My Cold Chef

My Cold Chef
Kembali Bekerja


__ADS_3

Thara kembali terdiam setelah Aidan menarik lagi wajahnya darinya lalu memundurkan mobilnya kembali menuju jalan raya. Dalam hatinya, dia tersenyum geli melihat Aidan terpancing memintanya tinggal di RR's Meal West End. Thara mulai bisa memahami jalan pikiran Aidan yang sangat membanggakan restauran dan sikap profesionalisme jadi ancaman dia mundur itu pun sudah diperhitungkan.


Aidan pasti tidak akan membiarkan dia mundur seenaknya karena tahu Thara lah yang membuat kontrak kerja itu jadi dia haruslah bertanggung jawab. Thara sudah cukup mendapatkan pelajaran beberapa Minggu ini apalagi Aidan sudah mengungkapkan uneg-unegnya.


Semua salahnya dan hanya dirinya yang bisa membereskan semua kekacauan yang telah dia lakukan. Thara tidak mau dibilang melarikan diri, maka dari itu dia merubah strategi menghadapi Aidan yang lagi tensi tinggi, harus diimbangi dengan tensi rendah. Harus sabar menghadapi pria dingin dan arogan itu.


"Kamu tinggal di apartemen mana?" tanya Aidan yang baru tahu kalau gadis itu pindah dari PRC apartemen.


"Dua blok dari apartemen PRC. Sebelah baratnya sekolah Rajendra." Aidan tahu itu apartemen kelas menengah keatas meskipun masih di bawah milik PRC apartemen.


"Seriously? Kamu memilih tinggal di sana?"


"Iya. Lagipula aku dapat yang tiga kamar dengan harga lumayan miring karena katanya apartemen itu berhantu. Tapi selama kami tinggal disana, tidak pernah bertemu tuh!"


Aidan melirik ke arah gadis yang mulai cuek dengan tanduknya.


"Besok datang tepat waktu!"


"Yes, chef." Thara memberikan gerakan hormat.


Jaga harga diri kamu, Thara. Bersikaplah santai dan setidaknya Aidan tahu kamu berusaha memperbaiki semuanya.


***


Mobil mewah itu masuk ke dalam komplek apartemen dan tampak Iffa sudah menunggu di lobby karena cemas sang putri belum pulang. Ketika melihat mobil yang dikenalinya, membuat pengawal itu lega karena putrinya selamat sampai di apartemen.


Thara memang meminta kepada Abahnya hanya Rahma dan Iffa yang menjaganya agar tidak mencolok dan lebih fleksibel kemana-mana.


"Terima kasih Aidan, sudah mengantarkan aku pulang" senyum Thara manis.


"Hhmmm."


Thara hanya menggelengkan kepalanya. Hokkyokuguma nongol lagi. "Goodnight. Drive safe. Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam" balas Aidan.


Thara pun turun dari mobil Range Rover Aidan dan berjalan masuk ke dalam lobby apartemen. Aidan menunggu sampai gadis itu berjalan bersama dengan iffa baru dia menjalankan mobilnya menuju mansion Blair.


***


"Sudah kamu antar pulang princess Tharanya?" tanya Duncan melihat putranya pulang.


"Sudah. Tenang, nggak lecet kok!" sahut Aidan malas.


Duncan hanya tersenyum tipis. "Ai, cukur deh tuh brewok."



Babang Ai, gue meleyot euy


"Emang kenapa?" tanya Aidan sambil duduk di seberang ayahnya yang duduk di sofa ruang tengah.


"Berantakan! Kalau mamimu lihat, alamat bawa cukuran buat cukur brewok kamu!" kekeh Duncan.

__ADS_1


"Diiihhh kayak papi nggak pernah brewok saja!"


"Nggak setebal kamu, boy. Rhett tuh jarang brewokan" sahut Duncan menyebut nama menantunya.


"Soalnya mbak Kaia sudah bosan lihat cowok brewok!" gelak Aidan. "Rhett, Arya, Nathan dan Levi tuh jarang brewokan. Lagian mereka nggak pantas brewok."


"Eh bener juga. Ghani, Eiji, Gozali juga jarang brewokan. Wait! Kok kita jadi bahas brewok?" gumam Duncan.


"Papi yang mulai" cengir Aidan sambil menyalakan rokoknya.


"Sudah, pokoknya papi minta kamu besok klimis!"


"Iyaaa."


***


Thara datang jam delapan pagi di RR's Meal diantar oleh Iffa dan Rahma seperti biasanya di bagian belakang restauran. Setibanya disana, sudah ramai bisik-bisik para rekan kerjanya yang membuat gadis itu mencari obyek ghibah pagi-pagi.


Betapa terkejutnya dia melihat Aidan dengan baju chef-nya sibuk menata hidangannya yang hendak dipamerkan di media sosial seperti biasa promo of the week.



Yang membuat Thara melongo adalah wajah Aidan yang mulus tanpa brewok yang semalam diprotes olehnya. Ternyata kalau klimis ganteng juga.


"Akhirnya chef Blair kembali" bisik Stacy yang matanya tidak lepas-lepas melihat Aidan.


"Yuk Stace, kita mulai bekerja" ajak Thara. Bisa nggak konsen kalau lihat wajah ganteng Ai.


Thara pun menyeret Stacy, sedangkan Goro meminta para pegawai lainnya mulai bekerja apalagi yang wanita karena akhirnya sang owner kembali ke West End setelah dua Minggu di Downing Street.


***


"Bagus, rapi. Ini baru chef Blair yang dikenal banyak orang" puji Thara saat selesai membuat camilan khas Turki saat Aidan mengecek pekerjaan nya.


"Hhmmm. Sudah waktunya mengurangi bulu tumbuh" sahut Aidan cuek.


Duh! Penguin sekarang.


Stacy yang mendengar hanya bisa cekikikan.


"Yakin ini habis?" tanya Aidan mengacuhkan gadis mungil yang cekikikan.


"Habis chef!" sahut Stacy yakin. "Soalnya Mrs Sissy Major yang memesan untuk acara minum teh nanti sore."


Aidan menaikkan sebelah alisnya. "Sissy Major? Istri perdana menteri ada acara minum teh sore ini?" Pria itu pun keluar dan mencari Goro Takuyama dan Christina Palomo.


"Chef Blair itu moodnya kayak roller coaster, macam Gordon Ramsey ketemu sama Gok Wan" komentar Stacy.


"Hussh! Kok jadi ke Gok Wan?" kekeh Thara.


Gok Wan adalah fashion consultant namun dia juga seorang chef dan masakannya spesialis Asia.


"Kan chef Blair jago western dan Asian cuisine" cengir Stacy.

__ADS_1


Thara hanya mengangguk sembari menata baklava dan Turkish delight.


***


"Kok tidak ada yang laporan kalau Mrs Major mau datang?" Aidan menatap tajam ke Goro dan Christina Palomo.


"Karena Mrs Major minta acara santai, hanya dirinya dan beberapa sahabat kuliahnya" jawab Christina.


"Apapun kalian harus laporan kepada saya. Mrs. Major minta dibuatkan apa?" Aidan merasa kesal namun dia harus menahan emosinya.


"Hanya minta hidangan Turki karena beliau ingin itu" jawab Goro.


"Sudah siap semua?"


"Sudah chef."


***


Sissy Major langsung menemui Aidan saat acara minum teh dan makan malam yang dimintanya, sukses. Semua teman-temannya memuji pastry yang disajikan.


"Aidan, siapa chef pastry kamu? Aunty cocok sekali dengan rasanya." Sissy menggandeng tangan Aidan seperti ke anaknya sendiri.



"Aunty suka?" tanya Aidan.


"Suka banget! Main course nya kami suka tapi pastry nya yang membuat kami 'wow'. Semuanya serba pas! Cocok saat acara minum teh tadi" puji Sissy.


"Aku kenalkan."


Aidan membawa Sissy ke dapur pastry dan tampak Stacy dan Thara sedang membersihkan meja baja yang tadinya berantakan dengan adonan serta tepung.


"Aubty, kenal Stacy kan? Nah, yang membuat pastry nya mereka berdua. Stacy dan princess Thara Azalea."


Sissy melongo. "Stacy aunty tahu tapi kalau princess Thara... Astagaaa! Bukankah dia yang diculik bersama dengan Rajendra?"


"Yup."


"Mrs Major" sapa Stacy dan Thara dengan hormat.


Sissy tersenyum kepada kedua chef itu lalu menatap tajam ke Aidan. "Ai! Apa maksudmu memperkerjakan seorang princess menjadi chef pastry?"


"Tanyakan sendiri sama orangnya! Dia yang minta." Aidan menjawab dengan nada sindiran.


***


Yuhuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like and gift ya


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2