
Ritz Charlton Hotel Manhattan New York
Benji dan Bryan sibuk membenahi sistem keamanan untuk acara pernikahan Abi dan Gandari. Karena permintaan Duncan dan Rhett yang ingin semuanya aman karena akan banyak orang penting yang datang di acara resepsi Sabtu malam.
"Katanya kamu kemarin bertemu dengan big Jang?" tanya Bryan ke putranya.
"Iya. Aku sama GM mau membuat tugas musim panas tapi ternyata ada appanya disana" jawab Benji.
"Apa kamu dan GM pacaran?" goda Bryan.
"Oh come on Dad. Aku dan GM hanya bersahabat dan kita masih SMP. Kami tidak ada rasa tertarik layaknya mas Abi dan mbak Gandari."
Bryan tersenyum. "Iya sih! Otak kamu itu cuma game dan cuan. Bagaimana cara memalak kakak-kakakmu."
Benji terbahak. "Punya kakak kaya itu harus dimanfaatkan dong!"
Bryan hanya menggelengkan kepalanya. Kenapa anakku jadi tukang palak begini sih?
***
Mansion Blair
Duncan dan Rhea langsung pening melihat keributan, kerusuhan dan kehebohan para anggota keluarganya. Hari ini keluarga Giandra datang ke mansion Blair dan ramai lah apalagi keluarga Solo pun ikut datang.
"Kamu tahu D, Bima sempat berantem lagi dengan Hoshi" ucap Ghani ke Duncan saat mereka, para Opa, berada di halaman belakang, tempat favorit semua anggota keluarga klan Pratomo setiap datang ke mansion Blair.
"Hah? Lagi? Siapa yang menang?" tanya Duncan.
"Kali ini Hoshi" jawab Jaehyun sambil tersenyum. Dia baru tahu bahwa cucunya benar-benar kacau. "Aku tidak tahu kamu bisa tidak naik tensinya Ghani."
"Aku minum obat tensi Jae! Beneran deh si Bima itu, sukanya bikin kita semua emosi" sungut Ghani.
"Tapi gitu-gitu calon menantu kamu lho, G" kekeh Gozali.
"Apesnya, Rimbi juga suka sama dia. Susah kan aku?" keluh Ghani yang membuat semua opa disana tertawa.
"Kayaknya baru kali ini ada calon anggota keluarga yang pria hobinya bikin darting. Secara menantu pria di keluarga kita cenderung kalem-kalem" kekeh Duncan.
"Macam Pandu, ya D" senyum Gozali. "Kebalikan dengan menantu perempuan. Bar-bar semua!"
"Kayaknya semua anak laki sampai cucu laki kita itu yang dicari adalah perempuan yang bar-bar dan bisa stand up" senyum Ghani.
"Abi sudah belajar masukin cincin belum D?" tanya Jaehyun.
"Harusnya sudah. Kan konyol pakai acara gelinding kedua kalinya" gelak Duncan.
"Heran aku D, Abi tuh niru siapa sih cerobohnya? Rasanya Daddy, mommy, aku, kamu, Rhea, Lexa, Kaia dan Rhett tidak ada yang ceroboh deh..." gumam Ghani.
"Siapa bilang? Tuh si Arya sama kompor ceroboh dan saling menjulid satu sama lain" cebik Gozali.
__ADS_1
"Kalau Arya mah parah" gelak Duncan.
***
Penthouse Keluarga Reeves
Hoshi datang ke penthouse keluarganya dengan wajah lelah. Bagaimana tidak, hanya gara-gara Arimbi lupa nge-charge ponselnya, Bima ribut menelpon dirinya dengan penuh drama.
Dasar Werkudara! Gue lempar ke Gunung Krakatau Sekalian! Bikin mood jelek cumi satu itu!
"Anak lanang sudah pulang?" sapa Yanti sambil memeluk putranya yang berwajah cantik.
"Sudah mom. Aku capek!" keluh Hoshi.
"Kenapa?" Yanti merangkul putranya yang jauh lebih tinggi darinya.
"Si Werkudara itu lho mom, pengen aku tendang pantat kurusnya ke gunung Sitoli!"
Yanti terbahak. "Kamu sama Bima itu kenapa sih nggak bisa akur sehariiii saja."
"Mom, aku sama si Werkudara akur, Pluto kembali jadi bagian planet tata Surya."
Yanti semakin tertawa geli mendengar argumen putranya.
"Sudah, kamu istirahat dulu. Persiapkan mentalmu kalau ketemu Opa nanti. Tahu sendiri kan, Opamu itu paling suka membuat kamu darting?" Yanti mengantarkan putranya ke kamarnya.
"Aku tidur dulu mom. Kamar aku kunci soalnya Opa kadang tidak tahu aturan main slonong Boim ganggu orang tidur!"
***
Abi menatap dua suit tuxedo yang baru saja datang. Menurut rencana, pas akad nikah akan mengenakan tuxedo bewarna biru sedangkan malam resepsi mengenakan warna hitam.
"Mas..."
Abi menoleh ke arah pintu kamarnya dan tampak Reana disana sambil tersenyum.
"Apa dik?"
Reana menghampiri Abi dan duduk bersama di tempat tidur pria itu. "Sudah siap buat lusa?"
"Insyaallah sudah."
"Sudah hapal bacaan ijab qobul?"
"Insyaallah."
"Sudah disiapkan cara memegang cincin yang benar?" kekeh Reana yang langsung membuat Abi manyun.
"Sudah dik. Beneran deh! Jadi aib aku seumur hidup..." keluh Abi sambil meletakkan kepalanya di bahu adik kembarnya.
__ADS_1
"Lagian mas Abi pakai acara Tremor masukin cincin..." tawa Reana membuat Abi semakin mutung.
"Namanya juga gugup dik. Gimana pun juga, aku lebih suka ketemu klien menyebalkan sebab kalau soal Gandari, itu adalah tanggung Jawab aku seumur hidup yang sudah berani meminta anak gadis orang. Ada kecemasan, apakah aku bisa membuat Ndari bahagia, bagaimana kehidupan rumah tangga kami ke depannya, apakah kami bisa menyatukan perbedaan... Banyak yang aku pikirkan dik."
Reana menepuk pipi saudara kembarnya.
"Mas, namanya menikah itu bagaikan gambling. Iya kalau pasangan kita sebagus hasil screening, kalau tidak ya apesnya kita. Tapi mas, kalau mau kita pikir macam itu, akan banyak orang yang tidak mau menikah karena terlalu banyak yang dipertimbangkan."
"Jujur aku cemas Ndari tidak bahagia dengan ku. Orang bilang jaman pacaran pasti berbeda dengan sudah menikah."
"Iiissshhh mas Abi tuh kok jadi melow begini sih? Ga sesuai sama body!" hardik Reana kesal. "Mas, Gandari itu cinta sama mas. Dia belain mas disaat Freya bilang mas kayak kanebo kering. Sudah, jangan terlalu dipikirkan. Yang penting sekarang, mas Abi mantapin hati sama Gandari. She's the one for you mas."
Abi hanya mengangguk di bahu adiknya.
***
Ritz Charlton Hotel Manhattan New York
Jang Geun-moon mendatangi hotel itu dan mencari Benji di area ballroom. Karena ketatnya pengamanan, membuat gadis berdarah Korea itu tidak bisa menemui sahabatnya.
Geun-moon lalu menelpon Benji dan mengatakan dirinya berada di luar ballroom.
"GM!" panggil Benji yang tergopoh-gopoh keluar dari Ballroom.
"Hai. Duh mentang-mentang yang mau nikah orang penting langsung sok ketat pengamanannya."
"Iya dong GM. Besok kan appamu datang. Kamu datang kan GM?" Benji mengajak Geun-moon ke sebuah kursi yang terdapat di hallway.
"Datang lah! Appa kan tidak ada temannya karena eomma aku sudah meninggal aku kecil" ucap Geun-moon.
"Bagus deh! Soalnya besok semua klan mafia di New York diundang karena permintaan Opa Duncan Blair."
Geun-moon mengeluarkan sebuah kotak bento dan membukanya. Tampak berbagai macam bentuk kimbab dan inarisushi di dalam bento itu.
"Kamu belum makan siang kan? Makanya aku buatkan." Geun-moon tersenyum manis ke arah Benji.
"Hebat ih kamu bisa buat ini. Makasih ya GM." Benji pun memakan kimbabnya. "Hhhmmm. Enaaakk!"
Wajah Geun-moon semakin sumringah.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️