My Cold Chef

My Cold Chef
Karl Schumacher


__ADS_3

Sabine menatap mata hijau Karl dengan tatapan marah usai pria itu Melu*mat bibirnya dan tanpa basa-basi, sebuah bogem mendarat di wajah tampan pria yang bertato nyaris di seluruh tubuhnya.


Karl pun terjengkang dan Sabine langsung berdiri meninggalkan semua orang disana. Para sepupu Sabine hanya bisa berkata...


"Ouch!"


"Uuuhhh pasti sakit tuh!"


"Emang enak dibogem Sabine."


"Yikes! Mantap jiwa bogemnya."


Karl hanya bisa mengusap wajah kirinya yang terasa senut-senut. Buset! Bogemnya!


"Enak Karl?" kekeh Reyhan dengan wajah jahil.


"Mampus lu!" gelak Levi. "Langsung bisa auto coret sama Sabine!"


Karl hanya bisa meringis mendengar ledekan para cicit klan Pratomo. "Kalian tidak menghajar aku? Yang sudah main cium saudara kalian?"


"Tidak usah! Bogem Sabine sudah cukup. Oh, memarnya bisa sampai seminggu lho" gelak Kaia tanpa beban.


Whaaaatttt?


***


Sabine memacu Aston Martin miliknya menuju rumah sakit tempat Rajendra dirawat. Hatinya sangat kacau setelah pria Jerman itu mencium bibirnya dengan lembut tapi intens. Karl Schumacher! Kurang ajar! Pencuri ciuman pertamaku! Pria brengsek!


Sebar-barnya Sabine, dia selalu ingat pesan mamanya. Jagalah dirimu. Hanya berikan hartamu yang paling berharga kepada suamimu. Dan bagi Sabine bibirnya hanya boleh diberikan kepada suaminya dan sekarang sudah dicuri oleh pria Jerman yang menyebalkan! Apa kata papa kalau ...


"Aaaarrggghhhh! Brengseeeekkkk! Papaaaaa! Ada nggak sih sabun yang bisa mencuci bibir biar balik suci lagiiii!" teriak Sabine di dalam mobil.


Senna Al Jordan sudah pasti tidak akan suka dengan Karl Schumacher, sudah tatoan, beda lagi! Sabine rasanya ingin segera tiba ke rumah sakit dan menemui Rajendra. Bodo amat Arjuna protes dirinya minta tidur dengan keponakannya, yang penting hatinya berkurang galaunya!


***


Aidan yang mendengar bahwa Karl mencium Sabine langsung memegang pelipisnya. Bisa-bisanya sahabatnya cari mati ke Senna Al Jordan! Aidan sangat tahu karakter Oomnya satu itu dan kriteria pasangannya Sabine yang jelas Karl tidak masuk daftar.


Bertato, beda. Aidan pernah melihat bagaimana tato Karl yang ada di nyaris seluruh tubuhnya ketika mereka berenang di mansion Blair.


Makin kacau saja keluarga ku. Aidan tertawa kecil membayangkan bagaimana gegerannya Sabine dan Karl ke depannya.


Aisyah dan Thara yang melihat Aidan tertawa kecil sembari menatap ponselnya merasa bingung.


"Nak Aidan, ada apa?" tanya Aisyah. .


"Oh ini Umi, Sabine dan Karl ada gegeran di mansion. Kayaknya bakalan ramai deh nanti kalau Oom Senna tahu" senyum Aidan. Setelah kejadian kemarin, Aidan mulai hangat kepada Aisyah dan Thara. Perasaan lega setelah berhasil membebaskan Thara dan Rajendra, membuatnya lebih relaks.


"Tatonya nak Karl itu ampun deh" komentar Aisyah.


Thara menatap wajah ibunya. "Tattoo?"

__ADS_1


"Iya. Tatonya Karl hampir sebadan" jawab Aidan.


"Kok chef Blair tahu?" tanya Thara bodoh.


"Hei, aku bersahabat dengan anak itu sudah lama dan dia sering berenang di mansion."


Thara menatap horor ke Aidan.


"Jangan berpikiran macam-macam, princess!" Mata biru Aidan menatap judes ke Thara yang membuat gadis itu tertawa. Tawa yang sudah lama tidak didengar Aidan.


Aisyah memukul pelan bahu putrinya. "Kamu tuh! Masa nak Aidan nggak normal?"


"Lha selama aku bekerja di RR's Meal, chef Blair dingin-dingin saja sama wanita. Hangat cuma dengan mbak Sekar... " Thara terdiam. Tapi dia memelukku erat saat Bhizad hendak... Wajah Thara tiba-tiba memerah. Ya Tuhan! Dia juga setia menunggui aku di rumah sakit, hangat dengan Umi...


Aidan yang melihat perubahan wajah Thara menjadi bingung. "Thara? Kamu ada yang sakit? Kenapa wajahmu memerah?"


Thara memandang Aidan. Wajahku? Memerah? Seriously?


"Apa perlu aku panggilkan dokter?" tawar Aidan.


"Tidak usah! Aku istirahat saja!" cegah Thara.


"Are you sure? Tapi kamu..."


"TIDAK USAH AI!" bentak Thara yang membuat Aidan dan Aisyah terkejut. Melihat kedua orang itu menatap dirinya dengan tatapan bingung, Thara langsung menarik selimutnya hingga ke wajahnya. "Aku ... mau tidur."


Aidan hanya menatap Thara dengan wajah bingung. Apa di infusnya ada obat yang salah, jadi Thara seperti itu? Setelahnya pria tampan itu keluar dari ruang rawat inap Thara guna mencari kopi.


"Umi, saya cari kopi dulu. Umi mau nitip apa?" tawar Aidan.


"Thara?" Aidan bertanya ke gadis yang masih setia menutupi dirinya dengan selimut.


"Roti Strawbery" ucapnya pelan.


"Oke." Pria itu pun menutup pintu kamar Thara pelan.


Setelah Aidan pergi, Aisyah menepuk bahu putrinya.


"Kamu kenapa?" tanya Aisyah sambil tersenyum.


Thara pelan-pelan membuka selimutnya dan mata hijaunya menatap sang Umi.


"Thara malu Umi."


"Malu kenapa?"


"Thara salah bicar tadi Umi."


Aisyah pun berpikir. "Apa kamu suka dengan nak Aidan?"


Thara melongo. "Siapa yang suka dengan pria dingin seperti kulkas berjalan itu Umi? Thara tidak suka dengan Aidan."

__ADS_1


Aisyah hanya mengangguk sembari tersenyum simpul.


"Beneran Umi! Thara tidak suka Aidan."


"Iya sayang" senyum Aisyah sambil mengelus kepala Thara. Semoga Aidan adalah jodohmu sayang meskipun kemungkinan itu kecil, mengingat kamu sudah mengalami kejadian tidak mengenakan.


***


Arjuna melongo melihat Sabine datang dengan wajah kesal. Berita tentang Karl yang mencium sepupunya itu, sudah dibaca oleh Arjuna. Pelaku penyebar berita beserta fotonya tidak lain tidak bukan adalah Levi dan Arya.


"Are you okay, Bine?" tanya Arjuna. Rajendra sedang tidur setelah makan dan minum obat.


"No, I'm not okay" dengus Sabine sebal lalu duduk di sebelah sepupunya.


"Enak dicium Karl?" goda Arjuna. "Adduuuhhh!" Bahu kekar Arjuna terkena bogem Sabine. "Bar-bar mu sama parahnya sama Sekar!"


"Istrimu bar-bar juga?" lirik Sabine.


"Semenjak hamil Rama mulai savage dan anaknya sudah brojol pun masih savage. Aku harus terima lah!" seringai Arjuna. "Lagipula, dia satu-satunya wanita yang bisa membuatku jungkir balik."


"Sekar sudah tahu soal pengawal itu?" tanya Sabine.


"Sudah dong! Langsung auto bahagia dan tapi habis itu aku dimarahi karena telat menyelamatkan Jendra dari pukulan Si bajigur itu!" Arjuna menatap sendu ke Sabine. "Alamat aku harus tidur di sofa besok."


Sabine tertawa. "Deritamu Jun."


Arjuna langsung cemberut.


"Eh iya Jun, aku tidur dengan Jendra ya. Biar hatiku enak dan mood ku bagus."


"Bilang dulu sama Sekar. Tahu sendiri kan istriku kalau marah macam macan mau brojol."


Sabine melongo. "Astagaaaaa! Junjun! Gue laporin ke Sekar!"


"Eh jangan dong!"


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


***


Sekilas tentang novel My Boyfriend is Not A Trans*gender itu memang lebih menceritakan sisi David Hakim Satrio, kekasih Anandhita Ramadhan.


Alurnya agak slow karena masih banyak cerita lagi. Kalau ada yang cari Hoshi, Travis, Arimbi ataupun Anarghya ... ditunggu saja.

__ADS_1


regards


Hana Reeves


__ADS_2