My Cold Chef

My Cold Chef
Dipaksa Menikah


__ADS_3

Pagi ini Aidan dan Thara didampingi Karl, Rahma dan Iffa tiba di Dubai International Airport menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Blair. Duncan dan Rhea beserta Rhett dan Kaia sudah terlebih dulu tiba di Dubai.


Dua buah mobil Range Rover sudah tiba disana untuk menjemput rombongan dari London dan hendakn dibawa menuju istana milik keluarga Al Azzam. Aidan dan Karl dalam satu mobil sedangkan Thara, Rahma dan Iffa berada di mobil yang lain.


"Ai, serius itu Mr Al Azzam melamar kamu?" tanya Karl.


"Iya, dia melamar ke papi dan mami" jawab Aidan sambil manyun.


Karl terbahak. "Kapokmu kapan Aidan. Lagian kamu tuh terlalu kaku jadi orang, makanya Oom Duncan dan Tante Rhea maju deh!" kekeh Karl.


Aidan hanya mendengus kesal sembari melihat pemandangan luar jendela. Apa yang dipikirkan oleh kedua orang tuaku? Kalau sampai menerima lamaran Abah Hasyim... Terlalu!


***


"Jadi tuan Al Azzam melamarkan princess ke tuan Blair... Maksud saya tuan Duncan Blair? Apa yang terjadi princess?" Rahma heboh bertanya kepada Thara.


"Aku sendiri tidak tahu, Rahma. Apa sih yang ada di benak dan pikiran Abah?" Thara merengut. Meskipun Aidan adalah pria pertama yang dia cium tapi bukan berarti harus bersamanya juga. Ketika dirinya dinodai oleh Bhizad, pria itu sama sekali tidak menyentuh bibirnya.


"Mungkin biar princess aman dan tuan juga tenang melepas princess di London?" gumam Rahma.


"Bukannya selama ini juga tidak masalah?" sahut Thara.


"Maksud saya, tuan Al Azzam ingin princess mendapatkan pendamping yang bisa dipercaya" sahut Rahma.


Thara terdiam. Tapi bukan si hokkyokuguma juga!


***


Rombongan London tiba di istana Al Azzam yang sekarang berdiri dengan gagahnya setelah beberapa bulan sebelumnya dibom bardir oleh Levi dengan granade launcher. Desain yang berbeda dibuat oleh Alex Ghaidan, menjadi lebih hangat dan nyaman.


Setibanya di depan pintu masuk istana, Aidan dan Karl melihat Rhea bersama Aisyah sudah berdiri menunggu mereka.


"Ada mami nunggu di depan?" gumam Aidan bingung lalu turun dari mobil dan menghampiri Rhea.


"Akhirnya sampai juga. Gimana perjalanan?" tanya Rhea sambil mencium pipi dan memeluk putra bungsunya.


"Lancar mami." Aidan lalu mencium punggung tangan Aisyah Al Azzam. "Umi."


"Selamat datang lagi nak Aidan. Ayo masuk." Rhea langsung menggamit putranya seperti hendak terburu-buru.


"Mami apa-apaan? Kok main tarik?" Aidan terkadang sering terkejut melihat bagaimana Rhea yang badannya langsing itu bisa memiliki kekuatan dua kali dari berat badannya. Bahkan sang papi Duncan pun tidak bisa melawan sama sekali dengan maminya.


"Diam kamu!" bentak Rhea gemas. Aidan melirik sekitar istana dan melihat papinya dan Hasyim Al Azzam bersama dengan Oomnya Senna Al Jordan dan Kai Al Jordan asyik mengobrol namun tampaknya Rhea tidak memberikan kesempatan Aidan untuk menyapa mereka.


Rhea menyeret Aidan masuk ke sebuah kamar yang mewah dan menyuruh putra tampannya untuk duduk di tempat tidur. Setelahnya Ibu dua anak dan dua cucu itu pun mengunci pintu. Aidan yang bingung melihat Rhea seperti itu pun hendak membuka mulutnya tapi yang dia dapat adalah keplakan di kepala.

__ADS_1


"Aduuuhh! Mami! Kepala Ai kok dikeplak?" teriaknya sambil mengusap belakang kepalanya.


"Kamu tuuuuuhhh! Mami gemes sama kamu! Jadi orang mbok jangan judes-judes kenapa sih? Duh, mama kok ya kasih gen nya kuat ke kamu sama Kaia thow Yaaaa!" Rhea memegang pelipisnya.


"Apaan sih mami tuh!" Aidan menatap judes ke maminya.


"Sudah! Sekarang manut mami! Siap-siap!"


"Hah? Siap-siap apaan?" tanya Aidan bingung.


"Nikah lah!"


"HAAAAHH? Nikah sama siapa?" teriak Aidan.


"Sama Thara lah! Memang sama siapa lagi?"


"Maaaammiiii! Ai nggak cinta dia maaaammiiii!"


"Tapi kamu sempat cium kan?" kekeh Rhea cuek. "Sudah, pakai tuh tuxedo kamu! Mau jadi anak durhakim apa? Manut sama mami!" bentak Rhea.


Aidan cemberut dan memilih masuk ke kamar mandi.


"Awas kalau kamu berani kabur!" ancam Rhea.


Aidan pun menutup pintu kamar mandi dan memutuskan berendam sambil mengumpat semua bahasa kasar yang dia ingat.


***


Thara melongo mendengar ucapan Abah dan Uminya bahwa dirinya kan menikah dengan Aidan.


"Bukannya Aidan bilang kalau acara hari ini lamaran dan kami berdua..."


"Akan menolaknya" sambung Hasyim Al Azzam. "Kami tahu sayang maka dari itu kami sebagai orang tua harus bertindak tegas."


"Astaga Abaaahh! Aku dan Aidan tidak saling mencintai, bahkan Aidan sangat sebal padaku sejak kasus aku melangkahi dirinya." Thara memegang pelipisnya.


"Percaya sama Abah. Kalian akan hidup bahagia."


Untuk kali ini aku tidak percaya dengan ucapan orang tua.


***


Aidan manyun melihat sepupunya semua pada berkumpul dengan tampang menyebalkan terutama trio durjana, Arjuna-Levi-Fuji. Tiga saudara sepersusuan itu entah apa yang salah dengan ASI mommy masing-masing membuat ketiganya kompak jika menistakan saudara-saudaranya.


"Oh come on Ai, kalau nggak gitu elu nggak nikah-nikah. Kamu tuh sama dengan Levi, harus orang tua yang maju" kekeh Fuji.

__ADS_1


"Nggak dengan dia juga, Ji!" sungut Aidan yang sudah memakai tuxedo. lengkap. "Siapa sih kasih ide seperti ini?" Pria itu menatap tajam ke semua sepupu prianya yang sudah berdandan rapi.


"Nggak ada yang kasih ide ke Oom Duncan atau pun Mr Al Azzam. Sumpah Pramuka!" Levi memberikan tanda V.



"Sumpah Pramuka apaan? Wong kamu nggak pernah ikut Pramuka" cebik Arjuna.


"Beneran bukan kalian?" tanya Aidan.


"Sumpah Ai, kami-kami nggak pernah intervensi soal beginian!" sahut Arya. "Kami cuma disuruh datang ke Dubai. Malah kukira si pria bertattoo ini lamaran ke Sabine" tunjuk Arya ke Karl Schumacher.


"Penasaran siapa yang bikin aku harus nikah dadakan begini?" Aidan pun cemberut.


"Permisi. Maaf, tuan-tuan, acara akan segera dimulai." Seorang pelayan datang mendatangi kamar Aidan.


"Good luck Ai. Biasanya kalau Oom Duncan setuju, pasti oke. Contoh tuh Rhett." Mario Bianchi mengedikkan dagunya ke Rhett O'Grady yang sedang sibuk menelpon. "Dia sama Kaia kayak apa bucinnya."


Aidan hanya bisa berjalan gontai menuju tempat akad nikah didampingi oleh semua sepupu prianya yang dikaruniai fisik paripurna. Tak sedikit para pelayan di istana yang berbisik-bisik membicarakan bagaimana tampannya para pria klan Pratomo.


Wajah Aidan sedikit memucat melihat istana sudah ditata sedemikian rupa menjadi acara pernikahan dan Akad nikah dilakukan pada sore hari. Kok kayak mau dibawa ke guillotine ya?


Aidan pun melirik ke arah Thara yang datang dengan gaun pengantin. Kok dia cantik sih? Mata biru Aidan pun memindai siapa yang berani mengusulkan acara dadakan seperti ini di kalangan para tamu undangan. Dan matanya melihat seorang dengan mata coklat bening yang berbinar-binar bahagia menatap dirinya. Ada raut wajah puas yang menyebalkan.


Rajendra!


***



Bang Aidan, gitu dong senyum.



Gaunnya neng Thara


***


Yuhuuuu Up Jam Brunch


Hoshi masih belum lolos review dari semalam


Maaf telat karena Eike rada not well


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2