
Usai mengobrol di pub itu, Aidan, Abian dan Bryan pun menuju restauran RR's Meal guna melihat Thara disana. Dua ayah dan anak itu meminta agar ditempatkan di apartemen milik PRC group agar lebih leluasa mengawasi Thara dan Rahma karena dengan begitu, keduanya juga bisa memindai orang-orang yang berusaha mencari dua gadis itu.
Tak berapa lama, mobil Aston Martin Rapide S warna hitam itu pun masuk ke dalam area restauran. Ketiga pria di dalamnya pun turun menuju tempat makan favorit banyak orang London.
Di dalam, Aidan mendapatkan pujian dari para tamu yang mengatakan suka dengan camilan khas Jepang, wagashi yang disajikan sore hingga malam ini. Pria itu hanya bisa berterimakasih mendengar mereka puas dengan pelayanan RR's meal.
"Wagashi?" tanya Aidan ke Xander setelah ketiganya sampai di area dapur.
"Wagashi. Macam dango, mochi, manju gitu Ai. Thara dan Stacy yang membuat. Oh ini bentuknya yang dibuat mereka berdua." Xander memperlihatkan beberapa desain yang dibuat kedua chef pastry tadi.
"Pantas tamu wanita pada suka, wong lucu begini" celetuk Bryan.
"Besok mereka akan membuat lagi tapi dengan desain berbeda" ucap Xander.
Aidan mengangguk. "Oom dan Bryan, bisa ke kantorku. Aku mau bicara dengan Thara dan Stacy."
"Oke Ai. Oom dan Bry pinjam komputer mu ya."
"Pakai saja. Password nya..." Aidan baru mau memberitahukan tapi Bryan keburu mengangkat tangannya.
"No. Aku hack sajalah!" cengir pria tampan itu.
Aidan melotot. "Yang bener saja Bry?"
Abian hanya menggelengkan kepalanya lalu naik ke lantai dua bersama dengan putranya.
***
Aidan melihat Thara dan Stacy sedang membersihkan dan membereskan peralatan pastry mereka. Wajah kedua gadis itu tampak lelah namun tetap bahagia karena wagashi mereka bisa diterima oleh para tamu restauran.
"Thara, Stacy" panggil Aidan.
__ADS_1
"Yes chef?" tanya Thara dan Stacy kompak sambil mengelap loyang dan whisk.
"Good job!" puji Aidan meskipun dengan wajah datar.
"Thank you chef" balas Stacy sumringah.
"Besok kalian akan membuat lagi?"
"Iya chef, dengan bentuk berbeda." Stacy menjawab dengan semangat karena dia sangat suka menghias dan membuat pastry lucu-lucu.
"Bahan bakunya sudah kamu pesan ke chef Xander?" tanya Aidan lagi.
"Sudah chef." Kali ini Thara yang menjawab.
"Good. Thara, nanti kamu pulang dengan Johnny dan Pak Abian beserta anaknya Bryan. Mereka akan tinggal di komplek apartemen yang sama denganmu."
Thara terkejut mendengar akan ada yang ikut tinggal disana bersamanya.
"Don't worry. Mereka saudara aku."
"Kalian pulangnya hati-hati." Setelah mengucapkan itu, Aidan berbalik meninggalkan kedua gadis itu.
Stacy menatap punggung lebar Aidan sembari mendengus. "Ya ampun, aku jadi bingung! Chef Blair itu antara perhatian apa sekedar basa basi? Dinginnya seperti kulkas!"
I'm totally agree with you, Stacy.
"Nona Thara, tahu nggak. Chef Blair tuh banyak yang suka, tidak hanya para chef wanita disini tapi juga para tamu dan para chef di restauran lain. Aku kan tinggal di apartemen yang isinya kebanyakan anak-anak seperti aku ini dan mereka mengidolakan Chef Blair. Andaikan mereka tahu aslinya dingin banget, apa masih mau sama Chef Blair?" cerocos Stacy.
"Biasanya Stace, perempuan itu semakin tertantang jika pria itu dingin dan semakin misterius. Mereka memiliki pola pikir tersendiri ingin menaklukkan, mengubah dan membuatnya menjadi apa yang mereka inginkan. Semakin menjauh, semakin penasaran. Sebenarnya antara pria dan wanita sama saja sih, sama-sama ingin menaklukkan orang yang diincarnya tapi caranya berbeda" ucap Thara.
"Apa nona Thara suka dengan chef Blair?" goda Stacy sambil menyimpan bowl dan loyang di lemari.
Thara menggeleng. "Aku tidak tertarik dengan Aidan Blair."
__ADS_1
"Kenapa?"
"Aku tidak suka cowok dingin tapi ingin mendominasi!" sungut Thara sambil memanyunkan bibirnya.
"Apakah ada kriteria pria untukmu nona Thara?"
"Hangat dan fun."
***
Aidan hanya bisa melongo melihat Bryan dengan santainya berselancar di iMac nya. Padahal dia sudah membuat password yang tidak semua orang tahu.
"Seriously Bry? Bisa-bisanya kamu membongkar password ku?"
"Gampang kok" sahutnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitor.
"Aku sudah bilang Thara kalau kalian akan pulang bersama." Aidan menatap Abian yang sedang menikmati sandwich buatan Xander karena memang sudah last order.
"Oke Ai. Aku sudah hubungi Iwan dan dia akan mengirimkan orang yang akan mencari Hasyim dan Aisyah." Abian menunjukkan email yang dikirimkan ke Iwan.
"Dad, kalau Hasyim Al Azzam ketemu, berarti Hamid harus turun takhta dong! Lalu Thara beneran princess ya?" komentar Bryan.
"Sebelum Hamid turun takhta, dia, anak-anaknya dan semua pengikutnya harus mendapatkan hukuman dulu yang jauh lebih kejam dari apa yang mereka perbuat!" ucap Aidan geram.
"Bang, butuh rudal yang mana? Ini aku sudah bisa masuk ke catatan rudal angkatan darat Amerika. Kapan saja bisa aku luncurkan ke istana Al Azzam" cengir Bryan yang membuat Daddy dan sepupunya melotot.
"BRYAAANNN!!!"
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️