
Dua Minggu ini Aidan memilih bekerja di RR's Meal cabang Downing Street bersama dengan Terry Hawkins Sous Chef nya. Xander O'Neill sudah memberitahukan apa yang terjadi dengan RR's Meal pusat di area West End.
Terry masuk ke dalam ruang kerjanya yang sekarang dipakai Aidan. Tampak chef tampan itu masih dingin bahkan Terry bersumpah merasakan aura es keluar dari Aidan macam Elsa dari Frozen.
Terry adalah pria yang sebaya dengan Xander, keduanya memang bersahabat sejak bangku kuliah dan bekerja di restauran yang sama meskipun berbeda lokasi.
"Boss?" Terry mendekati Aidan yang tampak melihat CCTV restauran West End nya.
"Apa?" sahut Aidan dingin. Sumpah demi apapun, Terry ingin mengganti termostat agar sedikit menghangat bukan macam markas Sub-Zero atau Elsa begini.
"Still angry?"
"More disappointed actually."
Syukurlah bicara lebih dari dua kata. - batin Terry.
"West End aman kan boss?"
"Menurutmu?" Duh, balik satu kata lagi.
Terry duduk di hadapan Bossnya. Hampir lima tahun bekerja dengan Aidan, membuat ayah dua anak itu tahu bagaimana kinerja cucu Edward Blair itu.
Aidan benar-benar mengcopy semua etos kerja Edward Blair dan tidak menolerir kesalahan apapun. Kalau Xander masih bekerja di West End meskipun jabatannya sebagai Sous Chef diturunkan oleh Aidan, berarti Bossnya itu masih punya hati untuk tidak memecat sahabatnya.
Head Chef RR's Meal West End sekarang dijabat oleh Christina Palomo, yang memang kinerjanya sama bagusnya dengan Xander. Sous Chef jabatan Xander, dipegang Goro Takuyama.
"Mungkin princess Thara beranggapan bahwa Boss dekat dengannya jadi menganggap bisa..."
"Bisakah kamu tidak menyebutkan nama wanita itu?" Aidan menatap dingin ke Terry yang langsung terdiam.
Aidan memang baik tapi kalau sudah ada yang melanggarnya, jangan harap mendapatkan maaf dengan cepat. Terry teringat dengan demi chef yang menjadi mata-mata rival RR's Meal dan ketika ketahuan, Aidan tidak segan-segan menghajarnya dan memastikan orang itu tidak mendapatkan pekerjaan di London dan Inggris Raya.
Kabar terakhir yang Terry dengar, orang itu pergi dari luar Inggris, entah kemana. Keluarga besar Aidan adalah tipe kalau tidak disenggol, tidak akan memulai. Tak heran jika mereka menjadi role model usahawan lainnya dan Aidan sendiri lebih suka mendapatkan pemasok bahan makanan segar dari petani lokal, bukan dari produsen besar kecuali jika pemasok lokal tidak mampu memenuhi kuota yang diminta.
__ADS_1
"Boss, jangan lama-lama ngambeknya" goda Terry yang selalu menganggap Aidan sebagai adiknya kalau sedang berdua begini.
"Suka-suka akulah!" balas Aidan judes.
"Aku yakin princess..." Terry menghentikan ucapannya ketika mata biru Aidan menatapnya tajam lagi. "Wanita itu menyesal membuat boss marah dan tersinggung."
"Biarkan saja! Biar dia tahu tidak bisa seenaknya hanya karena dia sudah memiliki status jelas. Jangan karena dia memiliki backing yang kuat, jadi bisa seenaknya masuk ke wilayah ku!"
Terry tersenyum karena tahu bagaimana Aidan jatuh bangun membangkitkan nama RR's Meal menjadi terbaik lagi setelah sempat jatuh semenjak Ryu Reeves meninggal dan putrinya tidak mau mengambil alih. Selama dikelola oleh orang-orang kepercayaan Ryu, tidak banyak yang mampu bertahan.
Hadirnya Aidan yang berani melakukan merger antara MB Enterprise dan RR's Meal yang berada di bawah PRC group, membuat nama RR's Meal naik pamor lagi. Aidan memilih memakai bahan terbaik meskipun itu dari petani dan peternak lokal. Dan kredibilitas Aidan lah yang membuat semua orang bisa makan di RR's Meal. Aidan tidak pernah melarang orang dari kalangan menengah makan di restaurannya bahkan ada moment tertentu dia membuka khusus orang-orang kalangan menengah ke bawah untuk mencicipi menu RR's Meal dengan harga terjangkau.
Dan Terry yakin Thara tidak tahu karakter Aidan yang sangat menjunjung etika dan etos kerja yang disiplin. Thara harus banyak belajar mengetahui siapa Aidan sebenarnya. Dia memang hangat hanya dengan keluarganya tapi dengan orang asing, Aidan memiliki benteng tersendiri. Salahnya Thara adalah dia mencoba meloncat tembok benteng itu tanpa permisi hingga membuat si pemilik benteng tersinggung.
"Ai, aku tahu kamu marah, kecewa dan tersinggung tapi aku rasa dia sudah merasakan bagaimana hukumanmu. Kamu sama sekali tidak mau datang ke West End bahkan saat Arjuna mengajakmu makan malam, kamu langsung pergi ketika melihat dia."
"Mataku sepet lihat cewek nggak punya etika begitu!"
Suara ponsel Aidan berbunyi dan nama 'Bara' terdapat di layar.
"Wa'alaikum salam Aidan. Kamu sibuk?" tanya kakak sepupunya.
Aidan merasakan nada Bara yang seperti orang... patah hati dan kalah perang.
"Nggak mas. Ada apa?" Aidan jika ngobrol berdua dengan Bara, memanggilnya dengan panggilan 'mas' tapi di grup, dia bisa seenaknya.
"Aku ditinggal nikah sama Arum" jawab Bara.
Aidan melongo. "Maksudnya gimana mas?"
Bara menceritakan bahwa dirinya pergi ke Pacitan bersama Iwan untuk melamar Arum namun sesampainya disana, Arum sudah melakukan ijab qobul dengan seorang dokter bernama Azzam Mustafa, pemilik rumah sakit di Surabaya.
Aidan mendengarkan dengan perasaan masygul tentang nasib kakak sepupunya itu. Apa sih kekurangan Bara? Good looking, bukan pria neko-neko, alim -- wait masih kalah alim sama Iwan -- dan kaya! Wanita itu Yaaaaaa, benar-benar raja eh ratu tega!
__ADS_1
"Mas, mungkin Allah akan memberikan jodoh yang lebih baik, kita tidak tahu. Atau ada sesuatu di balik itu semua yang membuat mas tidak berjodoh."
"Mungkin kau benar, Ai. Memang wanita itu menyebalkan" gumam Bara.
"Awas lu belok!" goda Aidan.
"Eh bangkeee lu cumiiii ! Gue masih normal!"
"Iya deh bambaaaaannggg" gelak Aidan.
Terry yang mendengar tawa Aidan membuat dirinya sedikit senang. Setidaknya wajahnya tidak sedingin tadi.
***
Thara membuat banyak wagashi dengan tema musim gugur dan dingin karena sudah memasuki bulan Oktober. Wajah gadis itu semenjak kejadian di mansion Blair saat Aidan mengeluarkan uneg-unegnya, tampak tidak seceria dulu. Thara jauh lebih pendiam dan Stacy hanya bisa memeluk jika gadis itu mulai melow.
Dua hari setelah kejadian itu, Xander diturunkan jabatannya oleh Aidan menjadi Chef de parties sedangkan Sous Chef dipegang oleh Goro Takuyama dan wajah Xander tampak biru bekas pukulan Aidan. Pria itu tidak main-main mengatakan bahwa dirinya sudah menghajar Xander dan James.
Setelahnya, Aidan sama sekali tidak pernah datang ke RR's Meal West End bahkan dirinya langsung pergi saat Arjuna mengajak makan malam ketika melihat Thara di meja makan.
Thara merasakan hukuman Aidan mengabaikan dirinya benar-benar sangat menyakitkan. Rasanya jauh lebih sakit dibandingkan saat dirinya masih di bawah asuhan Hamid Al Azzam. Mau sampai kapan kamu menghukum aku, Ai. Aku sedih kamu abaikan seperti ini. Apakah tidak ada maaf untukku?
Thara mengusap matanya yang mulai berembun dengan punggung tangannya tanpa menyadari ada sepasang mata biru yang melihatnya melalui layar monitor laptopnya.
Kita lihat saja sampai kapan kamu bertahan bekerja, Thara.
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️