
Gedung Pengadilan Negeri Semarang
Hari ini adalah sidang perdata kasus pemalsuan dokumen sertifikat rumah Kawi dan dua tanah di jalan pemuda. Saksi - saksi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum kasus perdata pun memberatkan kelima terdakwa, apalagi saat saksi ahli membenarkan sertifikat yang dipegang oleh Lukman adalah aspal ditambah sertifikat asli ada.
Gandari pun menjadi saksi mengenai penemuan sertifikat asli di safe deposit box dua bank begitu juga dengan pihak bank yang menyatakan bahwa safe deposit box itu sudah dibayar selama dua puluh tahun.
Sidang pun ditunda Minggu depan untuk membacakan keputusan hakim. Jaksa penuntut umum kasus perdata memang ingin pengadilan yang cepat sebab semua bukti sudah terkumpul.
Gandari pun keluar dengan lega karena Minggu depan sudah keputusan. "Setidaknya satu sudah selesai dan aku rasa hukumannya sesuai yang mas Travis bilang itu ya."
"Iya, Gandari denda dan hukuman maksimal yang tidak sampai empat tahun dan denda sekitar 250 jt sampai 1 Miliar."
"Aku tadi melihat ternyata Joko juga menyeret beberapa rekan kerjanya setelah digali lebih lanjut" komentar Abi yang melihat tiga orang pegawai BPN yang menjadi saksi/tersangka. "Kabarnya mereka juga sudah dipecat dengan tidak hormat."
"Karena keserakahan membawa sengsara ke orang lain" gumam Gandari.
"Itulah kenapa kami semua yang merupakan keturunan klan Pratomo tidak boleh saling menjatuhkan dan serakah dengan keluarga sendiri. Karena efeknya seperti ini. Gadha faedahnya!" jawab Abi.
"Kita itu lebih baik saling gelut, ribut ga jelas, reseh receh tapi care dan sayang satu sama lain. Itu ajaran dari eyang buyut Arga ke eyang Adrian, eyang Adriana, eyang Aryanto dan eyang Adinda yang menjadi leluhur kita" ucap Abi. "Bahkan ada aturan tidak tertulis jangan hidup bebas dalam arti bisa seenaknya jadi player. Kami semua Alhamdulillah diberikan fisik bagus dan kekayaan tapi tidak berarti kita bisa seenaknya."
"Ajaran kalian itu kalau diterapkan di jaman sekarang itu termasuk kuno pakai banget, mas" komentar Gandari. "Tapi malah itu yang baik."
"Ajaran jaman dulu itu jauh lebih baik karena para leluhur kita sudah menjalaninya jadi mereka tahu mana yang baik dan mana yang tidak. Mereka pun menerapkan ke keturunannya agar tidak terjerumus ke mudarat." Abi menatap ke arah Gandari.
"Satu sudah selesai, tinggal besok. Apa kamu siap menjadi saksi lagi, Gandari?" tanya Travis.
"Insyaallah siap mas."
***
Rombongan Blair pun memilih makan siang di sebuah rumah makan Padang di daerah Pandanaran. Abi dan Travis kangen ayam Kalio dan tunjang yang membuat Gandari meringis.
"Kolesterol semua itu" ucap Gandari sambil tersenyum.
"Ga setiap hari juga Ndari" kekeh Abi.
Tak lama semua menu pun keluar dan rombongan pun menikmati acara makan siang. Abi dan Travis tanpa malu makan dengan menggunakan tangan yang membuat Gandari melongo.
__ADS_1
"Kalian berdua tuh... Bule tapi kok demen makan pakai tangan?" tanya Gandari sambil makan yang juga pakai tangan.
"Makan Padang kalau pakai sendok, nggak asyik!" sahut Abi yang meminta lalapan daun singkongnya yang kedua ke pelayan.
"Astagaaa" kekeh Gandari.
Asisten Travis dan pak Rahman pun tanpa sungkan makan dengan tangan karena melihat bossnya pun sama dan cuek saja bahkan tampak menikmati.
***
Malamnya Abi mengajak Gandari berjalan-jalan di seputaran Simpang Lima.
"Kita jalan kaki saja ya Ndari. Nggak papa kan? Aku belum nge-gym jadi olahraga nya ganti jalan kaki. Gimana?" tanya Abi saat Gandari membuka pintu kamar hotelnya.
"Santai saja mas. Lebih enak jalan kaki lho."
Abi tersenyum. "Yuk jalan-jalan."
Gandari menutup pintu kamarnya setelah mengambil card keynya. Abi pun tanpa malu menggandeng tangan gadis itu.
"Dia mau kencan dengan kekasihnya, virtual" kekeh Abi. "Tapi tadi minta dibawakan tahu petis dan nasi ayam goreng."
"Kekasihnya mas Travis siapa kah?" tanya Gandari saat mereka masuk lift.
"Namanya Rahajeng Kartokusumo, gadis Jawa dan anak sahabat Oom James Blair. Sekarang sedang kuliah di Australia ambil jurusan bisnis."
"Kalian pria-pria Blair itu pecinta wanita Jawa ya?" kekeh Gandari. "Namanya Rahajeng Kartokusumo itu Jawa banget mas."
"Memang. Tapi menurut Travis, Rahajeng jawanya kacau. Dia juga judes dan bar-bar. Bahkan katanya sempat marahin adik kelasnya yang seenaknya main cium kekasihnya di perpustakaan depan dirinya. Padahal adik kelasnya itu juga orang Indonesia tapi memang player dia."
"Namanya siapa adik kelasnya itu?"
"Katanya Bagas Hadiyanto."
***
__ADS_1
Simpang Lima Semarang
Abi dan Gandari berjalan menuju area pujasera yang memang terdapat di area Simpang Lima lalu segera ke gorengan Prasojo disana. Keduanya pun memesan tahu petis untuk mereka dan Travis.
Setelahnya mereka berjalan ke jalan kyai haji Ahmad Dahlan yang banyak berjejer warung tenda disana termasuk jagung bakar, roti bakar, nasi gandul, es puter conglik, dan martabak. ( Buat yang kangen Semarang, sekarang makin banyak kulinernya ).
Gandari mengajak Abi makan di warung nasi gandul sembari menikmati es puter conglik. Dan gadis itu surprise dengan santainya Abi makan disana dan tidak ada jaimnya. Padahal kalau dipikir, Abi itu salah satu CEO perusahaan terkenal di dunia.
"Kamu kenapa Ndari?" tanya Abi setelah makan porsi kedua nasi gandul. Duh, aku bakalan musuhan sama timbangan ini kalau begini caranya! Pulang ke Indonesia itu bikin khilaf buat lidah, gigi dan lambung. Dan si lemak pun langsung nongol dengan bahagia.
"Nggak, seneng saja lihat mas Abi santuy begini. Lebih mirip turis" kekeh Gandari. "Nggak kelihatan CEO Giandra Otomotif Co" bisik gadis itu kemudian.
"Ndari, ada kalanya kamu tidak perlu menunjukkan siapa kamu. Menjadi orang biasa itu juga menyenangkan apalagi disini yang tidak banyak paparazi macam di New York atau Boston."
Gandari tersenyum. "Makanya aku langsung suka dengan mas Abi. Bukan tipe orang kaya seperti yang sering aku temui saat aku hadapi di galeri. Mereka selalu meremehkan orang-orang yang dianggap tidak selevel. Hanya karena aku lebih paham seni mereka menghargai aku tapi tidak ke beberapa pegawai aku yang bagian cleaning services atau anak magang."
Abi menatap Gandari.
"Yang membuat aku tambah suka, mas Abi itu nggak basa basi. Pas mas Abi bilang lukisan telor asin, sumpah aku ngakak lho mas. Silsilah mas Abi yang keturunan Miss Yuna Pratomo itu patut diragukan karena benar - benar no sense of art at all."
Abi hanya tersenyum. "Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku tidak ada sense of art karena bagiku, menyusun mesin itu jauh lebih menyenangkan dan lebih artistik."
"Sense of artnya mas Abi berbeda tapi mendengar ini aku baru yakin mas Abi cicitnya Miss Yuna Pratomo karena jiwa seninya jatuh ke desain mesin bukan art galeri."
Abi menatap lembut ke Gandari. "Benernya ini nggak romantis at all tapi what the hell. Ndari, nanti setelah ini semua selesai, aku akan bawa Mami dan Papi ke Connecticut untuk melamar kamu ya."
Gandari melongo.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Memang deh keturunan Edward Blair ya, kacau seenaknya sendiri.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️