
Aiden menatap Thara dengan perasaan bingung. Apa maksudnya dengan Do the right thing?
"Ladies and gentlemen, Mr Aidan Blair adalah orang dibalik menu-menu pastry yang selalu berubah setiap Minggu agar kalian tidak merasa bosan dan monoton. Silahkan Mr Blair untuk menyampaikan bagaimana ide itu tercetus" Thara mempersilahkan Aidan untuk menyapa para pelanggannya.
"Well, saya sangat senang dan merasa terhormat dengan semua pelanggan RR's Meal terutama yang di West End. Ide membuat berbagai macam pastry ini juga karena keponakan saya yang memilih chef Thara Azalea untuk menjadi chef pastry disini." Aidan menoleh ke Thara yang masih memasang senyum manis.
"Seperti kita tahu, setiap Minggu kami selalu membuat tema dan menu yang berbeda baik disini maupun semua cabang RR's Meal seluruh dunia. Dan memang baru cabang West End yang sudah memiliki chef pastry yang mampu menyesuaikan menu dengan tema yang dipilih."
"Mr Blair" salah seorang pengunjung mengacungkan tangan.
"Ya?"
"Apakah ada rencana membuat toko pastry sendiri? Sebab kami sangat menyukai pastry disini karena rasanya pas di lidah dan cocok untuk acara minum teh."
Aidan melirik ke arah Thara dan Stacy yang memberikan gelengan pelan karena bagi mereka berdua, membuat pastry yang pasti habis lebih tepat daripada harus membuka toko.
"Sementara kami belum kepikiran kesana karena kami ingin mempertahankan ke eksklusif an dari pastry kami." Aidan menjawab dengan lugas. "Jadi jika ingin mendapatkan pastry buatan kami, tetap lah datang ke RR's Meal."
Para pengunjung pun mulai banyak melakukan tanya jawab ke Aidan hingga jam tutup restauran. Arjuna sendiri sudah berpamitan pulang karena Rajendra sudah mengantuk.
Usai acara dadakan yang diprakarsai oleh Rajendra, Thara dan Stacy lalu membereskan meja tempat mereka mempraktekkan membuat wagashi.
"Jadi ini maksudmu dengan do the right thing? Membuat pamor RR's Meal naik?" tanya Aidan.
"Apakah anda tidak suka chef?" sahut Stacy.
"Honestly, aku tidak keberatan jika kita melakukannya lagi suatu saat nanti" jawab Aidan santai. Ternyata sangat menyenangkan membuat acara mendadak seperti ini.
Stacy dan Thara tersenyum senang mendengar ucapan Aidan.
Malam ini menjadi malam yang berbeda karena terjadi interaksi antara Aidan dan para pelanggannya membuat nama RR's Meal serta Aidan Blair semakin terkenal, bahkan di sosial media menjadi trending topik. Aidan dijuluki the most hot chef in London, the most illegible bachelor dan banyak panggilan lainnya.
***
Di ruang kerjanya, Aidan menerima telepon dari sang mami yang gemas melihat cucunya beraksi dengan Thara dan Stacy.
"Mami seneng deh lihat kamu akur sama Thara" ucap Rhea lewat panggilan video.
"Mami, please don't" ucap Aidan jengah.
"Rajendra benar-benar keren, nggak kaget kalau dia cicit Oom Ryu Reeves. Dia bakalan lebih dari kamu lho Ai, bakalan gantiin kamu beneran" puji Rhea.
"Mami, ada apa?" Aidan menatap wajah cantik Rhea.
"Rhett sudah bilang sama kamu kan?"
__ADS_1
"Lalu?"
"Segeralah menikah Aidan, biar kamu berkurang es kutubnya. Karl sudah memutuskan untuk melamar Sabine lho, masa kamu kalah, Ai." Rhea mengompori putra bontotnya.
"Mami, apa mami nggak inget, papi menikah usia berapa?"
"Lho papi kan nunggu mami pas umurnya baru nikah" jawab Rhea. "Kalau mami nggak kecelakaan, bisa jadi usia 20 mami sudah nikah sama papimu. Tapi semua memang sesuai dengan doa papimu, akan menikah dengan mami saat mami usia 22 tahun."
"Dan mami meminta aku mencoba dengan Thara?" Aidan menatap judes ke Rhea.
"Bukan mencoba, sayang tapi berusaha menerima Thara. Mungkin acara tadi adalah salah satu cara Rajendra mencairkan keadaan kalian."
"Mami kok yakin Thara bakalan menjadi menantu mami? Apa mami lupa dia sudah meremehkan Ai?"
Rhea menatap lembut ke Aidan. "Sekarang mami tanya, setelah kamu memborbardir dengan kemarahanmu, apakah setelah itu Thara melakukan kesalahan-kesalahan lagi?"
Aidan menggelengkan kepalanya.
"Berarti tandanya dia sudah banyak belajar dari kejadian lalu. Dan jika Hasyim Al Azzam tidak mengetahui apa yang kamu perbuat ke putrinya, kamu salah. Tapi apakah Hasyim menyuruh Thara kembali? Tidak. Karena Hasyim percaya Thara mendapatkan banyak pelajaran disini sebelum nantinya dirinya menjadi pemimpin klan Al Azzam."
Damn it aku lupa! Lupa kalau Thara itu putri siapa!
"Asal kamu tahu, Hasyim berterima kasih karena kamu mendidik putrinya dengan keras. Dan berharap kamu jadi menantunya."
What?
"FYI, Hasyim sudah nembung ke papimu. Dia meminta kamu jadi suami Thara."
"WHHAAATTT?" seru Aidan tidak percaya. "Mamiii, dimana-mana pria yang melamar wanita! Bukan wanita yang melamar!"
Aidan mengusap wajahnya kasar. "Apa Thara yang meminta?"
"Astaghfirullah Al Adzim! Mbok suudzonmu dikurangi! Thara nggak serendah itu meminta Abahnya melamar kamu! Hasyim sendiri yang datang ke New York menemui papimu." Rasanya Rhea ingin menjitak kepala putra kesayangannya saking gemasnya.
"Terus papi bilang apa?"
"Well, mami coba ingat-ingat... Oh. 'Tenang saja Mr Al Azzam, saya akan seret putra saya ke depan penghulu'. Gitu kata papimu."
Aidan semakin jutek.
***
Thara sedang menunggu jemputan dari Iffa ketika suara Aidan terdengar di belakangnya.
"Ikut aku!" ucapnya sambil menarik lengan ramping Thara.
__ADS_1
"Eh? Mr Blair!" Thara berjalan agak terseret karena Aidan menariknya sedikit kasar.
"Masuk!" Aidan membuka pintu penumpang Range Rover nya dan Thara pun tidak mau membantah karena melihat wajah dingin pria itu.
Tak lama Aidan pun masuk ke sisi pengemudi.
"Kamu telpon Iffa, bilang tidak usah dijemput! Kamu aku antar pulang!" perintah Aidan.
Thara pun mengambil ponselnya dan menelpon Iffa yang baru saja hendak pergi menjemput princessnya. Dan pengawal itu pun mematuhi perintah Thara setelah mengetahui gadis itu diantar oleh siapa.
"Ada apa Ai?" tanya Thara ketika dirinya usai menelpon Iffa.
"Apa yang kamu ceritakan ke ayahmu?" tanya Aidan dingin.
"Cerita apa ke Abah? Aidan, sejak aku bekerja disini, aku jarang menelpon Abah. Tanya Rahma dan Iffa karena sampai di apartemen aku biasanya langsung tidur."
Aidan melirik ke Thara mencari kebohongan disana dan wajah gadis itu menunjukkan kejujuran.
"Masa kamu tidak menelpon ayahmu?"
"Aku menelpon Abah itu seminggu dua kali kalau kamu mau tahu dan yang aku ceritakan adalah kegiatan aku menjadi chef, bagaimana para pelanggan kita menyukai pastry buatanku. Tidak ada yang lain Ai. Memang kenapa?" Thara menatap Aidan bingung.
"Apa kamu tidak meminta Abah agar melamar aku?" Aidan memarkirkan mobilnya di sebuah parkiran di dekat Hyde Park.
Thara melongo. "Apa maksudnya aku melamar mu, Ai?"
"Mamiku baru saja memberitahu ku bahwa ayahmu datang ke papiku dan memintaku menjadi suamimu. Apakah ini akal-akalan kamu, princess?" Mata biru Aidan tampak berkilat marah ditimpa sinar lampu jalan.
Mulut Thara menganga lebar. What?
"Astaghfirullah Al Adzim! Aidan Richard Giandra Blair! Meskipun kamu pria terakhir di muka bumi, aku tidak akan menikah denganmu! Siapa juga yang betah dengan hokkyokuguma macam kamu!" bentak Thara. Abah itu maksudnya apa sih?
"Bagus! Lusa kita ke Dubai karena ayahmu dan papimu sudah menyiapkan semuanya agar aku dan kamu ada acara lamaran. Dan aku minta agar kita menolak acara perjodohan konyol ini!" Aidan menjalankan mobilnya lagi meninggalkan parkiran.
Thara hanya bisa mengatur nafasnya yang memburu karena sangat-sangat terkejut atas keputusan sepihak Abahnya. What are you doing Abah? Apa Abah tidak tahu kalau aku dan Aidan tidak cocok satu sama lain?
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1
Visualnya Eyang Arga Pratomo dan eyang Ajeng Pratomo, orang tua dari Adrian, Adriana, Aryanto dan Adinda Pratomo