My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Bertemu Dengan Gandari


__ADS_3

New York City Penthouse O'Grady


Abi mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Gandari jika besok kedua orangtuanya akan mampir ke museum untuk mengetahui lebih lanjut tentang Yuna Pratomo Blair.


📩 Abiyasa O'Grady : Selamat malam Gandari. Maaf jika aku mengirimkan pesan malam-malam. Besok Sabtu sekitar jam sebelas siang, kedua orangtuaku hendak kesana. Apakah kamu ada waktu?



Tadi sebelum Rhett masuk kamar, dia memang meminta Abi untuk janjian jam sebelas siang. Lama menunggu balasan Gandari, akhirnya Abi meletakkan ponselnya.


Paling sudah tidur dia. Abi pun menarik selimut dan memejamkan matanya. Tak lama kemudian, pria bertubuh kekar itu terlelap.


***


Apartment Gandari


Gandari baru saja menyelesaikan acara mandinya ketika melihat ponselnya ada pesan masuk dan matanya melebar ketika membaca siapa yang mengirimkan.


Abiyasa O'Grady.


Wajah gadis cantik itu tersenyum.


📩 Gandari Pramudhita : Iya mas Abi. Saya tunggu kehadiran Mr dan Mrs O'Grady besok jam sebelas siang di Museum Of Modern Art.


Gandari memencet tombol send dan setelahnya dia mulai ritual perawatan malam lalu melihat ponselnya tidak ada balasan dari Abi membuatnya tersenyum. Paling sudah tidur. Gandari melihat jam digital di nakas yang menunjukkan pukul 1 malam.


Sampai ketemu besok mas Abi.


***


Penthouse O'Grady


"Kamu sudah mengirimkan pesan ke Gandari, Bi?" tanya Kaia ketika mereka sarapan di ruang makan.


"Sampun mami. Gandari juga sudah membalasnya" jawab Abi cuek.


Rhett hanya tersenyum ke arah putranya. Entah kamu memang tidak tertarik atau memang ngebug macam mami kamu, Bi.


"Gandari Pramudhita, yatim piatu diangkat anak oleh pasangan suami istri Jason dan Jennifer Frank, dosen art di Yale University. Kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan di Semarang dan Gandari tinggal di panti asuhan sebelum diadopsi." Rhett membacakan hasil pencarian aib Bryan Smith. Abi menatap ayahnya dengan tatapan tidak percaya.


"Papi? Seriously? Beneran minta Oom Bryan screening?" Mata coklat Abi menatap judes ke Rhett.


"Gandari diadopsi pada usia sebelas tahun, dan sejak itu menjadi warganegara Amerika Serikat. Karena kedua orangtuanya dosen art, Gandari terbawa didikan mereka dan lulusan Yale University di usia 22 tahun, lalu usia 24, tahun ini, sudah menjabat menjadi direktur Museum Of Modern Art." Rhett menatap Abi. "Dia kurator yang sama dengan Omamu, Bi."


Abi hanya mengacuhkan komentar Rhett dan menikmati acara sarapannya. Suara lift penthouse membuat ketiganya menoleh dan tampak Reana beserta Pandu keluar dari kotak kaca itu.


"Assalamualaikum" sapa keduanya.


"Wa'alaikum salam. Ayo, sarapan kalian berdua lalu habis ini, kita jalan-jalan" ajak Kaia.

__ADS_1


"Kemana Mi?" tanya Reana sambil mencium kedua orangtuanya dan Pandu mencium punggung tangan mertuanya.


"Ke Museum Of Modern Art" jawab Rhett.


Reana dan Pandu mengambil tempat duduk bersebelahan dengan Abi. "Mas Abi ikut? Bukannya dia paling tuna seni ya?" kekeh Reana sembari mengambilkan sarapan untuk Pandu.


"Ikutlah! Wong dia yang kenal direkturnya" cengir Kaia.


"Museum Of Modern Art itu direktur nya kalau tidak salah Gandari Pramudhita" ucap Pandu.


"Mas Pandu kenal?" tanya Reana.


"Sempat bertemu saat mengurus acara MB Enterprise tiga bulan lalu itu princess tapi akhirnya kita tidak jadi disana kan acaranya" jawab Pandu.


"Oh iya, acara ulang tahun MB Enterprise memang tadinya mau di Museum tapi tidak jadi ya Ndu waktu itu karena lagi ada exhibition" sahut Kaia.


"Iya Bu. Kan saya yang mengurus waktu itu" ucap Pandu.


Abi hanya menyimak tanpa memberikan komentar daripada kedua orangtuanya dan kembarannya berjulid ria in the morning. Julid itu menurun saudara - saudara. Nasibmu, Bi. Punya dua opa buyut julid maksimal berakibat menurunnya kejulidan yang haqiqi.


Keempat orang di meja makan itu pun mengobrol banyak hal sedangkan Abi sesekali saja menimpali.


***


The Museum Of Modern Art Manhattan New York City


Dua mobil yang membawa rombongan keluarga O'Grady pun tiba di parkiran Museum. Abi yang satu mobil dengan kedua orangtuanya menggunakan Range Rover nya sedangkan Pandu menyetir Aston Martin vanquish nya.



"Iya, mobil BMW lama aku tukar tambah sama ini. Lagipula Reana ingin mobil milik James Bond" senyum Pandu ke istrinya yang sekarang berjalan bersama Kaia dan Rhett.


"Reana memang maniak semua film James Bond" kekeh Abi. "Menurut dia aktor yang pantas jadi Jimbong tuh Daniel Craig, manly banget katanya."


"Padahal dapat suaminya begini" keluh Pandu yang membuat Abi terbahak.


"Namanya realistis, Ndu. Reana mencari suami yang masuk akal lagian Daniel Craig hanya menampilkan sebagai James Bond meskipun menurut aku, Jimbong tuh lebih cakep dari itu."


Pandu hanya tertawa kecil.


Kini kelimanya masuk ke dalam museum dan Kaia pun langsung tertarik dengan lukisan abstrak di hadapannya. Rhett dan Reana yang lebih menyukai seni patung daripada lukisan memilih melihat sculpture semi Greek di tengah - tengah ruangan.



"Warnanya bagus" puji Kaia ke sebuah lukisan bewarna biru tosca.


"Aku nggak paham! Apa sih yang di benaknya si artis bikin begini?" komentar Abi sambil melenggang pergi sambil mengetik pesan di ponselnya.


"Dasar Abiyasa! Benar-benar tuna seni!" ucap Kaia judes. "Belum tentu kamu bisa bikin juga Bi!"

__ADS_1


Pandu hanya tersenyum mendengar omelan ibu mertuanya. Abi hanya memutar matanya malas dan menerima panggilan di ponselnya.


"Iya, aku di area lukisan telor asin dengan titik hitam tidak jelas itu" ucap Abi ke orang yang menelponnya. "Oke, aku tunggu."


Pandu masih menemani Kaia melihat - lihat lukisan karena pria tampan itu memang pecinta lukisan seperti ibu mertuanya.


"Mas Abi" sebuah suara feminin membuat Kaia dan Pandu menoleh. Dan tampak gadis yang cukup tinggi langsing mengenakan blazer hitam dan rok hitam dipadukan kemeja putih serta rambut digelung bawah, menghampiri Abi yang tersenyum melihatnya.


"Halo Gandari. Ayo aku perkenalkan dengan mamiku, cucu Yuna Pratomo Blair" ajak Abi yang membawa Gandari bertemu dengan Kaia.


"Mrs O'Grady" sapa Gandari ramah sambil mengulurkan tangannya yang disambut Kaia hangat. "Gandari Pramudhita."


"Nice to see you, Gandari" senyum Kaia.


"Wah, Mr Dewanata, kita bertemu kembali" sapa Gandari sambil tertawa kecil. "Sayang, waktu itu MB Enterprise tidak jadi mengadakan acara disini ya."


"Iya Miss Pramudhita. Next time jika waktunya tepat" senyum Pandu.


"Oh itu papi aku dan saudara kembar aku, Reana." Abi menunjuk ke arah Rhett yang datang bersama Reana.


"Lho? Mas Abi kembar tho?" tanya Gandari sambil menoleh ke arah pria tinggi besar itu.


"Iya. Ini papi aku, Rhett O'Grady dan ini kembaran aku, Reana O'Grady Dewanata."


Gandari menyalami Rhett dan Reana hangat. "Selamat datang di The Museum Of Modern Art. Apakah Mrs O'Grady hendak mengetahui tentang Miss Yuna Pratomo Blair?"


"Tentu saja. Dimana Oma?" tanya Kaia.


"Mari ikut saya." Gandari pun berjalan mendahului keluarga O'Grady itu.


"Dia cantik lho Bi" goda Rhett yang mendapatkan lirikan tajam Abi.


"Please deh Pi." Rhett tertawa kecil.



Yang dikepoin



Yang dijulid sama Rhett n Kaia


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2