My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Rajendra Samudera McCloud


__ADS_3

"Rajendra!" panggil seorang gadis cilik berhijab ke bocah tampan yang berjalan sok cool.


"Wa'alaikum salam Aruna" sapa bocah bernama Rajendra itu.


"Kamu baik-baik saja? Tante Thara gimana?" tanya Aruna khawatir karena hampir dua bulan lalu teman sekelasnya itu diculik oleh orang jahat bahkan pengawalnya dibunuh di depan banyak orang termasuk dirinya.


"Alhamdulillah baik. Tante Thara juga baik" jawab Rajendra sambil masuk ke dalam kelas.


"Rajendra. Sudah siap masuk kelas?" tanya Miss Yulia, wali kelas Rajendra dan Aruna.


"I'm so ready!" jawab Rajendra yakin.


"Are you sure?" tanya Miss Yulia lagi.


"Positive!"


"If that so, welcome back Rajendra."


Rajendra tersenyum simpul.


Sepuluh Tahun Kemudian ...


Rajendra berjalan lebar-lebar untuk menemui sang mama, Sekar. Wajahnya yang tampan benar-benar perpaduan sang ayah Arjuna McCloud dan sang mama Sekar Larasati. Remaja berusia 15 tahun itu heboh karena dirinya diterima di Culinary Institute of America bersamaan dengan Abi dan Reana, sepupunya yang diterima di MIT jurusan fisika dan Columbia University jurusan econometrics and quantitative economy.


"Mamaaaa! Aku diterima ini di CIA!" teriak Rajendra penuh semangat.


"Apa? Kamu mau jadi agen CIA? Bagaiamana dengan cita-cita kamu jadi chef?" seru Sekar dari dapur.


"Ih bukan Central Intelligence Agency tapi Culinary Institute of America, mamaaaa" sahut Rajendra sambil manyun.


Sekar pun keluar dari dapur sambil membawakan semangkuk besar sup iga kesukaan putra dan suaminya. Rama, si bungsu tampak mengikuti sang mama membawa teko besar berisi air lemon.


"Kok mas Jendra bisa tahu diterima? Kan kemarin bikin baklava gagal" kekeh Sekar yang paling suka menggoda putra sulungnya yang memang bercita-cita menjadi chef seperti Oomnya Aidan.


"Ish mama. Kemarin bikin baklava gagal gara-gara si Runa gangguin aku terus ribut pengen masuk Cambridge atau Oxford." Rajendra membantu sang mama menata meja.


Hari Minggu seperti ini, keluarga McCloud terbiasa meliburkan para pelayan jadi mereka berempat bisa menikmati waktu bersama. Bahkan tak jarang, keempatnya membersihkan rumah ramai-ramai sembari memilah barang-barang yang sudah tidak dipakai tapi masih layak untuk disumbangkan ke badan amal.


"Mas Jendra mau ke Amerika?" tanya Rama sambil menuangkan air lemon ke empat gelas di meja.


"Iya dik. Kan mas pengen jadi chef profesional jadi harus sekolah chef."


"Siapa yang mau ke Amerika?" tanya Arjuna yang baru saja membersihkan ruang kantornya sambil membawa kotak kardus berisikan sampah.


"Jendra itu mas. Diterima di Culinary Institute of America" senyum Sekar.


Arjuna menatap putra sulungnya. "Serius kamu boy?"


"Serius lah pa. Kan aku sudah daftar, sudah ujian masuk tertulis dan praktek meskipun via online. Papa sendiri yang menandatangani aplikasi persetujuan orang tua." Rajendra menatap horor ke Arjuna. Papaku belum pikun kan?


"Oh aplikasi yang itu. So, kamu serius sekolah di New York bareng si kembar?" tanya Arjuna sambil duduk setelah meletakkan kotak berisikan sampah di sudut dapur.


"Kok sama si kembar?" tanya Rajendra bingung.

__ADS_1


"Iyalah. Abi dan Reana juga masuk kuliah bareng kamu meskipun beda kampus. Kamu itu masih di bawah umur jadi besok kalau kamu kuliah itu harus tinggal di mansion Blair bareng Opa Duncan dan Oma Rhea. Atau kamu tinggal bareng Tante Kaia dan Oom Rhett kalau mansion Blair di Staten Island kejauhan."


Rajendra pun manyun. "Harus ya pa? Bareng sama Tante Kaia?"


"Iyalah. Kan kamu masih 15 tahun! Kalau kamu nggak mau, berarti kamu kuliah di London saja. Gimana?" Arjuna menatap wajah tampan putranya.


Rajendra pun mengangguk.


***


"Jadi Rajendra diterima di CIA?" tanya Kaia saat Arjuna melakukan panggilan video.


"Iya, dia diterima di Culinary Institute of America dan kampusnya tidak jauh dari penthouse kalian yang di Manhattan."


"Kampus Jendra di area Hyde tidak jauh dari sini lagipula, Jendra kan bisa sama Reana berangkat nya ke kampus barengan soalnya Abi harus terbang ke Massachusetts" ucap Kaia Blair.


"Gila tuh Abi. Bisa-bisanya keterima di MIT jurusan fisika sama dengan Levi" kekeh Arjuna. "Padahal tampang kayak preman judes!"


"Junjun! Enak saja bilangin Abi kayak preman judes!" protes Kaia tidak terima anak tampannya dibilang preman.


Arjuna terbahak.


"Eh Jun, kalau Jendra ke New York, Aruna gimana?" tanya Kaia mengingat keponakannya sudah sok pacaran dari TK.


"Waduh! Aku lupa sama calon mantu aku!" Arjuna menepok jidatnya. "Iya ya, Aruna gimana?"


Kaia hanya menggelengkan kepalanya sambil memijit pelipisnya. "Mertua durjana!"


***


"Serius nih kamu ke New York?" tanya Aruna judes.


"Kan aku sudah bilang, begitu lulus SMA langsung ke Culinary Institute of America karena kata Oom Ai, sekalian saja ke kampus yang brutal biar aku belajar dari nol. Kan selama ini aku belajar otodidak dari mama, Oma, Oom Ai, Tante Thara sama Tante Stacy. Jadi aku ambil formalnya disana." Rajendra menatap gadis remaja berhijab itu sambil menyesap teh tarik buatan Aruna.


"Kenapa nggak di London saja?" tanya Aruna lagi.


"Aku..." Rajendra menunduk.


"Aku apa?" cecar Aruna gemas melihat remaja tampan di hadapannya.


"Aku nggak keterima..." cengirnya.


Aruna melongo. "Seriously? Yang benar? Keponakannya Aidan Blair, chef terkenal seantero Inggris dan dunia, tidak keterima?"


"Aku nggak lolos di Le Cordon Bleu, Runa. Serius!"


"Kenapa nggak bisa lolos?"


"Aku terlambat bangun..." seringai Rajendra. "Jadi terlambat satu jam dan langsung dicoret."


Rasanya Aruna ingin mengkruwes Rajendra saking kesalnya. "Memangnya kamu nggak pasang weker?"


"Pasang tapi jam digital nya aku lempar ke tembok."

__ADS_1


"Tante Sekar nggak bangunin kamu?"


"Bangunin tapi aku tidur lagi."


"Terus kamu bangunnya?"


"Diguyur mama" cengir Rajendra.


Astaghfirullah Al Adzim! Ini anaaakkk!!!


Plak!


Aruna menepuk jidat Rajendra. "Beneran deh kamu!"


"Duh! Kok dikeplak sih jidatku?" Rajendra mengelus jidatnya.


"Habis kamu itu lhooo!" Aruna pun berdiri. "Sudah, anterin aku pulang! Lama-lama aku darting sama kamu!"


"Darting atau sayang?" seringai Rajendra.


"Aaahhh! Ayo pulang!" Aruna menowel bahu Rajendra. Keduanya saat ini sedang berada di RR's Meal setelah Rajendra selesai membantu Stacy membuat pastry.


"Kalian mau pulang?" tanya Aidan.


"Iya Oom. Kami pulang dulu" pamit Aruna.


"Hati-hati kalian. Oh, Jendra, selamat ya lolos Culinary Institute of America. Kapan berangkat?"


"Insyaallah bulan depan."


"Jadi kalian pisah nih,?"


Rajendra memutar matanya malas. Adik sepupunya yang paling menyebalkan datang.


"Halo Direndra."


***


Yuhuu Rajendra dan Aruna launching Yaaaaaa


Semoga suka


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Yang diguyur mama Sekar dan dikeplak Aruna


__ADS_1


Ganteng gini kok dibilang Preman ya Bi?


__ADS_2