
Para pengunjung RR's Meal merasa senang melihat wagashi yang diberikan sebagai hidangan pendamping minum teh di acara makan sore disana. Tamu wanita bahkan menyukai rasa yang tidak terlalu manis sehingga rasa teh yang mereka minum pun masih terasa nikmat.
Xander mendapatkan pertanyaan dan permintaan agar lebih sering ada camilan seperti ini karena mereka lebih menyukainya dibanding cake atau roti yang biasa disajikan. Tentu saja Sous Chef yang menjadi kepercayaan Aidan itu menanggapi dengan serius permintaan para pengunjung dan pelanggan RR's Meal.
Setelah menemui para pengunjung, Xander pun mendatangi dapur pastry dan menyampaikan pada Thara dan Stacy yang masih membuat wagashi dengan adonan tersisa.
"Thara, Stacy" panggil Xander.
"Yes chef?" jawab keduanya.
"Apa masih ada sisa bahan?"
"Cukup untuk sekitar 30 item lagi, Chef" jawab Thara.
"Bagus lah. Para pengunjung sangat menyukai camilan mereka. Besok aku minta kalian membuatnya lagi dengan desain yang unik dan lucu-lucu." Xander melihat bagaimana Thara dan Stacy asyik berkutat dengan membuat wagashi dengan bentuk lucu-lucu.
"Besok kita buat karakter kawaii ya Stace" ajak Thara.
"Siapa takut?" kerling Stacy.
***
Aidan menatap Abian dan Bryan Smith bergantian. Kedua ayah dan anak itu tampak serius menatap balik pria tampan itu. Ketiga pria itu masih berada di club yang sama bahkan mereka makan disana.
"Apa maksudnya Oom? Thara bukan anak Hamid Al Azzam?" Aidan masih harus menetralisir pikirannya.
"Thara Azalea Al Azzam adalah putri Hasyim Al Azzam, penguasa sah Al Azzam. Hamid Al Azzam hanyalah anak angkat dari Hussain Al Azzam kakek Thara. Seharusnya yang naik tahta adalah Hasyim tapi Hamid tidak mau karena dia merasa sebagai anak sulung merasa itu adalah haknya padahal dia tidak memiliki darah Al Azzam sama sekali." Abian membaca berkas-berkas yang dibawanya.
"Thara itu lahir dari Hasyim Al Azzam dengan wanita Indonesia bernama Aisyah Indrawan yang tidak lain adalah adik Santhy Indrawan, istri kedua Hamid. Santhy selalu berlagak hamil karena dia dan suaminya berencana mengambil Thara dari lahir lalu mereka akan mengata bahwa gadis itu anak mereka" sambung Bryan. "Bang Ai sampai disini paham kan?"
Aidan bisa meraba tujuan orang-orang baji*Ngan itu. Kekuasaan, power dan uang.
"Saat Aisyah melahirkan, Thara langsung diambil oleh Santhy dan diakui sebagai anaknya bersama Hamid. Hasyim dan Aisyah rencananya akan mereka bunuh beserta dengan para pengikutnya namun beberapa pengawal setia berhasil menyelundupkan mereka keluar dari Dubai menuju Indonesia." Abian menyesap kopinya.
"Dari mana Oom tahu soal ini?" tanya Aidan.
__ADS_1
"Sehari setelah kamu meminta agar Oom dan Bryan menghapus manifest penerbangan Thara dan menggantikan ke penerbangan lain ke Swiss, kami bertolak ke Dubai. Dibantu Senna dan Kai, kami mencari tahu sampai bisa bertemu dengan beberapa pelayan setia yang bersembunyi. Dari merekalah, kami tahu masalah sebenarnya."
"Sekarang Hasyim dan Aisyah dimana Oom?"
"Terakhir mereka mengungsikan ke daerah Kuningan, lalu ke Pekalongan dan terakhir di Ungaran. Hanya itu yang terakhir aku dapatkan info."
Aidan menghembuskan nafas panjang. Ke Indonesia lagi? Tapi percuma jika masih belum dibereskan semua cecunguk baji*Ngan itu!
"Apa nama yang dipakai masih sama? Mengingat sudah 23 tahun mereka mengungsi."
"Itu Oom yang belum dapat. Oh, ngomong-ngomong Santhy Indrawan meninggal dibunuh oleh anak tirinya si Bihzad karena tidak mau melayaninya dan saksinya adalah ibunya Rahma. Dan Najwa, ibunya Rahma itu sekarang menghilang entah kemana." Abian menyerahkan semua hasil penyelidikannya.
"Benar-benar keluarga bejat!" umpat Aidan. "Tahu kah Oom, aku sampai meminta Karl mencarikan rudal Scud untuk meluluh lantakkan istana Al Azzam."
Bryan terbahak. "Bang Ai, butuh aku untuk menghack misil milik Amerika? Aku bisa masuk ke Pentagon" cengir pria imut itu.
Abian menatap horor ke putranya. "Jangan macam-macam kamu Bry!"
Bryan memberikan tanda V dengan dua jarinya. "Bercanda Dad."
"Coba kamu hubungi Iwan Aradhana, apakah dia hapal Ungaran dan bisa mencari tahu keberadaan Hasyim dan Aisyah" usul Abian.
"Akan aku coba karena Iwan sendiri juga tidak mau meninggalkan Danisha sendiri karena kita tahu dia sangat terpukul soal Bara."
"Kita semua Ai tapi hidup terus berjalan. Bara pasti tidak suka kita semua bersedih berlarut-larut" ucap Abian.
"Oom Ghani gimana Oom? Papi sih bilang sekarang jadi kurus" Aidan menyesap kopinya.
"Oom belum bertemu lagi Ai. Sejujurnya Oom merasa bersalah juga tidak dapat menemukan foto satelit yang akurat saat kejadian itu terjadi. Apalagi cuaca saat itu juga berawan bukan?"
"Bang Ai mau kasih tahu ke Thara soal ini?" tanya Bryan.
"Abang mau kasih tahu kalau Thara sudah membalaskan dendamnya!" ucap Aidan tegas. "Dan aku akan membantunya. Jika perlu, baju*Ngan yang bernama Ja'far, aku kebiri langsung!" Mata biru Aidan tampak berkilat marah.
"Aku bantu asah goloknya bang!" sahut Bryan yang langsung kena keplakan oleh ayahnya di kepala.
__ADS_1
"Harusnya bukan kamu Aidan yang maju. Biarkan Thara yang menghajarnya dan alangkah baiknya jika kamu mengajarkan dia menembak dan bela diri sampai Oom mendapatkan informasi akurat soal kedua orangtuanya."
"Jika itu benar, berarti Thara adalah penguasa Al Azzam yang sah dong Dad?" celetuk Bryan.
"Kemana Hussain Al Azzam ketika peristiwa pengambilan paksa cucunya ke anak angkatnya?" tanya Aidan.
"Sebulan sebelum Thara lahir, Hussain meninggal karena serangan jantung tapi semua pelayan yang setia tahu, raja tersebut dibunuh oleh Hamid demi melancarkan rencananya menguasai Al Azzam."
Rahang Aidan pun mengeras. "Lalu, dia sebenarnya siapa? Hamid bang*sat itu?"
"Rumor, dia anak dari patih Hussain yang istrinya meninggal saat melahirkan. Istri Hussain merasa kasihan lalu diangkatnya menjadi anak karena keduanya tidak memiliki anak. Patih itu masih saudara jauh Hussain Al Azzam. Sepuluh tahun kemudian, lahirlah Hasyim dan Hamid merasa bahwa dia tidak mungkin mendapatkan hak menjadi penguasa Al Azzam."
"Ya jelas tidak bisa ! Secara dia bukanlah dari keluarga Al Azzam!" seru Aidan.
"Sayang, Patih itu sudah meninggal dan entah tahu apa perilaku bejat anaknya dan bahkan air susu dibalas dengan air tuba!" maki Bryan.
"Peribahasa itu memang cocok. Kekuasaan, uang dan wanita adalah biang sejak jaman manusia turun ke bumi dari nabi Adam. Apa ingat kedua anak nabi Adam melaku pembunuhan pertama?" Aidan menatap Bryan.
"Habil dan Qabil, karena rasa iri dengki!" jawab Bryan.
"Dan sifat itu pun yang merupakan dasar landasan manusia menghalalkan segala cara" sahut Abian.
***
Dalam Al-Qur'an surah Al-Ma'idah, Qabil merupakan tokoh yang melakukan pembunuhan pertama dengan membunuh saudara laki-lakinya Habil lantaran kurban persembahannya tidak diterima oleh Allah karena ketidaktulusannya dengan mempersembahkan hasil pertaniannya yang sudah agak busuk.
Sumber Wikipedia
***
Yuhuuu Up sebelum sahur
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️