
Dan kini, sepasang pengantin dadakan hasil todongan dan pengomelan sang mami serta Cupid yang berpindah di tubuh Rajendra Samudera McCloud, duduk di sisi berseberangan sofa yang terdapat di kamar pengantin yang sudah disiapkan.
Tadi saat Thara masuk terlebih dahulu, dia membersihkan semua bunga yang disebar di tempat tidurnya. Kamar pengantin ini memang kamarnya tapi dia tidak mau tampak sebagai kamar untuk memulai malam pertama.
Setengah jam dirinya membersihkan kamar dari pernak pernik lalu dirinya pun masuk ke kamar mandi untuk menghilangkan keringat dan badan yang lengket. Setelah mandi, Thara mengambil baju dari dalam walk in closetnya Dan memutuskan memakai blus model Sabrina bewarna putih plus celana jeans.
Thara lalu mengambil sebuah majalah fashion dan mulai membacanya. Suara kenop pintu dibuka membuat Thara mendongakkan kepalanya dan tampak Aidan masuk sembari membawa koper Mont Blanc miliknya.
"Kalau mau mandi, kamar mandinya disana" tunjuk Thara ke arah pintu kamar mandi. "Stok handuk bersih ada disana juga."
Aidan mengangguk lalu meletakkan kopernya dan mulai membukanya. Diambilnya baju ganti dan pria itu pun masuk ke dalam kamar mandi yang mewah itu.
***
Kini keduanya duduk berhadapan dan saling terdiam dengan pikiran masing-masing. Thara memandang kamar yang didesain ulang oleh Alex Ghaidan menjadi lebih cantik dan indah. Gadis itu mengakui arsitek AJ Corp memang cerdas.
"Thara" panggil Aidan dan membuat gadis itu menoleh memandang suaminya. Duh, suami ya? Hokkyokuguma ini akhirnya jadi suaminya?
"Ya Ai?"
"Apa kamu tahu kita dijebak?"
Thara mengangguk. "Tapi aku tidak tahu apakah Abah yang menjebak kita atau bukan."
Aidan menggelengkan kepalanya. "Abah dan Papiku hanya menjalankan semuanya tapi master plannya lah yang membuat ini terjadi."
"Siapa? Apakah tuan Arjuna?"
Aidan melirik tajam ke arah Thara. "Juna bukan tuanmu, Thara! Dia sepupu ipar. Panggil yang benar!"
Thara hanya mengelus dadanya. Ya Ampun! "Iya, bang Juna. Memang siapa master plannya, Aidan?"
"Master plannya adalah..." Aidan menjeda sejenak. "Rajendra Samudera McCloud."
Thara melongo. "Rajendra? Serius?"
"Yup. Bocah nakal itu membuat Papiku dan abahmu tidak bisa menolak. Damn it!"
"Kalau kamu memang tidak mau menikah denganku, kenapa kamu tidak menolaknya?" tanya Thara.
__ADS_1
"Dan membiarkan kepalaku gegar otak gara-gara dihajar mamiku pakai rolling pin warna pink favoritnya? Hohoho, tidak, Thara. Aku masih sayang kepala dan otakku!"
Thara cekikikan. "Apakah nyonya Rhea... eh mami Rhea sangat bar-bar?"
"Keluarga kami bar-bar semuanya tapi memang tidak ada yang bisa melawan mami. Bahkan papi yang badannya tinggi besar itu saja tidak berkutik jika berhadapan dengan wanita yang tingginya tidak sampai 170 cm dan langsing."
Thara tersenyum membayangkan ibu mertuanya yang selalu modis dan berwajah cantik. Bukan berarti Uminya tidak cantik tapi Rhea memiliki kecantikan yang tidak biasa. Tidak heran jika Duncan Blair bela-belain menunggu sampai lahir.
"Kedua orangtuamu romantis" puji Thara serius.
"Well, begitulah." Aidan menyandarkan tubuhnya di sofa dan menengadahkan kepalanya ke langit-langit kamar yang benuansa broken white itu.
"So, kita ngapain sekarang?" tanya Thara tapi selanjutnya dirinya menepuk bibirnya sendiri. Thara you're idiot!
Aidan melirik ke arah gadis yang sekarang sudah menjadi istrinya.
"Apa kamu pikir aku akan meminta hakku sekarang? No Thara, not now." Atau mungkin tidak sama sekali.
Thara memandang Aidan bingung. Apa dia tidak mau meminta haknya karena aku sudah tidak perawan? Aku bisa terima asal jangan marah-marah saja.
"Bukan karena kamu sudah tidak perawan, Thara, tapi apa kamu tidak ingat adanya keluargaku yang durjana?" seringai Aidan memberikan alasan agar gadis itu tidak merasa minder dengan kondisinya.
Thara melongo, terkejut mendengar ucapan Aidan yang seolah tahu apa di benaknya.
"Gini saja Thara, kita bersikap seperti biasanya sebab kalau ada yang berbeda, tahu sendiri kan mereka bagaimana?" Aidan tersenyum memandang Thara. "Mari kita membuat peraturan-peraturan yang harus dipatuhi bersama."
"Apakah kita akan tidur dalam satu tempat tidur?" tanya Thara.
"Terserah. Yang jelas aku tidak biasa tidur di sofa." Aidan akhirnya ikut duduk di bawah bersama Thara karena dirinya merasa tidak nyaman duduk di sofa sedangkan istrinya duduk diatas karpet tebal.
"Tidur dalam satu kamar agar tidak menjadi gosip." Tulisnya. "Apakah kita akan melakukan sarapan bersama?"
"Of course!" jawab Aidan tegas.
"Apakah kita akan bercinta?" tanya Thara.
Aidan terdiam cukup lama dan menjawab... "Tidak."
Thara hanya mengangguk meskipun dalam hati kecilnya merasakan sesak merasa ditolak oleh suaminya sendiri.
"Kita selalu terbuka satu sama lain tentang semua?" tanya Thara lagi dengan wajah yang dibuat biasa.
__ADS_1
"Ya. Apapun itu" jawab Aidan tegas.
Apapun itu? Apakah juga termasuk jika kamu bertemu dengan wanita lain? Lagi-lagi Thara merasakan ada rasa sesak di ulu hatinya.
"Kita tinggal di mansion Blair, lalu berangkat bersama ke West End. Benar?"
Aidan mengangguk. "Iya. Kita tetap bekerja seperti biasanya."
Thara pun mengangguk.
Suara ketukan di pintu terdengar dan keduanya menatap pintu kamar Thara.
"Taruhan itu pasti trio durjana." Aidan pun berdiri dan berjalan ke pintu lalu membukanya. Tampak Arjuna, Levi, Arya, Fuji, Karl, Marco, Mario, Rhett, Reyhan, Nathan, Iwan, Bara dan Bryan disana.
"Mau apa kalian ramai-ramai kemari?" tanya Aidan santai. Dia sudah tahu sepupunya pasti akan berbuat ulah.
"Menyeret kamu supaya gagal malam pertama sama Thara lah!" cengir Levi.
"Seriously?" Aidan menatap malas ke para sepupunya.
"Kapan lagi menikmati Dubai malam hari? Thara, aku pinjam Aidan dulu!" Arjuna langsung menarik tangan Aidan dan membawanya keluar kamar.
"Bye Tharaaa!" seru para pria-pria paripurna itu.
Thara hanya terbengong-bengong melihat kelakuan para sepupu suaminya yang notabene adalah para pengusaha, dokter, peneliti dan hacker itu kelakuannya tidak sesuai.
Alamat aku tinggal tidur lah!
Thara pun bangkit dari duduknya dan berjalan untuk menutup pintu kamarnya. Setelah dia mengganti bajunya menjadi gaun tidur yang termasuk sopan lalu membersihkan dirinya. Setelah melaksanakan ritual malamnya, gadis itu pun naik ke tempat tidur.
***
Aidan pulang ke istana menjelang jam tiga pagi setelah tadi para sepupunya mengajak jalan-jalan seputaran Dubai menggunakan mobil-mobil mewah koleksi Senna, Kai, Sabine dan Reyhan Al Jordan. Dan kini dirinya masuk ke dalam kamar tidur milik Thara.
Pria itu segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri yang bau rokok dan pasir Dubai. Dirasakan sudah bersih dan nyaman, Aidan pun merebahkan tubuhnya di sebelah Thara. Tak lama kemudian matanya pun terpejam.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Maaf telat
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️