My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - You're So Beautiful


__ADS_3

Rajendra duduk di kursi tempat dia biasa belajar meskipun hanya membaca-baca buku resep dari Opa buyutnya, Ryu Reeves. Wajahnya tampak kesal mengingat bagaimana Anna mencoba mengganggu nya... lagi.


Wajah remaja tampan itu melirik ke sebuah foto yang memang dibawanya dari rumah. Foto dirinya masih kecil bersama sang ayah Arjuna dan adiknya Rama.



McCloud Family


Rama. Rajendra tersenyum mengingat adiknya yang lebih suka mengurus tanaman bersama sang mama. Rama tidak tertarik dengan masak memasak tapi sangat semangat soal makan dan memamah biak.


Jangan-jangan besar nanti malah mirip Oom Aksara, mengurus tanaman dan perkebunan.


Aruna dan kedua orangtuanya sedang acara makan malam bersama dengan Oomnya Levi dan Tante Yanti di sebuah hotel di Manhattan untuk membicarakan bisnis. Rasanya Rajendra ingin menyusul tapi tubuhnya terasa lelah amat sangat dan dia ingin hibernasi apalagi esok sudah mulai libur semester.


Rajendra mengirimkan pesan ke Aruna.


📩 Rajendra McCloud : Runa, aku tidur dulu ya. Badanku capek sekali rasanya. Besok aku sudah libur semester jadi aku akan ke tempat mu dan kita akan jalan-jalan di Manhattan.


Tak lama balasan dari Aruna pun masuk.


📩 Aruna Lewis : Oke Jendra. Istirahatlah. Sampai ketemu besok.


Rajendra pun membersihkan diri, menjalankan ibadah sholat isya dan kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tak lama, putra sulung Arjuna itu pun terlelap.


***


Reana sedang mengecek jadwal untuk summer class melalui iMac nya ketika ponselnya berbunyi. Keningnya berkerut ketika ada nomor yang tidak dia kenal menelponnya.


Siapa ini? Reana menggeser tombol hijau.


"Assalamualaikum" sapanya.


"Wa'alaikum salam, princess" sapa orang di seberang.


"Ma...mas Pandu?" bisik Reana.


"Iya, ini aku, princess."


"Kok tahu nomor ponsel aku?" tanya Reana sedikit berbisik namun setelahnya dirinya tersenyum sendiri. Kamarku kan kedap suara, ngapain aku bisik-bisik seperti kepergok backstreet tapi bukan boys.


"Aku mencari tahu, princess."


"Mas Pandu, aku bukan princess."


"Bagiku, kamu adalah princess ku, Reana."


Wajah Reana langsung memerah. Gini ya rasanya dirayu seorang pria.


"Dih mas Pandu tuh." Reana tersenyum gugup. Untung panggilan telpon biasa bukan video call. Entah seperti apa mukaku.


"Aku serius Reana. Aku belum pernah merasakan rasa seperti ini ke wanita manapun. Mungkin karena aku lebih fokus di kuliah ku jadi aku tidak memikirkan soal pacaran ataupun jatuh cinta. Tapi saat aku melihat kamu kemarin di mansion tuan Blair, aku tidak tahu kenapa jantungku berdegup kencang."


Sama mas. Sama.


"Mungkin terdengar receh tapi aku merasa bahwa kamu adalah princess ku, Rea. Dan aku akan menghadapi semua rintangan demi kamu."

__ADS_1


Reana tertegun. "Aku masih 17 tahun, mas. Aku masih ingin menyelesaikan pendidikan aku."


"Aku tahu. Aku akan menunggumu, Reana."


"Tapi mas..."


"Reana, Andreana Anindita Blair O'Grady... I love you. Maaf aku mengucapkan di telpon tapi aku tidak tahan untuk tidak mengatakannya. Besok aku akan mengatakan langsung padamu, princess."


Darimana dia tahu nama lengkapku?


"Mungkin terlalu cepat ya, princess?"


"Te... terimakasih" jawab Reana yang bingung harus menjawab apa.


"Terimakasih untuk apa princess?"


"Terimakasih...sudah jujur padaku."


"Aku... akan mengirimkan sebuah lagu untukmu. Lagu lama mungkin kamu belum pernah mendengarnya tapi menurut aku, lagu ini cocok untukmu." Pandu mengirimkan sepotong lagu ke email Reana yang langsung di buka gadis itu melalui iMac nya.


You are so beautiful


Nae gaseumae milryeowa seumyeowa dagawa beonjin nae sangcheodo


(Forever you) You are so wonderful


Shirin nae sarangdo nae noonmeuldo nae apeun sangcheoreul jiwoojo


Neol saranghanda neol saranghanda


Reana terkejut. Aku pernah mendengar lagu ini. Gadis itu berusaha mengingat dimana dia mendengarnya dan akhirnya Reana ingat.


Astaghfirullah! Lagu yang dinyanyikan Ogan Abi saat Necan Dara berulang tahun yang ke 50! Reana ingat karena Kaia suka memutar video Ogan dan Necannya setiap di hari ulang tahun keduanya.


"Reana, apa kamu pernah mendengar lagu itu? Kalau belum, aku tidak he..."


"Aku tahu lagu itu! Itu lagu Ogan Abi untuk Necan Dara" potong Reana.


"Benarkah? Aku baru mendengarnya kemarin dengan tidak sengaja dan aku langsung terbayang dirimu."


"Kenapa?"


"Because you're so beautiful, princess."


Wajah Reana yang sudah normal, kembali memerah mendengar ucapan Pandu. Entah dia menggombal atau tidak, tapi cewek mana yang nggak termehek-mehek mendengar pujian seperti itu.


"Ehem. Kamu bisa bahasa Korea?" tanya Reana.


"Aku bisa bahasa Korea, Jepang dan Jerman selain Inggris dan Indonesia tentunya karena aku hendak melamar ke Giandra Otomotif Co."


Reana melongo. Apa? Ke perusahaan mama?


"Are you sure, mas?" tanya Reana.


"Positive! Aku memang ingin bekerja di perusahaan keluargamu karena menurut ku, itu perusahaan yang bagus dan memiliki jenjang karir yang menjanjikan juga."

__ADS_1


Reana terdiam. Apakah mas Pandu mendekati aku karena ingin bekerja di Giandra?


"Aku tidak mendekati kamu demi bekerja di Giandra, princess. Aku memang sudah mengincar bekerja disana jauh sebelum aku bertemu dengan mu." Pandu terdengar jujur apa adanya.


"Apa kamu tidak ingin bekerja di tempat lain, mas?" goda Reana.


"Aku sudah mantap disana. Dan semoga aku diterima."


"Aamiin. Berjuanglah!" Reana tahu untuk masuk ke perusahaan mamanya dilakukan seleksi plus screening ketat.


***


Pagi ini Rajendra mengajak Reana untuk menjemput Aruna. Reana yang tidak ada kesibukan pun menyetujui untuk ikut jalan-jalan bersama sepupu dan kekasihnya. Apalagi Aruna adalah gadis yang menyenangkan dan blak-blakan membuat Reana enjoy saja bersama gadis berhijab itu.


"Kemana nih?" tanya Reana setelah mereka berada di mobil Range Rover yang kali ini disopiri Amir. Ian sedang menemani Rhett bertemu dengan rekan bisnisnya.


"Oculus yuk!" ajak Rajendra.


"Apa itu?" tanya Aruna.


"Mall tapi nggak terlalu penuh lalu baru setelahnya kita ke time square. Gimana Runa?" Rajendra menoleh ke belakang.


"Aku mah ayo saja."


***


Ketiganya tiba di Oculus mall dan langsung bersama melakukan window shopping. Aruna masuk ke sebuah toko untuk membeli beberapa aksesoris dan menolak ketika Rajendra hendak membayari.



"Kamu bayarin kalau sudah kerja saja" ucap Aruna manis.


"Tapi aku ada uang dari uang jajan aku" eyel Rajendra.


"Tunggu sampai kamu berhasil di RR's Meal, baru aku morotin kamu" bisik Aruna dengan wajah menggoda.


"Kok perasaanku tidak enak ya?" gumam Rajendra.


"Dibikin enak saja karena aku akan meminta emas batangan yang banyak" gelak Aruna durjana membuat Reana dan Ian yang mengawal tertawa terbahak-bahak.


"Ternyata hijab dipakai hanya untuk menutupi sifat kamu yang serakah ya?"


Keempatnya menoleh ke arah suara dan wajah Aruna berubah menjadi dingin. Mata coklatnya tampak berkilat marah.


"Datang juga kamu uget-uget! Sudah habis kesabaran aku!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut Besok


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2