
Staten Island, NY
Shailendra mendatangi mansion milik keluarga Blair untuk kesekian kalinya. Tadi saat dirinya masuk kantor, sekretaris Kaia Blair O'Grady menyuruhnya untuk datang ke kediaman Duncan di Staten Island. Shailendra diberikan ijin untuk tidak masuk satu hari demi ke rumah Opa Reana dan Abi itu.
Setelah penjaga rumah mengijinkan masuk, Shailendra pun duduk di ruang tamu mansion itu. Tak lama, Duncan pun keluar bersama dengan Rhea sembari bergandengan tangan. Kedua pasutri yang sudah tidak muda lagi memang terkenal dengan kemesraannya sejak kecil.
"Selamat pagi Pak Duncan, Bu Rhea" salam Shailendra sambil menyalami keduanya.
"Duduk Shailendra" ucap Duncan sambil duduk di sofa bersama dengan Rhea, istrinya yang sudah diklaimnya sejak masih di awang-awang. Bahkan Duncan dan Edward, Daddynya, dulu sampai bertengkar dengan ayah mertuanya demi mendapatkan Rhea. ( Baca Menikahi Suami Sahabatku dan My Rey ).
"Ada apa pak Duncan memanggil saya kemari?" tanya Shailendra bingung.
"Apa benar kamu menentang hubungannya Pandu dengan Reana?" tanya Duncan tanpa basa basi.
Shailendra terkejut namun dia mengangguk membenarkan.
"Kenapa?" tanya Rhea gemas mengingat tadi pagi Kaia bercerita Reana ingin menemui Shailendra untuk memperjuangkan hubungannya dengan Pandu. Rhea hanya meminta Kaia dan Rhett tidak usah ikut campur karena Shailendra adalah orang yang ditarik Duncan dari Jakarta ke New York.
Apa Shailendra tidak mengenal keluarga kami dengan baik? Apa dia lupa kami seperti apa?
"Saya... hanya tidak ingin Pandu terluka..."
"Pandu terluka? Kenapa?" tanya Duncan dengan suara baritonnya. "Shailendra, apa kamu tidak paham siapa kami?"
"Saya..." Shailendra menunduk.
"Siapa yang akan mencelakakan Pandu?" tanya Rhea bingung.
"Rey, sepertinya Shailendra ada sesuatu yang membuatnya berpikiran seperti itu" ucap Duncan ke arah istrinya yang awet cantik.
__ADS_1
"Ceritakan pada kami, Shailendra. apa yang kamu takutkan? Atau apakah kamu memiliki masalah dengan kami?" Rhea menatap tajam ke Shailendra.
"Maaf jika saya harus bercerita kepada pak Duncan dan Bu Rhea, mengapa saya agak terlalu ekstrim melindungi Pandu, sebab saya tidak mau Pandu mengalami seperti apa yang saya alami." Shailendra menatap Duncan dan Rhea sedikit takut.
"Apa yang terjadi padamu Ndra? Bukankah kamu bahagia menikah dengan istrimu dan memiliki dua anak yang cakap?" Duncan menatap Shailendra dengan tatapan bingung.
"Saya sebenarnya pernah berada di posisi Pandu, mencintai seorang anak gadis yang juga dari keluarga Sultan. Saya hanya anak seorang petani dan bekerja di perusahaan ayah gadis itu. Saya jatuh cinta setengah mati dengan anak boss saya itu namun ketika saya memberanikan diri untuk melamar, saya hanya mendapatkan hinaan pada saat saya datang bersama dengan orang tua saya yang sangat sederhana. Apalagi saat keluarga besarnya mengetahui saya hanya anak seorang petani dan dianggap tidak satu level, mereka semakin gencar menghina. Mungkin kalau menghina saya, saya masih bisa terima tapi ini kedua orangtua saya yang mereka hina."
Mata Shailendra tampak berkaca-kaca. "Ibu saya sampai rumah mengalami stroke pak Duncan, Bu Rhea. Dan sejak saat itu saya berjanji pada diri saya, jika saya memiliki anak laki-laki dan mengalami kejadian seperti saya, saya akan melarangnya karena saya tidak mau putra saya dihina seperti saya dulu. Akhirnya saya keluar dari perusahaan itu dan diterima di MB Enterprise cabang Jakarta. Saya bertemu dengan istri saya yang sekarang dan saya bisa bekerja dengan bapak di New York."
Duncan dan Rhea saling berpandangan.
"Shailendra..."
"Ya pak."
"Kamu mengenal Eiji Reeves?" tanya Duncan. "Kamu mengenal Ghani Giandra?"
Duncan mengangguk. "Apakah kamu tahu siapa besan mereka?"
Shailendra menggelengkan kepalanya.
"Kakak ipar ku, Ghani Giandra memiliki dua anak, Bara dan Danisha. Bara memang mertuanya mantan diplomat tapi Danisha menikah dengan orang sederhana. Iwan, suami Danisha, adalah anak yatim. Ibunya hanya berjualan toko kelontong dan batik di depan rumahnya."
Shailendra melongo.
"Eiji Reeves. Apa yang kamu ketahui dari sepupu ku itu?"
"Dia seorang pianis legendaris, pak" jawab Shailendra. "Mantan pemilik agency artis terkenal di Jepang dan Asia."
__ADS_1
"Apa kamu tahu siapa besannya? Yanti, istri Levi, adalah anak penjual sate di daerah Mojosongo Solo."
Shailendra menatap Duncan dengan tatapan tidak percaya. "Tapi pak Duncan, apakah..."
"Apakah kami malu? Tidak sama sekali! Kami tidak alergi orang biasa selama orang itu lolos screening keluarga kami. Memang keponakan kami kebetulan menikah dengan anak dari keluarga terkenal tapi kami tidak alergi dengan orang biasa. Danisha lebih memilih tinggal di rumah sederhana bersama dengan Iwan dan ibunya bersama dengan Ega putranya padahal jabatan Danisha lebih tinggi dari Iwan."
"Jadi Shailendra, ketakutan kamu tidak beralasan jika menyangkut di keluarga kami. Keluarga kami tidak seperti keluarga mantanmu itu, kami berbeda." Rhea tersenyum lembut.
"Saya adalah keturunan Pratomo dan dari jaman eyang buyut, hingga ke generasi cucu saya, dipantangkan bagi kami untuk menghina orang lain. Karena kita tidak tahu roda kehidupan berputar. Janganlah selalu melihat keatas, lihatlah ke bawah. Bisa jadi orang yang kamu hina, besoknya akan melebihi kamu. Kita tidak pernah tahu skenario Allah SWT dan yang harus kita lakukan harus berbuat baik dengan siapa saja baik itu kawan ataupun lawan. Jadi Shailendra, janganlah kamu larang hubungan Pandu dengan Reana. Mereka berdua saling mencintai dan saya jamin, kami semua menyukai Pandu, apalagi Kaia memuji kinerja anak kamu di Surabaya." Duncan tersenyum ke arah pegawainya.
"Tapi pak Duncan, apakah pantas mengingat Pandu hanya anak orang biasa sedangkan nona Reana, putri kebanggaan keluarga O'Grady dan cucu anda." Shailendra masih belum yakin.
"Ndra, jika ditanya pantas, pantaslah Pandu ganteng, cerdas, baik dan tampak memuja Reana. Kami lebih melihat dari inner beauty nya. Jangan dikira pria tidak ada inner beauty nya, ada!"
"Inner handsome kayaknya yang pas, bang" senyum Rhea.
"Nah bener itu, inner handsome" kekeh Duncan. "Look Shailendra, Pandu itu hasil didikan kamu, bukan pria neko-neko, pekerja keras seperti halnya dirimu. Dia bisa membuktikan kepada Kaia dan Levi, bagaimana dia bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan. Kamu tahu sendiri kan Giandra Otomotif Co Surabaya amburadul? Dan Pandu bisa menyelesaikan permasalahannya dalam waktu setahun dan itu tidak mudah karena dia harus merombak semua jajaran manajemennya. Bahkan dia dengan berani membuang semua orang-orang yang tidak kompeten dan tidak profesional padahal dia baru dua bulan memegang jabatan disana."
"Jangan pernah meremehkan Pandu, Shailendra. Saya tahu dia anaknya pekerja keras dan juga keras kepala. Bukankah dia sudah bertekad jika kamu tetap bersikeras menentang hubungannya dengan Reana, akan datang sendiri melamar cucuku bukan?" senyum Rhea. "Apakah kamu tidak sedih melihat putramu akan berbuat nekad?"
"Reana lah yang meminta agar Pandu tetap membawa kamu sebagai orangtuanya untuk datang melamar meskipun putramu masih keras kepala. Ndra, anakmu sudah dewasa dan sudah saatnya kamu memberikan jalan untuk berbahagia dengan wanita pilihannya. Aku jamin, Pandu memang jodohnya Reana" sambung Duncan.
Shailendra terdiam mendengarkan ucapan Duncan dan Rhea.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️