My Cold Chef

My Cold Chef
Kehadiran Tak Terduga


__ADS_3

"Perdana Menteri Inggris?" beo Ja'far karena pria yang berdiri di hadapannya bukan seperti George Major yang selama ini tampil di publik. Pria ini hanya mengenakan jas musim panas yang santai dengan bahan wol ringan, bukan jas kelas desainer mahal.


"Yes. Saya adalah perdana menteri Inggris yang masa jabatannya masih dua tahun lagi. Anda tidak percaya? Silahkan tanya ke sekeliling anda" jawab George kalem.


Ja'far melihat beberapa pengawal kementerian pun ada lengkap dengan earpiece di telinga masing-masing dan juga para tamu membenarkan ucapan pria berwibawa itu.


Melihat situasi tidak kondusif, Ja'far pun memilih pergi setelah memberikan kode kepada dua wanita yang dibawanya. Aidan bisa melihat bahwa dua wanita itu adalah pengawal pribadi yang bisa jadi tujuannya menculik Thara jika situasinya pas.


Brengseeeekkkk!


Setelah Ja'far pergi, George memberikan kode kepada Aidan untuk berbicara dengannya. Aidan sendiri tidak bisa menolak lalu mengajak sang Perdana Menteri menuju ruangannya setelah memberikan ucapan ulang tahun kepad Sissy Major, istri George.


***


"Bisa kamu jelaskan apa yang terjadi Ai? Sebelum ada konflik internasional. Atau kalau perlu papimu aku suruh kemari?" Mata abu-abu George menatap tajam ke Aidan.


"Jangan uncle. Bisa ramai kalau papi kemari" ucap Aidan melas.


"Hari ini memang hari libur aku yang sudah aku rencanakan jauh-jauh demi Sissy apalagi kemarin istriku mendapatkan kiriman dari Xander camilan lucu-lucu membuat dirinya tidak sabar untuk kemari. Tapi malah ada kadal gurun nongol! Ceritakan semuanya Ai. Jangan ada yang terlewat!" ucap George tajam.


Aidan pun tidak berkutik lalu menceritakan apa yang terjadi. George Major adalah perdana menteri Inggris yang low profile bahkan dia bisa santai makan di pinggir jalan tanpa risih meskipun terkadang membuat pengawalnya pusing. Hari ini adalah ulang tahun istrinya dan George sudah memesan tempat kepada Xander hingga memutuskan untuk cuti satu hari demi menemani Sissy makan di restauran favoritnya tanpa protokoler yang ribet.


George juga bersahabat karib dengan Duncan Blair dan Elang McCloud apalagi kedua ipar itu mengenal George sebelum menjadi perdana menteri. Sebelum terpilih, George adalah dosen di Oxford dan menjadi dosen Danisha, Kris dan Kristal. George mengenal Duncan dan Elang setelah keduanya diundang acara kampus dan sejak itu mereka menjadi sahabat baik.


"Jadi sekarang Thara diungsikan di rumah Arjuna?" tanya George.


"Iya ucle. Tadi Juna datang dan aku meminta tolong membawanya pergi. Lagipula rumah Juna lebih aman" jawab Aidan.


"Sementara aku tidak berbuat apapun, Ai dan Oom juga meminta kamu jangan nekad seperti kakakmu sampai-sampai papimu, suaminya dan Neil Blair pun menjamin. Cukup Kaia yang bar-bar, kamu jangan Ai." George pun berdiri. "Ohya, apakah benar kamu berani akan menghadapi keluarga Buckingham?"


Aidan melongo. "Uncle dengar?" bisiknya.

__ADS_1


"Kamu tuh! Sama saja dengan papimu! Tidak ada takut-takutnya! Kecuali dengan Rhea, baru Duncan jadi anak kucing" kekeh George.


"Kalau saya benar, ngapain takut?!" jawab Aidan dengan gaya yang mirip dengan Duncan.


"Astagaaaaa! Kamu benar-benar fotocopy Duncan! Sayang aku tidak sempat mengenal lebih jauh dengan Opamu, Edward. Seperti apa?"


"Mirip Papi tapi jauh lebih savage" cengir Aidan.


George hanya menggelengkan kepalanya. "Keluarga kalian itu memang parah!"


Aidan hanya terbahak.


***


George kembali ke tempat duduk sebelah istrinya dan mengernyitkan dahinya saat melihat istrinya hanya menatap wagashi di hadapannya.


"Sayang? Ada apa? Kok nggak dimakan?" tanya George bingung.


"Aku tidak tega, George" ucap Sissy sambil tersenyum sedih.


"Ini buatan Rajendra, anak Arjuna. Kok kesannya sayang ya buat dimakan" gumam wanita manis itu.


George melongo. Dasar wanita! Paling lemah melihat yang lucu dan imut.


"Sudah urusannya dengan Ai?" tanya Sissy membuyarkan lamunan George.


"Sudah. Hanya salah paham antar Aidan dan tamu tadi" jawab George sambil tersenyum.


"Semoga tidak berkelanjutan karena aku lihat, orang itu sepertinya orang penting juga" ucap Sissy.


"Iya sayang." Semoga tidak menjadi konflik Internasional.

__ADS_1


***


Thara dan Rajendra sampai di rumah Arjuna dan segera masuk melalui pintu garasi yang menghubungkan rumah. Arjuna tidak mau ada orang yang melihat Thara di rumahnya bahkan tadi dia meminta gadis itu merebahkan diri di kursi tengah Ranger Rovernya agar tidak terlihat oleh siapapun. Pintu garasinya memang diprogram otomatis hingga menutup dengan sendirinya ketika mobil sudah masuk dan terparkir didalam.


Sebelumnya...


Arjuna melihat bahwa ada beberapa orang yang keturunan timur tengah berkeliaran di sekitar restauran dengan baju sipil sedangkan pegawal perdana menteri pun ada disana. Calon Daddy itu memilih menghindari konflik internasional dengan meminta Johnny mengambil mobilnya dan memarkirkan di depan pintu belakang dapur. Thara segera masuk dengan masker di wajahnya sedangkan Rajendra duduk di depan bersama ayahnya.


"Saya akan mengawal anda dari jauh, tuan Arjuna" ucap Johnny.


"Oke John, berhati hatilah."


Arjuna dan Rajendra sama-sama saling waspada dengan sekelilingnya. Hati kecil Rajendra takut jika terjadi sesuatu dengan Tante Tharanya. Arjuna menghembuskan nafas panjang setelah mereka semua sampai di rumah dengan selamat.


***


"Jadi orang itu datang ke restauran mas Aidan?" tanya Sekar setelah Arjuna menceritakan apa yang terjadi.


"Iya sayang. Tapi aku yakin Ai baik-baik saja disana karena selain ada Xander tapi kedatangan tamu yang diluar dugaan akan menjadi bantuan yang dibutuhkan" seringai Arjuna.


"Apa maksudnya mas?"


"George Major makan disana bersama dengan Sissy, istrinya."


"Perdana Menteri Inggris itu?" Sekar melongo.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2