
Thara menatap wanita cantik yang memang tampak blasteran namun lebih dominan darah bulenya itu dengan tatapan tidak percaya.
"Camilan...nyonya?" ucapnya pelan.
"Iya, aku ingin tahu hari ini kamu membuatkan Jendra apa?" Sekar menatap wajah Thara dengan raut wajah serius tapi... penasaran.
"Basbaoussa" jawab Thara.
"Basbaoussa? Apanya Barbosa?"
Thara tergelak. "Mrs McCloud, we're not talking about Pirates of the Carribean bukan?"
Sekar tersenyum manis. "So, what is it?"
"Basboussa dibuat dengan bahan utama semolina dan tepung kentang dan agar rasanya semakin mantap basboussa diberi tambahan sirup jeruk atau air mawar. Saya membuatnya dengan sirup jeruk" ucap Thara sambil membuka kotak karton berisikan makanan dengan warna cerah itu.
Sekar langsung ngiler melihatnya. "Aku selalu lemah dengan camilan cantik dan enak. Boleh aku ambil satu?"
Thara mengangguk. "Boleh ma'am."
"Oh come on. Panggil aku Sekar atau mbak Sekar juga boleh. Kamu sepertinya lebih muda dari aku ya? Berapa usiamu?" tanya Sekar sambil menggigit basbaoussa nya. "Hhmmm! This is so yummy!"
"Saya 23 tahun, mbak Sekar."
"Nah benar kan? Kamu lebih muda dariku." Sekar tersenyum. Dan suara bel tanda anak-anak pulang sekolah pun berbunyi.
Kedua wanita cantik itu menanti kedatangan seorang putra tampan yang membuat keduanya gemas dan tak lama bocah yang ditunggu pun datang menghampiri.
"Mamaaaa!" seru Rajendra sambil berlari memeluk Sekar lalu mencium pipi gembul mamanya dan mencium perut yang berisikan adiknya. "Hai adik. Curang ya sudah nyicip duluan."
Sekar dan Thara tertawa mendengar ucapan Rajendra, sedangkan Johnny hanya tersenyum simpul mendengar ucapan tuan mudanya.
"Mama sudah ketemu Tante Thara? Cantik kan?" celoteh Rajendra dengan wajah berseri-seri. "Tante, mamaku sangat cantik kan?"
"Iya, Tante kaget melihat mamamu, benar-benar sangat cantik" senyum Thara.
"Tante buat apa ini?" Rajendra melihat makanan yang mirip sponge cake tapi berbau jeruk manis.
"Basbaoussa namanya."
"Mirip sponge cake." Rajendra mengendus kue itu. "Bau jeruk. Pakai sari jeruk atau sirup jeruk Tante?"
"Pakai sirup jeruk kalau Tante."
Rajendra mengangguk. "Aku ambil satu ya Tan." Rajendra mengambil sepotong basbaoussa setelah mencuci tangannya dengan cairan disinfektan yang diberikan sang mama. Wajah bocah itu sangat mirip dengan sang mama saat memakannya.
"Ya ampun, kamu mirip mamamu" celetuk Thara sambil tertawa gemas.
"Ya iyalah, aku kan anaknya" cengir Rajendra.
__ADS_1
Thara dan Sekar tertawa mendengar ucapan Rajendra.
Semenjak itu, Sekar datang menjemput Rajendra dan selalu Thara membuatkan camilan khas timur tengah yang selalu membuat bumil itu ketagihan.
Hingga Arjuna pulang pada hari Sabtu pagi, Sekar dan Rajendra secara bergantian bercerita kepada hot Daddy itu. Arjuna sudah mendengar apa yang terjadi pada restauran Aidan di Dubai dan tahu siapa Thara yang disembunyikan di apartemen milik PRC group.
Arjuna sendiri tidak melarang istrinya bertemu dengan Thara setelah mengetahui pengawal yang dikirim oleh Karl Schumacher dan Aidan Blair adalah Johnny Peters, mantan pengawalnya yang pindah ke PRC group.
Setidaknya ada orang yang dikenal baik oleh Sekar dan Rajendra jadi aku merasa aman. - batin Arjuna.
***
Aidan melongo ketika keponakannya ternyata sudah sangat akrab dengan Thara Azalea. Dia lupa, sekolah mahal Rajendra dekat dengan apartemen milik PRC group.
"Lalu? Kalian makan semua camilan itu?" tanya Aidan.
"Iya Oom. Tante Thara sangat pintar! Mama biasanya sering eneg kalau makan camilan aneh-aneh tapi ini nggak lho Oom" celoteh Rajendra.
"Terus?"
"Teruuuusssss..." Rajendra menatap mata biru Oomnya. "Boleh kan Tante Thara bekerja disini?" Mata coklat terang itu mengerjap-ngerjap puppy eyes.
Aidan memincingkan matanya ke arah keponakannya.
"Ya Oom yaaaa? Pleeeaaasssseeee..." rayu Rajendra sambil mengacungkan alat masak whisk dan sloted Turner.
"Kamu tuh merayu apa ngancem Jendraaaa" keluh Aidan melihat gaya keponakannya.
Aidan menghela nafas panjang. "Terkadang Oom lupa kamu baru balita!"
"Gimana Oom? Mau Yaaaaaa?" rayu Rajendra lagi.
"Oom sholat istikharah dulu!" jawab Aidan asal.
"Hah?" Rajendra bingung karena dia baru belajar sholat lima waktu belum sampai kesana. "Itu sholat apa Oom?"
"Cari wangsit!" sahut Oomnya dengan nada sebal.
***
Arjuna yang datang menjemput Rajendra terkejut melihat sepupunya dalam mode manyun di ruang kerjanya. Rajendra malah masih asyik membantu membuat mashed potatoes bersama Xander O'Neill.
"Kenapa lu?"
"Anakmu itu!"
"Kenapa Rajendra? Apa dia melakukan kesalahan? Apa tangannya keiris pisau? Atau mewek ngupas bawang?" cerocos Arjuna dengan nada panik.
__ADS_1
"Anakmu tidak apa-apa, jari masih lengkap sepuluh tanpa ada goresan kena pisau!" ucap Aidan sarkasme.
"Lha terus?" Dalam hati Arjuna berucap Alhamdulillah berulangkali. Sejujurnya dia masih merasa ngeri melihat putranya memegang pisau yang tajam itu.
"Apa Sekar sudah bercerita soal Thara?" .
Arjuna duduk di kursi hadapan Aidan. "Sudah, dan istriku yang cantik itu ketagihan dengan camilan yang dibuat Thara. Lalu apa hubungannya dengan Jendra?"
"Anakmu ingin aku memperkerjakan Thara disini" jawab Aidan.
Arjuna Samudera Reeves McCloud
Arjuna menatap Aidan. "So? Apa yang salah?"
"Seriously Junjun?"
"What? Thara chef pastry profesional dan Abraham memperkerjakan dia enam bulan. Setahuku, jika Abraham acc berarti memang dia bagus kan? Apalagi istri dan anakku sangat suka dengan Thara. Apa lagi?" Arjuna sama dengan Levi dan Fuji, selalu melihat suatu permasalahan dengan sikap positif.
"She's a runaway princess, Junjun!" Mata biru Aidan menatap tajam ke Arjuna. " Beruntung Oom Bian bisa menghapus semua jejak Thara dan ..." Aidan tersentak. "Rajendra benar. Kalau Thara disini ..."
"Kamu bisa melindunginya, Ai. See? Anakku lebih cerdas darimu!" gelak Arjuna durjana.
"Brengsek!" umpat Aidan.
"Tapi entah kenapa aku merasakan suatu rencana dari Jendra untukmu?" gumam Arjuna yang terkadang sering terkejut dengan cara putranya berpikir. Selalu out of the box dan di luar ekspektasi.
"Apa?" Aidan melotot. "Oh no... No no no!"
"Oh yes yes yes! Dia berusaha menjadi cupid!" Arjuna tertawa terbahak-bahak
"No, Junjun! She's not suit with us!"
"Hei, kalau istri dan anakku suka sama Thara, berarti aku bisa suka dengannya. Soal screening, kita bisa pikirkan lagi. Yang penting, dia disini aman. Ada kamu, ada Xander dan Karl pun terkadang pun kemari kan? Lagipula, kamu kan fasih melempar pisau dan PPK mu selalu menempel di pergelangan kakimu." Arjuna menatap dalam ke putra bungsu Duncan Blair itu.
"Lebih baik bersiap perang daripada berharap bahwa musuh tidak pernah datang." Aidan tersenyum.
"Nah tuh paham." Arjuna mengangguk. "If you need help, I always be there. Jangan sungkan chuy!"
Aidan menatap mata coklat Arjuna. "Thanks bro."
"Hey, we are family" dendang Arjuna menirukan lagu dari Sister Sledge.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Buset khilaf beber gue! 😅😅😅
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️