
Ngapain si setan musuhnya Aladdin berani datang kemari? Aku butuh Geenie buat kurung dia di botol! Eh? Kok jadi kebayang film Aladdin?
Aidan menatap Tharw dengan pandangan perhatian. "Kamu di dalam saja, tidak usah keluar! Biar aku dan Stacy yang menemui para tamu." Pria tampan itu menoleh ke arah keponakannya yang masih menatap Oom Aidannya dengan mata coklat terangnya. "Jendra, bisa nemenin Tante Thara disini? Kasihan ..."
"I know Oom. Don't worry, Jendra akan melindungi Tante Thara seperti Jendra melindungi mama dan adik di rumah." Rajendra tersenyum ke Oomnya dengan gaya cool.
Astaga! Anaknya Junjun, anaknya Junjun. Aidan memegang tangan Thara dan menghelanya duduk di kursi dapur pastry. "Kamu diam-diam saja disini dengan Jendra dan jangan keluar dari sini."
Thara menatap Aidan dengan tatapan panik.
"Kamu tenang saja. Aman disini." Aidan meyakinkan Thara lagi.
"Tante disini saja sama Jendra." Bocah itu lalu menempatkan dirinya duduk di sebelah Thara. "Yuk tan, kita nonton anime saja. Siapa tahu ada ide buat wagashi." Jendra lalu mengambil iPad dari tas sekolahnya. Hati Thara pun menghangat saat Jendra memeluk lengannya dengan tangannya yang kecil. Aidan dan Stacy tersenyum melihat cara Rajendra menghibur Thara dengan gayanya sendiri.
Ketika Aidan dan Stacy hendak keluar, Arjuna datang melalui pintu belakang seperti yang biasa dia lakukan.
"Wah Junjun! Kebetulan! Kamu bawa anakmu dan Thara ke rumah mu sekarang!" pinta Aidan.
"Eh? Baru datang lu udah ngusir gue?" protes Arjuna sebal.
"Junjuuuunnn!" desis Aidan penuh penekanan dan memberikan kode agar segera pergi.
Arjuna yang tadinya mau protes melihat kode yang diberikan sepupunya, akhirnya mengangguk.
"Ada beludak ya Ai?" cengirnya. Aidan hanya menaikkan sebelah alisnya dengan wajah sebal. Arjuna lalu memanggil putranya. "Jendra, ayo pulang. Ajak Tante Tharamu sekalian!"
"Oke pa." Jendra lalu turun dan memasukkan ipadnya ke dalam tasnya lalu menyampirkan ke bahunya. "Yuk Tan!" ajaknya sambil menarik Thara.
"Eh tapi..." Thara bingung langsung ditarik Rajendra mengikuti Arjuna yang berjalan menuju belakang restauran.
"Thanks Jun!" ucap Aidan.
"No problemo Ai" sahut Arjuna.
***
"Stace, kamu bawa apa di balik kakimu?" tanya Aidan.
__ADS_1
"PPK chef" cengir Stacy. Stacy Rowan adalah mantan calon tentara yang harus pensiun dini akibat cedera tulang panggul saat latihan. Kecintaannya di dunia pastry, membuatnya banting setir ingin menjadi chef pastry hingga Aidan merekrutnya untuk magang di tempatnya karena bakat dan kreativitas yang dimilikinya. Aidan sengaja menaruh Stacy di pastry bersama Thara karena gadis itu bisa melindungi putri Hasyim Al Azzam diam-diam tanpa harus mencolok.
"Good! Ayo kita keluar" ajak Aidan. Bukan tanpa alasan Aidan banyak merekrut orang-orang yang memang jago di dunia culinary tapi bisa beladiri karena dia ingin semuanya bisa mempertahankan dirinya. Memang tidak semua bisa tapi kebanyakan bisa beladiri meskipun tidak level tinggi.
Aidan dan Stacy keluar sembari tersenyum menyapa banyak tamu terutama tamu wanita yang sangat menyukai bentuk wagashi yang lucu-lucu dan menggemaskan.
"Chef yang membuatnya adalah chef Stacy Rowan jadi kalau ada yang mau bertanya tentang wagashi, silahkan bertanya padanya" ucap Aidan memperkenalkan Stacy yang melebarkan senyumnya.
Stacy pun langsung diserbu dengan berbagai pertanyaan dari para pengunjung sedangkan Aidan berjalan di sekitar area dining sembari memindai Ja'far yang sepertinya celingukan mencari sesuatu.
Aidan sendiri berlagak tidak memperhatikan dan hanya melihat ke arah Stacy yang masih dengan santainya menjelaskan semuanya tentang wagashi.
"Excuse me..." suara bariton Ja'far membuat Aidan menoleh. Pria Arab itu sudah berada di sisi Aidan.
"Are you talking to me?" tanya Aidan dengan gaya seperti Robert De Niro di film taxi driver.
"Yes. Are you the owner of this restaurant?" tanya pria itu dengan nada angkuh.
"Yes i am. Why?" balas Aidan cuek.
"Apa ada chef pastry yang bernama Thara? Sebab saya mencari dirinya karena ada perlu."
Si Ja'far temannya Iago
"Saya yang bertanya kenapa anda balik bertanya?" Ja'far tampak kesal.
"Lho wajar kan kalau saya bertanya anda siapa? Karena saya tidak kenal anda tapi Anda main cari orang di restauran saya" balas Aidan santai.
"Saya pangeran Ja'far Al Azzam dan saya mencari adik saya bernama Thara."
Aidan menatap datar ke arah Ja'far. Ngadi-ngadi! Buapakmu itu cuma anak angkat, cumiiii! Pangeran karena buapakmu diangkat anak aja songong! Apalagi elu itu penjahat kela*min juga, kampret!
"Tidak ada pegawai bernama Thara disini" jawab Aidan dingin hingga mata birunya tampak semakin biru. Kalau tidak ingat ini dimana, ingin rasanya cincang elu punya burung! Bakalan gue kasih ke burung Nasar di Bonbin!
"Apakah anda yakin? Anda tidak tahu siapa saya? Saya adalah salah satu pangeran..."
__ADS_1
"Saya tidak peduli siapa anda! Mau anda pangeran atau tukang sapu pun, kalau saya bilang tidak ada, ya tidak ada! Bahkan keluarga Buckingham sendiri pun saya berani hadapi, apalagi anda yang saya tidak kenal siapa!" potong Aidan.
Beruntung Xander sudah membriefing semua pegawainya untuk tidak menyebutkan nama Thara dan jika ada yang menanyakan bilang tidak kenal atau tidak ada.
Para pegawai RR's Meal juga dikenal loyal menyimpan rahasia karena mereka semua tahu bagaimana jika ada pengkhianatan, tidak ada ampun. Apalagi ini menyangkut nyawa seseorang yang mereka semua tidak mau ada korban akibat kecerobohan mereka sendiri.
Rahang Ja'far tampak mengeras. Dirinya merasa kesal dipermainkan setelah anak buahnya mengikuti mobil yang membawa 'Thara' tapi ternyata hanya berputar-putar di kota London tidak jelas. Hingga salah satu anak buahnya melihat gadis itu turun dari motor oleh seorang pria tinggi besar masuk ke dalam restauran ini.
"Saya minta bukti CCTV restauran anda!"
"Anda polisi? Scotland Yard? FBI? CIA? Interpol? SNSC? Apa hak anda?" balas Aidan sarkasme.
"Saya mencari adik saya!"
"Saya tidak tahu siapa adik anda! Dan saya tidak mau ada keributan di restauran saya!" suara Aidan yang sedikit keras membuat para pelanggan menoleh dan menatap tajam ke arah Ja'far.
"Mister, saya tidak tahu apa tujuan anda kemari tapi jika Mr Blair bilang tidak ada, ya tidak ada!" jawab seorang tamu pria berusia sekitar empat puluhan dengan rambut sedikit memutih.
"Saya tidak berbicara dengan anda! Saya bertanya dengan pria ini!" Ja'far menatap tajam ke Aidan. Tamu pria itu pun berdiri dan menghampiri kedua pria yang sedang berseteru.
"Disini bukan negara anda! Disini adalah tempat orang-orang menikmati hidangan lezat dan saya sedang membawa istri saya yang sedang berulang tahun kemari. Saya tidak mau ada kekacauan di ulang tahunnya jadi saya minta anda bawa Harem anda pergi dari restauran Mr Blair." Pria itu menatap tajam ke arah Ja'far.
"Memangnya siapa anda? Beraninya mengusir saya?" Ja'far memandang pria itu dengan gaya sinis dan mengejek. Aidan dan para tamu hanya bisa menahan nafas karena tahu siapa pria itu meskipun mengenakan baju santai. Xander yang melihat dari pintu penghubung dapur dan ruang dining, merasakan para pengawal bayangan pria itu mulai mendekat.
"Perkenalkan, saya George Major, perdana menteri Inggris."
Ja'far melongo.
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Sorry cerita Aidan agak beda dengan keluarga lainnya.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️