My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Kekacauan Keluarga McCloud


__ADS_3

Arjuna menyemburkan kopinya ketika melihat berita kejadian pertengkaran antara Aruna dan Anna Rudd yang disiarkan di stasiun televisi di ruang kerjanya. Mata coklatnya melotot melihat Aruna membanting gadis itu.


"Astaghfirullah! Mantukuuu!" teriaknya heboh.


***


Sekar dan Rama melongo melihat adegan Aruna membanting Anna ditambah mereka melihat Rajendra hanya bersedekap melihat kekasihnya seperti itu.


"Astaghfirullah! Rajendra! Bisa-bisanya dia!" Sekar meletakkan beberapa tangkai bunga mawar yang hendak disusunnya di vas. "Mama jewer anak itu sekarang!" Wanita cantik itu langsung mengambil ponselnya. "Mas Juna! Kita ke New York sekarang! Aku mau jewer anakmu!"


Rama hanya menatap kagum ke calon kakak iparnya. "Mbak Runa keren!"


***


Duncan Blair tertawa terbahak-bahak melihat adegan bar-bar yang ditunjukkan oleh Aruna. Meskipun Bryan dan Abian berusaha take down semuanya tapi berita cucu Duncan Blair berbuat ulah sudah viral dimana-mana.


Rhea mengeplak bahu kekar suaminya dengan kesal. "Abang! Abang tuh harusnya marah kok malah ketawa sih!"


"Lihat Rey, Aruna itu mirip mommy, nggak ada takut-takutnya coba. Benar-benar pantas masuk ke keluarga kita" kekeh Duncan. "Pasti sudah dibereskan oleh James dan Kaia disana. Kamu tenang saja."


"Abaaanngg, nama Blair jadi kebawa karena ada Reana disana."


"Rey sayangku, bukannya publik sudah tahu kita memang keluarga bar-bar." Duncan mencium kening Rhea.


"Astagaaa, bakalan ramai deh di rubik gosip." Rhea meletakkan kepalanya di bahu suaminya.


***


Elang dan Rain hanya bisa menganga melihat aksi calon cucu menantunya.


"Elang, apa yang terjadi?" tanya Rain.


"Aku tidak tahu Rain" ucap Elang bingung.


"Astaghfirullah, cucu menantu!" Rain memegang pelipisnya. Elang tertawa terbahak-bahak.


"Aku yakin sekarang Sekar dan Arjuna bagaikan kebakaran jenggot melihat Rajendra hanya diam saja melihat Aruna brutal seperti itu" gelak Elang.


Rain mencubit lengan suami tampannya. "Nggak lucu Lang! Nggak lucu!"


"Rain sayang, aku yakin Duncan pun tertawa melihatnya tidak hanya aku saja. Yang ribut pasti orang tua Rajendra dan Reana." Elang memeluk Rain. "Sudah, jangan marah-marah. Kita tunggu saja drama selanjutnya."


Rain menatap wajah ganteng Elang yang awet ditumbuhi brewok disana. "Aku yakin malam ini pasti Sekar minta langsung terbang ke New York."


"Bakalan ramai deh New York. Kita stay di London saja daripada ikut puyeng" kekeh Elang.


***


Kaia dan Rhett menatap ketiga remaja di hadapan mereka. Meskipun keduanya kesal karena harus menjadi viral tapi Kaia salut dengan keberanian Aruna. Memang pantas Aruna dengan Rajendra. Sama-sama rusuh.

__ADS_1


"Aruna, Tante terkejut lho kamu bisa judo. Sejak kapan?" tanya Kaia.


"Sejak aku kelas dua SD diajak Rajendra latihan dan sejak itu ketagihan belajar bela diri. Ini masih mendalami krav maga."


Rhett menggelengkan kepalanya. Benar-benar deh!


"Sudah kalian makan dulu, nanti kalau mau ke time square biar kalian dikawal Ian dan Amir tapi jangan gelut lagi!" Kaia menatap tajam ke ketiganya.


"Baik Tante."


"Baik ma."


***


Reana masuk ke dalam kamarnya setelah makan siang menjelang sore. Tubuhnya terasa lelah setelah tadi harus menunggu lama di kantor polisi.


Setelah berganti pakaian perginya dengan kaos rumah dan celana legging, Reana meletakkan tubuhnya di tempat tidurnya yang empuk.


"Ya Allah nyamannyaaaa" serunya. Disaat dirinya hendak memejamkan matanya, suara Ponselnya terdengar dari dalam tasnya. Sedikit enggan, Reana pun bangun untuk mengambil ponselnya dan tanpa melihat siapa yang menelpon, gadis itu langsung menggeser tombol hijau.


"Halo..." jawabnya sambil terpejam.


"Halo princess. Dimana kah sekarang?"


Mata biru Reana terbuka sempurna. "Ma...mas Pandu?"


"Kok tahu aku di kantor po... Sudah viral ya?" keluh Reana. "Aku sudah di rumah."


"Sudah princess" kekeh Pandu. "Dan aku takut bagaiamana reaksi tuan Blair."


"Opa? Paling opa hanya tertawa" cebik Reana.


"Really?" Pandu terkejut. Yakin anda nona tidak dimarahi oleh tuan Duncan Blair.


"Opaku malah bahagia jika terjadi kebar-baran."


Pandu melongo. "Anda yakin nona?"


"Hei, aku tahu karakter opaku, mas. Opa nggak bakalan marah kalau hanya soal sepele seperti ini. Opa itu marah kalau kami berbuat zi*nah, ngo*bat dan party gila-gilaan."


"Wow, tuan Duncan Blair sangat-sangat demokratis tapi tegas."


"Kau belum tahu saja Opaku. Beliau adalah orang yang paling bijaksana yang aku kenal."


"Jika aku bisa menjadi bagian keluargamu, aku akan lebih banyak ngobrol dengan tuan Duncan." Pandu tersenyum. "Saya terlalu bermimpi ya?"


"Apa maksudnya mas Pandu menjadi bagian keluarga aku?"


"Kan aku melamar pekerjaan di Giandra Otomotif Co berarti bagian dari keluarga Blair dan Giandra bukan?" ucap Pandu. Tidak mungkin kan aku meminta Reana menjadi istriku sekarang. Terlalu cepat.

__ADS_1


Reana tertawa. Apakah kamu dalam mode ingin meminta aku menjadi pasangan mu, mas? Ngelesmu pintar sekali. "Memang sih jika masuk ke perusahaan kami, menjadi bagian dari keluarga Blair dan Giandra."


"Ehem. Acaramu apa nanti?"


"Mungkin ke time square karena tadi kami hendak kesana usai dari Oculus tapi karena kejadian Aruna ngamuk, kami menundanya nanti malam."


"Sama siapa saja?"


"Aku, Rajendra, Aruna, Ian dan Amir."


"Siapa Ian dan Amir?" tanya Pandu dan Reana mendengar nada cemburu disana.


"Mereka pengawalnya Rajendra dan aku. Harusnya Sarah, pengawalku ikut tapi dia ada urusan keluarga penting."


Oh pria yang berdiri di belakangnya Reana adalah pengawalnya.


"Aku ngantuk mas. Ingin tidur setengah jam" ucap Reana sambil menguap yang ditutup dengan tangannya.


"Beristirahatlah princess."


***


"Kalian tidak usah kesini, Jun, Sekar. Sudah terkondisikan kok!" ucap Kaia saat Arjuna dan Sekar melakukan panggilan video.


"Tetap aku akan kesana mbak! Aku mau menjewer anak nakal itu! Bukannya narik Aruna malah membiarkan anak itu membanting anak orang!" omel Sekar kesal.


Rhett terbahak. "Sekar, kita malah biasa saja lho. Kamu seperti tidak hapal bagaiamana keluarga kita."


"Kalau di London, aku tidak heran Rhett karena aku tahu sepak terjangnya Aruna. Ghania yang sering curhat sama aku. Tapi ini kan mereka di New York, beda negara. Hadduuuhhh! Sekarang Ghania dimana?" tanya Sekar. "Ih kalau ada pintu kemana saja Doraemon, sudah habis Rajendra aku jewer dan seret pulang!"


"Sayang, kok bawa-bawa Doraemon?" tanya Arjuna.


"Siapa suruh Rama baca Doraemon, aku kan jadi ikut baca" sahut Sekar cuek.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Oh, insyaallah pertengahan aku lanjutkan the four weather girls ( semoga blocking hilang ) dan kisahnya Fayza - Hideo.


Ada yang minta babang Travis sama Rahajeng dibuat cerita sendiri, atau empat Emir durjana hasil didikan Hoshi, Direndra dan Alaric Al Azzam Blair serta Ayrton Al Jordan Schumacher serta Enzo Al Jordan. Empat Emir ala four weather girls. Masih dipertimbangkan karena aku mau fokus selesai tiga novel on going ini terus yang sudah aku planning.


Eniwaii terima kasih atas semua atensinya.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2