My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Liburan Semester


__ADS_3

Rajendra dibawa ke kantor polisi bersama dengan Ian dan Amir sebagai saksi. Mendengar keponakannya ditangkap, Rhett pun datang ke Polsek Brooklyn bersama dengan Raymond dan Valora Ruiz.


Melihat Oom, Oma dan Opanya datang, membuat Rajendra semakin manyun.


"Apa yang terjadi?" tanya Valora ke officer disana.


"Cucu anda hendak ditusuk oleh teman sekerjanya dan dia membela diri."


"Bagaimana dengan orang yang dihajar oleh cucu saya?" tanya Raymond yang merupakan pensiunan NYPD.


"Er, masuk rumah sakit Kapten Ruiz" ucap officer itu sembari mengusap tengkuknya.


"Rajendra, kamu tidak apa-apa?" tanya Valora sambil memeriksa keadaan cucunya.


"Tidak apa-apa Oma Valora. Tenang saja" senyum Rajendra.


"Cucu saya bisa pulang kan?" tanya Raymond.


"Sementara bisa Kapten Ruiz karena semua bukti dan kesaksian pengawal Mr O'Grady sudah cukup."


"Ayo kita pulang" ajak Rhett O'Grady.


***


Kaia yang mendapatkan laporan dari Rhett hanya bisa tertawa begitu juga dengan Levi yang mendengar dari loudspeaker ponsel sepupunya.


Pandu yang masih berkutat dengan berkas hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar bossnya santai saja saat tahu keponakannya di kantor polisi karena menghajar orang.


"Ya sudah sayang, suruh Jendra istirahat. Bukankah disana sudah jam dua malam?" ucap Kaia.


"Iya, aku juga mengantuk. Kamu kapan pulang ke New York?" tanya Rhett.


"Lusa kami sudah kembali. Pandu sudah bisa mengikuti kinerja Surabaya." Kaia melirik ke arah Pandu yang serius.


"Baguslah. Be careful and Love you Scarlett O'Hara."


"Love you too Rhett Butler."


Levi tersenyum geli mendengar panggilan khas Kaia dan Rhett sejak awal bertemu hingga menikah tidak pernah berubah, seperti di novel Gone With The Wind.


"Pandu, sudah bisa memahami situasi di Surabaya?" tanya Kaia serius.


"Sudah Bu. Saya juga bisa membuat mapping apa saja yang harus saya lakukan disini."


Kaia berjalan menuju ke meja Pandu. "Tunjukkan pada saya."


Pandu pun menjelaskan apa saja langkah-langkah yang dia siapkan. Keduanya tampak terlibat banyak diskusi sedangkan Levi hanya sebagai pengamat. Pria cool itu melihat bagaimana cerdasnya Pandu dan bisa mengikuti kemana maunya Kaia.

__ADS_1


Levi tahu bagaimana sulitnya bekerja dengan Kaia karena sepupunya tipe teliti dan straight.


***


Dua Bulan Kemudian...


Pandu masih menemui seorang klien yang merupakan istri gubernur Jawa Timur yang ingin mempercantik mobil klasiknya. Ibu gubernur itu ingin supaya Mercy Tiger nya menjadi lebih kekinian dengan aksesoris yang high class.


Setelah berdiskusi dengan kemauan sang ibu gubernur, Pandu pun mendapatkan kesepakatan baik dari segi biaya maupun desain. Pandu mengantarkan hingga ke lobby. Mobil dinas gubernur pun datang menjemput ibu gubernur dan pergi meninggalkan halaman gedung bengkel Giandra Otomotif Co.


Pandu hendak masuk ke dalam perusahaannya ketika melihat sebuah mobil masuk dan tak lama mobil itu berhenti lalu turunlah seorang gadis tinggi semampai mengenakan jaket dan kaus bewarna hijau army, kacamata dan jeans sobek-sobek. Rambut pirangnya tampak berkibar diterpa angin.


Wajah Pandu yang semula melongo menjadi sumringah. Sosok yang dirindukan selama enam bulan lebih itu tampak hadir dalam wujud nyata. Pandu bergegas menyongsong gadis yang memberikan senyum manisnya ke arahnya.




"Princess" ucapnya dengan sepenuh hati.


"Halo mas Pandu" sapa Reana yang langsung masuk ke dalam pelukan pria itu.


"Miss you so much." Pandu mencium kening gadis itu.


"Miss you too" balas Reana dalam pelukan Pandu.


"Ayo masuk ke dalam. Kita ke ruangan aku saja." Pandu menatap Reana dengan wajah tidak percaya. Disaat dia merasa tidak bisa pulang ke New York, gadisnya datang ke Surabaya.


"Siapa gadis itu?" tanya para pegawai disana.


"Ternyata itu pacarnya pak Pandu."


"Ya kalah saing kalau begitu."


Pandu mengacuhkan berbagai macam bisik-bisik yang terdengar karena yang penting Reana ada disini, tangannya digenggam olehnya dan wajah cantiknya bisa dia nikmati secara nyata bukan hanya dari layar ponsel maupun layar MacBook nya.


***


"Reana ke Surabaya?" tanya Abi yang menghabiskan liburan semester dengan pulang ke New York.


"Iya, kasihan wajahnya memelas memendam rindu dengan Pandu" ucap Kaia.


Keluarga O'Grady sedang menikmati acara makan malam minus Reana dan Rajendra yang sudah pulang ke London untuk liburan semester. Rajendra mendapatkan libur satu Minggu yang benar-benar dia manfaat kan untuk bertemu Aruna, gadisnya.


"Mom tidak apa-apa membiarkan Reana di Surabaya sendirian?" tanya Abi. Bukan karena dirinya tidak percaya dengan adiknya tapi posisinya adalah Reana baru 18 tahun sedangkan Pandu 23 tahun.


"Mom percaya dengan Reana dan Pandu karena sekali mereka melanggar kepercayaan mom dan Dad, maka akan ada penyesalan disana" ucap Kaia serius.

__ADS_1


"Bi, biarkan adikmu belajar menjadi dewasa dan Dad yakin adikmu bisa dipercaya." Rhett pun menimpali.


Abi pun hanya mengangguk. Semoga Reana dan Pandu tidak kebablasan.


***


Rajendra tampak sumringah melihat sang mama dan Aruna datang menjemputnya bahkan gadis itu tanpa canggung memeluk dirinya sebelum Sekar.


"Astaga Runa. Harusnya kan Tante dulu yang harusnya memeluk anak nakal ini" protes Sekar sambil tertawa melihat calon menantunya dengan santainya memeluk putranya.


"Tapi aku lebih kangen, Tante" jawab Aruna.


"Benar-benar deh kalian itu" kekeh Sekar.


Rajendra tersenyum melihat kelakuan Aruna ke mamanya. "Oh mama, aku pun rindu padamu." Rajendra lalu memeluk Sekar.


"Yuk kita pulang. Aruna sudah memasak banyak bersama mama" Sekar pun menghela Rajendra yang sekarang lebih tinggi darinya.


"Memang pada masak apa sih?" tanya Rajendra yang diapit oleh dua orang wanita yang paling dia sayangi selain Oma Rain.


"Nasi kuning!" ucap Sekar dan Aruna bersamaan. Nasi kuning lengkap adalah salah satu makanan favorit Rajendra.


"Asyik! Ayo pulang. Aku juga mau kasih bunga buat Cleo." Rajendra menggandeng Sekar dan Aruna. Cleo adalah anjing Beagle yang dipelihara oleh Rajendra dari kecil dan ketika Rajendra hendak ujian semester saat SMA, Cleo mati terkena serangan jantung karena faktor usia. Remaja pria itu tampak sangat terpukul harus kehilangan teman berbulu nya dan setelah Cleo tidak ada, Rajendra belum ingin memiliki hewan peliharaan dulu.


***


Pandu dan Reana sudah tiba di ruang kerja milik pria itu dan gadisnya tersenyum smirk melihat desainnya yang sangat maskulin.



"Benar-benar khas pria" kekehnya.


Pandu menghampiri gadisnya dan memeluknya dari belakang. "Apanya yang khas pria" bisiknya di sisi telinga Reana.


Reana yang bertinggi 173 cm bersyukur dirinya tidak memakai boot high heels jadi Pandu yang tingginya 185 cm masih bisa memeluk dirinya dengan kepala lebih tinggi.


"Ruangan mu mas" senyum Reana.


Pandu membalikkan tubuh Reana. "Karena tidak mungkin dong ruanganku bewarna pink."


***


Yuuuhhuuu Up Malam Yaaaaaa


Unboxing Hoshi dan Bagas besok Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2