik di kota Semarang. Begitu juga suami istri Frank yang terkejut betapa panasnya kota Atlas yang terkenal dengan lumpianya.
"Duh panasnya!" keluh Abi sambil membuka jaketnya yang hanya menyisakan kemeja abu-abu yang lengannya dia gulung hingga ke siku.
Sumuk ya Bi? Kalau aku beda mindset sumuknya...
"Namanya juga Semarang, Bi" kekeh Travis yang memilih pakai kemeja coklat dengan kaus hitam. "Mau topi Bi?"
Ini malah nawarin topi
__ADS_1
Abi hanya memicingkan matanya saat mereka masuk ke bagian imigrasi untuk pemeriksaan pasport dan barang bawaan.
"Makanya punya body jangan gedhe - Gedhe. Elu tuh makin mirip sama Opa Duncan lama-lama" gelak Travis.
"Lu tuh makin nyebelin ya?" sungut Abi.
"Selamat datang ke Semarang, Mr O'Grady, Mr Travis, Miss Pramudhita, Mr Frank dan Mrs Frank" ucap petugas bandara bagian imigrasi setelah memeriksa pasport kelimanya.
"Terima kasih" balas mereka semua yang menuju ke sebuah mobil Alphard hitam yang sudah menunggu.
"Pak Travis" sapa pria berusia empat puluhan itu.
"Pak Rahman. Gimana? Masih belum mau bicara?" tanya Travis ke salah seorang anak buahnya yang memang dikirim ke Semarang.
"Masih belum mau pak" ucap Rahma sambil memasukkan koper-koper mereka di belakang.
"Ya sudah. Kita ke hotel dulu saja untuk meletakkan barang bawaan, makan siang baru kita menemui pengacara papa kamu Gandari. Gimana?" Travis menoleh ke arah gadis itu.
"Aku ikut enaknya mas Travis gimana. Yang jelas hari ini aku dapat jawaban pembuka" jawab Gandari.
"Ya sudah. Yuk masuk."
***
Di dalam mobil menuju hotel Gumaya, ponsel Travis berbunyi dan wajah pria itu tersenyum.
"Hai cantik. Apa kabar sayang?" sapa Travis yang Abi tahu pasti kekasihnya Rahajeng yang menelpon.
"Mas Abi..." panggil Gandari yang duduk di sebelahnya di kursi belakang.
"Apa Gandari?"
"Aku... harus bayar berapa ke mas Travis? Bukannya kalau memakai jasa pengacara keluarga Blair itu paling tidak $10,000 per jam ya?" Wajah Gandari tampak cemas. Berapa duit untuk 24 jam x 14 hari x $10,000?.
Abi melongo. "Sempat ya kamu mikir tarif?"
***
Yuhuuuu Up Malam
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️