My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Yang Penting Sudah Terlampiaskan


__ADS_3

Ruang Kapten Rasyad Polsek Gajah Mungkur Semarang


Gandari menatap ketiga orang remaja yang merupakan anak Anggita dan Joko Triyadi. Ada rasa kasihan tapi mereka juga harus bisa stand up akibat ulah kedua orangtuanya. Gandari beruntung diadopsi oleh Jason dan Jennifer Frank yang memberikan hidup penuh kasih sayang tidak berbeda jauh dari kedua orangtuanya dan pendidikan terbaik disamping dirinya memang cerdas.


"Mas Travis, ada berapa tabungan milik Lukman dan Anggita?" tanya Gandari tanpa mengalihkan pandangannya ke ketiga remaja itu.


"Ada sekitar 1,5 milyar" ucap Travis membaca hasil penyelidikan Benji.


Abi dan Gandari melongo begitu juga dengan ketiga remaja itu.


"Mas, mereka 12 tahun lalu mengambil hampir 50 milyar ditambah uang sewa tanah jalan pemuda yang disewa 2 milyar per tahun dan sudah berjalan dua tahun. Dua tanah 4 milyar dikali dua tahun ada 8 milyar. Dipakai apa saja?" Gandari menatap Travis.


"Apakah kalian selalu membeli barang branded?" tanya Abi ke ketiga remaja itu.


"Iya mas. Paling murah itu H&M, jeans kami paling murah Levi's. Lainnya kalau nggak Gucci, Prada atau Hermes di mama" ucap Jamal.


"Baju bermerek suatu saat akan menjadi gombal. Tas kalau tidak pintar merawatnya juga bakalan rusak kulitnya" gumam Gandari.


"Mobil kalian apa?" tanya Travis.


"Dulu punya Range Rover tapi sudah dijual ganti Lexus. Mobilku Honda Hatchback, mobil Yulia Mini Cooper." Jamal menerangkan.


"Dengar, aku bukan wanita yang tidak punya hati. Kesalahan adalah pada orangtua kalian. Jadi tabungan orang tuamu tidak akan aku sita karena itu untuk kalian hidup karena orang tua kalian tidak akan kembali dalam waktu lama. Hukumannya berlapis karena selain pembunuhan berencana, mereka juga terbukti melakukan penipuan asuransi, pemalsuan dokumen dan sertifikat. Jadi kalian bertiga harus move on karena hidup itu berjalan terus dan mulai detik ini kalian harus merubah pola pikir untuk tidak bermewah-mewah bahkan bila perlu, kalian mencari kerja yang halal." Gandari sendiri antara kasihan tidak kasihan tapi bapak polah anak kepradah ini ceritanya.


"Iya mbak Gandari. Maafkan perbuatan mama, papa dan bapak" ucap Ricky yang langsung terbayang teman-temannya pasti akan meninggalkannya karena kelakuan orang tuanya.


"Sejujurnya untuk memaafkan aku masih belum bisa karena mereka dengan dinginnya mencelakakan kedua orangtuaku dengan tujuan harta bahkan aku sendiri hampir mati. Itu adalah kejahatan yang tidak dapat dimaafkan. Mungkin sekarang aku belum memaafkan tapi kita lihat saja seiring berjalannya waktu dan yang jelas hukum terus berjalan. Aku ingin orangtua kalian menerima akibatnya sesuai dengan hasil perbuatan mereka" ucap Gandari dingin.


Abi, Travis dan Kapten Rasyad tidak menyalahkan perasaan dendam dan amarah dalam diri Gandari karena dalam seminggu ini gadis itu mendapatkan fakta dan kenyataan yang menyakitkan hatinya bahwa dia dan orangtuanya sengaja dicelakakan dengan tujuan menghilangkan nyawa mereka hanya demi harta. Harta yang memang bukan haknya.


***


Ketiga remaja itu pulang ke rumah Kawi sementara dengan pengawasan anak buah pak Rahman dan mereka diberikan waktu seminggu oleh jaksa Bramantya untuk membereskan semua barang-barang pribadinya.

__ADS_1


Gandari tidak mempermasalahkan mereka membawa perhiasan sang ibu dan uang tabubgan karena memang mereka membutuhkannya.


Malam ini Gandari ingin makan tahu Pong di daerah Depok dan bubur ayam Sukabumi yang membuat Abi dan Travis melongo.


"Memang habis kamu makan segitu banyak?" tanya Abi yang terkejut betapa hebohnya gadis itu memesan tahu Pong bersama dengan kedua orangtuanya.


"Tidak habis ya harus dihabiskan" senyum Gandari. Abi dan Travis memilih tidak memesan makanan karena pasti ketiga orang itu tidak akan habis. "Apalagi aku habis menghajar orang jadi lapar."



Bubur Ayam Sukabumi



Tahu Pong Depok


"Bagaimana dengan anak-anaknya Anggita, Gandari?" tanya Jennifer sambil menikmati acara makan di pinggir jalan itu.


"Tidak hanya kamu yang jadi korban tapi juga anak-anaknya. Hukum sosial jauh lebih sulit apalagi jika mereka banyak dikenal di Semarang lalu mengetahui bahwa orangtuanya adalah seorang kriminal, masyarakat kita pasti Julid dan jadi tukang gosip." Jason menatap semuanya.


"Benar itu Mr Frank. Hukum sosial jauh lebih menyakitkan karena orang yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menjudge dari rumor yang beredar" ucap Abi.


"Lalu selanjutnya bagaimana?" tanya Jennifer.


"Saya serahkan kepada Kapten Rasyad dan jaksa Bramantya. Ada baiknya kalian kembali ke New York dan Connecticut dulu karena persidangan mereka kemungkinan baru maju dua tiga Minggu lagi. Dan jangan khawatir, saya tetap mengikuti perkembangannya disini. Dan jika Gandari dipanggil menjadi saksi, saya yakin dia bisa" ucap Travis.


"Kamu gadha acara ke luar negeri?" tanya Abi.


"Aku limpahkan ke anak buahku semua sampai urusan Gandari selesai. Tenang saja, Blair and Blair kan punya banyak stok pengacara handal" cengir Travis. "Tapi urusan keluarga harus didahulukan."


***


Keesokan harinya Gandari bersama dengan kedua orangtuanya dan Abi serta Travis pergi nyekar ke makam Gavin dan Lahita di pemakaman Bergota. Gandari menceritakan semuanya di atas dua makam yang bermarmer itu.

__ADS_1


Jason bercerita kepada Abi dan Travis bahwa sampai acara kijing makam orang tua Gandari, dia dan Jennifer yang melakukan karena Lukman tidak mau melakukan dengan alasan tidak ada dananya.


Abi hanya bisa beristighfar dalam hati. Dan kedua saudara sepupu itu bersyukur mereka semua dihajar oleh Gandari yang setidaknya sudah disalurkan dendamnya.


Usai nyekar, rombongan pun menuju Polsek Gajah Mungkur untuk berpamitan kepada Kapten Rasyad yang mengatakan akan memberikan update kasus Gandari melalui Travis.


Gandari pun berpelukan dengan polwan Ririn yang sama-sama sudah melampiaskan dendamnya. Setelahnya mereka menuju bandara Ahmad Yani.


"Aku kira bakalan dua Minggu di Semarang tapi tidak sampai sepuluh hari sudah selesai" senyum Gandari. "Untung hotelnya bisa refund ya mas karena sudah dibayar untuk dua Minggu."


Travis dan Abi menoleh dengan tatapan horor karena tadi Gandari lah yang meributkan refund dana dari empat hari sisa yang tidak dipakai. Bahkan gadis itu dengan cueknya berdebat dengan manager hotel sampai akhirnya manager itu mengembalikan dana yang tersisa karena tidak dipakai.


"Kamu tuh benar-benar khas emak-emak tidak mau rugi, Ndari!" sungut Abi.


"Ya iyalah mas! Aku tahu uangmu tidak berseri tapi aku ga ikhlas kalau dananya kebuang percuma padahal kita tidak memakainya. Kasarannya untung di elu rugi di gue dong! Kita bayar karena kita pakai, tapi kalau tidak dipakai kok masih bayar, enak saja!"


Travis tertawa terbahak-bahak. "Kenapa aku kebayang Omamu ya Bi. Oma Rhea kan juga sama hitung-hitungan kalau soal untung rugi."


"Oma kan belajar dari Necan Dara" ucap Abi pelan.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


Yang tunggu Zee, entah kenapa dari semalam belum lolos review


__ADS_1


__ADS_2