My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Bar-bar Kok Menular


__ADS_3

Reana keluar dari kamar dan langsung melihat pemandangan huru hara antara Sekar dan Rajendra. Reana hanya menggelengkan kepalanya melihat keluarganya yang memang bar-barnya turunan.


"Reana! Kamu juga! Kenapa diam saja? Kan jadi bikin viral dimana-mana!" omel Sekar sambil masih menjewer telinga Rajendra yang diseret keluar kamar.


"Eh?" Reana melongo.


"Maaaa, kuping Jendra putus ini" rengek pria tampan itu. Sekar pun melepaskan jewerannya. "Susah punya mama mantan guru BK. Brutal!"


"Apa?" pendelik Sekar. Reana cekikikan melihat wajah ibu dan anak itu saling mendelik.


"Sudah bangun sayang?" sapa Rhett sambil mencium pelipis putrinya setelah mengantar Arjuna ke kamar Abi untuk beristirahat sedangkan Kaia sudah ke dapur.


"Sudah papa" jawab Reana.


"Sekar, kamu istirahat dulu. Capek kan datang-datang dari London, langsung marah-marah" ucap Rhett.


"Nanti saja lah, Rhett. Aku mau bantu Kaia di dapur." Sekar lalu berjalan menuju dapur meninggalkan ketiga orang itu.


"Pa..." Reana menatap Rhett.


"Ada apa princess?" tanya Rhett. "Jendra, telingamu dikompres dulu sana. Sampai merah itu."


"Iya Oom. Mama tuh brutal deh!" Rajendra berjalan menuju dapur untuk mengambil es batu.


Rhett memeluk Reana dan mengajaknya duduk.


"Ada apa princess?"


"Boleh tidak aku... Senin besok ke New York University?"


Rhett mengernyitkan alisnya. "NYU? Ada apa?"


"Ada temanku yang hendak sidang skripsi dan minta ditemani."


"Apakah temanmu seorang laki-laki yang kemarin datang ke Times Square?" selidik Rhett.


Wajah Reana memerah. "Apakah Ian dan Amir yang melaporkan?"


"Siapa anak itu Reana?" Rhett bertanya balik.


"Namanya Pandu Dewanata, anaknya pak Shailendra Juwono, pegawai baru Opa pindahan dari Jakarta."


"Shailendra Juwono? Salah satu akuntan PRC group? Pindah ke MB Enterprise?"


"Kata Opa begitu. Aku sih tidak tahu persis. Papa bisa tanya ke Opa." Reana menatap wajah tampan ayahnya yang sama-sama memiliki mata bewarna biru. Abi sendiri yang berbeda warna matanya, lebih mirip Rhea Blair, coklat.


"Apa Pandu sendiri yang memintanya padamu, sayang?" tanya Rhett.


"Ma...eh Pandu mengirimkan undangan sidang skripsinya padaku tadi pa." Reana menunduk. Hampir keceplosan bilang mas Pandu.


"Papa sih mengijinkan asal Sarah ikut sama kamu, princess. Oh jangan lupa minta ijin sama mamamu."


***


Kaia menatap Reana dengan tatapan menyelidik. Baru kali ini putrinya meminta ijin menemani temannya sidang skripsi dan temannya seorang pria. Apakah Reana jatuh cinta dengan pria bernama Pandu itu?


"Dia anaknya Shailendra Juwono?" tanya Kaia lagi.

__ADS_1


"Iya mama."


"Kuliah di NYU? Jurusan apa?"


"Bisnis."


"Umur berapa?"


"22 tahun."


"Berapa bersaudara?"


"Kata Opa punya adik laki-laki bernama Pramana."


Kaia mengatupkan kedua tangannya di depan wajahnya. "Sayang, apakah kamu menyukai Pandu?"


Reana menatap Kaia dengan wajah memerah. "Aku...tidak tahu...mama" ucapnya pelan.


Kaia tersenyum smirk. Ya ampun! Setidaknya Reana tidak se zonk aku dulu.


"Re, mama tidak melarang kamu jatuh cinta tapi mama berpesan padamu, utamakan sekolah mu. Bukankah kamu sudah susah payah masuk Columbia University?"


Reana mengangguk.


"Mama ijinkan kamu menemani Pandu sidang skripsi tapi harus ditemani Sarah kamu."


"Iya ma. Tadi papa juga sudah bilang."


"Oke. Kamu boleh pergi ke NYU."


***


Arjuna dan Sekar mendatangi hotel tempat Aksara dan Ghania Lewis menginap bersama dengan Rajendra dan Rama. Kedua orangtua Aruna itu menerima calon besan mereka dengan wajah geli.


"Kalian sampai datang kemari?" gelak Aksara.


"Aku yang memaksa mas Juna kemari karena aku ingin menjewer anak ini!" Sekar menuding ke arah Rajendra yang manyun.


"Sudah mbak Sekar, aku juga sudah memarahi Aruna" senyum Ghania. "Meskipun James Blair mendukung aksi dia sih."


"Hah, keluarga mas Juna kalau ada yang bar-bar semakin bahagia!" cebik Sekar gemas.


"Sayang, kamu juga bar-bar lho sekarang"ucap Arjuna sambil mengusap bahu istri cantiknya.


"Gara-gara siapa coba aku bisa bar-bar begini?" pendelik Sekar.


"Kamu kalau marah-marah, kok makin cantik ya" Arjuna tanpa malu mencium bibir istrinya.


"Astaga! Kalian berdua itu! Apa nggak malu sama anak-anak?" protes Aksara.


"Kami sudah biasa Oom" balas Rama cuek sambil membaca komik Doraemon.


Rajendra menatap Aruna yang tampak malu melihat kemesraan kedua orangtuanya yang seolah tanpa perduli orang lain.


"Kenapa Runa?" tanya Rajendra. "Besok kalau kita sudah nikah, kayak mama papaku nggak papa kok."


Aruna melongo dan setelahnya wajahnya memerah. "Rajendra!"

__ADS_1


"Jendra! Belum waktunya!" protes Arjuna.


"Iya tahu, tapi kan setidaknya aku sudah tahu kisi-kisinya" cengir Rajendra.


"Kamu kira ujian apa ya pakai kisi-kisi?" kekeh Aksara.


***


Reana berjalan di Central Park bersama dengan Sarah. Hari ini dia ingin bertemu dengan Pandu membicarakan soal besok acara sidang skripsi. Reana merasa belum waktunya membawa Pandu untuk bertemu dengan kedua orangtuanya.


"Nona Reana, kenapa tidak membawa tuan Pandu ke rumah saja? Malah bertemu di Central Park" tanya Sarah bingung. Keduanya kini duduk di bangku taman dekat danau.



"Belum waktunya, Sarah. Aku masih belum yakin soalnya" jawab Reana sambil melihat angsa-angsa yang berenang disana.


"Tapi tuan Rhett dan Nyonya Kaia sudah tahu kan soal tuan Pandu? Apalagi besok nona Reana hendak menemani sidang skripsi." Sarah menoleh ke arah nonanya yang cantik.


Pengawal berambut merah itu memang sangat suka bekerja dengan keluarga Blair. Saat dirinya diminta oleh Ramadhan Guard Company untuk mengawal keluarga O'Grady, Sarah langsung mengiyakan tanpa bertanya.


Ramadhan Guard Company adalah anak perusahaan milik Gozali Ramadhan yang pusatnya di Jakarta dan sekarang dipegang oleh Arya Ramadhan, putranya. Di New York, perusahaan milik keluarga Ramadhan dikenal sebagai perusahaan pengawalan yang capable karena semua bodyguard nya memiliki kemampuan bela diri dan menembak yang mumpuni.


Sarah awalnya mengawal Kaia Blair meskipun tahu nyonyanya sangat jago menembak dan bela diri. Namun ketika Reana masuk high school, Kaia meminta dirinya mengawal putrinya.


"Mama dan papa sudah tahu dan pasti sekarang sedang bertanya dengan Opa" senyum Reana.


"Princess..." sebuah suara yang sangat dikenal Reana terdengar di sisi kirinya.


"Mas Pandu" sapa Reana dengan wajah tersenyum.


"Nona..." Pandu menatap Sarah bingung.


"Sarah. Saya pengawal nona Reana." Sarah berdiri lalu mengulurkan tangannya yang disambut Pandu. "Saya tinggal dulu nona. Tidak jauh, hanya ke danau itu."


"Baik Sarah. Jangan jauh-jauh" pinta Reana.


"Tidak bakalan. Mari tuan Pandu." Sarah mengangguk hormat dan berjalan menuju pinggir danau.


Pandu pun duduk di sebelah Reana tepat di tempat Sarah semula duduk.


"Ada apa princess memintaku datang ke Central Park?" tanya Pandu sembari memandang wajah cantik Reana.


"Aku...akan menemani kamu sidang besok" ucap Reana yang lebih seperti bisikan.


Pandu tersenyum lebar. "Terimakasih princess."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Maaf hari ini cuma satu chapter karena belum fit banget


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2