
Polsek Gajah Mungkur Semarang
Gandari masih menangis tersedu-sedu dalam pelukan Abi yang mendekap erat gadis itu. Abi tidak terbayang dalam waktu dua hari berturut-turut, Gandari mendapatkan berbagai macam kejutan yang membuat emosinya naik turun. Dirinya saja sebagai pria, sudah pasti khilaf untuk mencincang semua pelaku kejahatan dan dibuang ke laut daripada dibawa ke Tokyo untuk piranha Luca.
Bisa-bisa piranha Luca makin sedeng makan daging orang-orang jahat itu!
"Ndari, sudah dong nangisnya. Kamu masih harus menghajar paman mu lho. Simpan tenaga kamu karena aku membiarkan kamu membalaskan semua amarahmu."
Gandari menatap Abi dengan hidung merah dan mata basah. "Kenapa mas?"
"Karena aku tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat dicintai dengan cara mengenaskan."
Kini Abi dan Gandari sedang berada di area parkir motor Polsek.
"Siapa?" tanya Gandari.
"Oma dan Opa buyutku. Apakah tahu bagaimana mereka meninggal?"
"Aku dengar karena kecelakaan pesawat?"
Abi tersenyum smirk. "Itu yang dipublikasikan tapi aslinya mereka menjadi korban salah sasaran. Jadi saat orangtuanya papi, opa dan Omaku mengajak Oma Yuna dan Opa Edward ke Dublin, pesawat mereka dibajak secara online dan jatuh. Opa dan Omaku dari pihak papi tidak selamat. Opa Edward bertahan beberapa hari tapi akhirnya meninggal dan Oma Yuna menyusul cintanya. Saksi keadaan mereka adalah mamiku, Oma Rhea dan Opa Duncan. Mamiku dendam kesumat ketika tahu pesawat itu kecelakaan bukan karena kerusakan mesin dan saat tahu siapa pelakunya, mami tanpa ampun membuatnya gosong."
"Go...gosong? Gosong gimana mas?" tanya Gandari bingung.
"Well, sebenarnya ini jangan kamu tiru. Kamu tahu mamiku jago tembak dan disaat habis ijab dengan papi, si pelaku pembunuhan kabur menggunakan mobil, oleh mami ditembak bagian Tankinya dan langsung meledak. Si pelaku gosong bersama mobilnya."
Gandari melongo. "Mrs O'Grady? Tidak terlihat kalau beliau savage begitu."
"You have no idea what my mom can do" gelak Abi. "Makanya belajar dari mami yang kejadiannya sama dengan yang kamu alami, aku akan membiarkan kamu menghajar orang-orang yang membuat kamu kehilangan kedua orangtuamu. Aku tahu kamu lebih marah karena alasannya harta yang menurut aku tidak seberapa tapi berani menghilangkan nyawa dua orang, that's son of the b1tch!"
Air mata Gandari langsung menguap mendengar ucapan Abi. "Jadi tadi saat aku menghajar si Joko?"
"Kapten Rasyad tahu rasanya menjadi kamu jadi membebaskan kamu untuk menghajar orang itu. Karena kamu yang jadi korban disini dan kamu berhak melakukannya meskipun menjadi hukum rimba."
Gandari mengangguk. "Jika aku besok berhasil menghajar si Lukman atau Anggita, aku minta jangan ada korek api, pistol atau pisau."
"Kenapa?"
__ADS_1
"Karena aku tidak yakin tidak khilaf seperti mamimu."
Abi terbahak.
***
Hotel Gumaya Semarang
Kini Abi, Travis, Gandari, Jason, Jennifer dan Kapten Rasyad berada di restauran hotel Gumaya, tempat para rombongan New York menginap.
Kapten Rasyad menceritakan bagaimana semua tersangka sudah ditangkap dengan penjagaan ketat dan penjara terpisah.
"Untung di Polsek Gajah Mungkur ada sepuluh sel dan dipakai oleh mereka semua dan sel mereka terpisah oleh tembok serta pintu tertutup sehingga tidak tahu siapa di sebelah. Kami meniru penjara di Singapura jadi meskipun sel, tetap kami membangun penjara di belakang agar tahanan terisolir sekalian memberikan shock terapi."
Kapten Rasyad memberikan gambar sel yang berada di area belakang Polsek.
"Jadi semua orang yang kita tahan tadi, tidak saling mengetahui siapa sebelah siapa?" tanya Jason.
"So, besok apa rencana kalian?" tanya Jennifer.
"Mengkonfrontir Lukman dan Anggita. Oh, apa kalian tahu, Anggita dan Joko punya tiga anak dan yang paling besar sudah kuliah dan yang kecil sedang magang di bandara Ahmad Yani?" Travis menatap semua orang.
"Tunggu, Lukman umur berapa nikah dengan Anggita?" tanya Jason.
"Lukman usia 18 tahun, baru lulus SMA saat menikah dengan Anggita yang baru saja bercerai dari Joko. Anggita saat itu berusia 28 tahun, janda tiga anak, sulung bernama Jamal usia enam tahun saat itu, Yulia empat tahun dan Ricky dua tahun. Dan sekarang Jamal berusia 21 tahun, Yulia 19 tahun dan Ricky 17 tahun."
"Bukannya tadi mas Travis bilang Anggita menjebak Lukman dengan kehamilan?" potong Kapten Rasyad.
"Iya dia mengaku hamil agar dinikahi oleh Lukman yang diketahui anak orang kaya di Semarang. Mereka terpaksa dinikahkan karena ayah Lahita tidak mau nama baiknya tercoreng. Tapi seperti wanita licik lainnya, Anggita mengatakan keguguran tapi mereka sudah menikah tidak mungkin bercerai dan sekarang mereka sudah 15 tahun menikah. Di tahun ketiga pernikahan mereka, Anggita merasa bahwa eyang mu pilih kasih dengan hanya memberikan uang saku secukupnya dan Lukman mungkin mendapatkan kompor dari Anggita..."
"Gold digger" potong Jennifer.
"Short of dan Lukman pada dasarnya memang iri dengki dengan Lahita ditambah semua kekuasaan di perusahaan arsitektur eyang mu dipegang oleh Gavin, semakin membuatnya dendam plus Lukman kepergok mengambil uang klien hingga dipecat oleh papamu" ucap Travis ke Gandari.
"Dan mereka semakin sumbut ingin menguasai harta eyang yang dipegang papa dan mama" ucap Gandari.
__ADS_1
"Sayangnya iya. Anak buah pak Rahman berhasil mendapatkan mantan pegawai papamu dan menceritakan bagaimana kejadian saat Gavin memecat Lukman. Maaf Gandari, kantor eyangmu sudah tutup karena bangkrut."
Gandari mengangguk paham. "Sudah aku duga."
"Lalu darimana mereka hidup selama ini mengingat sudah tidak ada pemasukan?" tanya Jason.
"Daddy lupa? Dua tanah di pemuda itu sekali sewa dalam setahun bisa senilai 2 milyar belum uang asuransi papa dan mama yang diambil senilai $1jt" ucap Gandari.
"Ndari, jangan terkejut. Papa dan mamamu tidak hanya memiliki satu asuransi tapi tiga asuransi dengan nominal yang sama" sahut Abi pelan.
Gandari, Jason, Jennifer dan Kapten Rasyad terkejut.
"Tiga juta dollar Amerika?" seru mereka.
"Benar, dan semuanya sudah dicairkan oleh Lukman dengan alasan kamu masih dibawah umur." Travis menatap Gandari sendu.
"Mas Travis, aku tidak peduli uang itu tapi ... Haaaaahhh!" Gandari memegang pelipisnya. "Kapten Rasyad, misalkan saya besok ingin menghajar Lukman dan Anggita, apakah diijinkan?"
Kapten Rasyad menatap gadis yang tampak menahan amarah yang bertumpuk sejak 12 tahun lalu ditambah dengan kejutan-kejutan yang didapatkan hanya dua hari di Semarang, merasa kasihan Dirinya sendiri jika di posisi Gandari bahkan akan melakukan lebih dari hanya sekedar menghajar.
"Saya sebagai seorang ayah, dan memiliki seorang putri, merasakan apa yang anda rasakan mbak Gandari. Putri saya pun pasti akan melakukan hal yang sama jika posisinya di anda, bahkan saya sendiri juga akan melakukan lebih dari yang anda lakukan tadi di ruang interogasi. Jika dengan begitu mbak Gandari bisa merasa lega, saya ijinkan karena dengan begitu anda bisa berdamai, just do it."
Abi dan Travis tersenyum lebar. "Akhirnya anda paham kan bagaimana keluarga kami?"
"Sebenarnya saya lebih menjaga kalian berdua tidak menghilangkan nyawa mereka" seringai Kapten Rasyad. "Kapten Kosasih sudah banyak cerita tentang sepak terjang keluarga anda."
Gandari melirik ke arah Travis dan Abi. Selain maminya mas Abi bikin gosong orang, apalagi yang sudah mereka lakukan?
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1