My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Aib Kedua Abiyasa


__ADS_3

Ritz Carlton Hotel Manhattan New York


Pagi ini diadakan acara ijab qobul antara Andrew Abiyasa Blair O'Grady dengan Gandari Pramudhita. Semua keluarga besar pun sudah berkumpul dan seperti khas keluarga besar klan Pratomo, acara ijab hanya dihadiri oleh keluarga saja sedangkan resepsi baru semua rekan bisnis, sahabat dan keluarga klan lain yang hadir.


Abi pun sudah siap di tempat yang hendak dipakai ijab. Karena Gandari anak angkat keluarga Frank, maka ditunjuk wali hakim yang merupakan imam mesjid New York sahabat Levi Reeves dan Rhett O'Grady.



Untuk saksi dari pihak Abi, tampak Rhett O'Grady dan Duncan Blair, sedangkan dari pihak Gandari adalah Jason Frank sang ayah dan direktur museum.


Abi sudah tampak gelisah menunggu kedatangan Gandari. Pria yang mengenakan tuxedo biru itu pun berulang kali mengelap keningnya yang berkeringat.


"Kamu tenang saja Bi. Kok macam gasingan" kekeh Duncan ke cucunya yang semakin mirip dengannya waktu muda.


"Iiissshhh Opa. Apa Opa dulu nggak gugup saat mau ijab sama Oma?" Abi melirik ke Opanya.


"Gugup tapi Opa yakin bisa melewatinya" senyum Duncan. "Tanpa drama cincin gelinding yang jelas."


Abi melengos sebal. "Oh come on!"


Rhett dan Duncan tertawa melihat Abi manyun.


Tak lama Gandari pun keluar mengenakan gaun pengantin bewarna putih dan membawa buket bunga. Wajahnya hanya di make up simpel meskipun sedikit tebal.



Abi menatap Gandari tanpa berkedip membuat semua sepupunya heboh meledeknya.


"Sudah siap ya mas Abi" ucap imam mesjid New York yang juga berkebangsaan Indonesia saat Gandari duduk bersebelahan dengan Abi.


"Insyaallah siap pak."


Sebelumnya Jason Frank memberikan permintaan agar imam mesjid menjadi wali nikah putri angkatnya.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Andrew Abiyasa Blair O'Grady bin Rhett O'Grady dengan Gandari Pramudhita binti almarhum Gavin Pramudana dengan mas kawin seperangkat alat sholat, perhiasan senilai $1 juta dan sebuah apartemen di Manhattan dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Gandari Pramudhita binti almarhum Gavin Pramudana dengan mas kawin tersebut, tunai"


"Bagaimana para saksi?"


"SAH!" seru semua orang yang berada di ballroom itu.


Abi menghembuskan nafas lega setelah mengucapkan ijab qobul tanpa salah.


"Mas Abi dipasang cincinnya... jangan gelinding ya" goda imam mesjid New York yang tahu ceritanya dari Rhett.


"Ish pak penghulu nyebelin" cebik Abi sebal membuat semua orang tertawa sampai Gandari harus mengusap bahu kekar Abi.


"Dipasang cincinnya mas" bisik Gandari.


Abi pun mengambil cincin yang sudah disiapkan tapi karena dia masih dongkol, jadi salah jari.


"Lho mas? Kok jari tengah mau dipasangnya?" tegur Gandari.


Abi melongo dan terkejut melihat dia hampir salah jari. Sontak semua sepupunya langsung heboh melihat kekonyolan seorang Abiyasa Blair O'Grady.


"Ya Allah Abiiii!" ucap Kaia gemas.


"Walah, aibnya Abi tambah lagi!" gelak Joey durjana.

__ADS_1


Abi tersenyum kecut lalu memasangkan cincin itu di jari manis kiri Gandari begitu juga dengan Gandari yang memasangkan cincin kawin sederhana yang dipilih Abi. Setelahnya pria bertubuh kekar itu mencium kening Gandari.


***



Yang aibnya nambah lagi


"Kok bisa sih lu masang cincin di jari tengah? Benar-benar deh! Udah Bi, lu nikah sekali seumur hidup! Kacau benar dah!" gelak Travis yang hari ini datang bersama dengan kekasihnya Rahajeng.


"Mas Abi itu mending disuruh hadapi klien menyebalkan daripada ijab qobul" gelak Hoshi.


"Ish mas Abi bikin malu! Untung keluarga doang yang datang ijab, nggak tahu gimana kalau para kolega hadir. Langsung viral" gelak Benji.


"Eh bontot, ga usah rumpi. Besok elu rasain kalau nikah!" cebik Abi sebal.


***


Malam harinya acara resepsi dilaksanakan dan Abi sudah berganti dengan tuxedo biru navy dan sedangkan Gandari juga memakai gaun pengantin yang berbeda.





Para tamu undangan tampak antusias melihat pasangan pengantin itu tanpa mengetahui bahwa paginya ada drama salah masukkan cincin ke jari.


Duncan Blair, Javier Arata, Eiji Reeves dan Joshua Akandra datang menemui semua sahabat yang orang bilang adalah mafia. Marco dan Mario pun bertemu dengan keluarga Bianchi yang berada di New York, begitu juga dengan Joey dan Luca yang bertemu dengan sepupunya.


Benji tampak asyik memeriksa semuanya dari ipadnya tanpa menyadari ada seorang gadis remaja mendekati nya.


"Benji!"


"Masih memeriksa semuanya?" tanya Geun-moon sambil berdiri sejejer dengan Benji.


"Iya. Appa kamu mana?" Benji celingukan mencari Big Jang.


"Tuh! Appa asyik ngobrol dengan Oom Levi dan Pandu Oppa" tunjuk Geun-moon. "Bagaimana acara akadnya tadi?"


Benji tertawa terbahak-bahak mengingat konyolnya Abi lalu bercerita ke Geun-moon yang membuat remaja cantik itu melongo.


"Ya ampun Benji! Abi oppa itu kenapa sih? Lucu banget!" kekeh Geun-moon. "Setidaknya cincinnya nggak gelinding sih."


***


Rajendra dan Rama memperhatikan interaksi Benji dengan Geun-moon sambil tersenyum.


"Pacarnya Benji bukan ya mas?" tanya Rama.


"Kayaknya. Tapi Benji kan masih SMP" ucap Rajendra.


"Kayaknya dia anaknya Big Jang deh" celetuk Hoshi yang mengambil minum dekat dua kakak beradik McCloud itu.


"Serius?" Rajendra menoleh ke arah adik sepupunya.


"Iya, kata Oom Bryan sih begitu. Kan aku tadi tanya." Hoshi menyesap minumannya. "So, apa yang akan kita lakukan untuk menggagalkan malam pertama mas Abi?"


"Tunggu Joey dulu, baru kita pikirkan" cengir Rama.

__ADS_1


***


Eiji dan Ghani tampak asyik mengobrol dengan pemimpin klan Chen. Mereka tampak bernostalgia saat kasus Martinez.


"Beneran nih bocah eh Opa, nyawanya kalau kucing sudah tinggal tiga!" ucap Eiji ke Harry Chen, pengganti ayahnya.


"Kata papa memang Oom Ghani benar-benar polisi tangguh dulu" kekeh Harry Chen.


"Masa-masa heboh ya Ji" senyum Ghani.


"Aku yang shock, G. Kamu kena tembak di depan aku ! Tahu nggak yang terlintas di pikiranku waktu itu, gimana aku bilangnya ke Oom Abi dan Tante Dara" ucap Eiji.


"Untungnya aku selamat jadi masih bisa berdiri disini." Ghani tersenyum.


"Saya ingat bagaimana Madam Yuna Pratomo Blair bersikap saat pertemuan itu" kekeh Harry Chen. "Benar-benar Singa Betina Pratomo."


"Iya, Tante Yuna itu the one and only" ucap Ghani.


***


Abi menatap tidak percaya pesan yang diberikan kepadanya dari seorang pelayan di sebuah secarik kertas.


Ikut kita kumpul atau kamu kami seret!


Joey, Luca, Rajendra, Rama, Travis dan Pandu.


Abi menatap ke keenam orang yang nyengir kuda itu dengan perasaan sebal.


"Kenapa mas?" tanya Gandari.


"Baca saja sendiri!" Abi memberikan kertas itu dan Gandari cekikikan membacanya.


"Sudah, pergi saja daripada diseret. Toh, kita masih ada hari kok mas" senyum Gandari.


"Enak saja!" cebik Abi.


***



Generasi Kelima Klan Pratomo


row 1 : Abi, Alaric, Enzo, Chris


row 2 : Rajendra, Ayrton, Direndra, Luca


row 3 : Rama, Aji, Benji, Joey


row 4 : Pandu, Travis, Tristan, Ega


row 5 : Anarghya, Bima, Bagas, Adrian


Sorry Haris, Taufan dan Hideo gak bisa aku masukkan karena kolomnya maks 20 saja.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2