My Cold Chef

My Cold Chef
Rencana Rajendra dan Aruna


__ADS_3

Aruna mengetuk pintu bewarna biru itu dan terkejut melihat ada seekor anjing Beagle yang langsung menghampiri nya.


Cleo, anjing milik Rajendra langsung mengendus-endus dirinya dan membuat Aruna mematung. "Jendraaaa...ini anjingnya gigit nggak?" teriaknya di depan pintu.


Rajendra melongo. "Cewek judes!"


Aidan yang melihat Aruna panik hendak menghampiri namun kalah cepat dengan Thara yang sudah mendatangi Aruna.


"Aruna takut anjing?" tanya Thara sambil berjongkok di hadapan gadis cilik itu.


"Nggak takut Tante, soalnya di kebun, papa punya anjing penjaga juga. Tapi ini kok kayak judes sama aku" Aruna melirik ke arah Cleo.


"Coba dielus Cleonya. Sini, Tante bawakan kotaknya biar Cleo kenalan sama Aruna" senyum Thara. Sikap lembut Thara tidak lepas dari pengamatan Aidan dan Rajendra.


Aruna menyerah kotak berisi kue dan mulai mengusap kepala Cleo yang langsung menempel ke gadis cilik itu.



"Nah kan, Cleonya baik kan? Ayo Cleo, kembali ke kasur." Cleo the Beagle pun menurut dan Thara berdiri lalu menggandeng Aruna menuju tempat tidur tempat Rajendra posisi setengah duduk.


"Hai, Runa" sapa Rajendra dengan suara serak khas radang.


"Udah mendingan?" Aidan pun menyingkirkan baki bekas makan Rajendra dan memberikan tempat buat dua anak TK itu berinteraksi. Aruna pun duduk di pinggir tempat tidur Rajendra.


"Masih sakit" ucap Rajendra dramatis yang membuat Aidan melotot tidak percaya keponakannya penuh drama mirip ayahnya sedangkan Thara menutup mulutnya yang tertawa kecil.


"Gayamu!" cebik Aruna. "Cowok kok lemah!"


Rajendra menganga. "Ya Allah judesnya!"


"Aku bawakan bolu kukus buat kamu." Aruna mengambil kotaknya dan membukanya.


Aidan memanggil pelayan untuk membawakan piring dan setelahnya dia berjalan ke tempat tidur Rajendra dan pelayan itu membawakan baki berisikan mangkuk kotor ke belakang.


"Sini Oom tata bolunya." Aidan lalu menata bolu itu dari kotak yang dibawa Aruna.


"Wah cantiknya" puji Thara yang duduk di sebelah Aruna. "Siapa yang membuat?"


"Mama sama aku, Tante."


"Bohong ah!" ledek Rajendra.


"Eh beneran tahu!" balas Aruna sambil melotot sebal.



"Enak!" ucap Aidan yang mencicipi kue bolu itu.


"Enak Oom?" tanya Rajendra sambil mengambil bolu kukus yang coklat.


"Kalau Oom bilang enak, ya enak." Rajendra lalu mengigit bolu itu dan memberikan jempol ke Aruna. "Enak!" Wajah Aruna tampak senang dan tersenyum lebar.


"Udah dibilangin nggak percaya!" ucap gadis cilik itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ai, bisa minta satu?" pinta Thara. Aidan menatap Thara dan ini adalah kali pertama mereka saling bertatapan. Tanpa bicara Aidan memberikan bolu bewarna hijau ke Thara. "Terima kasih."


"Hhhmmm" gumam Aidan.


Setidaknya ada jawaban biarpun hanya hhhmm.


Thara pun memakan bolu buatan Aruna dan memuji rasanya.


"Runa, tahu nggak, Oom dan Tanteku itu chef lho!" ucap Rajendra bangga yang membuat Aidan dan Thara terkejut. Oom dan Tanteku?


"Ohya? Chef apa?" tanya Aruna antusias ke Thara.


"Chef pastry, yang bikin kue macam seperti ini, roti, kue mochi dan banyak makanan manis-manis" jawab Tahra.


"Kalau Oom?"


"Masak makanan berat" jawab Aidan.


"Beton, batu, es balok" goda Thara yang membuat Aidan melotot kesal namun dua bocah disana tertawa cekikikan.


"Oom, yang spesifik dong!" gelak Rajendra.


"Hhhmmm masakan Western dan Asian" jawab Aidan sambil menatap tajam ke Thara.


"Oom namanya Oom Aidan ya?" tanya Aruna.


"Iya. Kenapa?"


"Papa sering bercerita tentang chef bernama Aidan yang selalu membeli partai banyak hasil pertanian papa."


"Aruna Kenes Lewis."


Aidan melongo. "Lewis Farming?" Aruna mengangguk. "Astaga! Kamu anaknya Aksara dan Ghania?" Aruna mengangguk lagi. "Ya ampun, dunia sempit. Sekarang papa mama kamu dimana?"


"Di bawah Oom, sama papa mamanya Rajendra."


"Memang kenapa Aidan?" tanya Thara bingung.


"Mereka sahabatku" senyum Aidan. "Oom ke bawah dulu." Aidan pun meninggalkan mereka.


"Runa, kamu pernah ketemu Oom Ai?" tanya Rajendra.


"Belum pernah tapi papa sering cerita."


"Rajendra, Aruna, Tante ke bawah dulu ya. Kalian ngobrol saja dulu." Thara pun keluar kamar Rajendra.


"Oom Aidan dan Tante Thara sudah menikah?" tanya Aruna ke Rajendra.


"Belum. Masih marahan" cebik Rajendra. "Orang dewasa kalau marahan lama!"


"Memang mereka marahan kenapa?"


"Nggak tahu. Misi mendekatkan mereka bisa terancam gagal dong!" Rajendra pun manyun.

__ADS_1


"Kamu tuh, nggak cuma ceroboh tapi sok jadi cupid!" kekeh Aruna.


"Eh Runa, kita coba dekatkan mereka lagi gimana?" cengir Rajendra.


"Caranya?" Rajendra membisikkan sesuatu ke Aruna dan mata coklat gadis cilik itu semakin melebar.


***


Thara melihat bagaimana Aidan tampak antusias bertemu dengan dua orang asing di ruang tengah bahkan mereka sangat akrab. Dan Thara melihat bagaimana mata Aidan menatap Ghania, matanya penuh cinta. Apakah Aidan mencintai Ghania?


"Lho anak-anak masih di kamar Thara?" tanya Rain saat menengok ke atas dan melihat Thara berdiri disana.


"Masih Tante" jawab Thara.


"Sini turun, Tante kenalkan dengan papa mamanya Aruna." Thara pun menurut panggilan Rain.


"Ma, aku keatas dulu ya melihat Rajendra" pamit Sekar sambil menggendong Rama.


"Rama aku gendong saja sayang. Kasihan kamu berat" bujuk Arjuna. Rama Saban habis diimunisasi, tidak bisa lepas dari gendongan Sekar maupun Arjuna. Sekar pun menyerahkan Rama ke papanya dan berjalan menuju tangga. Saat berpapasan dengan Thara, Sekar membisikkan sesuatu.


"Sabarlah dengan Aidan. Butuh proses untuk menghadapi egonya" ucap Sekar yang dijawab anggukan Thara.


"Ayo sini kenalan. Ini Aksara Lewis dan ini istrinya Ghania. Aksara blasteran Turki-Inggris sedangkan Ghania asli Jawa." Rain memperkenalkan Thara ke pasutri itu. "Ini Thara Azalea, chef pastry di RR's Meal."


"Oh my, Anda Princess Thara yang sempat ramai saat diculik bersama Rajendra ya?" Ghania menatap Thara tidak percaya.


"Jangan begitu lah, disini saya hanya Thara Azalea, bukan princess" ucap Thara merendah.


"Syukurlah kalian bisa pulang dengan selamat" sahut Aksara tulus. "Aruna cerita sambil nangis-nangis kalau Rajendra diculik orang jahat."


"Oh Astaga, dia juga melihat saat Johnny ditembak!" bisik Thara yang tiba-tiba teringat peristiwa itu.


"Aruna sudah kami konseling agar tidak trauma lagi. Alhamdulillah sudah mulai membaik, begitu pula anak-anak lainnya. Pihak sekolah langsung tanggap memberikan trauma healing kepada murid-muridnya yang menjadi saksi kasus itu. Para orang tua pun juga menjalani konseling yang sama" papar Ghania.


Aidan melihat keringat dingin mulai keluar dari dahi Thara. Rupanya dia masih trauma mengingat kejadian Johnny ditembak dan dibunuh di depan matanya.


"Kamu baik-baik saja?" bisik Aidan di belakang Thara yang dijawab dengan gelengan.


Rain yang melihat perubahan wajah Thara pun buru-buru memotong pembicaraan soal kasus itu.


"Sudah, jangan kita bicarakan lagi ya. Johnny dan para pengawal sudah tenang di alam sana. Yuk kita ke kamar Rajendra." Rain kemudian berbisik ke Aidan.


"Bawa Thara ke halaman belakang. Trauma dengan Bhizad sudah sembuh, tapi soal Johnny, dia masih belum bisa melupakan."


Aidan hanya bisa mengangguk.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2