
Setelah perdana menteri Inggris itu selesai menikmati acara makan dan merayakan ulang tahun istrinya, Aidan dan Xander pun mengantar mereka ke mobil yang sudah disiapkan oleh para pengawal bayangan.
"Aidan, bilang sama Stacy dan Rajendra, aku suka sekali dengan wagashi nya sampai tidak tega memakannya" kekeh Sissy senang. "Benar-benar aku suka dengan semuanya, makanan, camilan...dan hiburannya" seringai wanita manis itu.
"Akan aku sampaikan aunty ke Rajendra dan Stacy. Pasti keponakan aku senang mendengar pujian aunty secara ini adalah hari pertama dia membuat wagashinya" senyum Aidan.
"Benar-benar jenius Rajendra. Tak heran kalau dia cicitnya Ryu Reeves, chef legendaris. Terima kasih semuanya" pamit Sissy. "Oh Ai, sini sebentar."
Aidan pun mendekati Sissy. "Ya aunty?"
"Jangan bikin uncle mu pusing ya. Secara aku lihat pria tadi sepertinya orang penting di Dubai. Aunty pernah melihatnya beberapa bulan lalu ketika melawat ke sana" bisik Sissy.
"Baik aunty" jawab Aidan kikuk.
"Aunty tidak tahu apa yang terjadi tapi kamu berhati-hatilah." Sissy mengedipkan sebelah matanya.
"Ai, Xander. Terimakasih" ucap George. "Kapan-kapan aku kemari lagi."
"Thank you Minister" jawab Xander.
Setelahnya mobil Range Rover biru tua itu pergi meninggalkan halaman restauran.
"So Aidan, apakah George tahu?" tanya Xander.
"Yup."
"Lalu?"
"Sudah berpesan jangan sampai terjadi konflik internasional."
"Bukannya Bryan juga mulai utak-atik?"
"Sudah dicegah Oom Abian."
"Aku kok gak yakin Ai" kekeh Xander.
"Aku pun juga" seringai Aidan.
Kedua pria tampan itu terbahak.
***
"Jadi Aidan masih berlanjut menyembunyikan Thara?" tanya Duncan ke George saat perdana menteri itu berada di ruang kerjanya malam harinya untuk melakukan panggilan video.
"Iya, Duncan. Aku sudah bilang padanya jangan sampai ada konflik internasional yang bisa membuat ramai di PBB."
Duncan terbahak. "Sepertinya aku akan butuh bantuanmu jika itu terjadi George."
"Oh astaga! Kalian itu! Aku tahu kamu juga dekat dengan keluarga kerajaan Inggris tapi bukan berarti bisa seenaknya!" umpat George kesal.
"Doakan saja kita bisa silence move jadi tidak perlu ada gegeran internasional" senyum Duncan.
__ADS_1
"Semoga begitu Duncan karena aku tidak mau bertambah ubannya!"
"Lho kamu kan memang sudah waktunya ubanan, Goerge" gelak Duncan.
"Sialan kau! Aku bilang ke Rhea lho! Eh tapi sesama pemilik uban, jangan saling menghina" kekeh George.
"Tandanya kita harus semakin bijaksana. Bukannya uban itu tanda wise hair?"
"No Duncan. Itu tanda aku sudah tua!"
Duncan semakin terbahak.
***
Duncan menatap laporan yang diberikan Bryan Smith. Bocah tampan itu memang pantas menjadi anak Abian Smith dan anak didik Joshua Akandra yang pintar mencari aib orang.
Bryan sempat ditawari oleh Duncan untuk bekerja dengannya di MB Enterprise atau Giandra Otomotif Co namun bocah itu dengan santainya menolak dengan alasan tidak bisa bebas seperti Daddy-nya.
Duncan tahu kalau Bryan juga bermain saham seperti Abian jadi dari sisi finansial, mereka berdua tidak kekurangan bahkan tabungan mereka itu pun juga banyak. Bukan uang yang mereka cari tapi lebih menjurus kepuasan pribadi untuk bisa membantu keluarga dan pihak keamanan. Abian dan Bryan adalah white hacker.
"Jadi kamu berhasil mendapatkan semua blue print istana itu Bry?" tanya Duncan.
"Itu soal kecil Oom Bahkan kemarin aku berhasil menghack Pentagon, US Army dan US Navy. Sayang, Daddy tidak kasih aku meluncurkan roket ke istana Al Azzam" jawab Bryan cuek yang membuat Duncan melongo.
"Are you fu**ing kidding me, Bry!" teriak Duncan tidak percaya.
"Serius Oom cuma ya gitu, habis itu aku dijewer Daddy" ucap Bryan dengan wajah mengadu.
***
Thara tampak melamun di halaman belakang rumah Arjuna sembari ditemani oleh anjing Samoyed milik Rain Reeves yang memang dipinjam oleh Rajendra sedangkan bocah tampan itu sedang mengerjakan PR nya ditemani oleh sang mama di ruang tengah.
"Thara" panggil Arjuna sambil duduk di seberang Thara.
"Iya tuan McCloud" jawab Thara.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Arjuna sambil menyalakan rokoknya. Sekar bisa ngamuk kalau dirinya merokok di dalam rumah.
"Sejujurnya? Aku takut" jawab Thara.
"Hal yang wajar kalau kamu takut. So, Aidan tadi sudah membereskan semua jadi kamu tenang saja." Arjuna menghembuskan asap rokoknya ke atas.
"Dia membawa pengawal wanita terbaiknya" ucap Thara.
"Yup, Ai sudah mengatakan padaku. Oh, malam ini kamu akan dijemput oleh Aidan dan kamu akan tidur di mansion Blair, tidak disini."
Thara melongo. "Tapi... kenapa?"
"Karena Sekar segera melahirkan dan aku tidak mau terjadi apa-apa padamu jadi lebih aman disana. Aidan bisa mengawasi mu lebih ketat sebab apartemen pun sudah tidak aman lagi setelah Bryan mengatakan ada beberapa orang mencoba masuk tapi berhasil digagalkan oleh pengawal disana."
__ADS_1
"Bagaimana dengan Rahma? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Thara panik.
"Rahma baik-baik saja dan dalam perlindungan Oom Abian." Arjuna menatap Thara. "Kamu yang tidak baik-baik saja karena anak buah Ja'far si kadal gurun sudah disebar kemana-mana."
Thara terdiam. Satu rumah dengan Aidan? Chef kulkas yang hanya hangat dengan keluarga nya saja tapi tidak pada orang lain?
Aidan memang tampak hangat dengan Rajendra, Sekar dan Arjuna serta Xander tapi tidak dengan para chef lainnya. Seperti ada jarak diantara mereka.
"Tenang, Aidan tidak menggigit hanya saja mulutnya keluar hawa dingin macam Elsa Forzen atau Sub-Zero Mortal Kombat" cengir Arjuna.
Ya ampun ini sepupunya cuek banget ngatain Aidan.
"Mas Juna, dicari mas Aidan" panggil Sekar yang tampak sudah kepayahan berjalan apalagi kandungannya sudah masuk sembilan bulan.
"Ya ampun istriku yang cantiknya seperti turun dari khayangan..." gombal Arjuna. "Jangan sering jalan-jalan." Pria itu pun berdiri menghampiri istrinya yang berdiri di pintu belakang.
"Hah? Memang nya aku bidadari Nawangwulan? Berarti kamu menyembunyikan selendangku Jaka Tarub?" goda Sekar yang membuat Arjuna terbahak.
"Kukira kamu tidak tahu cerita legenda Jawa itu" ucap Arjuna sambil mencium bibir istrinya yang sudah tampak engap dengan kehamilannya.
"Ish! Kalian tuh! Tidak malu apa dilihat Jendra?" tegur Aidan yang sudah masuk ke dalam ruang tengah.
"Jendra sudah biasa. Iya kan boy?" tanya Arjuna ke putranya yang asyik belajar berhitung menggunakan sempoa.
"Hhhmmm... Aaaahhhh papa! Hitungan Jendra jadi salah lagi!" teriak putranya kesal.
"Ada kalkulator kok pakai sempoa?" ledek Arjuna.
"Disuruh Mrs Yulia belajar pakai ini biar mencongaknya pintar!" jawab Rajendra sambil manyun lalu mencoba berhitung lagi menggunakan sempoa.
"Pantas anakmu cerdasnya seperti itu, pegangannya sempoa" kekeh Aidan. "Dimana Thara?"
"Di belakang Ai. Ohya, Ai, kalau dalam beberapa hari ini Sekar melahirkan, tolong bawakan makanan ke rumah sakit karena aku yakin Jendra bakalan lupa makan gara-gara terlalu semangat soal adiknya" pinta Arjuna.
"Oke!" Aidan pun berjalan menuju halaman belakang Arjuna.
"Thara..." panggil Aidan.
Namun tidak ada jawaban dan tampak Thara tergeletak di sofa bersama dengan Cloud, Samoyed milik Rain.
Aidan bergegas menghampiri dan setelahnya dia merasa lega.
Ya ampun, dia malah tidur?
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️