
Abi menatap wajah adiknya yang sedikit sendu dan bersiap-siap hendak menghajar Pandu karena membuat Reana bersedih. Abi memang sangat protektif dengan adiknya bahkan saat Reana menangis nonton drama tv baik itu drama Korea maupun Amerika, Abi dengan santainya menulis di media sosialnya dengan mentag rumah produksi yang membuat cerita sedih dan mengomelinya.
Kaia dan Rhett yang tahu akan hal itu langsung memarahi Abi yang waktu itu masih junior high school. Abi sendiri merasa tidak bersalah karena tidak suka melihat adiknya menangis meskipun drama fiksi sekalipun.
Sedikit berlebihan memang tapi itulah Abiyasa yang sangat protektif kepada adik perempuannya, mamanya dan Omanya. Sampai-sampai Rhea menjulukinya Ogan Abi kedua tapi lebih lebay.
Dilihatnya Reana menatap Pandu dengan serius dan Pandu hanya menggaruk kepalanya dengan wajah bingung.
Mereka itu bicara apa sih?
***
"Mas Pandu, jangan suruh aku pulang karena aku masih ingin bersamamu disini. Lagipula, Abi kan ada jadi aku ada yang mengawal."
"Tapi princess, aku yang berantakan disini" ucap Pandu dengan wajah memelas. "Aku yang tidak bisa konsentrasi bekerja dan aku tidak mau diberikan SP oleh mamamu."
Reana terbahak. "Masa mama mau kasih SP ke kamu?"
"Bisa jadi lho, princess karena tanggung jawab aku besar disini apalagi aku harus membenahi semua kekacauan disini. Dan..."
"Dan apa?"
"Jika aku bisa membereskan Surabaya berarti aku bisa kembali ke New York."
Mata biru Reana berbinar. "Benarkah?"
Pandu mengangguk. "Jadi tahu kan princess, kenapa aku butuh konsentrasi penuh disini."
"Jadi kedatangan aku membuat mas Pandu berantakan gitu?" balas Reana sambil manyun.
"Ya Allah princess. Karena kita belum halal jadi aku blingsatan!" Pandu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Memang kalau sudah halal, mas Pandu nggak blingsatan?" tanya Reana dengan wajah polos.
"Kalau sudah halal..." Pandu mencondongkan tubuhnya mendekat ke hadapan Reana. "Aku lebih tenang karena aku memiliki istri di rumah dan membuat ku semangat kerja. Berbeda konteks Andreana. Kalau masih seperti ini, yang ada hanyalah yang membuat otakku traveling."
"Lho bukannya kalau sudah menikah juga akan selalu traveling?"
"Tapi sudah halal, princess jadi tidak takut digrebek hansip" jawab Pandu asal yang membuat Reana terbahak.
"Biarkan aku seminggu disini dan sisa liburan akan aku pakai bersama Abi berjalan-jalan ke Solo untuk ke rumah Oom Iwan dan Tante Danisha plus ketemu dengan sepupuku Pandega. Baru setelahnya ke Jakarta untuk ketemu Oom Bara dan Tante Gendhis serta Arimbi dan Anarghya sama si kembar anaknya Oom Arya dan Tante Amberley, Adrian dan Anandhita." Reana tampak berpikir. "Oh Falisha dan Fathir anaknya Oom Kareem dan Tante Davina."
Pandu melongo. "Keluarga mu banyak juga ya."
"Kami se-kabupaten" senyum Reana.
Cup!
Pandu mencium bibir Reana sekilas tanpa memperdulikan tatapan tajam Abi yang sudah ingin melempar asbak ke pria itu.
"Panduuuu!" desis Abi kesal.
__ADS_1
Pandu hanya nyengir ke arah Abi lalu menatap Reana dengan mesra.
"I have a surprise for you." Pandu pun berdiri dan menuju piano yang terletak disana. Setelah minta ijin kepada manajer longue, Pandu pun memainkan piano itu.
Neoreul damadoogo shipda geu babogachi yaeppeun ggomdeulgwa uhseolpun moseupeul
Haruharu nae moseupi chooeokeul mandeureo Na giyukhae nae yeorin sohn heutuhjin meoriggajido
Forever you, You are so beautiful
Nae gaseumae milryeowa seumyeowa dagawa beonjin nae sangcheodo
Forever you, You are so wonderful
Shirin nae sarangdo nae noonmeuldo nae apeun sangcheoreul jiwoojo
Neol saranghanda neol saranghanda.
Suara Pandu yang merdu membuat Reana menatap tidak percaya dan wajahnya menjadi memerah mendapatkan surprise yang tidak terduga.
Abi melongo melihat bagaimana Pandu ternyata sangat romantis dan sejurus itu dia baru menyadari.
Astagaaa! Itu kan lagunya Ogan Abi setiap Necan Dara ulang tahun! Abi teringat di video keluarga, setiap tahun Dara berulang tahun, Abi selalu menyetel lagu ini dan keduanya berdansa seperti dunia milik berdua yang lain ngontrak.
Bagaimana Pandu tahu lagu milik Ogan?
Abi hanya bisa mengelus dada melihat kemesraan adiknya dan Pandu. Mereka benar-benar saling mencintai.
***
That if I can't be close to you
I'll settle for the ghost of you
I miss you more than life
And if you can't be next to me
Your memory is ecstasy
I miss you more than life
I miss you more than life
Rajendra bersenandung di depan kuburan Cleo, anjing Beagle nya sembari membawa bunga Lily. Rama sang adik hanya menggelengkan kepalanya melihat kakaknya sedikit lebay.
"Mas, kalau Cleo tar malam datangi mas gimana?" tanya Rama sambil ikut berjongkok di sebelah kakaknya.
"Ya ta suruh tidur di kasurnya dong" jawab Rajendra absurd.
__ADS_1
Rama cekikikan. "Horor ih mas Jendra."
"Lha elu duluan yang bikin cerita horor."
Rama tertawa. Rajendra dan Rama terpaut lima tahun dan meskipun lahir dari ibu berbeda meskipun kembar, tapi keduanya jarang bertengkar. Rajendra sangat sayang dengan adiknya yang tampan dan semakin mirip dengan Opa Elang begitu juga dengan Rama yang sayang dengan kakaknya itu.
"Kamu tuh sudah mandi belum sih?" tanya Rajendra yang gemas dengan adiknya satu ini yang paling malas mandi kalau liburan.
"Libur ajah kok mas. Mandi itu cukup sekali mau sholat dhuhur, habis itu nggak usah mandi lagi. Irit sabun dan air. Kasihan kan mas, masih banyak orang yang susah dapat air buat mandi, eh aku malah buang-buang air sehari dua kali."
Rajendra melongo. "Idiiihh itu kan karena kamu malas mandi saja, cumiii !"
"Lho kan benar mas. Irit air itu penting!" eyel Rama yang sudah masuk secondary school.
"Karepmu dik!" cebik Rajendra yang kemudian berdiri dan berteriak. "Mooooommmm! Rama malas mandi tuuuuuhhh!"
Rama mendelik judes ke arah kakaknya yang nyengir lebar.
"Ramaaaaa! Mandi kamu!" teriak Sekar dari dapur.
"Entar maaaaa!" balas Rama dengan berteriak juga karena keduanya berada di halaman belakang yang luas sedangkan Sekar berada di dapur.
"Rama Altamis Samudera McCloud! Jangan tar tar tar saja! Bisanya main tembak-tembakan!" Sekar pun keluar dari dapur dan berdiri diantara pintu halaman belakang sambil berkacak pinggang.
"Bukannya kita disuruh latihan menembak ya?" gumam Rama sambil berbisik.
"Mandi kamu!" bentak Sekar galak.
"Maaaa, aku tuh dah ganteng. Kagak kelihatan kalau belum mandi" eyel Rama.
Sekar pun berjalan menghampiri kedua putranya dan segera menjewer telinga Rama. "Mandi nggak kamu?"
"Iyaaa! Iyaaaa! Jeez sakit ma!" rengek Rama kesal. Sekar pun melepaskan jewerannya.
"Haduuuhh rasanya mama nggak ngidam aneh-aneh, nggak mbatin apa-apa. Kok keluarnya anak malas mandi begini sih? Ganteng iya, malas mandi juara!" omel Sekar kesal.
Rama yang berjalan duluan langsung berbalik. "Mama ngakuin kan kalau aku ganteng?" cengir Rama.
"Kamu milih sandal mama melayang ke muka kamu atau pergi mandi sekarang juga!" pelotot Sekar yang membuat Rama ngibrit.
Rajendra tertawa terbahak-bahak melihat kerusuhan keluarganya.
"Aku suka pulang ke rumah!"
***
Yuuuhhuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️