My Cold Chef

My Cold Chef
Aidan dan Thara


__ADS_3

Thara Azalea menatap pria bermata biru yang memiliki aura mendominasi sangat kuat, aura yang sangat Thara benci karena mengingatkan pada mimpi-mimpi buruknya selama ini. Namun setelahnya, dia menundukkan wajahnya karena tidak mau Aidan melihat mata hijaunya penuh kebencian pada semua pria dominan.


"Bagaimana ini James? Dia malah kabur ke London!" Aidan menatap sepupunya.


"Kita tunggu hasil penyelidikan Oom Yuki, Oom Senna dan Oom Kai." James menatap Thara. "Anda benar-benar mengambil resiko tinggi, princess."


"Please, jangan panggil saya 'Princess' karena saya tidak pernah menjadi itu!"


Ketiga pria itu melirik ke arah Thara. "Apa maksudnya?" tanya Aidan.


"Just... Panggil saja nama tapi jangan ada embel-embel princess!" Thara belum siap mengatakan apa yang terjadi tapi setidaknya dia sudah berada di orang-orang yang dikatakan oleh Abraham.


"Anda..." Suara ponsel Aidan membuat pria itu mengehentikan ucapannya dan mengambil benda pipih itu. Bibirnya tersenyum smirk saat tahu siapa yang menelpon. "Assalamualaikum Oom Yuki."


Thara terkejut mendengar Aidan dengan fasihnya mengucapkan salam karena dia tidak mengira pria tampan itu memiliki agama yang sama dengannya. Aku tidak terlalu tahu siapa keluarga Blair karena aku akses internet ku dulu dijaga ketat. Hanya bisa mengakses resep masakan dan cake.


"James, Karl. A word?" Aidan memberikan kode kepada dua pria itu menuju meja kerja Karl.


"Ada apa Ai?" tanya James.


"Gunakan bahasa Indonesia, karena ini sangat penting." Aidan mulai membuka emailnya dan banyak file-file yang dikirimkan oleh Masayuki serta berita-berita tentang keluarga Al Azzam.


"Oh my God! Dia ternyata memang anak Hamid Al Azzam dari istri keduanya?" bisik James.


"Dan istri keduanya adalah orang Indonesia?" celetuk Karl Schumacher.


"Iya, mama saya orang Indonesia, tepatnya orang Jogjakarta. Kenapa?" tanya Thara judes dengan bahasa Indonesia yang membuat tiga pria tampan itu melongo.


Sial!


***


Sementara Thara ditempatkan di sebuah apartemen milik PRC group yang biasa dipakai untuk pegawai baru yang baru saja datang pindahan sebelum mereka mendapatkan apartemen sendiri.

__ADS_1


Pengawal Karl mengantarkan gadis itu ke apartemen masih dengan niqabnya agar tidak dikenali orang, terutama anak buah Hamid Al Azzam.


"Jadi dia adalah anak dari istri kedua Hamid." Karl membaca laporan Masayuki Al Jordan yang sudah diprintnya.


"Hamid Al Azzam, usia 60 tahun, memiliki ... What the hell? Satu istri resmi, satu istri kedua dan tidak terhitung gundik?" Aidan memegang pelipisnya. "Dasar Oom Yuki, pakai acara bahasa Indonesia kasar."


"Ai, gundik itu tidak kasar lho, kan sesuai KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) apa maumu ditulis selingkuhan atau simpanan?" ucap James yang menggelengkan kepalanya mendengar ucapan asal Aidan.


"Kayaknya lebih enak deh!" kekeh Aidan. Di kalangan orang dekat, Aidan bisa bercanda receh tapi jika di pekerjaan, dia dikenal boss yang dingin meskipun masih bisa bercanda.


James dan Karl hanya melirik sebal ke arah cucu Edward Blair itu.


"Jadi Thara adalah putri dari istri kedua yang dinikahi secara siri dan ibunya sudah meninggal tujuh tahun lalu. Thara sekarang berusia 23 tahun dan dia lulusan sekolah pastry di Dubai." James membaca lagi. "Sayang, Oom Yuki belum bisa mengetahui alasan Thara kabur dari istana Al Azzam selain menghindari perjodohan."


"Menurut Oom Yuki, keluarga sana itu seperti dari side gerombolan Galactic Empire Darth Vader, kita keluarga Jedi" gumam Aidan.


Karl dan James melongo. "Ai, aku tahu kamu penggemar Star Wars dan Star Trek tapi apa harus memakai istilah begitu?" James menatap sepupu kandungnya.


"Cari gampangnya saja lah!"


Aidan menatap horor ke sahabatnya. "Kamu sadar tidak sih? Kalimatmu sangat-sangat ambigu dan membuat orang lain yang mendengar mengira bahwa kita pasangan ketidakjelasan!"


Karl terbahak sedangkan James cekikikan.


"Sudah-sudah. Sekarang kita urus Abraham dulu karena ini yang penting dan aku sudah mendapatkan semua berkas dari anak buahku di Dubai." James mulai membicarakan strategi nya ke Aidan dan Karl.


***


Thara membersihkan wajahnya yang penuh dengan makeup penyamaran agar mirip Rahma Aashim sahabatnya yang rela mengeluarkan uang untuk membelikan tiket pesawat dan meminjamkan paspornya.


Rahma adalah anak seorang pelayan di istana Al Azzam yang mengalami kecelakaan saat waktu kecil terkena air keras oleh seseorang yang hendak mencelakakan Thara. Rahma lah yang selalu melindunginya selama dia tinggal di istana.


Kecantikan Thara membuat para wanita di istana iri dan ingin menyingkirkan dirinya yang selalu dianggap anak haram karena lahir dari wanita Indonesia yang menjadi istri kedua Hamid Al Azzam, dan bukan darah Arab murni.

__ADS_1


Namun ayahnya sendiri lah yang membuat Thara muak, belum kedua kakak lelaki tirinya yang selalu memandang dirinya dengan tatapan lapar dan melecehkan. Tak heran selama di istana, Thara selalu berniqab demi keselamatan dirinya.


Sempat tidak diijinkan sekolah, sang ibu berhasil merayu ayahnya untuk mengijinkan putrinya sekolah meskipun hanya hingga SMA. Setelah ibunya meninggal saat usianya 16 tahun, Thara memutuskan untuk tinggal di asrama sekolah pastry di Dubai dan tidak mau kembali ke istana. Sempat ayahnya mengancamnya namun Thara mengancam balik sang ayah akan membongkar kejahatannya yang bisa mengakibatkan ayah dan kedua kakak lelakinya dihukum pancung.


Akhirnya sang ayah mengalah meskipun tetap melakukan pengawasan ketat hingga Thara lulus. Namun Thara tetap berada di asrama menjadi asisten dosen demi tidak kembali ke istana.


Ketika kesabaran ayahnya habis karena dia hendak menikahkan Thara ke anak sekutunya yang Thara tahu sifatnya 11-12 dengan ayah dan kakak lelakinya, gadis itu memilih kabur dan melamar di RR's Meal sebagai chef pastry. Abraham yang tidak pernah mendengar nama Thara Azalea karena Hamid Al Azzam menyembunyikan putrinya itu dari kalangan publik, menerima tanpa bertanya sebab dia menyukai pastry buatan Thara hingga akhirnya dirinya ketahuan oleh sang Ayah untuk dibawa pulang.


Abraham dan Rahma membantu pelariannya dan membuat Thara berhutang Budi dengan keduanya. Dan kini di apartemen itu, Thara mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah akibat melarikan diri dari cengkeraman ayahnya. Dirinya merasa segar setelah mandi dan berganti pakaian rumah yang nyaman. Tidak banyak baju yang dia bawa di duffle bag nya tapi setidaknya, dirinya sudah pergi dari Dubai.


Alhamdulillah akhirnya aku bisa kabur. Tak berapa lama, Thara pun terlelap.


***


Hamid Al Azzam mencari Rahma Aashim yang merupakan dayang dan sahabat putrinya tapi tidak menemukan gadis itu di rumahnya. Semua orang di daerah itu mengatakan bahwa Rahma sudah pergi subuh-subuh sehari sebelumnya.


Pria paruh baya itu merasa kecolongan atas tindakan putri dan dayangnya.


"Cari nama Raham Aashim di semua penerbangan! Aku merasa dia kabur dari Dubai!" perintah Hamid ke anak buahnya.


Sial! Harusnya aku cicipi dulu tubuh Thara meskipun dia putriku sendiri! Sial! Dia sangat cantik dan menggai**rahkan! Hamid menatap foto Thara yang tanpa niqab sedang melakukan proses pembuatan pastry di kampusnya.


Hamid pun masuk ke dalam salah satu gundiknya untuk menyalurkan hasratnya meskipun yang dibayangkannya adalah Thara yang sedang digarapnya.


"Oh Thara!" teriaknya setelah memperoleh kli*maksnya yang membuat gundiknya kesal meskipun dia juga mendapatkan kenikmatan dari pria paruh baya yang masih kuat itu.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Maaf cerita Aidan sedikit beda dari sebelumnya.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2