My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Abi Bertemu Yuna Pratomo Blair


__ADS_3

The Museum of Modern Art Manhattan New York...


"Mas?" tanya Abi ke Gandari. "Terus aku manggil kamu 'Dik' gitu?"


Gandari tertawa. "Waduh ya jangan dong. Kesannya gimana gitu. Kalau aku panggil 'Mas' bukannya itu umum ya? Apa saya panggil 'Pak Abi'?"


Abi hanya manyun. "Pak kok kesannya tua ya. Mas saja deh tidak apa-apa seperti adik-adik saya kalau manggil."


Gandari pun berjalan yang diikuti Abi di sebelahnya.


"Apakah anda masih ada hubungan dengan Miss Yuna Pratomo?" tanya Gandari ke Abi dan kini mereka berdua berada di area tempat lukisan besar dipamerkan.


"Beliau Oma buyutku. Kenapa?" Abi menoleh ke arah gadis yang tingginya hanya sebahunya.


"Mari saya tunjukkan sesuatu." Gandari berjalan ke sebuah ruangan yang tertulis 'Staff Only' dan membuka password di handel pintu. Abi pun mengikuti gadis itu dan wajahnya terperangah melihat foto besar Oma buyutnya ada di sana bersama dengan foto orang-orang lainnya.



Yuna Pratomo Blair


"Mak... maksudnya apa Gandari?" tanya Abi bingung sambil mengelus foto Yuna. Oma ku memang cantik! Tidak heran Opa Edward sampai bucin seperti itu.


"Miss Pratomo dulunya juga direktur galeri ini dan bagi saya, beliau adalah panutan karena bisa mendobrak sebagai orang Indonesia pertama yang bisa menjadi direktur museum ini. Dan saya sekarang bangga sebagai orang Indonesia yang bisa mengikuti jejak Miss Pratomo" ucap Gandari. "Saya hanya ingin menunjukkan pada anda, Mas Abi. Tadinya saya hendak menunjukkan ke Mrs O'Grady tapi sayang beliau berhalangan hadir. Jadi ada cucunya, kenapa tidak."


"Kalau mami saya melihat foto Oma, bisa emosional. Mami saya adalah orang yang sangat sayang dan memuja Oma kami sedemikian rupa." Abi menatap wajah cantik Yuna. "Sayang, cicitnya ini buta seni seperti Opanya."


"Mr Edward Blair?" tanya Gandari.


"Yup. Kalau mami cerita, Opa hanya tahu bisnis, mobil mewah dan barang branded tapi tidak karya seni. Apa kamu tahu? Mereka berdua pertama kali bertemu karena Opa mendapatkan lukisan Degas dan Oma yang menjadi kuratornya."


Gandari tampak terkesima mendengar cerita pasangan Blair yang terkenal itu.


"Sepertinya kisah mereka sangat romantis" senyum Gandari.


"Oh yeah. Mereka itu pasangan paling romantis dengan gayanya sendiri" kekeh Abi mengingat beberapa video keluarga yang isinya malah lebih sering keabsurdan Edward dan Yuna.


"Mari kita keluar, mas Abi. Saya hanya ingin menunjukkan kepada Anda saja." Gandari pun berjalan mendahului Abi yang masih menatap foto Omanya.


"Abi keluar dulu Oma. Mami kangen Oma banget lho. Sekali - kali datang ke mimpi mami ya" ucapnya sedikit tercekat. Abi memang tidak pernah melihat kedua opa dan omanya karena mereka sudah tiada saat maminya remaja. Abi tahu bagaimana mereka tiada dan membenarkan perbuatan Kaia yang membalas sampai sedemikian rupa. ( Baca Bonchap My Rey chapter Kill The Beludak ).


"Are you okay mas Abi?" tanya Gandari.

__ADS_1


"Hanya berpamitan dengan Oma" senyum Abi kikuk.


***


Acara malam itu berakhir dengan banyaknya pengusaha dan calon investor yang berjanji akan membicarakan di kantor MB Enterprise, membuat Abi pun puas. Tidak percuma maminya menyuruhnya menghadiri acara begini. Dapat klien dan berkenalan dengan cewek Indonesia cantik pula!


Baru kali ini Abi sangat tertarik dengan seorang gadis padahal di MIT dulu banyak gadis-gadis yang mengejarnya tapi tidak ada yang bisa membuatnya menoleh dua kali seperti dirinya ke Gandari.


Abi menunggu sampai Gandari selesai mengobrol dengan seorang tamu undangan baru menghampirinya.


"Sorry, Gandari. Boleh kita saling bertukar nomor ponsel? Aku yakin mami aku akan semangat datang kemari untuk melihat Oma."


"Oh sure!" Gandari mengambil kartu namanya lalu menuliskan sesuatu disana. "Ini nomor bisnis saya dan dibaliknya adalah nomor pribadi. Mas Abi bisa hubungi yang mana saja terserah."


Abi pun mengambil ponselnya dan menelpon nomor pribadi Gandari. "Itu nomor pribadi aku."


"Baik, saya simpan sekarang."


"Aku pulang dulu. Terimakasih sudah memperlihatkan Omaku" senyum Abi.


"Sama-sama mas Abi. Hati-hati."


***


Kaia dan Rhett yang baru datang dan duduk di ruang tengah hanya menatap bingung melihat putra mereka tampak sumringah.


"Kamu kenapa Bi? Bahagia tampak?" tanya Kaia.


Abi tidak berkata apa-apa tapi langsung duduk di sebelah ibunya dan memeluknya erat.


"Aku melihat Oma Yuna."


Mata biru Kaia langsung mendelik sempurna. "Dimana?"


"Di The Museum of Modern Art Manhattan. Apakah mami tahu kalau Oma Yuna pernah menjadi direktur disana?"


Rhett dan Kaia melongo. "Seriously?"


"Serius mami. Tadi direkturnya sendiri yang memperlihatkan padaku. Dan aku melihat foto besar Oma disana."


Kaia tampak sangat emosional mendengar ucapan putranya yang membuat Rhett memeluk istrinya. "Mami tidak tahu itu, Bi."

__ADS_1


"Kata Gandari, kalau mami mau lihat bisa tapi janjian dulu."


"Tunggu! Siapa Gandari?" Mata biru Rhett menatap Abi dengan tatapan menyelidik.


"Gandari itu direktur The Museum Of Modern Art sekarang, papi" jawab Abi. Kok malah kepo soal Gandari.


"Kok namanya Indonesia sekali? Siapa nama lengkapnya?" tanya Kaia yang jadi ikutan penasaran.


"Gandari Pramudhita. Ini pada kenapa sih?" Abi menatap kedua orangtuanya dengan bingung.


"Baru kali ini kamu sebut nama cewek pakai nama depan, soalnya selama ini pakai nama belakang yang kamu panggil" kekeh Kaia.


"Hah?! Panggilan pun diributin?" Abi tidak habis pikir dengan orang tuanya. Mereka habis minum champagne berapa gelas?


"Apakah dia cantik?" tanya Rhett yang mendapat keplakan Kaia. "Lho, teman - temannya Abi banyak yang cantik - cantik saja dia nggak nengok. Ini baru beberapa jam saja sudah panggil nama depan."


"Cantik itu relatif, papi" jawab Abi diplomatis.


Kaia mengambil iPad nya yang berada di meja dan mulai mencari data Gandari Pramudhita.



"Rhett, ternyata dia cantik lho." Kaia menunjukkan ipadnya ke suaminya.


"Pantas Abi langsung bilang nama depan." Rhett menatap putranya. "Kamu sudah tukaran nomor ponsel belum?"


"Sudahlah! Kan aku mau menunjukkan foto Oma. Ini pada kenapa sih heboh banget?" gerutu Abi.


"Bi, bilang sama Gandari, besok kita mau kesana mau lihat foto Oma." Kaia pun berdiri menuju kamar tidurnya.


"Haaaaahhh?" Abi melongo.


"Besok Papi akan minta Bryan menscreening Gandari." Rhett pun berdiri menyusul istrinya.


"Lhooo? Kok bawa - bawa Oom Bryan sih?"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2