My Cold Chef

My Cold Chef
Bonchap - Ke Connecticut


__ADS_3

RR's Meal Hell's Kitchen New York


Gandari menatap pria berambut pirang dan bermata coklat itu dengan tatapan sedikit terkejut ketika Abi menyebutnya 'Good girl'. Jangan ge-er, G... Abiyasa hanya ingin membantu kamu dan kamu beruntung mendapatkan dukungan dari seorang petinggi MB Enterprise.


"So, besok Sabtu kita ke Connecticut menemui ibumu Jennifer Frank lalu setelahnya kita terbang ke Semarang. Paspor kamu aman kan Ndari?" tanya Abi.


"Paspor aman mas."


"Good. Besok Sabtu aku akan ke apartemen kamu dan kita berangkat ke Connecticut. Oke?"


Gandari mengangguk dan entah kenapa adrenalinnya terasa berpacu antara tegang, semangat dan cemas dengan apa yang akan dia hadapi di Semarang nanti. Gadis itu pun merencanakan akan cuti satu Minggu setelah hampir dua tahun dia tidak pernah mengajukan cuti.


"Mas Abi, apakah aku cuti seminggu cukup nggak ya?"


Abi menatap Gandari. "Kamu masih ada jatah curi berapa?"


"Aku sih dua tahun menjabat belum pernah ambil cuti. Pulang saja pas Natalan karena aku berbeda dari mom Jen dan Daddy Jason."


"Bisa tidak kamu ambil sekitar dua Minggu? Karena kita tidak tahu butuh berapa lama disana."


Gandari mengangguk. "Sepertinya bisa. Besok sebelum mas Abi jemput, aku akan urus cuti aku."


"Oke."


***


Keesokan harinya


Abi menemani Gandari mengurus cuti nya dengan pihak HRD dan ternyata gadis itu mendapatkan cuti maksimal hampir tiga Minggu dan Gandari tetap mengambil dua Minggu.


"Sudah?" tanya Abi setelah Gandari selesai.


"Sudah." Gandari menyeret koper Rimowa nya yang bewarna pink.


"Kamu tuh mirip dik Reana" komentar Abi.


"Apanya?"


"Sukanya koper warna pink" ucap Abi sambil manyun.


"Namanya juga cewek. Mas Abi sudah ijin Mrs O'Grady? Kan mas Abi juga kerja."


"Mami aku sudah aku bilang dan sudah mengijinkan." Abi membuka pintu bagasi Range Rover dan memasukkan koper milik Gandari. "Yuk berangkat. Kita butuh hampir dua jam ke Connecticut."


Abi membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Gandari masuk.


"Thanks mas Abi. Such a gentleman" senyum Gandari.


"My Opa taught me"cengir Abi.

__ADS_1


***


Abi dan Gandari tiba di rumah keluarga Frank yang terletak di sebuah perumahan middle up dan tampak terawat. Kedua orang tua angkat Gandari sudah berdiri di depan rumah karena gadis sudah mengabari sebelumnya.



"Selamat datang di Connecticut" sapa Jason ramah ketika Abi berjalan menuju rumah setelah memarkirkan mobilnya di depan garasi rumah keluarga Frank.


"Senang bertemu dengan anda Mr Frank" sapa Abi ramah. "Saya Abiyasa O'Grady tapi biasa dipanggil Abi."


Kedua orang tua Gandari bergantian memeluk putrinya yang datang.


"Wah suatu kehormatan bagi kami atas kedatangan putra Kaia Blair dan Rhett O'Grady" senyum Jennifer. "Ayo masuk."


Abi pun masuk ke dalam rumah yang sangat khas Amerika dengan suasana yang hangat. Aura rumah yang sangat positif seperti halnya dengan rumahnya di Manhattan.


Keempatnya pun saling berbasa basi apalagi keluarga Frank mengetahui sepak terjang keluarga Blair dan Reeves yang dikenal jenius.


"Ibumu dan pamanmu Levi, pernah memberikan kuliah umum di Yale. Keduanya memang sangat jenius dan kami salut dengan humblenya mereka" ucap Jason.


"Memang keduanya saling mengisi satu sama lain sih. Dimana ada mami pasti ada Oom Levi" ucap Abi.


"Abi sekarang berarti di MB Enterprise atau Giandra Otomotif Co?" tanya Jennifer.


"Saya di MB Enterprise menggantikan Opa saya Duncan Blair sebab mami lebih fokus di Giandra. Saya di MB bersama Oom Levi."


"Memang kami sudah merger sejak saya belum lahir" kekeh Abi. "Tapi fokusnya MB lebih ke bisnis properti bukan mesin atau research seperti di Giandra Otomotif Co."


"So, ada apa kalian kemari?" tanya Jennifer.


"Mom, apa mommy masih menyimpan kunci-kunci aku?" tanya Gandari.


"Kunci - kunci?" Jennifer tampak berpikir. "Oh, yang waktu kamu kecelakaan itu ya?"


"Iya mom. Apa masih ada?"


"Tentu saja sayang. Sebentar." Jennifer pun berjalan menuju kamar tidurnya.


"Memangnya ada apa Gandari?" tanya Jason.


"Rumah papa mama yang di Semarang mau dijual sama Oom Lukman" ucap Gandari geram.


"Lho? Dia tidak ada hak, Gandari! Sertifikat nya memang ada di rumah?" Jason tampak kesal dengan paman Gandari.


"Ini tas kuncinya. Memang ada apa sih?" tanya Jennifer sambil menyerahkan tas berisikan kunci.


Gandari lalu membuka tas itu, melihat banyak anak kunci dalam satu ring di meja kopi dan memindai satu persatu. Abi pun menatap satu persatu kunci yang diberikan kode angka.


__ADS_1


"Ndari, ini seperti kunci brankas dan safe deposit box di bank" tunjuk Abi ke kunci yang bentuknya antik.


"Kamu benar mas. Ini kunci rumah aku, dan ini kunci kamar mama aku." Gandari mulai memeriksa satu persatu dan membuka tas itu. Wajahnya tampak terkejut melihat adanya kertas yang terlipat di dalam plastik. Pelan gadis itu membuka kertas dalam plastik dan Abi pun memperhatikan isi kertas itu.


"Astaghfirullah!" ucap keduanya.


"Apa Gandari? Ada apa?" tanya Jennifer bingung melihat wajah Gandari tampak sendu.


"Ini mama membuat list kunci dan ternyata ada kunci safe deposit box di beberapa bank lengkap dengan nomornya serta sudah dibayar papa selama dua puluh tahun." Gandari memperlihatkan pada Jason dan Jennifer.


"Bisa jadi salah satunya ada sertifikat rumah kamu, sayang" ucap Jason.


Gandari hanya bisa menatap ketiga orang disana.


"Ndari, masih ada kertas di dalam tas itu" tunjuk Abi ke sisi dalam tas kecil itu.


Gandari pun mengambilnya dan wajahnya semakin memucat ketika membacanya.


"Ma...ma... menulis surat ini...dua hari sebelum... kecelakaan..." ucap Gandari dengan nada bergetar. "Astaghfirullah."


Jennifer mencoba membacanya namun dia tidak paham bahasa Indonesia. "Abi, kamu paham bahasa Indonesia?"


"Paham Mrs Frank. Saya bacakan."


Anakku Gandari Pramudhita,


Jika kamu membaca surat ini, berarti mama dan papa sudah tiada. Anakku, mama harap kamu masih tetap hidup agar bisa menjaga warisan dari eyang kamu.


Mama dan papa tidak mau suudzon tapi kamu sendiri mendengar bahwa Oom kamu, Lukman, ingin mengambil semua peninggalan eyangmu termasuk rumah Kawi yang sebenarnya sudah kami beli dan Oom mu sudah mendapatkan bagiannya, kami sudah nyusuki kasarannya.


Mama dan papa hanya bisa memberikan pesan melalui surat ini karena kamu masih kecil, sayang. Kami tinggalkan kunci brankas yang ada di kamar mama, kodenya adalah ulang tahunmu tapi diacak bulan tanggal tahun kamu, serta beberapa perhiasan dan sertifikat rumah di bank Pemerintah.


Kuncinya ada di nomor 8, 9 dan 11. Nomor ada di balik kertas ini. Mama harap, kamu bisa menjaga warisan eyang kamu dari tangan Oom kamu itu. Be strong Gandari, seperti namamu.


Mama dan Papa sayang kamu.


Tangan Abi tampak gemetar usai membacakan surat wasiat itu. "Ya Allah, Ndari. Jangan-jangan kecelakaan kamu itu disengaja."


Wajah Gandari, Jason dan Jennifer tampak terkejut.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2