My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Surabaya


__ADS_3

Pandu tiba di sebuah gedung dimana Giandra Otomotif Co itu beroperasi disana. Gedung tiga lantai itu tampak ramai dengan para customer yang hendak mengcustom mobil-mobilnya. Bengkel mobil mewah yang terletak di daerah Pakuwon itu langsung didatangi Pandu.


Pria itu mengenakan suit bewarna biru dengan dasi warna senada. Dirinya memang langsung dari bandara Juanda ke Pakuwon dengan seorang sopir yang dikirim oleh Bara.



Melihat seorang pria asing dengan wajah penuh perhatian di sekeliling gedung tempat para customer berkonsultasi dengan para marketing, membuat pegawai disana pun penasaran.


"Maaf, bapak mau cari siapa?" tanya seorang satpam saat melihat Pandu celingukan.


"Saya mencari Pak Johan Susetyo."


"Nama bapak?"


"Pandu Dewanata dari Giandra Otomotif Co Jakarta. Saya sudah janjian kemarin." Pandu mengeluarkan kartu namanya dan id card yang disimpannya di saku jas nya.


"Baik pak. Sebentar." Satpam itu mempersilahkan Pandu duduk di sofa yang tersedia lalu menuju resepsionis. Seorang wanita cantik memindai Pandu yang masih serius memperhatikan bagaimana para pegawai memperlakukan customernya.


Ada beberapa poin yang direkam di otak Pandu untuk bekal dirinya mengatur kantor ini. Pandu adalah tipe pengamat segala sesuatunya sebelum mengambil langkah apa yang harus dilakukan.


"Pak Pandu?" suara merdu sedikit mende*sah terdengar di telinga Pandu yang membuatnya tidak nyaman.


"Iya?" Pandu menatap seorang wanita cantik dengan parfum sedikit menyerbak harumnya namun membuat pria itu sedikit pusing.


"Mari, saya antar ke ruangan Pak Johan." Wanita yang mengenakan rok span diatas lutut itu berjalan dengan menggerakkan panggulnya seolah menunjukkan bongkahan pan*tanya yang padat kepada Pandu yang berjalan di belakangnya.


Keduanya pun memasuki lift dan wanita itu tampak sedikit agresif dengan berdiri mendekati Pandu.


"Perkenalkan, nama saya Melinda. Saya sekretaris pak Johan." Melinda mengulurkan tangannya dan disambut Pandu dengan salaman tegas seperti halnya jika dirinya bertemu rekan bisnis.


"Wah, genggaman anda kuat juga" goda Melinda dengan sedikit berbisik seduktif.


Pandu hanya menatap datar ke arah gadis berkulit kuning Langsat itu.


Suara lift terbuka dan Melinda berjalan menuju ruangan Johan untuk mengetuk pintunya.


"Masuk!" Melinda pun membuka pintu bewarna hitam itu.


"Pak Johan, pak Pandu Dewanata sudah tiba" ucap Melinda dengan nada yang menurut Pandu seperti menggoda.


"Mari silahkan pak Pandu. Silahkan duduk." Johan Susetyo adalah orang Surabaya asli dan Pandu sudah mendapatkan informasi bahwa dirinya ada affair dengan Melinda, sekretarisnya. Hasil penyelidikan tim Bara, mereka mendapatkan beberapa bukti bahwa Johan melakukan korupsi beberapa bulan ini.

__ADS_1


"Maaf saya datang mendadak karena baru memberitahukan tadi pagi sebelum take off" senyum Pandu.


"Ah kami sudah biasa jika orang Jakarta datang ke Surabaya. Bagaimana pak Pandu?" Johan menyambut ramah ke pria yang berada di hadapannya.


"Apakah pak Johan sudah diberitahukan bahwa akan ada kedatangan pihak CEO Giandra Otomotif Co datang hari ini?"


"Siapa? Pak Bara Giandra kah?"


"Bukan. Nyonya Kaia Blair O'Grady yang akan datang hari ini."


Johan tampak terkejut. Wajahnya tampak pias dan panik.


"Ka..kapan Nyonya Kaia datang?" tanya Johan gugup.


Pandu melihat jam tangan Omega nya yang merupakan hadiah dari Reana saat dirinya wisuda. Reana tahu Pandu penggemar berat film James Bond dan gadis itu menghadiahkan jam Omega seri James Bond yang Pandu tahu harganya hampir $10,000.



"Sekitar satu jam lagi." Pandu menatap dengan tenang ke arah Johan yang gelisah di kursi kebesarannya.


***


Kaia Blair O'Grady datang dengan langkah anggun masuk ke dalam gedung Giandra Otomotif Co bersama dengan Levi Reeves yang ngeyel ingin ikut dengan alasan sudah lama tidak mencicipi kuliner Surabaya.


Dan kini kedua saudara sepupu yang dikenal jenius di Giandra Otomotif Co itu menuju ke lantai tiga dengan beberapa orang yang dibawanya dari New York termasuk seorang pengacara di Surabaya yang dimintanya dari James Blair.


Melinda yang melihat seorang wanita bule berambut pirang dengan sanggul rapi dan seorang pria Asia dengan wajah cool langsung berdiri memberi hormat.


Kaia hanya melirik sinis ke arah Melinda lalu membuka pintu ruangan Johan.


"Selamat pagi Johan" sapa Kaia.


"Selamat pagi.. Bu Kaia. Suatu kehormatan..."


"Save it your chit chat Johan. You're fired!" Kaia menatap dingin ke Johan yang langsung shock.


"Tapi Bu..."


"Saya ... "


Kaia memberikan kode kepada pengacara yang dibawanya. Pengacara itu memberikan bundle berisikan semua data korupsi Johan Susetyo.

__ADS_1


"Liburan ke Raja Ampat bersama Melinda Mariska, membeli apartemen di Darmo, membeli perhiasan Tiffany and Co dan makan malam mewah belum dua buah tas Hermès serta operasi plastik di Seoul" ucap pengacara itu.


"Kamu korupsi hampir 15 milyar dalam kurun waktu hampir satu tahun, Johan." Kaia melirik ke arah Melinda yang terkejut mendengar perselingkuhan mereka tercium hingga ke New York.


"Jangan biarkan that b1tch itu pergi!" perintah Levi ke pengawalnya untuk menahan Melinda.


"Saya biarkan sampai sejauh mana kamu berani bermain-main di perusahaan yang sudah menghidupi kamu dan keluargamu selama sepuluh tahun ini dan kamu merusaknya setelah bertemu that b1tch. Siapa yang memasukkan dia ke dalam perusahaan ini?" Kaia menoleh ke arah asistennya. "Panggil HRD!"


"Baik Mrs O'Grady."


"Johan, Johan ... Hanya karena rayuan b1tch itu kamu mengorbankan kinerja kamu?" Kaia menatap tajam ke arah manager nya itu.


"Saya minta maaf nyonya O'Grady" bisik Johan.


"Sita semua barang yang diberikan Johan ke Melinda termasuk silikon yang ada di dada dan pan*tatnya!" ucap Kaia asal yang membuat Levi terbahak dan Pandu melongo.


"Astaga Kai. Mau kamu buat apa itu silikon?" kekeh Levi.


"Jual lagi?" seringai Kaia.


"Ridiculous!" Levi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Sita tas Hermès nya, semua isi dompetnya, apartemen dan mobil Toyota Camry milik wanita itu."


"Nyonya Blair, tolong jangan diambil semua" rengek Melinda.


"Kamu pikir saya siapa Melinda? Badan amalmu? Apa kamu mengira tidak akan ketahuan? You're such an idiot!" Hardik Kaia.


"Kalian berdua mendapatkan gaji yang lebih dari cukup tapi apa yang kalian lakukan? Kalian mengambil lebih dari hak kalian." Levi menatap tajam ke arah Johan. "Apakah kamu tergiur dengan tawaran ala KFC ? Pilih dada atau paha?"


"Kamu punya dua anak yang masih sekolah dan salah satunya adalah anak perempuan. Ingat hukum tabur tuai. Saya tidak mendoakan tapi apa kamu rela jika anakmu diselingkuhi oleh suaminya seperti halnya kamu selingkuh dari ibunya?" tanya Kaia. "Dan kamu, seorang perempuan dilihat dari marwahnya. Jika kamu tidak bisa menjaga marwahmu, sampai kapan pun kamu tidak akan mendapatkan pria baik-baik."


Pandu hanya terdiam mendengarkan ucapan ibundanya Reana. Pandu memang pernah mendengar cerita dari Reana tentang bagaimana kehidupan bersih keluarganya dan ternyata memang terbukti.


Princess, your mom is badass.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2