
Acara ijab qobul Karl Schumacher dan Sabine Al Jordan berjalan dengan khidmat, tidak ada drama gesrek karena Senna Al Jordan sudah mengancam kan mencabut semua koleksi senjata Sabine jika dia berbuat ulah.
Usai acara penandatanganan berkas pernikahan dilanjutkan acara sungkem santai kalau versi Sabine lalu foto bersama dengan keluarga besarnya.
Karl tampak gagah dengan tuxedonya sedangkan Sabine dengan gaun pengantin mewahnya, berseri-seri menerima ucapan selamat dari keluarga besar dan tamu undangan. Seperti tradisi keluarga klan Pratomo, mereka lebih suka garden party.
Akhirnya Sold Out ya Karl
Neng Sabine harus kalem
Para sepupu perempuan Sabine memuji gaun pengantinnya yang benar-benar cantik.
"Ternyata bisa kalem juga nih bocah" ledek Kaia ke Sabine.
"Kepaksa aku mbak, daripada si Baretta diambil papa" ucap Sabine sambil manyun yang membuat semua sepupu perempuannya bengong.
"Astoge Sabine!" seru Josephine.
"Taruhan deh si Karl nanti malam bakal gagal unboxing kamu" kekeh Marissa.
"Kok pada yakin sih?" tanya Sabine curiga.
"Soalnya para pria sudah merencanakan sesuatu" kekeh Davina.
"Nggak usah unboxing sekarang kan juga nggak papa, nanti bisa seumur hidup" sahut Sekar.
"Oh iya, kamu kan lama ya unboxing nya gara-gara si Junjun kecelakaan" seru Keia Al Jordan.
"Sabar saja Bine, otongnya si Karl biar ngampet dulu" sahut Kaia cuek.
"Astaghfirullah! Kaia!" seru Josephine dan Marissa.
Yanti mendekati Thara yang terbengong-bengong mendengar percakapan absurd para perempuan cantik itu.
"Biasa aja Thara, mereka biasa kok seperti ini" ucap wanita ayu yang sedang hamil lima bulan itu.
"Kukira hanya yang pria saja yang seperti ini ternyata yang wanita sama saja" kekeh Thara.
"Kamu belum tahu semuanya Thara" ucap Kristal Ruiz Sky.
"Danisha nggak datang ya?" tanya Keia sambil memakan saladnya.
"Danisha kan lagi hamil besar dan Iwan tidak mengijinkan pergi jauh-jauh. Tahu sendiri Iwan gimana proteknya setelah sempat keguguran dulu" sahut Kaia.
"Berarti nanti anak Danisha dan anak Levi seumuran dong" celetuk Kristal. "Sama dengan putriku." Freya, putri Kristal baru saja lahir sebulan lalu.
__ADS_1
"Kalau aku yakin, anaknya Danisha pasti kalem kayak Iwan tapi kalau anaknya Levi... Aku nggak yakin" ucap Marissa sambil berdecih.
"Yakin aku, anaknya Levi bakalan nurunin gesreknya Oom Eiji, songongnya Levi, judesnya Opa Alex" kekeh Sabine.
"Wah kacau! Siap-siap kau Yan. Bakalan darting kau!" gelak Kaia.
"Jangan ya nak, jangan nurun yang jelek-jelek dari Opa buyut, Opa dan Daddymu ya" bisik Yanti ke perutnya.
"Kok kita-kita nggak yakin" gelak Marissa.
***
Karl menatap rombongan pria-pria paripurna itu dengan tatapan curiga. Menilik kelakuan saat Aidan menikah lalu, Karl yakin bahwa pria-pria durjana itu akan menggagalkan unboxing Sabine.
"So, kalian semua mau membuat aku gagal unboxing kan malam ini?" tanya Karl tenang meskipun dalam hatinya kesal bukan kepalang. Semua rencana dan gaya macam-macam yang sudah dia susun rapi untuk mengunboxing Sabine tiba-tiba berantakan.
"Nah tuh paham" gelak Arjuna yang sudah melepas dasinya dan menyisakan jas dan kemeja putih yang juga diikuti saudara-saudaranya.
Bokapnya Rajendra dan Rama
Bokapnya Hoshi
"Oke. Kemana?" tanya Karl menyerah. Toh unboxing bisa menunggu tapi kelompok durjana ini tidak bisa menunggu.
"Balapan lah!" bisik Fuji.
Karl melongo. "Kalian nggak kapok kena jewer?"
"Nggak!" seru para pria itu.
"Tenang, ini kita di sirkuit kok, nggak di jalanan" ucap Reyhan. "Aku sudah booking Dubai Aurodrome khusus buat kita semalaman."
"Semua mobil di garasi sudah kuminta kirim ke sirkuit" ucap Fuji.
"Kalian gila!" umpat Karl sambil menggelengkan kepalanya.
"Memang!"
***
Thara merasakan tubuh Aidan naik ke atas tempat tidur setelah semalam para pria menghilang untuk balapan di sirkuit. Para istri sendiri memilih tutup mulut daripada besoknya para emak-emak berbuat lebih sadis lagi kepada anak Lanang.
"Sudah pulang?" bisik Thara dengan suara serak. Hidungnya yang mancung bisa mencium harum sabun dan shampoo yang dipakai Aidan. Suamiku mandi dulu ternyata.
__ADS_1
"Sudah langsung mandi. Gerah kena keringat" jawab Aidan sambil memeluk Thara dari belakang. Hidung pria itu mendusel di tengkuk Thara membuat istrinya mende*sah. Aidan tahu itu adalah salah satu titik kelemahan Thara.
"Jam berapa ini Ai?" tanya Thara yang tidak tahan dengan ciuman lembut di sepanjang tulang belakangnya seperti mengabsen jumlah tulang thoraksnya. Apalagi Thara sekarang mengenakan gaun tidur berbahan satin yang terbuka punggungnya.
"Jam empat subuh. Kenapa Thara?" gumamnya di balik punggung istrinya.
"Kamu tidur dulu, aku mau bersih-bersih dulu" ucap Thara yang lalu membeku ketika Aidan menurunkan tali gaun tidurnya dari bahunya.
"Yang bilang mau tidur siapa, Thara?" Aidan membalikkan tubuh istrinya. "Aku mau bercin*ta dengan istriku."
Aidan lalu menciumi leher Thara lembut hingga ke dadanya yang terekspos.
"Ai..." panggil Thara disela-sela desa*Hannya.
"Apa?"
"Ambilkan permen mint di nakas."
"Kenapa?" Aidan menatap wajah istrinya.
"Aku belum gosok gigi, nggak pede lah aku."
Aidan melongo. "Astaga Thara! Kamu tuh sudah nikah dua bulan masih saja seperti ini?"
Thara cemberut. "Iya deh, iya istriku" kekeh Aidan lalu mengambil permen mint yang memang selalu Thara siapkan disana.
Setelahnya, kedua insan itu pun melakukan olahraga pagi yang paling enak di muka bumi.
***
Sabine menatap pria bertattoo nya yang tidur telungkup dengan sedikit mendengkur. Astagaaa! Baru kali ini ya, pengantin anyar ditinggal ngorok? Beneran deh!
Putri Senna Al Jordan itu lalu duduk di tempat tidur sambil bersedekap menatap tubuh suaminya yang penuh dengan tattoo. Sabine berusaha menghitung jumlahnya namun akhirnya otaknya berantakan ketika pria itu membalikkan tubuhnya dengan posisi masih tertidur.
Ya Allah, bodinya bikin ngeces. Sabine mengulurkan tangannya untuk mencoba menyentuh perut kotak-kotak milik suaminya. Perut yang sudah halal untuk disentuh.
"Kamu ngapain Bine?" gumam Karl yang membuat Sabine terkejut.
"Eh?" cengirnya.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1