My Cold Chef

My Cold Chef
Titip Thara


__ADS_3

Aidan tidak terkejut ketika melihat Sekar dan Rajendra datang ke restaurannya di saat jam bocah itu pulang sekolah. Pasti cari Thara.


"Oom Aaiiiii! Mana Tante Thara?" teriaknya heboh di depan pintu ruang kerja Aidan.


Benar kan?


"Kamu tuh datang-datang tuh salam kek atau gimana gitu?" omel Aidan sebal.


Rajendra nyengir yang membuat wajahnya sangat mirip Arjuna kalau lagi usil. "Assalamualaikum Oom Ai. Sekarang Tante Thara dimana?"


Aidan memutar matanya malas. "Di dapur pastry. Ada Oom Johnny disana."


Sekar yang melihat interaksi putra dan sepupu iparnya hanya tersenyum geli.


"Ma, aku ganti kaos ya. Mau bantuin Tante Thara."


"Oke boy." Sekar mengganti baju seragam Rajendra di ruangan Aidan. Bumil cantik itu selalu bawa tas besar yang berisikan perlengkapan milik putranya.


Setelah berganti baju dengan baju casual, Rajendra berpamitan dengan Oom dan mamanya untuk membantu Thara.


Sekar pun mendudukkan tubuhnya yang mulai membesar di sofa empuk ruang kantor Aidan.


"Dua bulan lagi brojol ya Sekar?" goda Aidan.


"Ish! Kamu tuh sama saja sama mas Juna. Bilangnya brojol" cebik Sekar sambil cemberut.


Aidan tertawa. "Kamu bakalan cantik sendiri, non."


"Iya nih..."


"Oh Minggu ini si biang kerok nikah juga akhirnya. Curang dia! Masa kita nggak usah datang cukup transfer doang?" omel Aidan.


Levi Reeves, salah satu anggota trio durjana itu memang akan melangsungkan akad nikah di Tokyo Jepang dengan Yanti, mantan sekretaris Danisha Giandra, putri Ghani Giandra.


"Kata mas Juna, Levi minta $25,000 ya?" kekeh Sekar.


"Iya! Pas pada protes, dengan cueknya dia kasih rekapan rekening kita masing-masing di grup! Amsyiong kan tuh bocah!" gerutu Aidan merasa sebal ke sepupu tampannya itu.


Sekar terbahak sebab dia juga melihat saat Arjuna menunjukkan pesan di grup chat keluarga ketika suaminya ngomel-ngomel mengumpat Levi tidak ada habis-habisnya.


"Kalian tuh lho. Kalau tidak ribut kok kayaknya gak afdol" kekeh Sekar.


"Nyebelin tuh anak!"


***


Rajendra dengan antusias membantu Thara membuat mochi isi kacang tanah. Bocah tampan itu dengan telaten memasukkan isian mochi ke adonan dan mulai membulatkan menjadi bola.


"Tadi Jendra cari Tante tapi kata mama, Tante sudah kerja disini jadi kesini lah!" ucap Rajendra.


"Iya kah? Oh, Jendra sudah Tante janjikan kue mochi ya?" senyum Thara.

__ADS_1


"Iya! Tapi Jendra senang Tante disini jadi bisa ikut bikin camilan" cengirnya.


"Eh masa tiap hari pulang sekolah kesini?" Thara menatap mata coklat terang yang bening itu


"Aku kan masih TK, masih belum banyak pelajaran jadi santai lah!" Johnny hampir tertawa melihat gaya Rajendra yang mirip dengan mantan Bossnya kalau kumat songongnya.


"Oom Johnny, kalau mau ketawa, ketawa saja. Jangan ditahan, nanti malah jadi kentut!" ledek Rajendra yang sukses membuat wajah pria kaku tinggi besar itu melongo.


"Oh Astaga!" ucap Johnny tidak percaya mendengar celoteh anak kecil itu. "Tu.. Eh mas Jendra kok bisa bilang gitu?" Akhirnya Johnny mengikuti gaya bik Sum memanggil Rajendra.


"Papa yang bilang" balas Rajendra cuek.


Ya ampun tuan Arjunaaa!


***


Sebulan sudah Thara bekerja dengan Aidan dan selama itu pula, Rajendra tiap hari ikut membantu Thara sepulang sekolah. Arjuna dan Sekar tidak mempermasalahkan putranya pulang terlambat karena Rajendra berjanji jam lima sore sudah pulang dari restauran Oomnya.


Tapi hari ini, situasinya berbeda. Sekar yang hamil delapan bulan itu memang membawa putranya ke restauran seperti biasa.


Xander yang melihat Sekar datang langsung membuatkan teh Mint hangat untuk istri Arjuna itu.


"Mrs McCloud, sudah hamil besar masih saja kemari" kekeh Xander.


"Soalnya Rajendra minta ketemu sama Thara sekalian aku juga icip-icip" senyum Sekar.


Aidan yang melihat interaksi Sous Chef nya dengan iparnya hanya menggelengkan kepalanya. Sekar semakin hobi ngemil dan membuat Arjuna ribut karena istrinya makin membesar tapi Sekar bilang masih sesuai takaran.


"Ai! Aaaiii!" teriaknya.


Aidan, Xander dan Sekar terkejut melihat wajah pucat Arjuna. Pria itu baru kali ini tampak panik luar biasa.


"Mas! Mas kenapa?" tanya Sekar sambil bangkit dari duduknya dibantu Xander lalu berjalan menuju suaminya dan memegang wajah tampan itu dengan kedua tangannya.


"Astaghfirullah!" ucapnya berulang sambil memeluk istrinya, wajahnya disembunyikan di ceruk leher harum itu.


"Mas! Ada apa? Papa dan mama kenapa?" tanya Sekar menjadi ikutan panik.


Arjuna mendongakkan wajahnya dan menatap Sekar dan Aidan bergantian.


"Bara! Bara, sayang!"


"Iya, mas Bara kenapa?" Sekar benar-benar bingung.


"Bara kecelakaan!" Aidan dan Sekar pun terkejut.


"Kecelakaan dimana?" teriak Aidan memikirkan kakak sepupunya.


"Kata Arya helikopter yang membawanya dari Bali ke Jakarta jatuh di pantai selatan." Wajah Arjuna tampak panik. "Ya Allah, Oom Ghani!"


Aidan langsung menelpon Arya tapi tidak bisa dihubungi. Akhirnya dia menelpon Rhett, kakak iparnya.

__ADS_1


"Rhett, apa benar mas Bara kecelakaan?" tanya Aidan. Pria itu tidak perduli jam berapa di New York.


"Iya Ai. Ini Z dan mami nangis terus. Aku sama papi masih koordinasi dengan Oom Gozali dan pihak SAR Indonesia."


Aidan langsung lemas. "Kita ke Pacitan!" ucap Aidan setelah menutup telponnya.


Arjuna duduk sembari memeluk perut istrinya dengan wajah pucat.


"Kamu tahu dari siapa Jun?" tanya Aidan.


"Arya lapor ke Oom Goz yang langsung ke Oom Ghani tapi Arya sempat kabari aku juga."


"Arya tidak bisa dihubungi!" ucap Aidan sambil kesal menatap ponselnya.


"Sepertinya lagi pada di pesawat deh" sahut Xander.


"Aku telpon Oom Jeremy. Kita berangkat malam ini!" putus Aidan.


"Sekar, Arjuna, bisa minta tolong?" Xander menatap pasangan suami istri yang masih mode panik.


"Apa?" tanya Sekar.


"Titip Thara di rumah kalian."


Arjuna melongo. "Memang kenapa kalau disini?"


"Tidak ada Aidan dan aku rasa lebih aman di rumahmu, Jun, sementara kalian mencari Bara. Bukan aku tidak bisa melindungi Thara tapi aku melihat ada beberapa orang yang mencurigakan mondar mandir di depan restauran dan aku tidak bisa menghandle sendiri tanpa Aidan."


"Padahal Thara selalu memakai masker setiap keluar apartemen" gumam Aidan.


"Oke begini saja. Malam ini aku dan Ai bersama papa terbang ke Indonesia. Thara menginap di rumahku bersama mama dan Sekar. Lagipula rumah kami jauh lebih aman dengan banyak penjaga dan tidak sembarang orang bisa masuk. Johnny aku ikutkan sekalian." Arjuna menatap Sekar. "Glock mu jangan jauh-jauh darimu sayang."


Sekar mengangguk. Sudah beberapa Minggu ini Sekar belajar menembak setiap hari Minggu bersama dengan Arjuna.


"Gitu lebih baik. Tante Rain kan jago menembak" ucap Aidan.


"Oke, aku akan bilang ke Thara" sahut Sekar. "Setidaknya seluk beluk rumah kan hanya kita yang tahu." Bumil itu tersenyum smirk.


"Whoah, nyonya Arjuna McCloud. Kenapa kamu menjadi savage begini?" Arjuna menatap istrinya kagum.


"Hormon ibu hamil."


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2