
Thara memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar apartemen yang menurutnya termasuk gedung yang high end. Gedung apartemen itu tidak tinggi dan besar, hanya tiga lantai tapi memiliki sembilan unit di dalamnya yang berarti tiga unit di setiap lantai.
Gedung itu memiliki tiga penjaga yang Thara tahu memiliki ilmu beladiri yang cukup tinggi. Gadis itu merasa aman disana apalagi Karl Schumacher sudah menjamin untuk melindunginya.
Pagi ini setelah segar, Thara ingin merasakan kebebasannya sedikit dan dengan dikawal, dia berjalan-jalan di sekitar blok hingga melihat sebuah sekolah taman kanak-kanak. Thara sangat menyukai anak-anak dan tersenyum ketika melihat mereka bermain disana.
"Nona Azalea? Apa nona mau kembali?" tanya Johnny sang pengawal.
"Aku masih ingin disini melihat anak-anak bermain, sangat menyenangkan seolah tidak ada beban dalam hidupnya" ucap Thara sedikit melamun.
Johnny tersenyum. "Anda benar nona."
Hampir setengah jam, Thara disana lalu keduanya kembali ke apartemen.
***
Aidan dan James Blair akhirnya terbang ke Dubai untuk membereskan masalah yang terjadi disana karena membuat nama RR's Meal menjadi tercoreng akibat issue dan gosip yang dilemparkan oleh keluarga Al Azzam.
Masayuki, Senna dan Kai Al Jordan datang menjemput dua keponakannya untuk membantu meluruskan pemberitaan. Bukan rahasia lagi jika keluarga Al Jordan muncul, dipastikan berita yang mereka dapat adalah hanya gosip dan hoax.
Abraham yang melihat kedatangan Bossnya merasa lega karena dia sendiri kewalahan harus melawan salah satu keluarga kerajaan yang berpengaruh sedangkan dirinya hanyalah orang biasa yang menjadi karyawan di PRC group.
***
Thara kembali melihat anak-anak itu bermain di arena permainan taman kanak-kanak itu. Kali ini dia memilih di jam pulang agar bisa melihat mereka dijemput oleh orangtuanya.
Johnny masih setia menemani nona cantik di sebelahnya. Pria bertubuh besar itu merasakan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Thara karena matanya tampak sendu melihat anak-anak TK itu.
Apakah nona Thara memiliki anak?
Seorang anak kecil tampan datang menghampiri Thara dan Johnny mengenali sebagai ... Bocah itu memberikan kode ke Johnny untuk diam saja.
"Are you okay Tante?" tanya bocah itu.
"Eh?" Thara tergagap ketika bocah laki-laki itu menyapanya. "I'm fine, boy."
"Tante sudah empat hari kesini terus. Cari siapa?" tanya bocah itu lagi. Tidak ada raut takut disana, yang ada adalah kepercayaan diri yang tinggi dan sikap pemberani. Yang mengingatkan Thara ke Aidan Blair.
"Tante tidak cari siapa-siapa. Tante hanya ingat keponakan Tante yang meninggal. Kalau masih hidup, pasti seumuran kamu. Namamu siapa? Nama Tante Thara." Thara mengulurkan tangannya.
"Rajendra, biasa dipanggil Jendra" jawab Jendra sambil menyambut tangan Thara.
"Rajendra? Bukannya itu nama Jawa ya?"
"Aku blasteran, Tante. Mamaku blasteran Indonesia Inggris, begitu juga dengan Papaku, blasteran Indonesia - Inggris juga."
Thara tersenyum. "Pantas tampak bule meskipun namanya Jawa."
"Tante kok tahu namaku ada unsur Jawanya?"
__ADS_1
"Karena Tante sama dengan kamu, hanya saja Tante blasteran Arab Indonesia" senyum Thara.
"Tante cantik deh! Tapi masih cantikan mama dan Oma" cengir Rajendra.
"Iyalah, bagi anak laki-laki, wanita paling cantik adalah ibunya dan bagi anak perempuan, pria paling tampan adalah ayahnya. Daddy kamu pasti tampan karena kamu juga tampan."
"Oh iya! Papa dan Opa adalah pria-pria tampan! Tapi besok aku besar, akulah yang lebih tampan dari Papa dan Opa." Rajendra sedikit mendongakkan dagunya dengan gaya tengil mirip Arjuna yang membuat Johnny hampir tertawa karena tahu keluarga McCloud.
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena mereka sudah tua!" gelak Rajendra durjana.
"Ih, kamu tuh!" kekeh Thara sambil menowel pucuk hidung Rajendra gemas.
"Mas Jendra!" Thara dan Rajendra menoleh ke arah suara dan tampak seorang wanita paruh baya yang jelas orang Indonesia berdiri di sebuah mobil mewah.
"Aku pulang dulu Tante sudah dijemput. Besok Tante kalau mau kesini, jam-jam segini saja kecuali Sabtu, kami libur."
"Baik Jendra" senyum Thara.
"Jendra pulang dulu. Assalamualaikum." Jendra mengangguk pada Johnny yang membalas dengan kedipan sebelah matanya.
"Wa'alaikum salam" balas Thara sambil melambaikan tangannya saat Jendra berlari menuju tempat bik Sum berada.
"Mari nona Thara, kita kembali." Johnny mengajak gadis itu pulang ke apartemennya.
***
Dan benar, Rajendra langsung menghampiri Thara dengan gaya cool dan percaya diri.
"Tante, itu siapa?" tanya Rajendra seolah belum mengenal Johnny.
"Oh ini teman Tante namanya Johnny."
Rajendra menyalami Johnny. "Halo Oom Johnny."
"Halo tu... Rajendra." Nyaris aku keceplosan bilang tuan muda Rajendra. Rajendra mengerjap-ngerjapkan matanya tanda kesal Johnny hampir keceplosan.
"Tante bawa apa itu?" Rajendra menoleh ke sebuah bungkusan agak besar.
"Tante membuat baklava dan Turkish delight. Oh ada kurma juga."
Mata Rajendra berbinar-binar melihat makanan yang belum pernah dia buat bersama Oom Aidannya.
"Tante buat sendiri?" tanya Rajendra antusias.
"Iya, kecuali kurmanya" senyum Thara. "Kurmanya Tante beli di toko India."
__ADS_1
"Jendra cicip ya Tante" ijin bocah tampan itu.
"Ambil saja" ucap Thara.
Rajendra mengambil sepotong Turkish delight dan langsung ber 'hhhmmmm' senang, mirip sang mama.
"Ya ampun Tante, ini enak banget!" Rajendra lalu mengambil sepotong baklava dan memakannya. "Whoah! Ini juga enak! Sayang mama suka Gatot kalau buat pastry."
"Gatot?" beo Thara.
"Gagal total" gelak Rajendra. "Tante chef ya?"
"Dulu sebelum ke London" jawab Thara.
"Chef pastry?" tanya Rajendra lagi.
Thara mengangguk. "Kok kamu tahu soal chef?"
"Karena aku besar nanti, ingin menjadi chef serba boleh seperti Opa buyut dan Oma. Omaku juga chef pastry dan kalau Sabtu aku sering belajar membuat roti, cake ataupun cookies."
"Wah, kamu benar-benar hebat. Masih kecil tapi sudah mau belajar masak dan masuk dapur." Thara bertambah senang mengobrol dengan Rajendra.
"Oom aku juga seorang..."
"Mas Jendra" suara bik Sum terdengar di sisi kanan tempat Thara dan Rajendra duduk di taman sekolah.
"Tante, aku pulang dulu. Sudah dijemput. Oh, nanti aku ijin Daddy dan mama kalau boleh belajar membuat pastry sama Tante."
"Ini, bawa saja Jendra. Tante membuatkan ini khusus untuk kamu kok" Thara membungkus kotak makanan itu dan memasukkannya ke paper bag.
"Terima kasih Tante. Assalamualaikum" pamit Rajendra.
"Wa'alaikum salam."
Setelahnya mobil Mercedes itu pun pergi meninggalkan halaman sekolah.
"Anak itu berani ya. Beneran besarnya bakalan menjadi chef yang cool" kekeh Thara. "Kok dia tidak ada takut-takutnya bicara denganku? Secara aku kan orang asing?" monolog gadis itu.
Bagaimana tuan Rajendra takut, karena ada saya di sisi anda nona. - batin Johnny.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1