My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Lebih Baik Tidak Bersama...Dulu


__ADS_3

Abiyasa Blair O'Grady mendatangi hotel Mercure Surabaya dan menunggu saudara kembarnya untuk turun karena dia tidak bisa masuk lift tanpa kunci. Putra Rhett O'Grady dan Kaia Blair yang mirip dengan Opanya, Duncan Blair itu tampak asyik melihat interior hotel.


Tak lama Reana pun datang dan langsung menghampiri saudara kembarnya.


"Ngapain kesini?" tanya Reana sambil tersenyum.


"Kangen lah sama kamu, dik" senyum Abi.


"Udah sarapan belum mas?"


"Belum. Aku baru saja sampai" jawab Abi.


"Yuk breakfast di hotel saja dulu." Reana merangkul lengan kekar Abi sambil berjalan menuju ruang makan tempat para tamu hotel sarapan.


Kedua saudara kembar itu pun menjadi pusat perhatian banyak tamu yang sedang sarapan karena fisik mereka yang paripurna.


***



"So, sudah kemana saja sama Pandu?" tanya Abi sambil menyantap sarapannya.


"Aku ke kantor Giandra, makan lontong balap, terus makan malam di daerah Tunjungan..."


Abi menatap Reana dengan wajah menunggu cerita selanjutnya.


"Aku ke apartemen mas Pandu..." ucap Reana pelan.


Abi hanya tersenyum smirk. "Apa yang terjadi diantara kalian?"


"Tidak ada" jawab Reana cepat.


"Andreana..." Abi menekankan nama depan Reana.


"Kami hanya berciuman... tidak lebih" bisik Reana akhirnya karena tahu Abi tipe mengejar sampai mendapatkan jawaban yang jujur.


"Reana, aku tahu kalian saling mencintai dan saling rindu satu sama lain tapi aku hanya menjaga kalian berdua agar tidak ada penyesalan suatu hari nanti."


"Aku tahu Bi. Aku dan mas Pandu juga tahu batasannya."


Abi menatap sayang ke saudara kembarnya yang hanya beda 10 menit darinya.


"Acaramu hari ini apa?" tanya Abi.


"Nggak kemana-mana karena hari ini mas Pandu sibuk dan aku mau istirahat saja di kamar. Kamu sendiri?"


"Aku tidur sajalah. Masih jetlag juga" ucap Abi. "Kamarmu single bed atau double bed?"


"Double bed. Nanti tidur saja, Bi" ucap Reana.


***


Abi langsung terlelap begitu kepalanya menyentuh bantal sedangkan Reana memilih untuk membuka email dari kampusnya.




Suara notifikasi di ponselnya membuat Reana berpaling dari beberapa email penting yang sedang dijawabnya.

__ADS_1


Mas Pandu.


Reana mengangkat panggilan Pandu.


"Assalamualaikum mas" sapanya lembut.


"Wa'alaikum salam. Kamu dimana princess?" tanya Pandu.


"Di kamarku, mas Abi datang kemari."


"Abi? Dari New York?" suara Pandu benar-benar terdengar sangat terkejut.


"Iya. Dia rupanya kangen padaku. Liburan semester malah aku ke Surabaya padahal dia pulang ke New York dari Massachusetts."


"Aku cemburu princess."


"Hah? Kamu cemburu dengan saudara kembar ku?" Reana merasa bingung kenapa Pandu berkata demikian.


"Bukan, bukan cemburu fisik atau apapun. Tapi aku cemburu Abi bisa tidur bersama mu di kamar sedangkan aku harus manyun di ruang kerjaku" ucap Pandu dengan nada memelas.


Reana cekikikan. "Belum boleh mas."


"Aku masih terbayang kejadian semalam, princess" ucap Pandu dengan suara serak.



Wajah Reana memerah mengingat bagaimana semalam dirinya dan Pandu benar-benar hot.


"Mas... Malu ah!" bisik Reana takut Abi mendengar.


"Wajah mu pasti sekarang memerah ya princess" goda Pandu.


"Nanti mas kesana ya princess Reana, setelah pulang kantor. Kamu nggak kemana-mana kan?"


"Aku hari ini di hotel kok mas. Mau ngerjain beberapa tugas awal dari kampus."


"Nanti mas sampai hotel, langsung kabari."


***


London, RR'S Meal


"Oom Ai! Yang bener saja aku harus ngegrill seafood lagi?" protes Rajendra ketika datang menemui Aidan Blair.


"Lha praktek ilmu dong Jendra" cengir Aidan.


"Iisshhh masa ngegrill lagi? Yang lain lah Oom. Di tempatnya Giancarlo Bouloud udah ngegrill, disini ngegrill juga" sungut Rajendra.



Siapa yang kangen babang Ai?


"Kamu tuh! Mau jadi chef kok picky" gelak Aidan.


"Jendra disuruh bikin wagashi langsung cusss Oom" nego Rajendra.


Aidan menggelengkan kepalanya. "Anaknya Junjun, anaknya Junjun. Ya sudah sana bantu Tante Thara dan Tante Stacy."


"Iyeeesss! Thanks Oom!" Remaja tampan itu langsung menuju ruang pastry lalu menemui kedua tantenya.

__ADS_1


***


Abi menatap Reana yang masih berkutat dengan tugas dari kampusnya dengan tatapan menyelidik.


"Habis ditelpon Pandu ya?" godanya.


"Kenapa Bi?"


"Wajahmu memerah" kekeh Abi yang langsung berdiri untuk mandi.


"Abiyasa!"


"Duuuhh yang lagi jatuh cinta" ledek Abi. Reana menatapnya judes.


"Nanti kalau kamu jatuh cinta, pasti akan tahu rasanya!"


"Tapi tidak sekarang, Re" balas Abi sambil masuk kamar mandi.


***


Rooftop Giandra Otomotif Co Surabaya


Pandu menatap pemandangan kota Surabaya usai makan siang di rooftop, area favoritnya disaat dia banyak pikiran. Pandu tadi memesan bento dan memakannya di rooftop dengan pikiran yang gelisah.



Tugasnya di Surabaya belum ada apa-apanya karena dia masih berusaha membereskan kekacauan sebelumnya. Laporan bulanannya ke Kaia Blair O'Grady adalah salah satu penilaian yang diberikan oleh ibu Reana itu apakah dirinya sanggup atau tidak.


Pandu merasakan bahwa selama Reana di Surabaya, semua konsentrasi nya kacau apalagi semalam dirinya hampir kebablasan kalau gadisnya tidak segera memperingatkan.


Bahaya! Ada baiknya aku harus berani bertindak tegas agar Reana kembali ke New York karena jika kami berdekatan, aku takut aku yang tidak bisa mengontrol diri apalagi dia belum 20 tahun.


Pandu membereskan semua bekas-bekas makan siangnya dan membuangnya ke tempat sampah.


Maaf princess tapi ini demi kebaikan bersama.


***


Untuk Abi dan Reana, semua sepupu-sepupunya masih kecil-kecil disini dan yang sepantaran adalah Joey dan Luca Bianchi.


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


***


Upcoming novel



Menceritakan empat saudara sepupu dari Abi dan Reana Blair O'Grady.


Sudah up ya ...


Monggo dicekidot

__ADS_1


__ADS_2