
"BRYAAANNN!" bentak sang Daddy panik. Iya bener anaknya sangat-sangat cerdas tapi keisengannya juga keterlaluan! Duh kebanyakan kumpul sama Levi dan Ezra Hamilton yang ikutan gesrek jadi begini anak aku!
"Eh cumi! Offline kagak lu! Bisa kelacak IP address aku kampret!" umpat Aidan kesal.
"Eh tenang bang! IP address mu aku tutup! Aku pakai jaringan super rumit ke 170 negara di dunia. Pusing-pusing deh carinya!" kekeh Bryan tanpa dosa. "So, mau yang mana?" Remaja akhir itu membalikkan monitor iMac milik Aidan yang menunjukkan daftar rudal dan roket yang disimpan di kapal perang milik angkatan laut Amerika atau US Navy dan di dalam tanah milik angkatan darat Amerika atau US Army.
"Astoge! Bryan! Stop! Kamu mau bikin perang dunia lagi?" hardik Abian kesal.
"Lho kelamaan Dad kalau harus pelan-pelan. Capek nunggunya! Tinggal bum, selesai, hilang, Vanished!" bela Bryan dengan wajah usil.
"Nggak gitu juga cumiiii! Ada seninya untuk perang! Baca Art of War punyanya Sun Tzu gih!" omel Aidan.
"Iisshhhh kelamaan!" cebik Bryan.
"Bry, out! Jangan bikin masalah! Keluar kamu dari US Navy, US Army dan Pentagon! NOW!" bentak Abian.
Sambil cemberut, Bryan kemudian keluar dari hack semua launcher yang hanya tinggal satu tombol bisa meluncur menuju target.
"Sudah offline Dad. Semua jejak sudah aku hapus!"
"Bagus! Jangan bikin Dad jantungan!" Abian memegang pelipisnya.
***
Johnny melirik ke arah Abian Smith yang duduk di sebelahnya dengan perasaan kepo. Pria ini memiliki aura yang tidak bisa ditebak. Mata Abian tampak terpejam dan guratan lelah terlihat disana.
"Ada yang ingin kamu tanyakan, Johnny?" tanya Abian sambil terpejam.
"Eh?" Johnny tergagap seperti kepergok berbuat kejahatan. "Bagaimana tuan Abian tahu?"
Abian tersenyum. "Apa kamu lupa siapa keluarga saya John? Terbiasa kumpul dengan keluarga Blair dan mengikuti seperti mereka, membuat semua inderaku pun bekerja setiap saat meskipun dalam kondisi terpejam."
"Saya lupa anda saudara angkat tuan Duncan Blair" kekeh Johnny.
Abian tersenyum tipis. "So, apa yang ingin kamu tanyakan?"
__ADS_1
"Nanti saja tuan karena kita sudah sampai" senyum Johnny.
Abian menoleh ke arah kursi belakang dan melihat Bryan serta Thara tampak terlelap.
"Bry, Thara, ayo bangun. Kita sudah sampai" ucap Abian yang membuat kedua orang itu membuka matanya.
"Aku butuh kasur!" gumam Bryan sambil menguap.
***
Thara masuk ke dalam apartemennya dan terkejut melihat Rahma masih berada di sofa sambil menonton Netflix meskipun matanya sudah seperti tinggal terpejam.
"Belum tidur Rahma?" tanya Thara.
"Masih menunggu princess" bisik Rahma.
"Yuk, udah matiin Netflix nya. Kita tidur karena besok aku banyak pekerjaan" ajak Thara.
Rahma pun mengangguk dan mematikan tv besar di ruang tengah lalu dirinya masuk ke dalam kamarnya.
***
"Jadi mobil ini sudah mondar-mandir pas Jeremy, Arjuna dan Aidan ke Indonesia?" tanya Abian sembari melihat rekaman CCTV di sekitar halaman rumah Arjuna.
"Benar tuan Abian. Bahkan mereka mengikuti hingga ke komplek apartemen sini dan tuan Karl meminta salah seorang dari kami berperan sebagai penghuni apartemen yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran mobil itu."
"Bagaimana tanggapan Scotland Yard?" tanya Abian.
"Hanya memberikan surat teguran ke pengemudi yang tampaknya orang timur tengah. Mereka berasalan hendak menyewa apartemen ini jadi bolak balik kemari untuk memantapkan hati."
Aidan tertawa sinis. "Full of B.S!"
"So B.S, Sir" sahut Johnny.
"Kita harus waspada John apalagi besok. Lebih baik setelah sarapan, kalian langsung pergi menggunakan motor dan aku akan mengendarai Range Rover nya bersama Rahma. Aku ingin tahu, sampai mana mereka bertindak." Abian mencatat plat nomor mobil Range Rover satu lagi selain yang sudah didapat sebelumnya.
__ADS_1
"Baik Sir." Johnny mengangguk. Besok dia dan Thara akan berboncengan menggunakan Ducati milik Michael menuju RR's Meal.
***
Rahma dan Thara melongo mendengar permintaan Abian pada keesokan harinya mereka bertemu di apartemen gadis itu.
"Selama ini anda kalau pergi kan menggunakan masker jadi tidak ada masalah apalagi dari jarak jauh, kalian agak mirip." Abian menatap Thara dan Rahma bergantian. "Rahma tidak masalah kan menjadi umpan bersamaku?"
"Tidak masalah tuan Abian. Lagipula, saya juga penasaran" senyum Rahma.
"Bagus! Aku suka perempuan kuat! Thara, kamu juga harus kuat dan pegang di mindsetmu, berikan penderitaan mereka sejuta kali lipat darimu."
Thara menatap Abian. "Apakah itu ajaran keluarga anda, tuan Abian?"
"Apa kamu melepaskan begitu saja orang-orang yang sudah melecehkan dan memper*kosa kamu hingga hamil? Kalau kamu melepaskan, kamu adalah perempuan paling tolol di dunia! Selama masih ada banyak orang yang mau membantumu untuk membalas dendam, manfaatkan!" ucap Abian sarkasme.
"Melepaskan? Lolos dari semua hukuman? Tidak akan pernah terjadi!" ucap Thara dengan geram.
"Bagus. Apa rencana mu jika bertemu dengan Ja'far?" tanya Abian.
"Akan aku kebiri habis!" mata hijau Thara berkilat marah.
"Bagus! Goloknya nanti biar diasah Bryan" seringai Abian.
***
Yuhuuu Up Jam Brunch Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1