
Hari ini adalah hari keberangkatan Pandu ke Jakarta dan Reana memutuskan untuk mengantarkan pria itu ke bandara karena tahu, ayah Pandu, Shailendra tidak bisa pergi mengantarkan.
Shailendra Juwono hingga detik ini tidak memberikan restu hubungan keduanya karena merasa dirinya dan keluarganya tidak pantas memiliki hubungan dekat dengan keluarga Blair O'Grady. Baginya, Pandu sedikit melewati batas karena mencintai cucu Duncan Blair, orang yang sudah menarik dirinya ke MB Enterprise New York.
Reana ditemani oleh Sarah datang ke bandara JFK melalui jalur khusus hingga bisa masuk ke dalam ruang tunggu. Dilihatnya Pandu mengenakan kemeja biru dan celana putih hampir mirip dengan style nya juga.
Gadis itu dengan langkah yakin menghampiri Pandu yang sedang duduk dan wajahnya tampak sendu.
"Mas Pandu" panggilnya dan wajah Pandu pun mendongak.
"Princess" bisiknya dengan penuh perasaan. Pandu pun berdiri lalu memeluk gadis itu. "I'm gonna miss you princess."
Reana membalas pelukan Pandu. "I'm gonna miss you too, mas."
"Aku usahakan setiap tahun pulang. Kamu tahu sendiri kan perusahaan mamamu sangat-sangat disiplin."
Reana mendongakkan wajahnya ke Pandu yang menatapnya dengan mesra. "Atau aku yang ke Jakarta. Kan sepupu aku banyak disana."
"Kita bicarakan nanti yang penting biarkan seperti ini dulu." Pandu mencium kening Reana.
Yang harus ke LDR an
Yang ditinggal
***
Rajendra menatap tajam teman sekerjanya yang berbuat ulah dengan menjatuhkan udang-udang di dalam baskom yang sudah dikupasnya.
"Oooppss. Sorry" ucap temannya itu tanpa rasa bersalah.
"Ambil!"
"Apa?"
"Ambil! Bersihkan!" desis Rajendra menahan emosi.
"Ambil saja sendiri!" ucap rekannya itu.
Tanpa basa basi, Rajendra mencengkeram kerah baju chef pria itu dan langsung mendorongnya hingga punggungnya menabrak pintu ruang pendingin.
"Ambil! Bersihkan! Atau aku masukkan ke dalam freezer hingga besok pagi sampai kamu mampus!" Mata coklat Rajendra menatap dingin dan tampak tidak main-main. "Dan jika kamu mengira aku bercanda, tunggu sampai aku benar-benar melakukannya!"
Wajah rekannya itu tampak memucat.
"Jangan macam-macam kamu! Gara-gara kamu, semua jadi terhambat karena otak tololmu itu!" Rajendra melepaskan cengkeramannya dan berbalik menuju pos kerjanya dan mulai mengupas udang. Matanya melirik ke arah pria itu yang mengambil udang-udang yang jatuh dan membawanya ke wastafel.
Giancarlo yang melihat kejadian itu dari layar CCTV hanya tersenyum. Benar-benar cicit Ryu Reeves.
***
Reana menyandarkan kepalanya di pundak Pandu yang tidak melepaskan pelukannya di pinggang rampingnya. Keduanya seolah tidak perduli dengan tatapan banyak orang sedangkan Sarah lebih fokus dengan ponselnya.
"Di Jakarta nanti kamu tinggal dimana mas?" tanya Reana.
__ADS_1
"Rumah bapak kan masih ada. Tadinya memang mau dikontrakkan tapi ibu tidak mau jadinya ya sudah kita diamkan saja. Untungnya aku pindah lagi ke Jakarta jadi rumahnya aku pakai, irit sewa apartemen."
"Syukurlah kalau masih ada rumah."
"Kok kamu bisa masuk sini princess?" tanya Pandu.
"Sedikit menggunakan kuasa nama Blair dan O'Grady" senyum Reana.
"Oh princess, kamu nakal" kekeh Pandu sambil menyentil hidung mancung Reana.
"Sedikit nakal boleh lah" cengir Reana.
Suara pengumuman untuk para penumpang pesawat menuju Jakarta untuk segera masuk ke dalam pesawat membuat Pandu dan Reana saling memandang satu sama lain. Waktu berpisah tiba juga.
Pandu pun berdiri dan diikuti Reana. Pria itu mengambil tas Prada nya dan menyampirkannya di bahu. Mata coklat kehitaman pria itu terus menatap gadisnya.
"Aku pergi dulu, princess."
"Take care mas."
Pandu memegang wajah Reana dan memberanikan dirinya mencium bibir gadis yang belum genap 18 tahun itu.
Reana memegang kerah baju Pandu dan tubuhnya gemetar mendapatkan pengalamannya menjadi dewasa yang pertamakalinya karena baru kali ini Pandu mencium bibirnya.
Setelahnya Pandu menempelkan keningnya ke kening Reana.
"I love you princess" ucapnya parau.
"I love you too, mas" balas Reana dengan suara bergetar.
Pandu mencium kening Reana lama. "See you."
Pandu memeluk erat Reana sebelum akhirnya melepaskannya dan berjalan menuju pintu garbarata masuk pesawat.
Reana menatap kepergian kekasihnya dengan wajah sendu. Sarah yang melihat nonanya sedih lalu berinisiatif memeluk gadis itu.
"Dia akan kembali nona. Don't worry" ucap Sarah.
"Iya Sarah." Reana menunggu sampai pesawat itu terbang.
Keduanya pun akhirnya meninggalkan bandara setelah pesawat itu tidak tampak lagi.
***
Giancarlo memanggil Rajendra ke ruangannya dan remaja itu pun datang dengan wajah datar.
"Anda memanggil saya Mr Bouloud?" tanya Rajendra setelah masuk ke ruangan bossnya itu.
"Duduk McCloud."
Rajendra pun duduk di kursi depan berhadapan dengan Giancarlo.
"Apa anda akan memecat saya, Sir? Setelah apa yang saya lakukan?" tanya Rajendra dengan wajah serius.
"Menurutmu?"
"Saya hanya membela pekerjaan saya dan saya tipe perfeksionis. Bagi siapa yang mengganggu pekerjaan saya, harus mendapatkan teguran. Kalau kamu tidak mau diperlakukan seperti itu, jangan memperlakukan orang lain dengan buruk."
__ADS_1
"Aku tidak akan memecatmu, McCloud. Aku suka gayamu. Aku suka bagaimana kamu stand up."
"Thank you Sir. Maaf jika saya bar-bar."
Giancarlo terbahak. "Sepertinya sifat bar-bar menurun di keluarga kalian."
"Sepertinya Sir." Rajendra nyengir.
"Keep up the good work."
"Thank you Sir."
***
Pandu tiba di Jakarta setelah menempuh perjalanan hampir 24 jam dan langsung menuju rumahnya.
Rumah yang hampir sekian tahun dia tinggalkan akhirnya bisa dia tinggali sekarang. Melihat rumahnya yang sekarang kosong dan hatinya pun hampa.
Rasanya dia sudah rindu dengan gadisnya, bukan dengan keluarganya tapi dengan Andreana Anindita Blair O'Grady.
Pandu melihat jamnya yang sudah pukul 12 malam dan dia tahu pasti gadisnya menunggu telponnya. Pria itu mengambil ponselnya dan mulai menelpon Reana.
"Assalamualaikum mas Pandu" sapa Reana setelah deringan ke tiga.
"Wa'alaikum salam. Aku sudah sampai princess. Sekarang di dalam rumah ku yang sepi..." jawab Pandu.
"Sabar ya. Namanya juga bekerja" kekeh Reana.
"I've already miss you, princess."
"I miss you too."
"Baik-baik di New York ya" ucap Pandu.
"Mas Pandu juga. Baik-baik di Jakarta. Sudah sekarang istirahat mas, sudah tengah malam kan disana?"
"Iya princess. Miss you and love you."
"Miss you and love you too."
***
Reana menatap langit New York yang sedikit mendung seperti hatinya yang kelabu. Baru ditinggal dua hari saja rasanya begini. Gimana dua tahun?
Tiba-tiba hujan mulai turun dan Reana menengadahkan tangannya dan menerima air yang turun dari langit.
I miss you mas Pandu.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Maaf Yaaaa masih tersendat karena harus jaga di Rumah Sakit
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️